7cloud.asia – Pengacara sekaligus aktivis dan pendiri Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia (PBHI), Jhonson Sotarduga Panjaitan meninggal dunia pada Minggu (26/10/2026) pukul 07.30 WIB.
Sebelumnya, laki-laki yang akrab disapa Bang Sotar ini menjalani perawatan di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RSPON), Cawang, Jakarta Timur.
Kepergian Jhonson Panjaitan menyisakan duka mendalam tak hanya dikalangan keluarga saja, tetapi juga dikalangan aktivis’98 dan aktivis pro demokrasi.
Seperti Direktur Amnesty International, Usman Hamid. Melalui akun instagram pribadinya Usman mengungkapkan rasa dukanya.
“Rest In Peace. Pernah memimpin @pbhi_nasional Johnson Panjaitan dikabarkan mengalami pendarahan pada saraf otak dan kritis selama 4-5 hari terakhir hingga dini hari tadi,” tulis Usman melalui akun Instagram pribadinya.
Baca: PBB Desak Investigasi Dugaan Pelanggaran HAM Dalam Aksi Unjuk Rasa Mahasiswa
Bersama Usman Hamid, Hendardi, Rocky Gerung, Mulyana W Kusumah, Luhut MP. Pangaribuan, Bang Sotar mendirikan PBHI tahun 1996.
Kala itu tindakan represif terhadap gerakan mahasiswa dan aktivis pro demokrasi gencar dilakukan oleh rezim Orde Baru.
Lahir bulan Juni 1966, Bang Sotar aktif mendampingi masyarakat yang berhadapan dengan hukum. Sotar juga sempat menangani kasus pejuang kemerdekaan Timor Timur, Xanana Gusmao.
Dia juga ikut membantu mengadvokasi korban kasus penyerangan kantor PDI 27 Juli 1996. Setiap kali Bang Sotar hadir di ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, suasana berubah tegang.
Baca: Aparat Menangkap Kelompok Masyarakat Kritis Menjadi Sorotan Dunia
Para jaksa penuntut umum dari Kejaksaan Agung kerap terlihat gugup, bahkan sebelum sidang dimulai. Mereka sering mampir ke sel tahanan hanya untuk menanyakan, “Apakah Johnson Panjaitan mendampingi hari ini?”
Jika jawabannya ya, wajah mereka langsung pucat. Wajar saja, di ruang sidang Jhonson Panjaitan tampil dengan suara menggelegar, menyanggah setiap pernyataan jaksa, dan tak segan memotong pertanyaan yang dianggap menyesatkan.
Dia tak pernah gentar, meski hakim menegur keras tindakannya. Tindakan Bang Sotar belum berhenti saat sidang usai. Dia kerap mendatangi meja jaksa dan memarahi mereka dengan nada tinggi.
Baca: Usman Hamid Prihatin Penculikan Kembali Terjadi
Para jaksa yang biasanya garang itu duduk diam, pucat, seolah merekalah yang sedang diadili. Bang Sotar menjadikan ruang sidang bukan sekadar tempat perdebatan hukum, melainkan panggung moral untuk menegakkan kebenaran.
Keberaniannnya tersebut membuat Bang Sotar mengalami beberapa teror. Di antaranya penembakan oleh orang tak dikenal dan penggerudukan kantor PBHI oleh massa saat dia getol mendampingi aktivis pro demokrasi.
“Beliau bukan sekadar rekan, melainkan simbol keberanian dan kegigihan dalam membela mereka yang tertindas”, kata Usman.
“Dia tak pernah gentar menghadapi teror yang mengancam nyawanya demi menegakkan keadilan,” lanjut aktivis’98 ini.
Baca: Pengemudi Ojol Tewas Dilindas Barracuda, Polisi Harus Tanggung Jawab
Terakhir Bang Sotar bersama Kamaruddin Simanjuntak menjadi tim kuasa hukum Brigadir Nofriansyah Joshua Hutabarat dalam kasus penembakkan oleh atasannya, Ferdy Sambo.
Kini Jhonson Panjaitan telah beristirahat dengan tenang di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pondok Kelapa, Jakarta Timur. Sejumlah keluarga dan rekannya mengantar Bang Sotar ketempat peristirahatannya terakhir pada Minggu (26/10/2025) sore.
“Dedikasi dan keberaniannya menjadi teladan bagi generasi penerus pejuang hak asasi manusia di Indonesia dan kawasan. Semoga semangat perjuangan almarhum terus hidup dalam setiap upaya membela mereka yang tertindas,” tulis PBHI dalam akun instagramnya.
