7cloud.asia – Presiden ke-39 Amerika Serikat, Jimmy Carter meninggal dunia pada usia 100 tahun, menurut pemberitaan Atlanta Journal-Constitution.
Kantor berita Reuters mengutip Atlanta Journal-Constitution melaporkan Jimmy Carter, yang pernah bekerja sebagai petani kacang, tutup usia pada Minggu (29/12/2024) sekitar pukul 15.45 waktu setempat di kediamannya di Plains, Georgia.
Yayasan amal Jimmy Carter, Carter Center, membenarkan informasi tersebut melalui media sosial X, seperti dilaporkan Sputnik.
Jimmy Carter, yang menjabat sebagai pemimpin AS dari 1977 hingga 1981, adalah pemenang Hadiah Nobel Perdamaian dan presiden AS yang paling lama hidup.
Sebelumnya, Mantan Presiden Jimmy Carter merayakan ulang tahunnya yang ke-100 pada 1 Oktober, menjadikannya mantan presiden Amerika Serikat pertama yang hidup hingga usia seabad, seperti diberitakan Anadolu.
Pencapaian itu menambah daftar prestasi Carter, yang sebelumnya menjadi presiden AS pertama yang lahir di rumah sakit dan satu-satunya lulusan Akademi Angkatan Laut Amerika Serikat yang menjabat sebagai presiden.
Saat menjabat sebagai presiden Amerika, Carter berjuang keras mengatasi keterpurukan ekonomi dan krisis penyanderaan Iran. Dia juga menjadi perantara perdamaian antara Israel dan Mesir, dan menerima Hadiah Nobel Perdamaian untuk pekerjaan kemanusiaannya.
Jimmy Carter, yang merupakan tokoh Partai Demokrat, menjabat sebagai presiden dari Januari 1977 sampai Januari 1981 setelah mengalahkan Presiden Gerald Ford dari Partai Republik pada pemilihan umum pada 1976.
Carter tersingkir dari jabatannya empat tahun kemudian setelah kalah telak dalam pemilu karena para pemilih lebih mendukung penantang dari Partai Republik, Ronald Reagan, mantan aktor dan gubernur California.
Dibandingkan presiden-presiden Amerika lainnya, Jimmy Carter hidup lebih lama setelah masa jabatannya. Sepanjang perjalanannya, ia meraih reputasi yang lebih baik sebagai mantan presiden dibanding saat ia masih menjadi presiden. Hal itu diakui oleh Carter.
Masa kepresidenannya selama satu periode ditandai dengan tercapainya kesepakatan Camp David pada 1978 antara Israel dan Mesir, yang ikut menciptakan stabilitas di Timur Tengah.
Namun, masa jabatannya dibayangi oleh resesi ekonomi, ketidakpopuleran yang terus-menerus, dan krisis penyanderaan Iran yang memalukan dan menghabiskan 444 hari terakhir masa jabatannya untuk menyelesaikannya.
Carter tetap aktif hingga pertengahan usia 90-an, bekerja dengan organisasi perumahan ‘Habitat for Humanity’ dan LSM miliknya, Carter Center.
Ia sering terlihat di lokasi pembangunan rumah ‘Habitat for Humanity’ hingga tahun 2010-an, bersama para sukarelawan dan stafnya.
