7cloud.asia – Hasil survei yang dilakukan Litbang Kompas, menempatkan citra Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK turun ke urutan ke delapan, di bawah Polri, Kejaksaan, dan bahkan di bawah DPR.
Hasil jajak pendapat Litbang Kompas pada 27 Mei-2 Juni 2024 menunjukkan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) adalah lembaga negara dengan citra positif paling rendah.
Menurut survei, KPK mendapat penilaian citra positif sebanyak 56,1 persen. Sedangkan, sebanyak 33,4 persen menyatakan buruk dan 10,5 persen mengaku tidak tahu.
Sementara itu, Tentara Nasional Indonesia (TNI) menjadi lembaga dengan citra positif tertinggi berdasarkan survei tersebut, yakni 89,8 persen menilai TNI punya citra baik. Hanya 2,9 persen yang menyatakan buruk dan 7,3 persen tidak tahu
Baca: Korupsi kembali marak di era Jokowi
Anggota Komisi III DPR yang juga mantan juru bicara KPK, Johan Budi menyoroti penurunan citra KPK ini. Pasalnya, sebelumnya citra KPK dipandang cukup baik di mata masyarakat.
“Apa kendala yang sedang terjadi di dalam internal KPK atau diantara KPK dengan insan penegak hukum lain mungkin. Sekarang waktunya tepat untuk mengungkapkannya kepada kami, Komisi III,“ ujar Johan Budi dalam rapat kerja dengan KPK di ruang rapat Komisi III DPR, Senayan, Jakarta, Senin (1/7/2024).
Johan Budi menegaskan, perlu ada langkah konkret yang kemudian harus dilakukan oleh KPK untuk memulihkan citranya.
Kendala yang dimaksud tersebut tentu terkait pelaksanaan fungsi kewenangan KPK, baik di bidang penindakan, monitoring, pengawasan, koordinasi, serta yang berkaitan dengan pencegahan termasuk pendidikan dan pelayanan masyarakat.
Baca: Komisi III DPR buka peluang revisi ulang UU KPK
Pasalnya, beberapa waktu lalu Politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini mendapat laporan dari masyarakat Brebes, Jawa Tengah (ada videonya) terkait penilaian masyarakat terhadap program sosialisasi anti korupsi di masyarakat.
Menurut masukan yang diterimanya, masyarakat menilai, percuma sosialisasi anti korupsi gencar dilakukan KPK kepada masyarakat,
Sementara apa yang dilakukan oleh insan KPK, ada yang tidak bisa dicontoh oleh masyarakat.
”Atau malah insan KPK berperilaku tidak menunjukkan apa yang disosialisasikannya kepada masyarakat,” tambahnya.
Baca: Cawe-cawe Jokowi ke penegakan hukum yang dilakukan KPK
Mantan jurnalis ini mengatakan, beberapa waktu yang lalu, pihaknya melihat ada ketegangan di KPK, antara Nurul Ghufron dengan dewas (dewan pengawas) KPK.
Dia meyakini Komisi III DPR akan melakukan apa-apa saja yang bertujuan untuk memperkuat KPK, dan mengembalikan KPK seperti masa lalu.
Di masa lalu, hampir dalam setiap survei dilakukan, KPK selalu menempati urutan teratas lembaga negara dengan citra positif.
