Tag: John Tobing

  • John Tobing, Pencipta Lagu Darah Juang Meninggal: Kehilangan Besar Bagi Dunia Aktivisme Indonesia

    John Tobing, Pencipta Lagu Darah Juang Meninggal: Kehilangan Besar Bagi Dunia Aktivisme Indonesia

    7cloud.asia – Kabar duka datang dari dunia aktivisme Indonesia. Saat tindakan represif aparat makin menguat para aktivis harus kehilangan seseorang yang sangat berarti bagi perjuangan mahasiswa.

    Johnsony Maharsak Lumban Tobing atau John Tobing, pencipta lagu legendaris Darah Juang, meninggal dunia pada Rabu (25/2/2026), sekitar pukul 20.45 WIB di Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada (RSA UGM), Yogyakarta.

    Lagu Darah Juang karya John Tobing tak terpisahkan dari sejarah pergerakan mahasiswa Indonesia, terutama era reformasi 1998 pada saat demonstrasi mahasiswa.

    Lagu Darah Juang masih sering dinyanyikan hingga kini, dan dalam kondisi seperti saat ini semangat lagu ini kian relevan.

    Hingga akhir hayatnya, John Tobing dikenang bukan hanya sebagai musisi, tetapi sebagai maestro perjuangan yang memberi semangat dan suara bagi aspirasi rakyat.

    Musik adalah jalan perjuangan laki-laki kelahiran Binjai, Sumatra Utara, pada 1 Desember 1965 ini. Syair lagu Darah Juang tidak meledak-ledak, tetapi penuh semangat perlawanan.

    Di sini negeri kami
    Tempat padi terhampar
    Samuderanya kaya raya
    Tanah kami subur tuan

    Di negeri permai ini
    Berjuta rakyat bersimbah rugah
    Anak buruh tak sekolah
    Pemuda desa tak kerja

    Mereka dirampas haknya
    Tergusur dan lapar
    Bunda relakan darah juang kami
    Padamu kami mengabdi

    Mereka dirampas haknya
    Tergusur dan lapar
    Bunda relakan darah juang kami
    Padamu kami mengabdi
    Padamu kami berjanji

    John Tobing adalah anak ketiga dari delapan bersaudara dari pasangan Hakim Mangara Lumbantobing dan Adelina Sinaga.

    Dia sudah memiliki minat pada musik dan belajar gitar sejak kelas 5 SD. Namun, perjalanan hidupnya tidak mulus sejak awal.

    Ia sempat tidak lulus di SMA Santo Thomas Yogyakarta karena kenakalan remaja, namun menyelesaikan pendidikannya di SMA Katolik Banjarmasin.

    Diterima kuliah di Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada (UGM) pada tahun 1986. John aktif di kampus dalam berbagai organisasi mahasiswa dan aksi sosial.

    Ia bahkan terlibat dalam gerakan aksi solidaritas Waduk Kedung Ombo (1989 – 1991), Kusumanegara Berdarah, dan Forum Komunikasi Mahasiswa Yogyakarta (FKMY).