7cloud.asia – Kemendikbud Ristek resmi meniadakan jurusan IPA, IPS dan Bahasa di semua Sekolah Menengah Atas (SMA) seluruh Indonesia.
Kebijakan meniadakan jurusan di SMA tersebut tertuang dalam aturan di Kurikulum Merdeka yang fokus mengembangkan minat dan bakat sampai kelas 10 lalu melakukan pemilihan pada kelas 11.
Menurut Kepala Badan Standar Nasional Kurikulum dan Asesmen Pendidikan atau BSKAP Kemendikbud Ristek Anindito Aditomo, penghapusan jurusan di SMA itu sengaja dilakukan.
“Baru kelas 11-12 mata pelajaran yang sesuai dengan bakat minat. Kita sediakan asesmen bakat minat,” ujarnya dikutip Kompas.com.
Adapun alasan kebijakan peniadaan jurusan di SMA ini karena selama ini penjurusan di SMA cenderung menjadi sumber ketidakadilan dan diskriminasi,
Baca: Negara genjot pembangunan infrastruktur tapi jumlah sekolah terbatas
Pasalnya, sebagian besar orangtua akan mendorong anaknya masuk jurusan IPA, karena dinilai lebih menjanjikan di masa depan.
“Salah satunya itu (karena orangtua rata-rata memilihkan anaknya masuk IPA). Kalau kita jurusan IPA kita bisa memilih jurusan lain,” kata Anindito.
Menurut Anindito, selama ini banyak orangtua yang bersikap seperti itu karena mencoba berpikir rasional dengan meminta anaknya masuk jurusan IPA.
Pasalnya jurusan IPA cenderung lebih banyak pilihan program studi (prodi) yang bisa dipilih saat masuk perguruan tinggi.
Baca: Hanya 3 Provinsi yang alokasikan 20 persen APBD untuk pendidikan
Karena banyak siswa yang memilih jurusan IPA, maka mengakibatkan kuota siswa jurusan IPS dan bahasa semakin menipis.
Oleh sebab itu, kata Anindito jurusan tersebut dihapuskan dan digantikan dengan sistem pemilihan pelajaran sesuai minat siswa.
Laki-laki yang akrab disapa Nino ini menegaskan, kalau tidak ada penjurusan, siswa tetap bisa fokus belajar seuai keinginannya dalam meraih masa depan.
Pada praktiknya, ketika sudah memilih mata pelajaran, siswa akan menjalani pembelajar wajib di hampir separuh waktu di sekolah. Sementara sisanya fokus pada pelajaran yang sudah dipilih.
“Fokusnya pada yang dia minat dan dia perlukan untuk karier,” ucap Nino.

