Tag: kamala harris

  • Partai Demokrat Pilih Kamala Kamala Harris Tuk Lawan Donald Trump di Pilpres AS

    Partai Demokrat Pilih Kamala Kamala Harris Tuk Lawan Donald Trump di Pilpres AS

     

    7cloud.asia – Para pemimpin Partai Demokrat telah memilih Wakil Presiden Kamala Harris untuk memimpin partai mereka melawan Donald Trump dalam pemilihan presiden atau Pilpres AS 2024.

    Penunjukan Kamala Harris ini diambil setelah Joe Biden resmi mundur dari pencalonannya kembali sebagai Capres di Pilpres AS yang akan digelar pada November mendatang.

    Kamala Harris, yang berusia 59 tahun, adalah perempuan, orang kulit hitam, dan keturunan Asia Selatan pertama yang menjabat sebagai wakil presiden.

    Pengumuman ini merupakan kejutan terbaru dalam kampanye menuju ke Gedung Putih yang dilihat oleh kedua partai politik sebagai pilpres yang paling penting dalam beberapa generasi.

    Pengumuman Biden ini terjadi hanya beberapa hari setelah percobaan pembunuhan terhadap Trump di sebuah rapat umum di Pennsylvania.

    Baca Juga: Joe Biden Mundur dari Pencalonan Presiden AS

    Belum pernah ada calon presiden dari sebuah partai yang keluar dari persaingan dalam waktu yang begitu dekat dengan hari pemilu.

    Paralel terdekat adalah Presiden Lyndon Johnson yang, setelah dikecam sengit karena Perang Vietnam, mengumumkan pada bulan Maret 1968 bahwa ia tidak akan bertarung untuk masa jabatan berikutnya.

    Partai Demokrat kini harus segera berusaha mencapai kesatuan pendapat dalam proses pencalonan presiden baru dalam hitungan minggu dan dalam waktu sangat singkat meyakinkan para pemilih bahwa calon itu meiliki kapabilitas untuk menjadi presiden dan mengalahkan Trump.

    Di sisi lain, Trump harus mengalihkan fokusnya ke lawan baru setelah bertahun-tahun memusatkan perhatiannya pada Biden.

    Baca Juga: Donald Trump yang Kontroversial: Hadapi Tantangan Hukum Tapi Berpeluang Menangi Pilpres AS

    Keputusan ini menandai akhir yang cepat dan mengejutkan dari karir Joe Biden di dunia politik pemilihan selama 52 tahun

    Putusan ini diambil karena para donor, anggota parlemen, dan bahkan para ajudan mengungkapkan keraguan mereka bahwa ia dapat meyakinkan para pemilih untuk menjadi orang nomor satu di AS selama empat tahun lagi.

    Biden memenangkan sebagian besar delegasi dan semua kontes pencalonan kecuali satu, yang akan membuat pencalonannya menjadi formalitas.

    Kini setelah Joe Biden telah mengundurkan diri, dan para delegasi tersebut akan bebas untuk mendukung kandidat lain.

    Baca Juga: Insiden Penembakan Saat Kampanye, Donald Trump Cedera Kepala sementara Pelaku Ditembak Mati

    Kamala Harris, menjadi penerus alami, sebagian besar karena dia adalah satu-satunya kandidat yang dapat secara langsung memanfaatkan pundi-pundi dana kampanye Biden, sesuai dengan peraturan keuangan kampanye federal.

    Konvensi Nasional Partai Demokrat dijadwalkan berlangsung pada 19-22 Agustus mendatang di Chicago.

    Semula Partai Demokrat telah mengumumkan bahwa mereka akan mengadakan pemungutan suara secara virtual (virtual roll call) untuk secara resmi mencalonkan Biden sebelum proses pemilihan dimulai.

    Tanggal untuk pemungutan suara belum ditetapkan, namun hal itu tampaknya kini tidak akan terjadi.

    Sumber:VOAIndonesia

  • Partai Demokrat Mulai Pemungutan Suara untuk Capreskan Kamala Harris

    Partai Demokrat Mulai Pemungutan Suara untuk Capreskan Kamala Harris

    7cloud.asia – Para pemilih Partai Demokrat di AS memulai proses pemungutan suara untuk menominasikan Wakil Presiden Kamala Harris sebagai calon presiden AS dari partai mereka pada hari Kamis (1/8/2024) waktu setempat.

    Kamala Harris akan maju menghadapi mantan Presiden Donald Trump pada Pilpres November mendatang.

    Sebanyak hampir 4.000 aktivis dan politisi Partai Demokrat mengirimkan tanda tangan mereka untuk mendukung Kamala Harris pada awal proses penghitungan suara secara elektronik selama lima hari ke depan.

    Pemungutan suara ini dilakukan menjelang Konvensi Partai Demokrat pada 19-22 Agustus mendatang di Chicago.

    Baca: Joe Biden mundur dari pencapresan

    Kamala Harris diperkirakan akan mengumumkan kandidat calon wakil presidennya dalam beberapa hari ke depan, sebelum mengikuti serangkaian kampanye ke beberapa negara bagian yang diperebutkan dan harus dimenangkan baik oleh Harris maupun Trump agar bisa meraih kursi kepresidenan.

    Sebelum Harris diajukan untuk menjadi kandidat capres Partai Demokrat, para pemilih telah lebih dulu memberikan suara mereka pada pemilihan pendahuluan dan kaukus di masing-masing negara bagian awal tahun ini dan telah memilih kandidat petahana, Joe Biden, untuk kembali maju memperebutkan masa jabatan kedua.

    Akan tetapi, ketika Biden, yang berusia 81 tahun, mundur dari pilpres bulan lalu, setelah penampilan debatnya yang buruk melawan Trump pada akhir Juni, dan kemudian mendukung Kamala Harris (59 tahun), para loyalis partai segera bersatu mendukung pencapresan Harris.

    Tidak ada kandidat lain yang cukup kuat untuk menantang Kamala Harris untuk menerima tiket pilpres Partai Demokrat.

    Baca: Kontroversi pencapresan Donald Trump

    Harris memperoleh dukungan 99% delegasi yang menandatangani petisi dalam kontes pencapresan Partai Demokrat, kata Komite Nasional Partai Demokrat dalam pernyataannya.

    Sementara tidak ada kandidat lain yang melampaui ambang batas 300 tanda tangan yang diperlukan untuk mengajukan diri sebagai kandidat capres.

    “Para delegasi kami mempunyai tanggung jawab – dan kesempatan – yang penting selama beberapa hari ke depan untuk memberikan dukungan bersejarah mereka bagi Wakil Presiden Harris, untuk memastikan namanya yang akan muncul di surat suara seluruh negara bagian pada November ini,” kata Jaime Harrison, ketua nasional Partai Demokrat.

    “Partai kami menghadapi momen yang belum pernah terjadi sebelumnya ini dengan proses yang transparan, demokratis dan tertib untuk bersatu mendukung seorang kandidat dengan rekam jejak yang terbukti, yang akan memimpin kita berjuang ke depan,” ujarnya.

    Baca: Beda sikap Kamala Harris dan Donald Trump soal Palestina

    Harris akan menjadi perempuan kulit hitam keturunan Asia Selatan pertama yang menjadi calon presiden AS dari salah satu partai utama di Amerika.

    Kurang dari 100 hari menjelang pemungutan suara 5 November nanti, jajak pendapat di seluruh AS dan di negara-negara bagian kunci menunjukkan Harris dan Trump menghadapi persaingan ketat.

    Sumber: VOA Indonesia

  • Kamala Harris Pilih Tim Walz Jadi Cawapres Partai Demokrat

    Kamala Harris Pilih Tim Walz Jadi Cawapres Partai Demokrat

    7cloud.asia – Calon presiden dari Partai Demokrat Kamala Harris, Selasa (6/8/2024), mengumumkan bahwa Gubernur Minnesota Tim Walz akan menjadi pasangannya dalam pemilihan presiden atau Pilpres AS yang akan digelar 5 November mendatang.

    Pengumuman Kamala Harris ini mengakhiri rangkaian peristiwa besar sejak Presiden Biden mendukungnya untuk menjadi calon presiden dari Partai Demokrat kurang dari tiga minggu lalu.

    Kamala Harris dan Walz akan berkampanye, dimulai dengan perjalanan ke tujuh negara bagian yang sebagian di antaranya adalah medan pertempuran terbesar dalam pemilu.

    Tim kampanye Harris mengunggah video percakapan telepon antara Harris dan Walz di media sosial.

    “Ini Kamala Harris. Selamat pagi, gubernur,” kata Harris. “Dengar, saya ingin Anda melakukan ini bersama saya. Ayo kita lakukan ini bersama-sama. Maukah Anda menjadi calon wakil presiden?”

    “Saya akan merasa terhormat, Ibu Wakil Presiden,” jawab Walz.

    Baca Juga: Partai Demokrat Mulai Pemungutan Suara untuk Capreskan Kamala Harris

    Sebelumnya, dalam pernyataan, Harris mengatakan bahwa Tim Walz adalah pemimpin yang telah teruji dan memiliki rekam jejak yang luar biasa dalam menyelesaikan berbagai hal untuk warga Minnesota.

    “Saya tahu, dia akan membawa prinsip kepemimpinan yang sama ke dalam kampanye kami, dan ke kantor wakil presiden,” imbuh Harris.

    Kelompok progresif mendukung Walz, 60, yang mereka nilai telah memperjuangkan kebijakan sayap kiri semasa menjabat gubernur Minnesota. Negara bagian di bagian barat tengah AS itu dinilai sangat penting untuk memenangkan pemilu.

    Sebagai mantan anggota Garda Nasional Angkatan Darat dan guru, Walz dipandang menarik bagi pemilih kulit putih di kawasan pedesaan.

    Dosen politik di University of Virginia, Jennifer Lawless, melalui Skype menilai Walz sebagai, seorang progresif yang berhasil memenangkan distrik-distrik pedesaan Partai Republik yang konservatif.

    Walz juga dinilai berhasil meraih kemenangan di seluruh Minnesota, bahkan di daerah kantong nonprogresif, seseorang yang memiliki senjata api dan terjun ke medan tempur karena dia veteran perang dan lahir di Nebraska. Jadi, dia orang yang memahami Amerika Tengah.”

    Baca Juga: Beda Sikap Kamala Harris dan Donald Trump Soal Perang di Gaza

    Pada November, Harris dan Walz akan melawan calon dari Partai Republik, mantan Presiden Donald Trump dan pasangannya, JD Vance.

    Tentang Walz yang dipilih Harris, Vance mengatakan, rekam jejak Tim Walz adalah lelucon. Dia adalah salah sorang radikal paling kiri di seluruh pemerintahan AS pada tingkat mana pun.

    ”Tetapi menurut saya, dipilihnya Tim Walz menunjukkan bahwa Kamala Harris tunduk pada kebutuhan kelompok sayap kiri partainya. Itulah yang selalu dia lakukan.”

    Bahkan sebelum tim kampanye Harris mengumumkan secara resmi bahwa Walz adalah pilihan Harris untuk calon wakil presiden, tim kampanye Trump telah merilis pernyataan yang menyebut Walz sebagai “ekstremis liberal yang berbahaya.”

    Walz baru-baru ini mendapat label sebagai anjing penyerang yang ampuh terhadap Trump dan Vance, dengan menyebut mereka “aneh.” Walz punya waktu tiga bulan untuk memperkenalkan diri kepada para pemilih Amerika.

    Kim Brown adalah pemilih dari Pennsylvania. Tentang Walz, ia mengatakan, “Saya tidak tahu banyak tentang dia. Kini saya akan mencari tahu tentang dia setelah saya tahu siapa yang dipilih Harris.”

    Harris dan Walz sudah mulai berkampanye di negara bagian-negara bagian utama yang menjadi medan pertempuran. Selasa malam, mereka tampil di Philadelphia, Pennsylvania.

    Sumber:VOAIndonesia

  • Dukung Kamala Harris sebagai Presiden AS, Taylor Swift Unggah Fotonya Gendong Kucing

    Dukung Kamala Harris sebagai Presiden AS, Taylor Swift Unggah Fotonya Gendong Kucing

    7cloud.asia – Taylor Swift, salah satu bintang terbesar di industri musik, menyatakan dukungannya untuk Kamala Harris sebagai presiden tak lama setelah debat capres berakhir pada Selasa (10/9/2024) malam.

    “Saya pikir dia adalah pemimpin yang teguh dan berbakat, dan saya yakin kita bisa mencapai lebih banyak hal di negara ini jika kita dipimpin dengan ketenangan dan bukan kekacauan,” tulis Swift dalam unggahannya di Instagram, yang menyertakan tautan ke situs web pendaftaran pemilih.

    Dukungan Taylor Swift diperkirakan akan besar pengaruhnya dalam preferensi pemilih dalam pemilihan Presiden AS, November mendatang

    Swift memiliki pengikut setia di kalangan perempuan muda, yang menjadi demografi utama dalam pemilu November. Dalam waktu setengah jam, unggahan di Instagram tersebut sudah mendapat lebih dari 2,3 juta jempol.

    Dalam unggahan itu, Taylor Swift menyertakan foto dirinya sedang menggendong kucingnya Benjamin Button, dan menandatangani pesan itu dengan pernyataan “Perempuan Pencinta Kucing Tanpa Anak.”

    Baca: Taylor Swift, salah satu bintang terbesar di industri musik

    Pernyataan tersebut mengacu pada komentar JD Vance, calon wakil presiden Donald Trump yang menyebut bahwa perempuan tanpa anak tidak memiliki kepentingan yang sama dalam masa depan negara. Vance melontarkan komentar itu tiga tahun lalu.

    Taylor Swift tidak hanya populer secara nasional, tapi juga terutama di kalangan Demokrat. Jajak pendapat Fox News pada Oktober 2023 menunjukkan bahwa 55 persen pemilih secara keseluruhan, termasuk 68 persen dari Partai Demokrat, mengatakan mereka memiliki pandangan yang baik terhadap Swift.

    Partai Republik terpecah, dengan 43 persen responden mendukung Swift dan 45 persen punya pendapat yang tidak mendukung.

    Seorang pejabat senior kampanye Harris mengatakan dukungan tersebut tidak dikoordinasikan dengan tim kampanye.

    Tim Walz, pasangan Harris, tampaknya baru mengetahui tentang dukungan tersebut di tengah wawancara langsung di MSNBC. Saat Rachel Maddow membaca teks itu, Walz tersenyum dan menepuk dadanya.

    Baca: Seperti ini kekuatan fandom Taylor Swift

    “Itu (pernyataan Swift) sangat mengesankan. Dan jelas,” kata Walz. “Dan keberanian seperti itulah yang kita perlukan di Amerika untuk bangkit.”

    Swift menulis bahwa dukungannya sebagian didorong oleh keputusan Trump untuk memposting gambar yang dihasilkan AI yang menunjukkan bahwa dia telah mendukungnya.

    Salah satunya menunjukkan Swift berpakaian seperti Paman Sam, dan teksnya berbunyi, “Taylor ingin ANDA MEMILIH DONALD TRUMP.”

    Kiriman teks Trump “membawa saya pada kesimpulan bahwa saya harus sangat transparan mengenai rencana saya yang sebenarnya untuk pemilu ini sebagai pemilih,” tulis Swift. Dia menambahkan bahwa “Saya telah melakukan riset, dan saya telah menentukan pilihan.”

    Tim kampanye Trump membantah dukungan Swift.
    “Ini adalah bukti lebih lanjut bahwa Partai Demokrat sayangnya telah menjadi partai kaum elit kaya raya,” kata juru bicara Karoline Leavitt.

    “Ada banyak Swifties yang mendukung Trump di Amerika,” katanya, termasuk dirinya sendiri.

    Sumber:VOAIndonesia

  • Pemilu AS: Jutaan Pemilih Akan Tentukan Kamala Harris atau Donald Trump

    Pemilu AS: Jutaan Pemilih Akan Tentukan Kamala Harris atau Donald Trump

    7cloud.asia – Jutaan pemilih mendatangi tempat pemungutan suara pada Pemilu AS, Selasa (5/11/2024) untuk memilih presiden baru.

    Pemilu AS ini akan memutuskan apakah akan mengangkat Wakil Presiden Kamala Harris menjadi pemimpin perempuan pertama AS atau mengembalikan mantan Presiden Donald Trump ke Gedung Putih yang kalah dalam pemilihan tahun 2020.

    Jajak pendapat menunjukkan bahwa Kamala Harris, kandidat Partai Demokrat, dan Trump, penantangnya dari Partai Republik, terlibat dalam salah satu persaingan paling ketat dalam beberapa dekade.

    Pemenang pemilihan presiden ini akan memulai masa jabatan presiden selama empat tahun pada bulan Januari.

    Para analis politik mengatakan hasil nasional kemungkinan akan ditentukan oleh suara di tujuh negara bagian medan pertempuran politik atau yang dikenal sebagai swing states yang tersebar di seluruh AS.

    DI mana survei menunjukkan kedua kandidat berada dalam selisih dua persen satu sama lain, yang oleh berbagai lembaga survei digambarkan sebagai pertarungan sengit.

    Bergantung pada seberapa ketatnya pemungutan suara, dan seberapa cepat penghitungan suara di negara bagian-negara bagian utama, kemungkinan pemenang biasanya dapat diketahui pada malam harinya atau dini hari keesokan harinya.

    Tetapi untuk pemilu AS kali ini mungkin tidak akan diketahui dalam beberapa hari, seperti yang terjadi empat tahun lalu.

    Baca: Rusia, China dan Iran ingin pengaruhi pemilih di Pilpres AS

    Baik Kamala Harris maupun Trump telah mengumpulkan banyak pengacara pemilu yang berpengalaman untuk menantang segala penyimpangan yang mereka yakini dapat memengaruhi hasil yang merugikan kandidat mereka.

    Tempat pemungutan suara mulai dibuka Selasa pagi di seluruh negara bagian di kawasan Amerika timur, dan warga berbondong-bondong datang untuk memberikan suara di pusat-pusat pemerintahan, stasiun pemadam kebakaran, sekolah, gereja, dan tempat-tempat lain. Tempat pemungutan suara lainnya akan dibuka lebih lambat di seluruh enam zona waktu negara.

    Trump, 78 tahun, menghabiskan dini hari Hari Pemilihan di negara bagian medan pertempuran politik Michigan.

    Ia mengakhiri kampanyenya dengan rapat umum larut malam di Grand Rapids, basis kuat Partai Republik tempat ia juga mengakhiri pencalonannya untuk presiden pada tahun 2016 dan 2020.

    Trump menyatakan dalam pidato setelah tengah malam: “Kita dalam kondisi yang sangat baik. Saya harus memberi tahu Anda, kita jauh di atas dalam hal suara.”Ia mengeklaim bahwa Harris dan Demokrat hanya bisa menang jika mereka curang.

    “Mereka harus curang, dan mereka melakukannya, dan mereka melakukannya dengan sangat baik,” kata Trump.

    Ia menyalahkan Kamala Harris, seperti yang telah dilakukannya selama kampanye, atas tingginya harga barang-barang konsumen dan masuknya migran tidak berdokumen melintasi perbatasan Meksiko ke Amerika Serikat.

    Baca: Warga AS bersatu peringati tragedi 11 September

    Trump menghabiskan hari di rumah resornya di Mar-a-Lago, Florida, tempat ia diharapkan untuk memberikan suara secara langsung. Ia dijadwalkan untuk mengadakan pesta pemantauan hasil pemilu di West Palm Beach pada Selasa (5/11/2024) malam.

    Harris, 60 tahun, mengakhiri kampanyenya di sebuah rapat umum bertabur bintang di kota Philadelphia bagian timur pada Senin malam, dengan bintang pop Lady Gaga, grup musik, dan mantan pembawa acara bincang-bincang Oprah Winfrey yang memberikan dukungan mereka.

    Kamala Harris tidak menyebut Trump dalam pidatonya, dan mengatakan kepada massa yang hadir yang diperkirakan berjumlah 30.000 orang.

    Ia mengatakan bahwa “malam ini, kita mengakhiri seperti kita memulai, dengan optimisme, dengan energi, dengan kegembiraan, mengetahui bahwa kita sebagai rakyat memiliki kekuatan untuk membentuk masa depan kita.”

    Kamala Harris berencana menghadiri pesta malam pemilihan di Howard University di Washington, sebuah universitas yang secara historis diperuntukkan bagi warga kulit hitam, tempat ia lulus dengan gelar di bidang ekonomi dan ilmu politik pada tahun 1986.

    Harris mengatakan pada hari Minggu bahwa ia “baru saja mengisi” surat suara yang dikirim melalui pos dan surat suara tersebut “sedang dalam perjalanan menuju California,” negara bagian asalnya.

    Kedua kandidat singgah pada hari Senin di Pennsylvania, dengan 19 suara elektoral, hadiah terbesar di antara tujuh negara bagian medan pertempuran.

    Mereka mengadakan serangkaian rapat umum, dengan keduanya tampil di Pittsburgh, di jantung industri baja AS. Baik Harris maupun Trump menyatakan optimisme.