Tag: kapal induk

  • Amerika Serikat Tarik Kapal Induk USS Gerald R. Ford dan USS Abraham Lincoln dari Lokasi Perang

    Amerika Serikat Tarik Kapal Induk USS Gerald R. Ford dan USS Abraham Lincoln dari Lokasi Perang

    7cloud.asia – Citra satelit yang dirilis oleh MizarVizion menunjukkan perubahan posisi mendadak dua kelompok serang kapal induk Amerika Serikat di Laut Merah dan Laut Arab

    Posisi ini mengindikasikan penyesuaian yang disengaja terhadap postur kekuatan angkatan laut AS yang didorong oleh meningkatnya risiko operasional di sepanjang perbatasan maritim Iran dan zona ancaman proksi.

    Pergerakan kelompok serang kapal induk USS Gerald R. Ford dan USS Abraham Lincoln menjauh dari posisi yang sebelumnya condong ke depan mencerminkan kalibrasi ulang paparan angkatan laut AS.

    Dilansir defensesecurityasia.com, pemindahan ini kapal induk USS Gerald R. Ford dan USS Abraham Lincoln ini sebagai respons terhadap ancaman asimetris yang kian meluas akibat perang di teluk Persia.

    Baca: Iran sebut selat Hormuz sepenuhnya dalam kendali mereka

    Ancaman itu termasuk jangkauan rudal, aktivitas kapal serbu, dan taktik pelecehan jarak dekat yang terkait dengan pasukan yang bersekutu dengan Iran.

    Manuver-manuver ini, yang terjadi beberapa hari setelah kapal pengawal yang tergabung dalam kelompok serang USS Abraham Lincoln terlibat pertempuran dengan kapal perang Iran.

    Fakta ini menggarisbawahi bagaimana insiden taktis di laut dapat dengan cepat mengubah geometri penempatan kapal induk di koridor Laut Merah–Teluk Oman, medan pertempuran yang penting bagi sinyal pencegahan regional.

    Sebelumnya, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengeklaim bahwa serangan rudal dan drone pada hari Jumat telah menyebabkan kapal induk USS Abraham Lincoln milik Amerika Serikat (AS) rusak parah.

    Baca: Iran tuntut AS tarik pasukan dari Teluk Persia

    Menurut klaim tersebut, kapal itu kemudian melarikan diri bersama kelompok tempurnya dari perairan Teluk.

    Angkatan Laut IRGC, sebagaimana dikutip dari Anadolu, Minggu (15/3/2026), mengatakan kapal induk Amerika itu tidak lagi beroperasi akibat serangan tersebut.

    Pernyataan senada juga disampaikan Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya Iran, yang mengatakan bahwa rudal dan drone canggih menghantam kapal induk tersebut sebagai bagian dari operasi presisi.

    Kapal itu berada sekitar 340 kilometer dari perbatasan maritim Iran di Laut Oman pada saat itu.