Tag: karbohidrat

  • Kenali Apa Itu Diet Ketogenik dan Manfaatnya untuk Kesehatan

    Kenali Apa Itu Diet Ketogenik dan Manfaatnya untuk Kesehatan

    7cloud.asia – Diet ketogenik atau diet keto adalah sebuah pola makan rendah karbohidrat yang diimbangi dengan asupan tinggi lemak dan protein dalam jumlah sedang.

    Diet ketogenik memaksa tubuh menggunakan lemak sebagai sumber energi utama dan memicu proses pembakaran lemak yang disebut ketosis.

    Diet ketogenik adalah program diet yang dilakukan dengan cara membatasi asupan karbohidrat agar tidak melebihi 50 gram per hari. Sebagai gantinya, mereka yang menjalani diet ketogenik disarankan meningkatkan konsumsi protein, lemak sehat, dan serat.

    Diet ketogenik mulanya dikembangkan untuk menurunkan kasus epilepsi pada anak. Kini, pola makan tersebut banyak diterapkan untuk membantu proses penurunan berat badan.

    Mungkin Anda bertanya, kok bisa? Ini karena ketika tubuh hanya menerima kurang dari 50 gram karbohidrat per hari, tubuh akan kekurangan glukosa yang seharusnya diubah menjadi energi.

    Kondisi tersebut membuat tubuh menghasilkan energi dengan memecah protein dan lemak. Proses pemecahan protein dan lemak inilah yang berpengaruh pada penurunan berat badan.

    Diet ketogenik disebut bermanfaat untuk menurunkan berat badan dan mengurangi risiko masalah kesehatan tertentu seperti obesitas, diabetes, dan penyakit jantung.

    Meskipun begitu, Anda perlu hati-hati sebelum menjalani diet ketogenik ini. Pasalnya, ada sejumlah efek samping yang perlu dipertimbangkan sebelum menerapkan program diet ketogenik.

    Baca: Sehatkah pola makan sehari sekali?

    Mari simak manfaat dan risiko diet ketogenik, seperti dilansir dari siloamhospitals.com.

    Meski masih menjadi kontroversi, manfaat diet ketogenik bagi kesehatan tubuh tetap tak bisa diabaikan. Berikut manfaat yang dapat dipetik dari penerapan diet ketogenik dengan tepat.

    1. Mengendalikan epilepsi
    Seperti yang telah dipaparkan sebelumnya, diet ketogenik adalah program diet yang awalnya digunakan untuk mengendalikan gejala epilepsi pada anak-anak.

    Hal ini dikarenakan zat keton yang dihasilkan saat tubuh mengolah lemak menjadi energi dapat membantu menormalkan aktivitas listrik di otak yang terganggu pada anak epilepsi, khususnya pada anak yang gejalanya sulit diatasi dengan pengobatan biasa.

    2. Menurunkan berat badan
    Diet ketogenik dikenal efektif dalam menurunkan berat badan. Hal ini dikarenakan cadangan lemak akan dibakar sebagai energi menggantikan karbohidrat.

    Pembakaran tersebut akan menghilangkan lemak dalam tubuh sehingga mengurangi berat badan.

    3. Mengontrol gula darah
    Diet ketogenik juga dapat membantu mengontrol kadar gula dalam darah, sehingga cocok diterapkan oleh penderita diabetes.

    Pengurangan asupan karbohidrat dalam menu makanan diet keto rupanya memengaruhi kadar gula dalam darah (glukosa), mengingat karbohidrat dalam tubuh nantinya akan diubah menjadi glukosa.

    Sehingga, ketika seseorang mengonsumsi karbohidrat dalam jumlah sedikit, maka kadar gula dalam darah (glukosa) pun menjadi lebih terkendali.

    Baca: Kenali tanda kekurangan protein berikut ini

    4. Menurunkan risiko penyakit jantung
    Sebagian besar penyebab penyakit jantung adalah penumpukan plak dalam pembuluh darah (aterosklerosis), di mana salah satu pemicunya adalah meningkatnya kadar kolesterol jahat (LDL) dalam tubuh.

    Seseorang yang menjalani diet keto akan mengonsumsi lebih banyak protein, lemak sehat, dan serat.

    Dalam jangka panjang, kebiasaan ini akan membantu mengurangi kadar kolesterol jahat (LDL) dan trigliserida dan meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL) sehingga menurunkan risiko penyakit jantung.

    5. Memperbaiki siklus menstruasi
    Menurut hasil penelitian dari Ohio State University yang dipublikasikan di jurnal PLoS ONE,diet ketogenik memberikan manfaat signifikan terhadap kesehatan reproduksi, termasuk mengembalikan siklus menstruasi yang telah lama berhenti.

    Penelitian ini mengungkap, 11 dari 13 perempuan yang memasuki ketosis nutrisional mengalami perubahan positif dalam siklus menstruasi mereka. Siklus menstruasi mereka menjadi lebih teratur atau lebih intens.

    Para peneliti mendapati korelasi positif antara produksi keton dan regulasi hormonal.