Tag: kawah ijen

  • Jalan-jalan ke Kawah Ijen yang Sudah Diakui sebagai Anggota UNOESCO Global Geopark

    7cloud.asia – Beberapa waktu lalu dataran tinggi Ijen, atau yang lebih dikenal dengan ‘Kawah Ijen’ masuk menjadi salah satu anggota UNESCO Global Geopark.

    Salah satu alasan mengapa Kawah Ijen diakui sebagai anggota UNESCO Global Geopark adalah karena keunikannya.

    Karakter yang diunggulkan dari Kawah Ijen sebagai situs geopark adalah keelokan kawasan Gunung Ijen yang mengedepankan tiga komponen pariwisata, yaitu geologi, biologi dan budaya.

    Dengan keunggulan itu, maka Kawah Ijen sangat direkomendasikan untuk dikunjungi, terutama bagi para penggemar dan pendaki gunung.

    Baca: Kawah Ijen diakui sebagai anggota UNESCO Global Geopark

    Dataran tinggi atau Kawah Ijen ini merupakan kawah aktif yang berukuran sangat besar dengan luas 134 kilometer persegi.

    Kawah Ijen merupakan gunung berapi yang tenang namun aktif dengan bentang alam yang didominasi oleh puncak gunung berapi Ijen (2.368 dpl), Merapi (2.800 mdpl) di sisi timur laut dari dataran ini, dan Raung (3.332 mdpl) di sudut barat daya.

    Vent pada gunung berapi merupakan sumber belerang. Untuk mengumpulkannya, para pekerja membuat jalur menuju kawah dan turun ke danau, setiap hari.

    Aktivitas para penambang belerang di Kawah Ijen ini menjadi atraksi menarik yang bisa kamu nikmati. 

    Baca: UNESCO global geopark di Indonesia

    Akses Menuju Ijen
    Kawah Ijen dapat dicapai melalui Bondowoso dan Banyuwangi. Dari Bondowoso, kita bisa mencapai Kawah Ijen baik dari jalur pantai utara maupun pantai selatan.

    Tapi Kawah Ijen lebih dekat ke Banyuwangi. Meskipun begitu, jalan yang harus dilewati sangatlah curam dan rusak parah.

    Jika kamu hendak melakukan trip ke kawah Ijen, dianjurkan untuk menggunakan kendaraan 4WD meskipun harganya sangat mahal.

    Sebagian besar pengunjung berjalan sepanjang 8 kilometer terakhir (dari total keseluruhan 64 km) di sepanjang jalan menuju Pos Paltuding (Pos PHPA, titik awal atau jalur awal pendakian menuju kawah Ijen dari Bondowoso).

     

    Baca: Kiat asyik wisata ramah lingkungan

    Jika memilih berangkat dari Banyuwangi, kamu bisa menyambangi sejumlah tempat wisata unik di Banyuwangi seperti desa wisata suku Osing, perkebunan kopi dan masih banyak lainnya.

    Khusus di Banyuwangi, pengelola menyiapakn sejumlah program  seperti kegiatan edukasi di sekolah-sekolah, pemberdayaan masyarakat, pelatihan geowisata, geo-produk, hingga aspek konservasi.

    Transportasi publik  bagi para wisatawan menuju situs geopark Kawah Ijen juga cukup memadai. 

    Untuk kamu yang ingin merasakan keindahan dan eksotisme yang dimiliki Kawah Ijen, kamu dapat berjalan kaki selama 1 – 1.5 jam untuk mencapai tepi kawah. Jadi siapkan stamina dan sedikit uang untuk menikmati eksotisme Kawah Ijen.

  • Setelah Dua Bulan Ditutup, Taman Wisata Alam Kawah Ijen Kembali Dibuka Hari Ini

    Setelah Dua Bulan Ditutup, Taman Wisata Alam Kawah Ijen Kembali Dibuka Hari Ini


    7cloud.asia – Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur akhirnya membuka kembali kunjungan wisata Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen mulai Minggu, 8 September 2024.

    Pembukaan kembali Taman Wisata Alam Kawah Ijen ini dilakukan seiring aktivitas vulkanik menurun dan status Gunung Ijen turun dari level II ke level I.

    Objek wisata alam Kawah Ijen yang terletak di antara Kabupaten Banyuwangi dan Bondowoso itu ditutup total bagi pengunjung karena terjadi peningkatan aktivitas vulkanik sejak pertengahan Juli lalu dan status kembali normal pada 13 Agustus 2024.

    “Sesuai surat edaran BBKSDA Jawa Timur, kunjungan wisata di TWA Kawah Ijen dibuka kembali mulai Ahad besok,” kata Kepala Resort Taman Wisata Alam Kawah Ijen (KSDA) Sigit Hari Wibowo saat dihubungi di Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (7/9/2024).

    Baca: Kawah Ijen Geopark jadi anggota UNESCO Global Geopark

    Gunung Ijen yang memiliki ketinggian 2.386 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu dibuka kembali dalam rangka meningkatkan edukasi.

    Pembukaan kembali wisata alam Kawah Ijen juga punya multiplayer efek bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar kawasan TWA Kawah Ijen.

    “Terhitung 8 September 2024 dibuka untuk kegiatan wisata alam, pendakian dan penelitian untuk umum,” ujarnya.

    Sigit menyampaikan, dengan dibukanya kembali wisata alam Kawah Ijen tetap mengikuti ketentuan standar operasional atau SOP bagi pengunjung dengan mempersiapkan peralatan keamanan pendakian dasar.

    Baca: Kiat berwisata secara ramah lingkungan

    “Seperti senter, dan khususnya masker harus disiapkan bagi pengunjung serta peralatan pendakian lainnya,” tuturnya.

    Ia juga menambahkan, hasil asesmen dari Polresta Banyuwangi sepanjang jalur pendakian dari Paltuding hingga puncak Kawah Ijen diberi tanda bendera berwarna merah, kuning dan hijau.

    “Untuk keselamatan dan keamanan pengunjung, Polresta Banyuwangi melakukan asesmen dan dilakukan pemasangan bendera merah yang bertanda wisatawan harus menggunakan masker karena khawatir menghirup belerang,” katanya.

    Sumber:Antaranews.com