Tag: kebakara

  • Kabut Asap Pekat, Jam Kerja ASN Berubah  

    Kabut Asap Pekat, Jam Kerja ASN Berubah  

     

    7cloud.asia – Asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kini masih menyelimuti berbagai wilayah di Kalimantan Tengah. Mulai hari ini, Senin (02/10/2023) pemprov Kalimantan Tengah mengubah jam kerja bagi aparatur sipil negara.

    Hal ini dikatakan Sekretaris Daerah Pemprov Kalteng, Nuryakin untuk mengantisipasi dampak  buruk akibat asap yang kian pekat.

    “Jam kerja pegawai diundur menjadi masuk pukul 08:00 WIB dan pulang tetap pada pukul 15:30 WIB,” ujar Nuryakin seperti dikutip Antaranews.

    Normalnya jam masuk kerja di Pemprov Kaltim pada pukul 07.00 WIB. Padahal asap pekat sering menyelimuti Kota Palangka Raya pada pagi hari. Kondisi ini dikhawatirkan dapat mengganggu kesehatan.

    Selanjutnya Nuryakin menjelaskan keputusan ini diambil seiring dengan kualitas udara yang buruk akibat banyaknya titik kebakaran hutan dan lahan.

    Kualitas udara yang tidak sehat dapat mengakibatkan gangguan kesehatan pada masyarakat termasuk ASN, seperti infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) dan penyakit lainnya.

    Keputusan ini dituangkan dalam Surat Edaran (SE) Sekretaris Daerah Nomor: 800/352/IV.1/BKD tanggal 29 September 2023 yang menyampaikan terkait perubahan jam kerja ASN dan tenaga kontrak di lingkup Pemprov Kalteng.

    Sementara jam kerja untuk lingkungan rumah sakit umum daerah maupun UPT kesehatan akan diatur tersendiri oleh kepala daerah masing-masing agar tidak mengganggu kualitas pelayanan publik.

    “Para ASN dan tenaga kontrak kami imbau untuk mengurangi kegiatan di luar ruangan, termasuk senam kesehatan jasmani setiap Jumat untuk sementara ini,” ucapnya.

    Selain mengurangi jam kerja, pihaknya juga mengimbau pelaksanaan apel pagi dan sore serta upacara Senin maupun apel gabungan ditiadakan selama kondisi darurat kebakaran hutan.

    Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, pada  Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Kalteng, Alpius Patanan mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk memadamkan api.

    Menurut Alpius, mereka terus memperbaiki metode penanganan karhutla. Caranya, melalui -pemantapan manajemen posko penanganan karhutla, memperkuat patroli pencegahan dan pengawasan di area rawan.

    Selain itu pihaknya juga memperkuat respon cepat pemadaman di area prioritas, dan pemadaman lanjutan mopping up lebih pagi pada lokasi terbakar yang belum tuntas dipadamkan.

    Repoter: Nurakhmayani