7cloud.asia – Isu krusial ke-6 yang patut disikapi jika pasangan Prabowo-Gibran benar-benar dilantik menjadi presiden dan wakil presiden adalah ancaman terhadap kebebasan akademik akibat menguatnya intervensi pemerintah
Masduki, guru besar Media dan Jurnalisme dari Universitas Islam Indonesia (UII), Yogyakarta, menyatakan terpilihnya Prabowo akan melanjutkan intervensi kebebasan akademik di institusi pendidikan tinggi.
Intervensi pemerintah terhadap kebebasan akademik ini sudah nyata dirasakan pemerintahan Jokowi selama sembilan tahun berkuasa. Dan, besar kemungkinan akan dilanjutkan Prabowo jika dilantik jadi Presiden.
Otonomi pendidikan, kata dia, selama ini hanya mencakup ke sebagian urusan kelembagaan, bukan ke akademisi secara individu.
Baca: Penegakan HAM jadi tanda tanya di bawah Prabowo-Gibran
Indikasinya, menurut dia, sudah terlihat sejak debat Pilpres. Prabowo berikut dua pesaingnya tidak menjelaskan apa pemahaman mereka seputar kebebasan akademik,
Hal ini, lanjut Masduki, termasuk peta jalan yang mereka punya dan bagaimana pembacaan masalah masa lalu, masa kini, dan masa depan.
Tidak terdengar pula perbincangan seputar lingkungan politik, lingkungan otonomi akademik, dan lingkungan hukum yang menentukan kebebasan akademik.
Masduki mengatakan, seharusnya otonomi akademik turut mencakup perencanaan topik penelitian, hingga lingkungan, dan pendanaan yang tidak dibumbui pesan politik.
Baca: Waspadai pembengkakan anggaran pembangunan IKN
Menurutnya, akademisi juga semestinya harus bebas dari tekanan saat mengemukakan hasil penelitiannya.
“Tugas kita memastikan bagaimana agenda-agenda kebebasan akademik ini tidak mengalami reduksi,” ujar Masduki.
Bagaimana, misalnya, para guru besar yang sekarang mengalami perlawanan, mungkin tidak langsung dari pemerintah, tapi dari influencer, buzzer, yang khas di era Jokowi dan bisa dipastikan akan berlanjut di era Prabowo, tidak terjadi lagi.
Pengajar ilmu hubungan internasional Universitas Bina Mandiri Gorontalo, Ayu Anastasya Rachman mengamini pendapat ini.
Baca: Program gagal food estate bayangi Prabowo-Gibran
Ia mengatakan, perguruan tinggi yang mengalami intervensi secara otoriter dari pemerintah sering menghadapi tantangan dalam menjaga kebebasan dan kemandirian akademik dalam riset, sumber daya, hingga kurikulum.
Tanpa kebebasan akademik, kata dia, publik akan mempertanyakan kapasitas ilmuwan dan pendidik serta kredibilitas pekerjaan mereka.
Dampak lainnya, intervensi negara terhadap universitas dapat menimbulkan rasa takut dan sikap diam di kalangan dosen dan mahasiswa.
“Ini menghambat daya kritis dan kreativitas di lingkungan universitas,” tulis Ayu.
Baca: Strategi hilirisasi yang tak tuntas pasangan Prabowo-Gibran
Sumber: The Conversation, Penulis: Ahmad Nurhasim (Health+Science Editor) Anggi M. Lubis (Business + Economy Editor), Hayu Rahmitasari (Education & Culture Editor), Nurul Fitri Ramadhani (Politics + Society Editor), Robby Irfany Maqoma (Environment Editor)
