Tag: kebun raya

  • Bukan Hanya Kebun Raya Bogor, Berikut Sejumlah Kebun Raya yang Layak Kamu Kunjungi

    7cloud.asia – Kebun raya menjadi salah satu pilihan orang untuk berwisata. Selain menikmati udara segar, dengan mengunjungi kebun raya kamu juga dapat menyaksikan beragam jenis pohon dan tanaman yang unik dan juga langka.

    Dan, Indonesia memiliki tidak kurang dari 46 Kebun Raya yang dikelola oleh Pemerintah Daerah dan Perguruan Tinggi, serta 5 Kebun Raya yang dikelola oleh BRIN.

    Berikut 6 rekomendasi kebun raya yang bisa menjadi sarana edukasi dan rekreasi buat kamu kunjungi bersama keluarga!

    Tak hanya menikmati keindahan alam dan keanekaragaman faunanya, berkunjung ke kebun raya kita juga bisa mencicipi aneka makanan khas setempat.

    Baca: Daftar geopark di Indonesia yang bisa kamu kunjungi

    1 | Kebun Raya Samosir, Sumatera Utara

    Di sini kamu bisa menikmati keindahan pegunungan di atas kaldera terbesar di dunia, Kawasan kebun raya Samosir ini memiliki luas sekitar 100 hektare ini, menyimpan keindahan luar biasa berupa lanskap alam yang berada di sekitar Danau Toba.

    Kita bisa melihat berbagai koleksi pepohonan dan tumbuhan yang sangat lekat dengan budaya Batak, seperti tanaman untuk obat-obatan, pewarna alami untuk membuat kain ulos, berbagai jenis rempah dan buah-buahan, serta beberapa jenis pohon pinus endemik.

    Bangunan yang ada di sekitar kebun raya ini juga memiliki arsitektur dan ornamen yang disesuaikan dengan filosofi adat Batak, misalnya ukiran cicak yang berarti kesetiaan. 

    Nah, saat mengunjungi Samosir, jangan lupa untuk mencicipi hidangan ikan mas arsik. Hidangan ini dimasak dengan 16 jenis rempah dan merupakan salah satu hidangan khas Batak Toba yang sangat populer. 

    Baca: Daftar 5 museum batik yang asyik 

    2 | Kebun Raya Bogor, Jawa Barat


    Jika ingin menghabiskan waktu dengan bersantai di bawah pepohonan rindang dengan udara sejuk yang segar, kita bisa datang ke Kebun Raya Bogor atau yang juga dikenal dengan nama Kebun Botani Bogor.

    Kebun raya yang terletak di kaki Gunung Salak ini menyimpan 400 jenis pohon palem, 5.000 jenis pepohonan tropik dari berbagai negara, 3.000 jenis anggrek dan ribuan jenis tanaman lainnya. 

    Di sekitar lokasi kebun raya, kita dapat menikmati kuliner lokal khas kota Bogor juga, lho. Pedagang makanan kaki lima biasanya menjajakan soto mi, tauge goreng dan juga asinan Bogor. Selain rasanya yang lezat, harganya pun sangat bersahabat.

    Baca: Ijen Geopark masuk anggota Geopark UNESCO

    3 | Kebun Raya Cibodas, Jawa Barat

    Masih berlokasi di Jawa Barat, tepatnya di Cipanas kabupaten Cianjur, kita akan dimanjakan dengan berbagai koleksi jenis bunga, taman lumut, pakis dan pohon yang tumbuh rimbun di Kebun Raya Cibodas.

    Tempat dengan topografi lahan yang berbukit-bukit di kebun raya Cibodas ini, sangat nyaman untuk bersantai sembari menghabiskan waktu bersama keluarga.

    Di sana juga terdapat kedai-kedai makanan yang bisa Sobat Pesona dan keluarga kunjungi untuk mencicipi berbagai kuliner lokal khas Cianjur. Beberapa menu yang tersedia antara lain seperti, geco, bubur Cianjur dan bandrek yang cocok untuk menghangatkan tubuh di tengah cuaca yang dingin. 

    Baca: Wisata pohon raksasa di Agam, Sumatera Barat
     

    4 | Kebun Raya Kuningan, Jawa Barat

    Kebun Raya Kuningan berada di bawah kaki Gunung Ciremai, Kuningan, Jawa Barat. Di sini kita bisa menikmati keindahan kebun raya terbesar di Indonesia yang memiliki luas lahan sekitar 156 hektare.

    Kita juga akan dibuat kagum dengan areal perbukitan yang dipenuhi oleh pepohonan yang mengitari bukit dengan taman-taman yang dibuat dengan tematik, seperti Rock Garden, Taman Endemik Ciremai atau Green House.

    Dari Area parkir menuju kebun raya, kita akan menuruni jalan berundak dengan latar belakang perbukitan hijau yang sangat cantik untuk dijadikan spot foto. 

    Jika lelah berkeliling, kita dapat beristirahat di beberapa kedai kopi dan menikmati makanan khas Kuningan yang rasanya siap menggoyang lidah. Mulai dari opak bakar, tape ketan, keripik gemblong, tahu lamping sampai kwecang, semua bisa dicicipi bersama keluarga sambil menikmati panorama indah di sekitar kebun raya. 

    Baca: Kiat asyik wisata ramah lingkungan
     

    5 | Kebun Raya Purwodadi, Jawa Timur

    Ada banyak tempat menarik yang bisa di kunjungi di Jawa Timur, salah satunya adalah Kebun Raya Purwodadi. Dengan luas 85 hektare, kebun raya ini diperkaya dengan 2.000 jenis tumbuhan dari 11.000 spesies yang ada. Karena lokasinya berada di atas pegunungan, kebun raya ini memiliki cuaca yang sangat segar dan sejuk serta jauh dari polusi.

    Kebun raya ini pun dilengkapi dengan bangunan-bangunan gazebo yang berdiri di tengah-tengah taman untuk beristirahat sejenak saat Sobat Pesona letih mengitari kebun raya. 

    Kita juga bisa melihat-lihat koleksi berbagai jenis anggrek dan beberapa jenis bunga lainnya di rumah kaca, lho. Berkunjung ke Purwodadi, tak lengkap bila melewatkan kuliner khasnya yang menggugah selera, seperti garang asem, sayur pencok dan mi tek-tek.

    Purwodadi juga punya oleh-oleh yang menarik untuk dibawa pulang nih,  sebut saja yangko godong, kue semprong, sale pisang, hingga emping jagung.

    Baca: Belajar budaya Betawi Pesisir di Museum Si Pitung
     

    6 | Kebun Raya Eka Karya, Bali

    Menjadi salah satu andalan objek wisata di Bali, Kebun Raya Eka Karya menyajikan kelestarian lingkungan alam yang hijau, tertata rapi dan bersih dalam balutan udara sejuk pegunungan yang segar, bersih dan jauh dari polusi.

    Dengan luas 157,5 hektare, kebun raya ini memiliki ratusan koleksi jenis pohon dan berbagai jenis kaktus. Di sini, kita juga dapat menikmati fasilitas outbond sambil menikmati keindahan alam kebun raya ini. Sebelum pulang, kita bisa mencicipi tipat cantok yang menjadi sajian khas daerah Bali. 

     

  • Hutan Mangrove Surabaya Dikembangkan Jadi Kebun Raya Demi Manfaat Ekologis dan Ekonominya

    Hutan Mangrove Surabaya Dikembangkan Jadi Kebun Raya Demi Manfaat Ekologis dan Ekonominya

    7cloud.asia – Salah satu kekayaan laut Indonesia, khususnya yang berada di wilayah-wilayah pesisir adalah hutan mangrove  atau hutan bakau.

    Tipe hutan mangrove ini biasanya berada di daerah pasang surut air laut. Saat air pasang, hutan mangrove digenangi oleh air laut, sedangkan pada saat air surut, hutan mangrove bebas dari genangan air laut.

    Umumnya, hutan mangrove berkembang dengan baik di pantai yang terlindung, muara sungai, atau laguna.

    Ada dua fungsi hutan mangrove sebagai potensi sumber daya laut di Indonesia, yaitu fungsi ekologis dan ekonomis.

    Baca: Mengenal habitat lamun yang efektif jernihkan kawasan pesisir

    Fungsi ekologis hutan mangrove adalah sebagai habitat binatang laut untuk berlindung, mencari makan, dan berkembang biak, serta melindungi pantai dari abrasi air laut.

    Hutan mangrove juga berguna untuk meminimalkan dampak tsunami, mengurangi polusi dengan menyerap karbondioksida (CO2) dan memproduksi oksigen (O2).

    Hutan mangrove juga bisa menjadi menjadi barier atau penahan abrasi dan mencegah turunnya muka air tanah.

    Sementara itu fungsi ekonomis hutan mangrove adalah kayu pepohonan yang bisa digunakan sebagai bahan kayu bakar atau bahan pembuat arang serta dapat dijadikan bahan pembuat kertas.

    Buah yang dihasilkan dari hutan mangrove juga bisa dimanfaatkan menjadi makanan ataupun sirup. Selain itu, hutan mangrove juga menjadi habitat beragam jenis fauna yang memiliki nilai ekonomi, misalnya udang dan jenis ikan lainnya.

    Baca: Abrasi akibat perubahan iklim picu ‘bedol desa’ di Pantura

    Salah satu kekayaan hutan mangrove di Indonesia berada di kawasan pesisir atau kawasan lindung Pantai Timur, Kecamatan Gunung Anyar, Kota Surabaya, Jawa Timur.

    Pada 2017, hutan mangrove itu diusulkan oleh pemerintah daerah setempat agar menjadi Kebun Raya Mangrove pertama di Indonesia. Usulan ini disetujui oleh Tri Rismaharini, Wali Kota Surabaya saat itu.

    Usulan mengembangkan hutan mangrove di Surabaya tersebut kemudian disampaikan ke Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia atau LIPI, yang sekarang bertransformasi menjadi BRIN.

    Pembangunan hutan mangrove Surabaya menjadi kebun raya mangrove pertama di Indonesia dimulai setahun setelahnya, tepatnya pada 29 April 2018.

    Baca: Ribuan desa pesisir terancam hilang akibat perubahan iklim

    Program pembangunan Kebun Raya Mangrove melibatkan sejumlah pihak, seperti Pemkot Surabaya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), LIPI, dan Yayasan Kebun Raya Indonesia (YKRI).

    Kebun Raya Mangrove Surabaya sendiri melingkupi tiga kawasan hutan mangrove, yaitu Mangrove Wonorejo, Mangrove Medokan Sawah, serta Mangrove Gunung Anyar.

    Luas total hutan mangrove yang kini berubah menjaid Kebun raya Mangrove Surabaya ini sekitar 27 hektare.

    Hutan mangrove di Pantai Timur Surabaya ini diharapkan dapat dimanfaatkan untuk pelestarian keragaman hayati, perlindungan lingkungan, pemberdayaan ekonomi, pendidikan, dan pariwisata atau hiburan.

    Baca: Kebijakan ekspor pasir laut mengancam kelestarian ekosistem pesisir

    Setelah melalui proses yang panjang, bertepatan dengan peringatan Hari Mangrove Sedunia pada Rabu, 26 Juli 2023 lalu, Kebun Raya Mangrove Surabaya diresmikan.

    Peresmian dilakukan Megawati Soekarnoputri selaku Ketua Yayasan Kebun Raya Indonesia, sekaligus mantan Presiden ke-5 RI dan Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

    Hutan mangrove Surabaya yang kini berubah menjadi Kebun Raya ini menjadi yang pertama di Indonesia. Pasalnya, dari keseluruhan kebun raya yang ada di Indonesia selama ini, belum ada yang secara khusus untuk mangrove. 

    Dalam kesempatan itu, Megawati menekankan pentingnya negara menjaga keanekaragaman hayati atau biodiversitas dan kelestarian plasma nutfah termasuk pelestarian hutan mangrove.

    Baca: DPR usulkan insentif untuk daerah penghasil oksigen

    Untuk keperluan Kebun Raya Mangrove Surabaya, Megawati sudah mengumpulkan dana sekitar Rp2 miliar, yang diharapkan bisa digunakan untuk menambah koleksi spesies-spesies yang baru.

    “Operasional pemeliharaan kebun raya juga sangat tinggi. Hal itu yang selama ini harus dipikirkan dan diupayakan oleh para pengelola kebun raya, termasuk pengelola hutan mangrove Surabaya ini,” ujar Mega.

    Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan Kota Surabaya mencatat, Kebun Raya Mangrove Surabaya memiliki koleksi 57 dari 157 jenis mangrove yang ada di dunia. Saat ini juga tengah dilakukan eksplorasi tiga jenis baru yang akan menambah koleksi.

    Penulis: Esti Utami dari berbagai sumber

    Baca: Daftar kebun raya untuk wisata sekaligus belajar mengenal alam

     

  • Temu Pengelola Kebun Raya Indonesia 2024: Konservasi Tumbuhan Butuh Perhatian Serius

    Temu Pengelola Kebun Raya Indonesia 2024: Konservasi Tumbuhan Butuh Perhatian Serius


    7cloud.asia – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) didukung oleh Pemerintah Kabupaten Boyolali menyelenggarakan kegiatan Temu Pengelola Kebun Raya Indonesia 2024 di Kabupaten Boyolali, Rabu (19/6/202).

    Temu Pengelola Kebun Raya ini untuk meningkatkan kapasitas pengelola kebun raya terkait perkebunrayaan, sekaligus memperkuat koordinasi antara BRIN, selaku pembina pembangunan dan pengelolaan kebun raya di Indonesia.

    Kegiatan ini sekaligus untuk lebih menyosialisasikan Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2023 tentang Penyelenggaraan Kebun Raya kepada pengelola kebun raya daerah.

    Dilansir di laman resmi BRIN, Hingga saat ini, konservasi tumbuhan masih menjadi isu strategis yang perlu mendapat perhatian serius.

    BRIN punya peran penting dalam memperkuat upaya konservasi tumbuhan, diantaranya melalui pengembangan kawasan kebun raya di berbagai daerah di Indonesia.

    Baca Juga: Bukan Hanya Kebun Raya Bogor, Berikut Sejumlah Kebun Raya yang Layak Kamu Kunjungi

    Wakil Kepala BRIN Amarulla Octavian menyatakan, kebun raya memiliki peran vital dalam pelestarian berbagai jenis tumbuhan, khususnya yang terancam punah.

    “Kebun raya menjadi pilihan strategis dalam konteks konservasi tumbuhan, sekaligus kawasan penting bagi pelaksanaan berbagai macam penelitian, mendorong fungsi eduwisata konservasi dan lingkungan, berperan penting dalam memberikan layanan ekosistem, serta menjadi bagian dari penguatan ekonomi masyarakat,” katanya.

    Merujuk Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2023, kebun raya adalah kawasan konservasi tumbuhan secara ex situ yang memiliki koleksi tumbuhan terdokumentasi dan ditata berdasarkan pola klasifikasi taksonomi, bioregion, tematik, atau kombinasi dari pola tersebut.

    Pasal 29 menyatakan bahwa BRIN melakukan pembinaan dan pengawasan pembangunan kebun raya dan pengelolaan kebun raya.

    Hingga Mei 2024, tercatat ada 53 kebun raya di Indonesia. Lima diantaranya dikelola oleh BRIN, 42 kebun raya dikelola oleh pemerintah daerah.

    Baca Juga: Kenali Beragam Jenis Tanaman Bakau di Kebun Raya Mangrove Surabaya

    Sebanyak empat kebun raya dikelola oleh perguruan tinggi, satu kebun raya dikelola oleh BUMN, dan satu kebun raya dikelola oleh swasta.

    Deputi Bidang Pemanfaatan Riset dan Inovasi BRIN R. Hendrian mengungkapkan, jaringan kebun raya yang dimiliki Indonesia adalah satu modal yang sangat penting dalam mendorong upaya konservasi tumbuhan secara ex situ.

    Di sisi lain, tidak banyak negara di dunia yang memiliki jaringan kebun raya sebagaimana yang dimiliki Indonesia.

    Hendrian mengatakan, pembinaan intens terhadap kebun raya-kebun raya di Indonesia perlu dilakukan secara terus menerus agar kesamaan persepsi dan pemahaman antara BRIN – sebagai pembina, dan para pengelola kebun raya di berbagai daerah di Indonesia dapat terus dijaga.

    Demikian pula komitmen jangka panjang dari para pihak, serta kapasitas para pengelola terkait pengelolaan kebun raya tentunya juga harus terus diperkuat,” kata Hendrian.

  • Mengenal Tumbuhan Pemakan Serangga Bernama Nepenthes di Kebun Raya Cibodas

    Mengenal Tumbuhan Pemakan Serangga Bernama Nepenthes di Kebun Raya Cibodas

    7cloud.asia – Kebun Raya Cibodas di Cianjur Jawa Barat kembali membuka rumah kaca Nepenthes sebagai wahana edukasi untuk masyarakat umum pada Kamis (19/12/2024) lalu.

    Rumah Kaca yang berfokus pada konservasi tanaman kantung semar Nepenthes dataran tinggi ini memiliki 80 jenis Nepenthes (180 individu) yang terbagi menjadi beberapa kelompok.

    Sebanyak 80 jenis Nepenthes ini antara lain berasal dari Sumatra (30 jenis), Jawa (2 jenis), Kalimantan (8 jenis), Sulawesi (8 jenis), Papua (2 jenis), dari luar Indonesia (15 jenis), dan hibrida (15 jenis).

    Selain Nepenthes, terdapat juga 7 marga tumbuhan karnivora lainnya, seperti Cephalotus, Sarracenia, Dionaea, Utricularia, Pinguicula, Drosera, dan Heliamphora.

    Keberadaan Rumah Kaca Nepenthes yang mulai dirintis sejak 2009 berkat bekerjasama BRIN dan Komunitas Tanaman Karnivora Indonesia (KTKI) di Kebun Raya Cibodas ini memiliki keterwakilan jenis kantong semar dataran tinggi yang ada di Indonesia.

    Baca: Ratusan jenis lumut menjadi kekayaan tersembunyi Gunung Gede

    Rumah kaca ini juga menjamin kelestarian kantong semar melalui berbagai upaya perbanyakan dan penelitian di Kebun Raya Cibodas.

    Nepenthes adalah tumbuhan karnivora atau pemakan serangga yang membentuk genus Nepenthes dan termasuk dalam famili monotipik Nepenthaceae.

    Melansir wikipedia.com, terdapat setidaknya 130 spesies Nepenthes di seluruh dunia. Jumlah ini tidak termasuk Nepentes jenis hibrida alami maupun buatan.

    Genus ini merupakan tumbuhan karnivora yang banyak ditemukan di kawasan tropis Dunia Lama, seperti Indonesia, China bagian selatan, Indochina, Malaysia, Filipina, Madagaskar bagian barat, Seychelles, Kaledonia Baru, India, Sri Lanka, dan Australia.

    Sementara, habitat Nepenthes di Indonesia dengan spesies terbanyak bisa ditemukan di pulau Kalimantan dan Sumatra.

     

    Baca: Puluhan jenis Ficus menjaga ekosistem Hutan Sanggabuana

    Menurut data IUCN Red List, terdapat 27 jenis kantong semar yang terancam punah, 4 di antaranya merupakan jenis dengan status konservasi Critically Endengered (CR; kritis) dan 4 lainnya berstatus Endengered (EN; terancam).

    Sebanyak 37 persen tanaman Nepenthes yang ada di dunia merupakan jenis yang terancam punah dengan sebaran yang sangat terbatas, seperti hutan sekunder, hutan rawa, dan hutan kerangas sehingga keberadaannya harus dilestarikan.

    Berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumberdaya Hayati dan Ekosistemnya, dan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa, tumbuhan Nepenthes termasuk tumbuhan yang harus dilindungi keberadaanya.

    Direktur Pengelolaan Koleksi Ilmiah BRIN, Ratih Damayanti mengatakan, 80 jenis Nepenthes yang ada di sana memiliki karakter dan keunikan masing-masing serta memiliki manfaat yang berbeda-beda.

    Menurutnya, Rumah Kaca Nepenthes ini adalah kemajuan yang sangat luar biasa karena jenis-jenis yang ada di sini sebagian besar dilindungi.

    Baca: Alih fungsi lahan mengancam populasi owa Jawa di Hutan Sanggabuana

    ”Kita juga bisa memberikan pelajaran dan pengajaran kepada generasi muda bahwa ada jenis atau famili tanaman yang memiliki peran sangat besar terhadap ekosistemnya,” ujar Ratih sebagaimana dikutip dari brin.go.id.

    Dia berharap, ke depan BRIN akan dapat menyusun panduan atau buku katalog terkait karakter unik dari masing-masing jenis Nepenthes yang ada,

    ”Sehingga dapat memberikan edukasi bagi siswa siswi maupun masyarakat luas tentang tanaman Nepenthes, serta memasukkan unsur lima tusi kebun raya di dalamnya,” pungkas Ratih.

    Adapun rumah kaca Nepenthes pertama kali diresmikan bertepatan dengan perayaan ulang tahun ke-162 Kebun Raya Cibodas yang jatuh pada 11 April 2014. Rumah kaca Nepenthes ini dibangun karena tanaman tersebut memiliki nilai konservasi yang sangat tinggi.