Tag: Kelembaban Udara

  • Peneliti Temukan Cara Mengurai Sampah Plastik Dengan Memanfaatkan Katalis dan Kelembapan Udara

    Peneliti Temukan Cara Mengurai Sampah Plastik Dengan Memanfaatkan Katalis dan Kelembapan Udara

    7cloud.asia – Untuk mengatasi masalah yang dipicu sampah plastik global, para peneliti telah mengembangkan berbagai metode untuk mengurai sampah plastik.

    Sebuah penelitian terbaru dari Northwestern University berhasil menemukan cara sederhana untuk memanfaatkan kelembapan dari udara guna mengurai sampah plastik.

    Melansir interestingengineering.com, proses mengurai sampah plastik ini dimulai dengan katalis murah yang memecah ikatan pada polietilen tereftalat (PET), plastik yang paling banyak digunakan dalam keluarga poliester.

    Setelah rusak, bahan tersebut cukup dibiarkan terkena udara sekitar untuk mengubah PET menjadi monomer, bahan penyusun utama plastik.

    Para peneliti meyakini monomer ini kemudian dapat didaur ulang atau ditingkatkan menjadi bahan yang lebih berharga.

    Teknik baru, yang lebih aman, lebih murah, dan lebih berkelanjutan daripada metode daur ulang plastik saat ini, menawarkan jalan yang menjanjikan menuju penciptaan ekonomi sirkular untuk plastik.

    Baca: Penggunaan reaksi atom untuk mengolah sampah plastik

    “Hal yang paling menarik dari penelitian kami adalah kami memanfaatkan kelembaban dari udara untuk memecah plastik, sehingga menghasilkan proses yang sangat bersih dan selektif,” kata Yosi Kratish, yang juga merupakan salah satu penulis korespondensi penelitian ini.

    Para peneliti memanfaatkan katalis molibdenum dan karbon aktif, keduanya diketahui murah, melimpah, dan tidak beracun.

    Molibdenum adalah unsur sejenis logam yang memiliki penampilan yang mirip dengan timbal atau bijih dan sering disalahartikan sebagai elemen-elemen ini pada tahun-tahun awal setelah penemuan awalnya.

    Molibdenum bukanlah logam bebas yang terbentuk secara alami dan biasanya dibeli dalam bentuk bubuk.

    Proses penguraian
    Untuk memulai prosesnya, para peneliti menggabungkan PET dengan katalis dan karbon aktif lalu memanaskan campuran tersebut.

    Lewat proses ini, plastik poliester (PET) yang terdiri dari molekul besar dengan unit berulang yang dihubungkan oleh ikatan kimia, ikatan ini putus dalam waktu singkat sehingga plastik terurai.

    Baca: Indonesia jadi pioner pengolahan sampah plastik dengan radiasi

    Berikutnya, para peneliti memaparkan materi yang terfragmentasi ke udara. Hanya dengan sedikit air, ia diubah menjadi asam tereftalat (TPA), prekursor poliester yang sangat berharga.

    Satu-satunya produk sampingan dari proses ini adalah asetaldehida, bahan kimia industri yang mudah dihilangkan dan memiliki nilai komersial.

    “Rata-rata, bahkan dalam kondisi yang relatif kering, atmosfer menyimpan sekitar 10.000 hingga 15.000 kilometer kubik air,” kata Naveen Malik, penulis pertama studi tersebut.

    “Memanfaatkan kelembapan udara memungkinkan kami menghilangkan pelarut dalam jumlah besar, mengurangi masukan energi, dan menghindari penggunaan bahan kimia agresif, sehingga menjadikan prosesnya lebih bersih dan lebih ramah lingkungan,” imbuhnya

    Kratish menyatakan bahwa sistem tersebut bekerja dengan sempurna tetapi rusak saat air ditambahkan, karena kelebihan air tersebut mengganggu fungsinya.

    Menjaga keseimbangan yang tepat sangatlah penting, dan pada akhirnya, kelembapan alami di udara menyediakan jumlah yang sempurna.

    Baca: Posisi Indonesia dalam mewujudkan Perjanjian Plastik Global