Tag: kelor

  • Manfaat Ekonomi dan Kesehatan Daun Kelor

    Manfaat Ekonomi dan Kesehatan Daun Kelor

    7cloud.asia – Manfaat daun kelor ternyata tak sekecil daunnya. Manfaat tumbuhan bernama latin moringa itu terbukti sangat besar, baik dari sisi ekonomi maupun kesehatan

    Persoalan stunting misalnya, ternyata dapat teratasi salah satunya dengan memperbesar konsumsi kelor pada penderita.

    Daun kelor dapat membantu mengatasi stunting pada anak karena kandungan nutrisinya yang tinggi.

    Hal ini karena daun kelor kaya vitamin dan mineral, seperti potasium, vitamin C, kalsium, vitamin A, dan zat besi.

    Baca: Manfaat teh hijau untuk kesehatan

    Di sisi lain tanaman kelor dapat dengan mudah tumbuh di lahan-lahan kritis dan tak terlalu subur sehingga menjadi sumber nutrisi yang murah dari alam.

    Kelor dapat menjadi salah satu alternatif sumber nutrisi yang murah dan mudah didapat untuk membantu mengatasi stunting meskipun tetap harus diimbangi dengan asupan gizi dari sumber lainnya.

    Di masa lalu kelor biasa hanya tanaman penghias pekarangan rumah yang jarang dimanfaatkan.

    Padahal, kelor memiliki segudang manfaat mulai dari menurunkan gula darah, memelihara kesehatan, hingga meningkatkan kekebalan tubuh.

    Baca: Apakah penderita diabetes tak boleh konsumsi gula

    Vitamin C yang terkandung dalam daun kelor dapat membantu melawan bakteri dan virus penyebab penyakit.

    Saat ini kelor Moringa oleifera merupakan spesies yang paling banyak diteliti sehingga banyak dikultivasi di seluruh dunia.

    Kelor di segala penjuru dunia memiliki beragam sebutan seperti benzolive, drumstick tree, horseradish, mulangay, marango, sajna, kelor, saijihan, dan mlonge.

    Dari hasil riset dan penelusuran sejarah seluruh bagian tanaman kelor, dari biji, polong, daun dan akar, dapat dikonsumsi serta banyak digunakan di bidang agrikultur, industri, dan medis.

    Di Indonesia daun kelor telah lama dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berbagai keperluan.

    Baca: Ini bahayanya konsumsi garam berlebihan

    WHO bahkan telah menobatkan kelor sebagai “miracle tree” atau pohon ajaib karena manfaatnya yang berharga dan murah bagi kesehatan.

    Manfaat kelor yang paling utama dan dikenal adalah manfaat pangan karena kandungan nutrisi dan gizinya yang tinggi, berguna bagi kesehatan tubuh manusia.

    Kelor juga memiliki manfaat lingkungan dan ekonomi yang tidak kalah penting. Kelor dapat digunakan sebagai pupuk organik dan dapat membantu mengurangi emisi gas rumah kaca.

    Kelor juga dapat dijadikan sebagai sumber penghasilan bagi petani dan masyarakat di pedesaan.

    Bagaimana pengolahan daun kelor yang benar agar kadar nutrisinya tidak hilang, akan kita ulas dalam tulisan selanjutnya.

    *) Penulis adalah Doktor Kandidat IPB University – Natural Resource and Enviromental Management Science

  • Kiat Mengolah Daun Kelor agar Nutrisinya Tak Hilang

    7cloud.asia – Daun kelor sering disebut sebagai tanaman super, karena kandungan nutrisinya yang beragam dan sangat bermanfaat bagi kesehatan.

    WHO bahkan telah menobatkan kelor sebagai “miracle tree” atau pohon ajaib karena manfaatnya yang berharga dan murah bagi kesehatan.

    Daun kelor atau Moringa oleifera adalah jenis tanaman tropis yang banyak digunakan sebagai tanaman obat dan campuran sayuran.

    Namun untuk mendapatkan manfaat dari daun kelor ini, perlu diperhatikan cara pengolahan yang baik dan benar agar kandungan nutrisi di dalamnya tetap terjaga.

    Beberapa cara pengolahan kelor yang baik seperti mengeringkan daun kelor dengan cara yang benar agar kandungan nutrisi tetap terjaga, mengolah daun kelor dengan cara yang tepat agar kandungan nutrisi tetap terjaga.

    Demikian juga dengan pengolahan biji kelor dengan cara yang benar agar kandungan nutrisi tetap terjaga.

    Baca: Manfaat ekonomi daun kelor

    Cara penyimpanan yang baik juga perlu diperhatikan agar kandungan nutrisi di dalamnya tetap terjaga.

    Di sisi pascapanen, kelor dapat dimanfaatkan dalam berbagai macam olahan pangan, seperti puding, kue, nuget.

    Oleh karena itu, kelor dapat menjadi alternatif sumber nutrisi yang murah dan mudah didapat bagi masyarakat Indonesia. Dalam pengolahan kelor, perlu diperhatikan juga cara penggunaan yang tepat agar manfaatnya dapat optimal.

    Kelor dapat dikonsumsi dalam bentuk teh atau sup. Biji kelor dalam bentuk makanan atau minuman.

    Beragam olahan di atas dapat membantu manusia hidup sehat dengan murah meriah. Kelor mengandung berbagai vitamin dan mineral penting bagi tubuh, seperti vitamin A, vitamin C, kalsium, dan zat besi.

    Kelor juga mengandung senyawa antioksidan yang tinggi, seperti flavonoid, asam askorbat, dan karotenoid. Selain itu, kelor juga mengandung senyawa anti-inflamasi dan senyawa antimikroba.

    Baca: Manfaat teh hijau untuk kesehatan

    Jurnal National Institutes of Health (NIH), menunjukkan bahwa kelor dapat menurunkan kadar kolesterol sebanyak 50 persen dalam waktu 12 minggu.

    Senyawa di dalam daun kelor bekerja dengan mengurangi pembentukan plak aterosklerotik sebanyak 86 persen.

    Daun kelor merupakan bagian pohon dengan nutrisi terbaik. Penelitian menyebut daun kelor mengandung protein sembilan kali lipat dari yoghurt.

    Asam amino esensialnya lebih tinggi ketimbang kedelai. Kandungan vitamin C-nya tujuh kali lipat dari jeruk dan vitamin A 10 kali lipat dari wortel sehingga daun kelor bisa menjadi sumber B-carotene, vitamin C dan E, juga polifenolik.

    Daun kelor juga mengandung kalsium, magnesium, kalium, mangan, fosfor, zinc, natrium, kuprum, dan besi dalam jumlah tinggi.

    Baca: Air kelapa disarankan tak dikonsumsi mereka yang memiliki kondisi khusus

    Kandungan kalsium daun kelor sekitar 17 kali lipat dari susu, kalium 15 kali lipat dari pisang dan besi 25 kali dari bayam.

    Hasil pemeriksaan menunjukkan, 73 persen kalsium daun kelor akan diserap dan 59 persen dipertahankan tubuh sehingga disimpulkan tepung daun kelor merupakan alternatif yang baik sebagai sumber tambahan kalsium ketika susu tidak tersedia.

    Daun kelor mengandung nutrisi penting seperti karbohidrat, protein, zat besi, kalium, magnesium, vitamin C, vitamin A, kalsium, dan asam folat.

    Daun kelor banyak digunakan untuk membantu meningkatkan produksi ASI pada ibu menyusui dan juga baik untuk menunjang kesehatan tubuh.

    Organisasi Pangan Dunia Food and Agriculture Organization (FAO) memasukkan kelor sebagai Crop of the Month di tahun 2018.

    Daun kelor juga mengandung asam folat dan asam amino yang penting bagi perkembangan otak anak, serta vitamin C dan vitamin E yang membantu mengoptimalkan kerja otak anak.

    Baca: Seperti ini beda gerd dan maag

    Selain itu, daun kelor juga mengandung zat besi yang tinggi, sehingga dapat membantu mencegah penyakit anemia pada anak.

    Namun, sebaiknya daun kelor diberikan dalam porsi yang amat sedikit pada anak, misalnya sejumput daun kelor per hari sudah lebih dari cukup.

    Daun kelor memiliki manfaat bagi sistem imunologis, karena daun kelor mengandung senyawa flavonoid, saponin, alkaloid, tanin, dan fenol yang dapat membantu meningkatkan sistem imun.

    Selain itu, daun kelor juga mengandung senyawa antioksidan yang dapat membantu melindungi tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.

    Meskipun demikian, penelitian tentang manfaat daun kelor bagi sistem imunologis masih terbatas dan perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan manfaatnya secara ilmiah.

    Baca: Bahaya di balik kelebihan garam

    Dalam pengolahan kelor, perlu diperhatikan juga efek samping yang mungkin terjadi.

    Beberapa efek samping penggunaan kelor yang mungkin terjadi antara lain gangguan pencernaan, dan alergi.

    Sebelum konsumsi kelor, perlu berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter atau ahli gizi untuk mengetahui dosis dan cara penggunaan yang tepat serta meminimalisir efek samping yang mungkin terjadi.

  • Hijaukan Bukit Yotoro Papua dengan Pohon Kelor, Dua Manfaat Langsung Dirasakan

    Hijaukan Bukit Yotoro Papua dengan Pohon Kelor, Dua Manfaat Langsung Dirasakan

    7cloud.asia –  Untuk menjaga kelestarian alam Papua, The Samdhana Institute bersama Komunitas Noken Mamberamo Tabi (Mamta) menanam 100 pohon kelor. 

    Penanaman ratusan bibit pohon kelor ini dilakukan di Bukit Yotoro, Kampung Kwadeware, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura Papua pada Rabu (13/3/2024).

    Koordinator The Samdhana Institute Wilayah Papua Piter Roki Aloisius di Sentani, mengatakan penanaman pohon kelor dilakukan untuk mengembalikan ekosistem yang selama ini telah rusak akibat banjir di Bukit Yotoro.

    “Pengikisan akibat banjir yang saat ini coba dikembalikan fungsi hutannya melalui tanaman yang mudah tumbuh tanpa perawatan khusus di daerah-daerah bebatuan bercampur tanah seperti ini,” katanya.

    Baca: Pemprov bangun konservasi pohon ulin

    Kelor dipilih untuk menghijaukan kembali Bukit Yotoro karena tanaman yang bisa tumbuh dengan cepat, berumur panjang, dan tahan kondisi panas ekstrem.

    Menurut Aloisius, gerakan menanam di kawasan Bukit Yotoro memang harus sering dilakukan untuk mengembalikan lahan hijau sehingga sehingga alam pun akan kembali hijau dan terjaga dengan baik.

    Dia mengakuti kondisi tanah di puncak Bukit Yotoro sudah sangat kritis dari beberapa kali penanaman hanya sedikit yang berhasil.

    ”Tetapi saya mengajak teman-teman semua untuk tidak pesimis, tetapi terus optimis dalam gerakan penghijauan ini,” ujarnya.

    Baca: Penggundulan hutan jadi masalah serius bagi lingkungan

    Dia menjelaskan gerakan penghijauan ini juga harus diikuti semangatnya oleh para pemuda adat yang berada di wilayah ini untuk sama-sama dapat menjaga dan merawat kawasan ini dengan baik.

    Pohon-pohon yang sudah ditanam itu perlu dirawat dengan baik, agar bisa menghijaukan kawasan kritis ini.

    “Dan ini hanya dapat dilakukan oleh masyarakat dan pemuda adat setempat yang mempunyai lokasi ini untuk menyiram dan menjaga pohon yang telah ditanam,” katanya.

    Dia menambahkan pihaknya bersama Komunitas Noken Mamberamo Tami akan terus mendukung program-program pemerintah dalam rangka menjaga ekosistem lingkungan yang bersih dan asri dengan merawat pepohonan.

    Baca: ancaman di balik perkebunan monokultur

    Ke depan, ujarnya, gerakan ini terus ada untuk misi menyelamatkan kehidupan melalui pemulihan tanah.

    ”Ini guna mendukung gerakan secara global yakni ‘bumi hijau’ atau penyelamatan bumi melalui menjaga ekosistem alam secara berkelanjutan,” ujarnya.

    Sementara salah satu anggota Komunitas Noken Mamberamo Tami Ikbal Asra mengatakan semangat menanam untuk menjaga lingkungan dari kerusakan akan terus tumbuh dan ditularkan ke pemuda lainnya terutama pemuda adat.

    “Kami harap semangat ini jangan hanya kami dari komunitas pecinta lingkungan lakukan tetapi paling utama masyarakat dan pemuda adat setempat yang harus menjaga dan melindungi hutan ini dari kerusakan permanen yang dampaknya akan dirasakan sendiri,” katanya.

    Sumber: Antaranews.com