7cloud.asia – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan, Jumat (9/6/2023) melaporkan progres program pembangunan Kereta Cepat Jakarta Bandung ke Badan Anggaran DPR.
Kereta Cepat Jakarta Bandung dijadwalkan akan mencapai trial 300 km/jam pada pertengahan bulan Juni 2023 ini.
Progres pembangunan Kereta Cepat Jakarta Bandung disampaikan Luhut dalam Rapat Kerja Banggar DPR dengan tiga Menko dengan agenda pembahasan RKA K/L dalam rangka Pembicaraan Pendahuluan RAPBN TA 2024 dan Rencana Kerja K/L Tahun 2024 yang digelar di Ruang Rapat Banggar DPR RI, Senayan, Jakarta.
Baca: Kontroversi pembangunan Kereta Cepat Jakarta Bandung
Pada kesempatan itu, Luhut juga mengajak segenap Pimpinan dan Anggota Banggar DPR untuk turut serta uji coba Kereta Cepat Jakarta Bandung yang sempat menjaid kontroversi tersebut.
“Bapak Ibu sekalian, saya izin melaporkan juga mengenai Kereta Cepat Jakarta Bandung, Jadi karena di bawah koordinasi saya ini tanggal 14 bulan ini kami akan 300 km/jam, saya ulangi kami akan mulai trial 300 km/jam. Jadi nanti kalau Yang Mulia Bapak-Bapak sekalian mau ikut karena saya juga nanti akan coba nanti ya 300 km nya apakah mungkin tanggal 15 tanggal 16 itu saya persilahkan,” papar Luhut.
Baca: Stasiun Manggarai diarahkan menjadi stasiun sentral, ini desain besarnya
Luhut menambahkan, secara keseluruhan Kereta Cepat Jakarta Bandung hampir rampung dan diharapkan bisa dioperasikan pada Hari Kemerdekaan ke 78 atau pada Agustus 2023 mendatang.
Saat awal operasional Kereta Cepat Jakarta Banadung atau selama bulan Agustus akan digratiskan untuk warga sekitar yang tinggal di sekitar jalur kereta.
“Jadi mereka akan kita sampaikan gratis sambil mencoba Kereta Cepat Jakarta Bandung ini, dan itu akan kita capai 350 km/jam,” jelas Luhut
Baca:Penataan fasilitas transportasi publik ubah wajah Jakarta
Ketua Banggar DPR Said Abdullah mengapresiasi hampir rampungnya pembangunan Kereta Cepat Jakarta Bandung yang diharapkan menjadi kebanggaan nasional.
Said mengatakan, terkait proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung ini, Banggar konsen pada dua hal, yakni penggunaan bahan lokal serta adanya penyertaan modal negara di sana.
“Lebih-lebih tadi disampaikan bahwa itu semua adalah komponen lokal sehingga nilai tambahnya luar biasa bagi kita semua dan bulan Juni Insya Allah kita akan menyaksikan peresmian Kereta Cepat Jakarta Bandung ini,” ujar Said.
Baca: Kapasitas Stasiun Tanah Abang ditingkatkan menjaid tiga kali lipat
Proyek pembangunan Kereta Jakarta Bandung sempat memicu polemik menyusul membengkaknya biaya proyek atau cost overrun Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) sebesar 1,2 miliar dolar AS atau sekitar Rp17,8 triliun.
Kontraktor dari China mematok bunga lumayan tinggi untuk kekurangan pembiayaan Kereta Cepat Jakarta Bandung ini. Selain itu mereka juga meminta agar utang ini juga dijamin di APBN yang ditolak oleh pemerintah.






