Tag: Kereta Cepat Jakarta Bandung

  • Kereta Jakarta Cepat Jakarta Bandung Diuji-cobakan Pekan Depan

    Kereta Jakarta Cepat Jakarta Bandung Diuji-cobakan Pekan Depan

    7cloud.asia – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan,  Jumat (9/6/2023)  melaporkan progres program pembangunan Kereta Cepat Jakarta Bandung ke Badan Anggaran DPR.

    Kereta Cepat Jakarta Bandung dijadwalkan akan mencapai trial 300 km/jam pada pertengahan bulan Juni 2023 ini.  

    Progres pembangunan Kereta Cepat Jakarta Bandung disampaikan Luhut dalam Rapat Kerja Banggar DPR dengan tiga Menko dengan agenda pembahasan RKA K/L dalam rangka Pembicaraan Pendahuluan RAPBN TA 2024 dan Rencana Kerja K/L Tahun 2024 yang digelar di Ruang Rapat Banggar DPR RI, Senayan, Jakarta.

    Baca: Kontroversi pembangunan Kereta Cepat Jakarta Bandung

    Pada kesempatan itu, Luhut juga mengajak segenap Pimpinan dan Anggota Banggar DPR untuk turut serta uji coba Kereta Cepat Jakarta Bandung yang sempat menjaid kontroversi tersebut.

    “Bapak Ibu sekalian, saya izin melaporkan juga mengenai Kereta Cepat Jakarta Bandung, Jadi karena di bawah koordinasi saya ini tanggal 14 bulan ini kami akan 300 km/jam, saya ulangi kami akan mulai trial 300 km/jam. Jadi nanti kalau Yang Mulia Bapak-Bapak sekalian mau ikut karena saya juga nanti akan coba nanti ya 300 km nya apakah mungkin tanggal 15 tanggal 16 itu saya persilahkan,” papar Luhut. 

    Baca: Stasiun Manggarai diarahkan menjadi stasiun sentral, ini desain besarnya

    Luhut menambahkan, secara keseluruhan Kereta Cepat Jakarta Bandung hampir rampung dan diharapkan bisa dioperasikan pada Hari Kemerdekaan ke 78 atau pada Agustus 2023 mendatang.

    Saat awal operasional Kereta Cepat Jakarta Banadung atau selama bulan Agustus akan digratiskan untuk warga sekitar yang tinggal di sekitar jalur kereta.

    “Jadi mereka akan kita sampaikan gratis sambil mencoba Kereta Cepat Jakarta Bandung ini,  dan itu akan kita capai 350 km/jam,” jelas Luhut 

    Baca:Penataan fasilitas transportasi publik ubah wajah Jakarta

    Ketua Banggar DPR Said Abdullah mengapresiasi hampir rampungnya pembangunan Kereta Cepat Jakarta Bandung yang diharapkan menjadi kebanggaan nasional. 

    Said mengatakan, terkait proyek  Kereta Cepat Jakarta Bandung ini, Banggar konsen pada dua hal, yakni penggunaan bahan lokal serta adanya penyertaan modal negara di sana.

    “Lebih-lebih tadi disampaikan bahwa itu semua adalah komponen lokal sehingga nilai tambahnya luar biasa bagi kita semua dan bulan Juni Insya Allah kita akan menyaksikan peresmian Kereta Cepat Jakarta Bandung ini,” ujar Said.

    Baca: Kapasitas Stasiun Tanah Abang ditingkatkan menjaid tiga kali lipat

     

    Proyek pembangunan Kereta Jakarta Bandung sempat memicu polemik menyusul membengkaknya biaya proyek atau cost overrun Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) sebesar 1,2 miliar dolar AS atau sekitar Rp17,8 triliun. 

    Kontraktor dari China mematok bunga lumayan tinggi untuk kekurangan pembiayaan Kereta Cepat Jakarta Bandung ini. Selain itu mereka juga meminta agar utang ini juga dijamin di APBN yang ditolak oleh pemerintah.

     
  • KCJB Siap Dioperasikan, Jawa Barat Telah Siapkan Moda Transportasi ke Tiga Stasiun

    KCJB Siap Dioperasikan, Jawa Barat Telah Siapkan Moda Transportasi ke Tiga Stasiun

    7cloud.asia – Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) dijadwalkan akan diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) bulan depan.

    Diharapkan, beroperasinya Kereta Cepat Jakarta Bandung KCJB ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi yang signifikan bagi Jawa Barat. 

    Hal ini dikatakan oleh Penjabat Gubernur (PJ) Jawa Barat Bey Triadi Machmudin saat mendampingi Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi di Depo Kereta Cepat Jakarta Bandung di Tegalluar, Kabupaten Bandung, Sabtu (9/9/2023).

    “Apalagi Kereta Cepat Jakarta Bandung melewati tiga stasiun di Jawa Barat, yakni stasiun di Kabupaten Karawang, Padalarang, Bandung Barat, dan Tegalluar Kabupaten Bandung. Kami yakin membawa pertumbuhan ekonomi Jabar dan menumbuhkan pusat-pusat ekonomi baru,” harap Bey seperti dilansir Antaranews.

    Baca: Kontroversi kereta cepat Jakarta-Bandung

    Bey menjelaskan pemprov Jawa Barat mendukung Kereta Cepat Jakarta Bandung dengan menyiapkan infrastruktur jalan serta moda transportasi dari dan menuju tiga stasiun tersebut.

    “Ada Trans Metro Bandung, Bandung Rapid Transit, dan yang lainnya untuk mendukung akses yang diperlukan,” ujar mantan kepala Deputi Bidang Protokol, Pers dan Media Sekretariat Presiden ini.

    Pada kesempatan yang sama, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan bahwa Kereta Cepat Jakarta Bandung merupakan simbol persahabatan Indonesia dan China.

    Hal ini ditunjukkan dengan adanya proses pertukaran ilmu pengetahuan adanya budaya dari China kepada Indonesia. Baik pengetahuan dan teknologi perkeretaapian maupun budaya kedua negara.

    Baca: Daerah penyangga Jakarta tak dilengkapi layanan transportasi ini akibatnya.

    “Jadi komitmen dari China kepada Bapak Presiden Joko Widodo kepada rakyat Indonesia untuk melakukan transfer teknologi, hari ini dimulai. Termasuk penggemar kereta api untuk menjadi sejarah beroperasinya kereta cepat ini,” jelas Budi Karya.

    Sebelum diresmikan pada 1 Oktober mendatang, rencananya Presiden Joko Widodo akan mencoba Kereta Cepat Jakarta – Bandung pada 13 September 2023.

    “Insyaallah semua berjalan dengan baik. Oleh karena itu, Pak Pj Gubernur
    Jabar bisa melakukan suatu perbaikan jika ada yang kurang, kalau sudah
    alhamdulillah terima kasih,” ujar Budi Karya.

    Sebelumnya, Menhub menguji coba sekaligus meninjau pengembangan pembangunan aksesibilitas pada empat stasiun yang dilintasi KCJB. Akses
    yang ditinjau meliputi Stasiun Halim, Stasiun Karawang, Stasiun Padalarang, dan Stasiun Tegalluar.

    Baca: Sukses terapkan TOD, ini manfaat yang dirasakan warga Kota Bogota

    “Hari ini saya melakukan pengecekan progres aksesibilitas jalan penumpang Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau KCJB. Sebelum beroperasi pada 1 Oktober 2023, Bapak Presiden Joko Widodo akan mencoba kereta cepat pada 13 September,” urai Budi Karya.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Tak Disubsidi, Tarif Kereta Cepat Jakarta Bandung Berkisar Rp250.000 hingga Rp350.000

    Tak Disubsidi, Tarif Kereta Cepat Jakarta Bandung Berkisar Rp250.000 hingga Rp350.000

    7cloud.asia – Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) dijadwalkan akan beroperasi secara komersial mulai 1 Oktober 2023 atau dua pekan lagi.

    Presiden Joko Widodo (Jokowi), saat ujicoba Kereta Cepat Jakarta Bandung pada Rabu (13/9/2023) memastikan tidak akan ada subsidi untuk harga tiket.

    “Tidak ada subsidi untuk harga tiket Kereta Cepat Jakarta Bandung ini,” kata Presiden Jokowi seperti dikutip Antaranews.

    Selanjutnya Jokowi menjelaskan harga tiket Kereta Cepat Jakarta Bandung akan ditetapkan melalui sejumlah kalkulasi dan perhitungan.

    Ia menegaskan, sejak awal pembangunannya, Kereta Cepat Jakarta Bandung untuk mendorong masyarakat berpindah ke transportasi massal dari penggunaan kendaraan pribadi.

    Baca: Kontroversi kereta cepat Jakarta Bandung

    “Sehingga kemacetan di jalan bisa dikurangi, polusi bisa dikurangi. Arahnya ke situ karena setiap tahun kita kehilangan, karena macet di Jabodetabek dan Bandung itu sudah lebih dari (kerugian ekonomi karena macet) Rp100 triliun,” jelas Jokowi.

    Pada kesempatan itu, Jokowi memang tak menjamin banyak penumpang yang pindah dari Kereta Api Agro Prahayangan ke kereta cepat Jakarta-Bandung tanpa adanya subsidi pemerintah.

    Namun, Jokowi optimis antusiasme masyarakat setelah mencoba terlebih dahulu kereta cepat yang mampu melaju hingga 350 kilometer per jam dengan waktu tempuh Jakarta-Padalarang (Bandung Barat) hanya 25 menit itu.

    Menurut Jokowi, orang biasanya akan merasakan dulu, mencoba dulu, baru menentukan sikap. Belum ngerasain sudah mengomentari.

    “Rasain dulu 350 km per jam seperti apa, dari Halim (Jakarta) sampai ke Padalarang (Bandung Barat) berapa menit tadi, 25 menit. Kalau sampai Tegalluar berapa menit ? coba,” ujarnya.

    Baca: Yuk naik transportasi publik untuk dukung pembangunan berkelanjutan

    Karena itu pemerintah akan membuka kesempatan bagi masyarakat untuk melakukan uji coba kereta cepat secara gratis.

    “Biar orang mencoba, masyarakat mencoba Kereta Cepat Jakarta Bandung,” ucapnya.

    Sebelumnya Presiden RI Joko Widodo mengikuti uji coba operasional kereta api (KA) cepat relasi Jakarta-Bandung dari Stasiun KCJB Halim,  Jakarta pada Rabu (13/09/2023).

    Setelah itu, perjalanan dilanjutkan dengan menaiki KA Feeder Kereta Cepat dari Stasiun Padalarang menuju Stasiun Bandung.

    Perjalanan dari Stasiun Padalarang ke Stasiun Bandung menempuh waktu
    perjalanan selama 20 menit. Jadi dari Jakarta menuju pusat kota Bandung menempuh waktu sekitar 50 menit. 

    Baca: Polusi udara makin parah, pembatasan kendaraan mendesak dilakukan

    Pengoperasian Kereta Cepat Jakarta bandung akan dilakukan secara bertahap mulai dari 8 perjalanan kereta di bulan Oktober.

    Lalu, pada November bertambah menjadi 28 perjalanan kereta, pada Desember terdapat 40 perjalanan kereta, dan Januari 2024 mencapai 68 perjalanan kereta.

    Pada kesempatan yang sama Direktur Perkeretaapian Kemenhub, Risal Wasal mengatakan tarif kereta cepat antara Rp250.000 hingga Rp350.000. Trif ini akan dibagi menjadi 3 kelas, yaitu kelas premium ekonomi, bisnis dan kelas utama.

    Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung merupakan hasil kolaborasi antara Indonesia dan China sebagai mitra pembangunan.

    Kereta Cepat Jakarta Bandung dikenal sebagai high-speed railway in Indonesia dengan panjang rute kereta 142,3 km. Kereta ini akan melintasi 4 stasiun, yaitu Stasiun Halim, Stasiun Karawang, Stasiun Padalarang, dan Stasiun Tegalluar. 

    Baca: Pengembangan daerah peyangga harus didukung layanan transportasi publik

    Awal pembangunan Kereta Cepat Jakarta Bandung ini disepakati pada tahun 2015 dengan didirikan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) pada 16 Oktober 2015.

    Seiring perjalanan waktu, pada tahun 2020 perkembangan kereta cepat Jakarta Bandung mencapai 65,70%, pada tahun 2022 mencapai kemajuan 79.90%.

    Hingga pada tahun 2023 akan dilakukan soft launching pada 1 September 2023 sebagai kado ulang tahun kepada Indonesia yang ke-78.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Resmi, Nama Kereta Cepat Jakarta-Bandung “Whoosh”

    Resmi, Nama Kereta Cepat Jakarta-Bandung “Whoosh”

    7cloud.asia – Setelah pekan lalu Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan uji coba Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB), kini kereta tercepat di ASEAN itu telah diberi nama. “Whoosh” yang merupakan singkatan Waktu Hemat, Operasi Optimal, Sistem Handal.

    “Namanya adalah ‘Whoosh’. Sesuai dengan jadi kita bilang ‘whoosh whoosh. Pak Presiden, Pak Menteri selalu kalau itu ‘whoosh whoosh’. Jadi sudah ditentukan namanya. Kemudian kita lemparkan ke profesional desian grafis ditemukan 3 finalis,” jelas Triawan Munaf, Ketua Tim Panel Sayembara Desain Jenama Kereta Cepat Jakarta Bandung.

    Dilansir Detik.com, nama Whoosh untuk Kereta Cepat Jakarta Bandung ini merupakan ide dari pejabat hingga masyarakat yang telah mencoba KCJB yang berarti sangat cepat karena mampu mencapai kecepatan 350 km/jam.

    Baca Juga: Tak Disubsidi, Tarif Kereta Cepat Jakarta Bandung Berkisar Rp250.000 hingga Rp350.000

    Sementara itu, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi menjelaskan awal mula nama ‘Whoosh’ untuk Kereta Cepat Jakarta Bandung

    Dalam tiga minggu terakhir, Budi mengaku banyak berbincang dengan Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Sekretariat Negara Pratikno, hingga Presiden Joko Widodo (Jokowi), bahwa kata ‘Whoosh’ ini sering muncul ketika uji coba.

    Budi menceritakan nam aitu lahir dari dialog sejumlah meneteri. Jadi, ujarnya, dalam 3 minggu terakhir kami itu berdialog antara Pak Presiden, Pak Pratik, Pak Erick, saya, Pak Triawan dan kawan-kawan, japri-japrian, diskusi gitu ya.

    “Dan bersamaan dengan itu kami juga uji coba dengan Pak Luhut, Pak Edo, jadi memang dikatakan itu ‘siapa kita? Jaya. Nah kalau di sana itu ungkapan kegemberiaan begini, ngomong ‘whoosh whoosh’,” ungkap Budi.

    Baca Juga: Pertama Kali, Konvensi Manufaktur Dunia 2023 Gunakan Pasokan Listrik Hijau

    Selanjutnya Budi mengatakan bahwa kata whoosh ini kerap disebut-sebut saat bersama Jokowi dan Pratikno berkumpul di lain kesempatan.

    Kala itu, Budi mengatakan bahwa Jokowi menyebut jika kereta dengan kecepatan cepat namanya ‘whoosh, whoosh’.

    “Di lain waktu Pak Pratik, Pak Presiden, saya bergabung, beliau juga mengatakan kalau namanya cepat namanya kan whoosh whoosh gitu kan. Kita cobalah itu,” katanya.

    Kala itu belum langsung tersebut sebutan whoosh. Kata itu dicari yang memang juga memiliki arti cepat, maka ditentukanlah whoosh.

    Baca Juga: Terowongan Stasiun Tugu Difungsikan, Perjalanan ke Yogyakarta dengan Kereta Makin Nyaman

    “Tetapi kita cari nama yang seusia dengan whoosh itu cepat. Jadi ada beberapa nama-nama yang ada, whoosh itu paling cepat. Jadi pak Presiden punya peran banyak, tetapi ini dialog, dialog kebatinan kita,” jelasnya.

    Selain itu, pemerintah saat ini juga tengah membuat sayembara untuk logo Whoosh. Saat ini telah terpilih 3 kandidat dengan logo yang berbeda.

    Di laman KCI, masing-masing logo terdapat penjelasan serta maknanya. Sehingga masyarakat dapat melihat dan memilih logo mana yang akan digunakan.

    Reporter: Nurakhmayani 

     

     

     

     

  • Resmi Beroperasi Hari Ini, Kereta Cepat Jakarta Bandung Whoosh Diharapkan Dongkrak Jumlah Wisatawan

    Resmi Beroperasi Hari Ini, Kereta Cepat Jakarta Bandung Whoosh Diharapkan Dongkrak Jumlah Wisatawan

    7cloud.asia – Kereta Cepat Jakarta Bandung “Whoosh” mulai beroperasi pada hari ini, Senin (2/10/2023) ini.

    Beroperasinya Kereta Cepat Jakarta Bandung Whoosh ini juga diharapkan bisa mendukung capaian target jumlah wisatawan di Indonesia pada tahun 2023.

    Adapun hingga pertengahan semester tahun 2023, atau sebelum Kereta Cepat Jakarta Bandung Whoosh resmi dioperasikan, jumlah pergerakan wisatawan nusantara telah mencapai sekitar 433 juta.

    Dilansir Kompas.com, target pergerakan wisatawan nusantara tahun 2023 adalah 1,2 sampai 1,4 miliar.

    Baca: Integrasi Kereta Cepat Jakarta Bandung dengan moda angkutan lain

    “(Kereta Cepat Jakarta Bandung Whoosh ) Ini tentunya akan mendukung peningkatan kualitas pariwisata yang dapat membantu konektivitas ke berbagai destinasi wisata,” kata Deputi Bidang Kebijakan Strategis Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Dessy Ruhati dalam rilis resmi, Minggu (1/1/2023).

    Dengan begitu, sambung dia, kehadiran kereta cepat dapat menggerakkan wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara.

    “Ke depan, (kereta cepat) akan juga dikembangkan tidak hanya sampai Bandung tapi sampai ujung Pulau Jawa seperti Surabaya,” ujar Dessy.

    Menurut dia, KAI mungkin juga akan memperluas jaringan kereta cepat di Sumatera, Sulawesi, atau daerah lain dalam rangka menyongsong visi Indonesia Emas 2045.

    Baca: Tak disubsidi segini harga tiket Kereta Cepat Jakarta Bandung

    Adapun, Kereta Cepat Jakarta Bandung “Whoosh” ini berkecepatan maksimal hingga 350 kilometer per jam. 

    Kereta akan berhenti di empat stasiun yakni Stasiun Halim, Stasiun Karawang, Stasiun Padalarang, dan Stasiun Tegalluar. 

    lantas berapa tiket Kereta Cepat Jakarta Bandung Whoosh? Harga tiket Kereta Cepat Jakarta Bandung Whoosh dibanderol sesuai kelas.

    Yakni Rp 250.000 untuk kelas premium ekonomi, Rp 300.000 untuk kelas bisnis, dan Rp 350.000 untuk kelas pertama.

    Baca: Kontroversi proyek pembangunan Kereta Cepat Jakarta Bandung

    Nantinya, tiket  Kereta Cepat Jakarta Bandung Whoosh dapat dipesan secara online lewat aplikasi KAI

    “Pesan bisa melalui Access by KAI,” ucapnya.

    Dikutip dari keterangan resmi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, kelas pertama atau first class ada di dua gerbong kereta dengan masing-masing kapasitas 18 tempat duduk.

    Sementara untuk kelas bisnis dengan susunan bangku 2-2 ada di satu gerbong kereta dengan kapasitas 28 tempat duduk.

    Sedangkan sisanya, untuk kelas premium ekonomi berjumlah 555 tempat duduk dengan susunan bangku 2-3.

    Baca: Prinsip frugal living yang ramah lingkungan

     

  • Baru Diresmikan, Kereta Cepat Jakarta Bandung Whoosh Tandai Modernisasi Transportasi Massal Indonesia

    Baru Diresmikan, Kereta Cepat Jakarta Bandung Whoosh Tandai Modernisasi Transportasi Massal Indonesia

     

    7cloud.asia – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebutkan, peresmian operasional Kereta Cepat Jakarta Bandung yang diberi nama Whoosh menandai berlangsungnya modernisasi transportasi massal di tanah air.

    Hal tersebut disampaikan oleh Jokowi saat Peresmian Operasional Kereta Cepat Jakarta Bandung Whoosh, di Stasiun KCJB Halim, Jakarta, Senin (02/10/2023).

    “Kereta Cepat Jakarta Bandung ini menandai modernisasi transportasi massal kita yang efisien, yang ramah lingkungan, dan terintegrasi dengan moda transportasi lainnya, maupun terintegrasi dengan TOD (transit oriented development),” ujar Jokowi.

    Baca: Kereta Cepat Jakarta Bandung diharapkan ungkit sektor pariwisata

    Seperti Moda Raya Transportasi (MRT) dan Lintas Raya Terpadu (LRT), kereta cepat merupakan hal yang baru bagi Indonesia, baik dari sisi teknologi, kecepatan dan konstruksi, serta model pembiayaan.

    Namun, Jokowi menekankan bahwa bangsa Indonesia tidak perlu takut untuk mengadopsi dan mempelajari teknologi transportasi massal yang modern untuk kemajuan bangsa.

    “Dalam proses itu bisa muncul hal-hal yang tidak terduga, kesulitan-kesulitan di lapangan, masalah-masalah, dan ketidaksempurnaan, pengalaman itu mahal namun sangat berharga”.

    Baca: Integrasi Kereta Cepat Jakarta Bandung dengan modra transportasi lainnya

    Dan, lanjutnya kita tidak perlu takut, karena jika kita konsisten, kesalahan itu akan semakin sedikit, biaya kesalahan juga akan semakin menurun.

    Pada akhirnya, biaya produksi, biaya proyek, lama-kelamaan juga akan semakin rendah,” ujarnya.

    Keberanian untuk mencoba hal-hal baru serta memberikan kesempatan kepada anak bangsa untuk belajar, kata Jokowi, akan sangat berguna bagi pengembangan sumber daya manusia (SDM) untuk Indonesia yang semakin maju dan mandiri.

    Baca: Tak disubsidi, segini tarif Kereta Cepat Jakarta Bandung

    Jokowi juga berpesan agar pihak terkait tidak alergi terhadap kritik, dan tetap semangat untuk belajar.

    “Karena pengalaman kita membangun infrastruktur, baik jalan tol, pelabuhan, bandara, bendungan, transportasi, telah memberikan pengalaman dan bekal kita untuk menghasilkan hasil-hasil yang lebih baik di masa depan,” tandasnya.

    Sumber: Setkab RI

     

  • Jajal Kereta Cepat Jakarta Bandung Whoosh, Ini Kata Ganjar Pranowo

    Jajal Kereta Cepat Jakarta Bandung Whoosh, Ini Kata Ganjar Pranowo

    7cloud.asia – Bakal Calon Presiden (Bacapres) Ganjar Pranowo pada hari Selasa (3/10/2023) berkesempatan menjajal Kereta Cepat Jakarta Bandung Whoosh.

    Kepergian Ganjar Pranowo ke Bandung, adalah dalam rangka mengisi kuliah umum di Universitas Pasundan, Bandung, Jawa Barat.  Untuk menuju lokasi acara, Ganjar tidak menggunakan kendaraan pribadi, namun lebih memilih menaiki Kereta Cepat Jakarta Bandung ‘Whoosh’.

    Kereta Cepat Jakarta Bandung Whoosh sendiri baru diresmikan Senin (2/10/2023) kemarin oleh Presiden Joko Widodo.

    Baca: Baru diresmikan Kereta Cepat Jakarta Bandung tandai modernisasi transportasi massal di Indonesia

    “Saya ada acara di Universitas Pasundan, tadi pilihannya naik apa gitu, mau naik mobil, cuma naik kereta aja gitu saya baru ngeeh kalo Kereta Cepat Jakarta Bandung Whoosh kan kemarin sudah mulai,” kata Ganjar saat ditemui di Stasiun Halim, Jakarta Timur, Selasa (3/10/2023).

    Setelah peresmian operasional dilakukan, untuk sekarang ini Kereta Cepat Jakarta Bandung Whoosh masih belum dikenakan biaya alias gratis bagi masyarakat.

    Ganjar mengaku baru mengetahui kalau ternyata Kereta Cepat Jakarta Bandung Whoosh masih digratiskan hingga pertengahan Oktober 2023.

    Baca: Integrasi Kereta Cepat Jakarta Bandung dengan moda transportasi umum lainnya

    Ia pun mendukung langkah pemerintah untuk menggrastiskan Kereta Cepat Jakarta Bandung ini agar masyarakat bisa menjajal kereta cepat pertama di Indonesia ini.

    “Lho gratis alhamdulillah sekalian lah mau ada acara di Bandung, sekalian bisa naik,” ucap Ganjar.

    Gubernur Jawa Tengah dua periode ini berharap ke depannya masyarakat dapat diberikan transportasi publik yang nyaman untuk beraktivitas seperti Kereta Cepat Jakarta Bandung ini. 

    Baca: Tak disubsidi, segini tarif Kereta Cepat Jakarta Bandung

    Kemudian transportasi publik harus terintegrasi untuk memudahkan warga, dengan begitu dapat mengurangi kemacetan yang kerap terjadi di Indonesia.

    Kalau kita melihat, ujarnya, beberapa negara yang lebih dulu melakukan ini ya, itu rasanya orang udah senang ngelihat, saya dari sini jalan ke sini.

    Ia membayangkan, ke depan warga sudah bisa mengetahui dari rumah ke stasiun naik apa, dari stasiun nanti berhenti di mana, connecting-nya di mana.

    “Maka sampai ujungnya dia semuanya transportasi publik. Maka kalau itu terjadi di tempat kita wow, kemacetan bisa dikurangi,” tandas Ganjar.