Tag: komisi viii dpr

  • Komisi VIII DPR Minta Pemerintah Antisipasi Perubahan Aturan Haji Sejak Dini

    Komisi VIII DPR Minta Pemerintah Antisipasi Perubahan Aturan Haji Sejak Dini

    7cloud.asia – Komisi VIII DPR akan mempercepat pembentukan Panja Haji. Hal tersebut imbas Pemerintah Arab Saudi yang mengubah aturan untuk perjalanan ibadah haji tahun depan.

    Perubahan aturan haji tersebut yakni tidak akan ada lagi lokasi khusus jemaah haji negara tertentu di Arafah dan Mina.

    Artinya, bagi negara yang lebih cepat menyelesaikan semua kontrak dan siap untuk musim haji 1445 Hijriah/2025 Masehi, maka dapat lebih dulu menentukan tempat di Arafah dan Mina.

    “Setelah Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengeluarkan hasil auditnya, kita di Komisi VIII DPR segera membuat Panja Haji untuk melakukan pembahasan, evaluasi dan juga solusi penyelenggaraan haji.” ujar anggota Komisi VIII DPR Maman Imanul Haq sebagaimana dikutip Parlementaria. 

    Baca: Gagal lunasi ONH, ratusan calon jemaah haji batal ke Tanah Suci

    Pembahasan mulai dari soal petugas, fasilitas dan soal regulasi yang dilakukan oleh Arab Saudi. Artinya DPR akan lebih proaktif, karena ada kekhawatiran kalau Indonesia agak terlambat bisa tidak mendapatkan maktab atau tempatnya lebih jauh untuk menuju Jamarat.

    Menurut Politisi F-PKB ini, kebijakan baru ini tentu menjadi tantangan bagi Indonesia. Oleh karena kalau pemerintah punya bargaining position yang kuat dan juga tentu dana yang cukup, hal ini bisa teratasi.

    “Saya melihat ini jadi semacam liberalisasi penyelenggaraan haji oleh pemerintah Arab Saudi ya. Jadi, gimana kalau kita lemah dari sisi negoisator ataupun dana. Apalagi kita selalu lebih terlambat dari negara lain dalam menentukan budget, maka itu akan menjadikan kita bukan hanya jauh dari maktab yang sekarang, bahkan akan lebih tidak mendapatkan tempat,” pungkas Maman.

    Legislator Dapil Jabar IX ini menambahkan, perubahan aturan ini dikhawatirkan akan mempengaruhi pelayanan haji.

    Karena itu, dari awal DPR sudah mewanti-wanti Kemenag  liberalisasi penyelenggaraan umrah dan haji Indonesia dituntut lebih sigap dan lebih tanggap untuk memperjuangkan pelayanan terbaik buat jemaah haji Indonesia.

    Baca: Layanan untuk haji lansia dan disabilitas dinilai kurang memadai

    Terkait insiden di Muzdalifah kemarin, Maman mengatakan, Pimpinan Komisi VIII DPR sempat mengingatkan pemerintah untuk membuat simulasi strategi kedaruratan.

    Pasalnya berbagai kemungkinan bisa terjadi di luar yang sudah direncanakan.terlihat Kemenag panik terhadap kondisi tersebut.  

    “Karena kita tidak tahu kan, pernah ada tragedi yang terjadi di Mina ataupun di Ka’bah ketika peristiwa jatuhnya crane. Sekarang tahun ini justru di Muzdalifah. Nah, strategi kedaruratan ini yang justru tidak pernah terpikirkan oleh Kementerian Agama, sehingga ketika terjadi ini, betul-betul kelihatan panik. Tidak terlihat ada sebuah sistem yang dibangun untuk menghadapi kedaruratan seperti insiden di Muzdalifah ini,” ujar Maman.

    Maman mengatakan insiden Muzdalifah karena memang kondisi ini tidak pernah terjadi di Muzdalifah, biasanya itu paling macet ya kita cuma nunggu 1-2 jam, masih wajar saja.

    “Tetapi, kondisi kemarin Ini kan lebih dari 10 jam. Tentang strategi kedaruratan kita itu harus terus dipikirkan dari satu lokasi ke lokasi lain, dimana penumpukan Jemaah seperti di Arofah, Muzdalifah, dan Mina itu harus betul-betul menjadi pemikiran yang lebih sistematis dan bisa dilakukan cepat karena ini menyangkut nyawa manusia,” ungkap Maman.

    Baca: Daftar tunggu haji panjang, banyak haji yang berangkat saat lansia

    Maman juga menyorot layanan Mashariq kepada Jemaah Haji Indonesia, semacam perusahaan atau swasta yang dipercaya oleh pemerintah Arab Saudi.

    Pihaknya, langsung komplain kepada mereka, bagaimana mungkin mereka tidak bisa memprediksi kemacetan penjemputan itu dan tidak mempersiapkan, paling tidak untuk kesehatan darurat, dan juga asupan minuman dan makanan di Muzdalifah.

    “Kami bahkan Anggota DPR sempat mengumpulkan bantuan makanan, tetapi kami tidak memiliki akses kesana, yang ada justru akan menimbulkan penumpukan,” terang Maman.

    Kedepan, kata Maman, haji Lansia harus mendapat prioritas. Tagline ramah lansia itu, ujarnya, tidak hanya milik Kemenag, tetapi dikomunikasikan dengan pihak Arab Saudinya.

    “Jangan-jangan mereka tidak mempersiapkan itu, mereka menganggap semua Jemaah haji sama saja,” pungkasnya.

     

    “Jadi ramah lansia itu harus diingatkan juga kepada pemerintah Arab Saudi, bahwa anda harus menyiapkan banyak pusat-pusat kesehatan, posko-posko kedaruratan dan mempersiapkan yang terbaik untuk para Lansia. Termasuk juga, misalnya strategi lansia itu datang terakhir lalu pulang lebih dulu. Jadi tagline ramah lansia itu bukan hanya dikemukakan oleh Indonesia, karena ketika mereka di Armuzna hampir tangan pemerintah Indonesia itu gak sampai ke sana. Yang mempersiapkan semata -mata itu adalah ya itu, event organizer yang ditunjuk oleh pemerintah Arab Saudi di sana,” imbuh Maman. 

     

    Nah kemudian, lanjut Maman, kedepan, fasilitas itu harus betul -betul dipersiapkan sesuai dengan jemaah Indonesia. Seberapa banyak lansia yang ada, sebegitu pula lansia itu harus mendapatkan pelayanan yang terbaik, dari mulai tenda dan sebagainya.Tentu poin ketiganya soal petugas. 

     

    “Saya mengatakan, petugas itu ada yang bekerja dan gak bekerja. Nah yang gak bekerja ini, yang harus dicoret dan jangan diajak lagi. Yang bekerja profesional atau gak profesional, nah yang gak profesional di coret, jangan diajak. Lalu yang profesional itu ditempatkan diposisinya yang pas. Karena ada orang yang mau bekerja ikhlas, profesional dan bekerja keras tapi dia bingung. Misalnya dia mau mengantar orang ke rumah sakit, dari rumah sakit dia harus bayar taksi dengan ongkos sendiri. Ikhlas sih ikhlas, tapi kalau nombok ya kasihan juga mereka,” terang Maman. 

  • Panja Komisi VIII DPR Usulkan Biaya Haji 2024 Rp 93,4 Juta

    Panja Komisi VIII DPR Usulkan Biaya Haji 2024 Rp 93,4 Juta

    7cloud.asia – Panitia Kerja (Panja) Komisi VIII DPR menyepakati usulan biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) atau biaya haji 2024 sebesar Rp93,4 juta per jemaah.

    Hal tersebut merupakan tindak lanjut dari pembahasan terkait usulan Kemenag, tentang kenaikan biaya haji 2024 menjadi Rp105 juta.

    Namun diingatkan, angka tersebut adalah total biaya haji bukan besaran biaya yang harus dibayar jemaah.

    “Kami apresiasi kinerja teman-teman semua tim Panja. Namun, yang perlu kami sampaikan di sini terkait dengan pengajuan dari pemerintah Rp 105 juta menjadi Rp 93.410.000,” kata Ketua Panja BPIH Komisi VIII DPR Abdul Wachid dalam kesimpulan rapatnya di Gedung Nusantara DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (22/11/2023).

    Baca:  Menag usulkan biaya haji 2024 naik jadi Rp 105 juta

    Abdul Wachid mengatakan, panja berharap besaran biaya haji ini tidak mengurangi pelayanan untuk jemaah haji dan harus  ramah lansia.

    “Ini catatan-catatan kami, karena terus terang 2023 kemarin itu, terus terang tidak ramah lansia. Ini kami mohon kurang lah, sangat menjadi satu catatan dari kami,” ujarnya sebagaimana dikutip Parlementaria.

    Panja antara lain menyoroti soal katering yang diperoleh jemaah haji. Dia mengingatkan soal syarikah atau perusahaan yang memiliki izin operasional di lapangan supaya memaksimalkan pekerjaan.

    “Tidak melaksanakan dengan baik kami mohon jangan dipakai,” kata dia.

    Baca: Panja Haji DPR nilai usulan kenaikan biaya haji beratkan jemaah

    Abdul Wachid juga meminta pemerintah memastikan tak ada kejadian serupa di Mina seperti 2023.

    Dia menyinggung soal kamar kecil tak memadai, pelayanan kesehatan hingga air limbah ke tempat kemah para jemaah.

    “Kami mohon koreksinya terutama catatan kami adalah yang di Mina, yaitu terjadi kamar kecil yang tidak ada air itu harus ada koreksi. Termasuk pelayanan kesehatan di Mina juga perlu ada peningkatan,” ujar Abdul.

    Ia memaparkan, dirinya melihat sendiri secara langsung pada waktu itu banyak kamar kecil yang tidak bisa dipakai atau hanya separuh yang bisa terpakai.

    Baca: Waktu tunggu panjang membuat banyak calon haji berangkat saat usia lanjut

    “Saya kasihan antrean ibu-ibu yang panjang tahu-tahu nggak ada air. Bahkan, adanya banjir air limbah yang mengotori di kemah para jemaah,” imbuhnya.

    Adapun hasil pembahasan Panja tersebut bukan keputusan final terkait biaya yang harus dibayarkan jemaah.

    Hasil pembahasan Panja soal kenaikan biaya haji 2024 ini akan dibawa ke rapat Komisi VIII DPR Senin (27/11/2023).

    Komisi VIII DPR bersama Kemenag akan membahas lebih lanjut proporsi biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) dan nilai manfaat yang ditanggung oleh pemerintah.

    Baca: Kuota haji 2024 ditambah 20.000

     

  • Penyaluran Bansos Tidak Tepat Sasaran, Komisi VIII DPR Minta Data Penerima Dibenahi

    Penyaluran Bansos Tidak Tepat Sasaran, Komisi VIII DPR Minta Data Penerima Dibenahi

    7cloud.asia – Anggota Komisi VIII DPR melakukan kunjungan kerja spesifik ke sejumlah daerah untuk memantau distribusi bantuan sosial atau bansos.

    Dalam kunjungan kunjungan kerja spesifik terkait bansos ke Bogor, Jawa Barat, anggota Komisi VIII DPR John Kenedy Azis mengkritisi pendataan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

    Pendataan yang ditujukan untuk mengetahui masyarakat yang layak menerima bansos di Bogor dinilainya masih berantakan.

    “Kalau saya bilang, DTKS itu acakadut. Memang ada oknum-oknum di pemerintahan itu di bawah yang mempertahankan (acakadut) itu,” ujarnya dikutip Parlementaria, Selasa (26/3/2024). 

    Dia mengaku pernah mendapati ada orang yang punya rumah mewah hingga mobil tapi malah terdata di DTKS. Bahkan, orang tersebut, kata dia, dengan senang hati menerima bantuan meski bukan orang yang tidak mampu.

    Politisi Partai Golkar itu mengakui, pendataan dari ratusan juta masyarakat Indonesia bukanlah hal mudah.

    Baca: KTP Sakti yang digagas Ganjar-Mahfud jadi solusi penyaluran bansos tepat sasaran

    Komisi VIII, ungkapnya, pernah membuat Panitia Kerja (Panja) untuk mengatasi ruwetnya pendataan terkait warga yang layak mendapat bansos tersebut. Namun, sayang masih belum bisa menemukan titik terang.

    DTKS, menurut John, layaknya supermarket yang bermasalah. Di sana, kata dia, banyak persoalan yang kompleks. Meski begitu, Komisi VIII, kata John, akan terus berjuang mencari celah agar DTKS bisa tertata dengan baik.

    “Orang Kemensos kan juga terbatas. Ya, memang ada pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), tapi kan PKH juga masih kurang. Inilah nanti yang mungkin akan kita cari celahnya bagaimana merubah DTKS ini agar terubarukan dengan baik,” ujarnya.

    Terpisah, Wakil Ketua Komisi VIII DPR, TB. H. Ace Hasan Syadzily dalam kunjungan kerja ke Tangerang Banten memastikan saluran bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat tersampaikan tepat sasaran. 

    Baca: DPR ingatkan Jokowi tidak manfaatkan bansos untuk aset elektoral Prabowo-Gibran

    Ace menyampaikan bahwa angka kemiskinan di Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, berada di angka 6,9 persen atau di bawah angka rata-rata nasional yaitu 9 persen.

    “Hal tersebut menunjukkan pembangunan kesejahteraan sosial di Kabupaten Tangerang relatif baik, dan tentu Komisi VIII DPR tetap akan mendorong agar Pembangunan kesejahteraan sosial di Kabupaten Tangerang dapat terus ditingkatkan,” ujarnya.

    Ia melihat program-program bidang sosial di Kabupaten Tangerang juga sudah cukup baik. Ada sinergitas dengan program pemerintah pusat, seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

    Dalam kesempatan itu Ace menekankan pentingnya peran Pemerintah Daerah (Pemda) dalam melakukan verifikasi dan validasi data penerima bantuan dalam DTKS.

    Baca: DPR tegaskan bansos adalah hak rakyat miskin bukan kebaikan Pemerintah/Presiden

    Ace mengatakan, DTKS menjadi sumber data-data bansos, baik yang ada di lingkungan Kementerian Sosial (Kemensos) maupun di Kementerian/Lembaga (K/L) lain.

    “Tentu kami mendorong Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk terus melakukan validasi data, karena hal tersebut menjadi kunci bagi keberhasilan program-program bansos agar tidak menimbulkan masalah di tengah masyarakat,” tegas Ace.

    Dalam Kunspek tersebut, Komisi VIII DPR juga mendapatkan informasi bahwa Pemkab Tangerang sudah memiliki Sistem Informasi Intip Bantuan Sosial, guna memastikan penyaluran bansos akurat dan tepat sasaran.

    Ace mendorong Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk memperbaiki mekanisme dan pendataan penyaluran bansos, khususnya di Kabupaten Tangerang.

    Baca: Jor-joran bansos jelang pemilu memicu kenaikan harga pangan

    Ace memaparkan sejumlah hal yang perlu diperhatikan agar penyaluran bansos ke depannya benar-benar tepat sasaran, salah satunya pemutakhiran data dan implementasi satu data yang terintegrasi.

    “Yang pertama adalah sinergitas antara pemerintah pusat dan Pemerintah Daerah (Pemda) untuk melakukan pemutakhiran data, dan yang kedua yaitu implementasi satu data antara pemerintah pusat dan Pemda betul-betul bisa diwujudkan, agar data tidak simpang siur,” jelas Ace.

    Ace menjabarkan bahwa bantuan yang diberikan pemerintah memiliki banyak jenis. Dari mulai bantuan sosial seperti PKH dan BPNT, kemudian bantuan pendidikan seperti Program Indonesia Pintar (PIP) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP), bantuan energi, hingga bantuan kesehatan.

    “Ini memang diperlukan oleh masyarakat, tetapi tentu kita harapkan bansos tersebut disalurkan tepat sasaran, sesuai, dan membantu masyarakat, terutama di dalam konteks bagaimana kita memulihkan ekonomi masyarakat,” tutup Ace.