7cloud.asia – Kementerian Lingkungan Hidup (KLH)/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) mengatakan sedang melakukan pengawasan terhadap 38 perusahaan terkait kebakaran lahan yang terjadi di wilayah konsesi.
Dalam keterangan kepada media, Rabu (17/9/2025), Deputi Penegakan Hukum (Gakkum) KLH/BPLH Rizal Irawan menyebut sampai September 2025 terdapat sekitar 99 ribu hektare areal lahan yang terbakar, mayoritas berada di kawasan konsesi.
“Ke-38 perusahaan itu kita sedang verifikasi lapangan, nanti hasilnya akan diserahkan kepada direktorat terkait. Mereka banyak yang menyanggah bukan kami yang membakar, padahal itu di konsesi mereka,” jelas Rizal dikutip Antaranews.com.
Untuk itu, pihak Kementerian Lingkungan Hidup menerapkan prinsip Strict Liability atau pertanggungjawaban mutlak.
Baca: Narasi cuaca ekstrem picu karhutla tutupi tanggung jawab pemerintah dan korporasi
Hal ini mengingat kebakaran lahan telah terjadi di wilayah konsesi mereka sebagai pemegang izin meski bukan mereka yang membakar.
“Perusahaan tersebut harus berusaha mencegah dan menanggulanginya,” tambah Rizal.
KLH juga baru mencatat kebakaran lahan seluas 40 ribu hektare yang terjadi di wilayah Nusa Tenggara Timur di lahan berjenis tutupan sabana yang cenderung kering.
Terkait lokasi kebakaran lahan, menurut catatan KLH sebagian besar kebakaran lahan terjadi di wilayah konsesi, meski juga ditemukan kebakaran lahan yang terjadi di lahan milik masyarakat.
“Itu ada yang di dalam kawasan, ada juga yang di luar kawasan. Tapi memang rata-rata di konsesi,” tuturnya.
Baca: Kemenhut segel lahan konsesi penyebab Karhutla
Luas kebakaran tersebut hanya merujuk kepada kebakaran lahan yang terjadi di kawasan konsesi atau areal penggunaan lain (APL).
Di sisi lain, dia menyoroti bahwa telah terjadi penurunan luasan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) secara keseluruhan.
Menurut data SiPongi milik Kementerian Kehutanan (Kemenhut) luasan karhutla sampai dengan Agustus 2025 mencapai 213.984 hektare.
Jumlah itu masih jauh di bawah 1,16 juta ha yang terbakar pada 2023 dan sejauh ini masih lebih rendah dibandingkan total luas terbakar pada 2024 yaitu 376.805 hektare.
Bahkan, kata Rizal, penurunan luasan kebakaran itu mendapatkan apresiasi dari negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura dalam pertemuan ASEAN di Langkawi beberapa pekan lalu, yang mengakibatkan turunnya juga polusi asap lintas batas.
