7cloud.asia – Organized Crime and Corruption Reporting Project (OCCRP) pada Senin (30/12/2024) merilis daftar daftar tokoh dunia yang dinilai sangat korup
Di antara tokoh-tokoh dunia yang dinilai korup itu, terdapat nama Presiden ke-7 Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) yang berada di urutan kedua.
OCCRP merupakan organisasi jurnalisme investigasi terbesar di dunia. Lembaga nonpemerintah ini fokus pada isu korupsi di dunia.
Dikutip dari laman resmi occrp.org, OCCRP mengumumkan pemimpin Suriah yang digulingkan awal bulan ini, Bashar al-Assad sebagai pemenang penghargaan “Person of the Year” pada tahun 2024.
Lima tokoh ini masuk sebagai finalis berdasarkan voting terbanyak dari para pembaca hingga jurnalis di dunia.
“Kami meminta (voting) nominasi dari para pembaca, jurnalis, juri Person of the Year, dan pihak lain dalam jaringan global OCCRP.
Baca: Skor Indeks HAM Indonesia turun di era Pemerintahan Jokowi
Para finalis yang memperoleh suara terbanyak tahun ini adalah:
1. Presiden Kenya William Ruto,
2. Mantan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo,
3. Presiden Nigeria Bola Ahmed Tinubu,
4. Mantan Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina,
5. Pengusaha India Gautam Adani
Sejak tahun 2012, penghargaan “Person of the Year” dari OCCRP telah memilih orang-orang yang paling banyak melakukan kekacauan di seluruh dunia melalui kejahatan terorganisir dan korupsi.
Pemenangnya dipilih oleh panel juri ahli dari kalangan masyarakat sipil, akademisi, dan jurnalisme.
Dalam pernyataannya, OCCRP menyebut Rezim Assad dicirikan oleh kontrol terpusat, penindasan terhadap perbedaan pendapat, dan ketergantungan pada aparat keamanan yang kuat.
Pasukannya dituduh melakukan pelanggaran hak asasi manusia yang meluas, termasuk penyiksaan, pembunuhan, penggunaan senjata kimia, penahanan massal, dan penargetan warga sipil.
Baca: Rapor merah pemerintahan Jokowi dalam pemberantasan korupsi
Dibiayai oleh produksi obat-obatan terlarang Captagon dan bentuk-bentuk kejahatan terorganisir lainnya, seperti penyelundupan manusia dan rokok, pencurian barang antik, dan perdagangan senjata.
Rezim Assad memperoleh miliaran dolar untuk mempertahankan pemerintahan otoriternya yang brutal, sambil menyebarkan kekerasan, narkoba, dan narkoba. kriminalitas di seluruh wilayah.
“Selain menjadi seorang diktator seperti ayahnya, Assad menambahkan dimensi kejahatan dan korupsi yang tak terbayangkan, menghancurkan kehidupan banyak orang bahkan di luar perbatasan negaranya sendiri,” kata salah satu pendiri Daraj.com, Alia Ibrahim, yang pernah menjabat sebagai presiden. seorang juri dalam kontes tahun ini.
“Kerusakan politik, ekonomi, dan sosial yang disebabkan oleh Assad, baik di Suriah maupun di kawasan ini, akan membutuhkan waktu puluhan tahun untuk diatasi.”
“Penghargaan Non-Prestasi Seumur Hidup” untuk Presiden Guinea Ekuatorial Teodoro Obiang
Nguema Mbasogo
Untuk pertama kalinya dalam 13 tahun sejarah kontes ini, para juri menganugerahkan penghargaan khusus “Lifetime Non-Achievement Award.”
Hadiah tersebut diberikan kepada
Presiden Guinea Ekuatorial Teodoro Obiang Nguema Mbasogo, salah satu diktator terlama di dunia.
Setelah memimpin kudeta pada tahun 1979 untuk merebut kekuasaan dari pamannya, Obiang secara brutal menindas perbedaan pendapat dengan melakukan penangkapan yang tidak sah, penghilangan paksa, dan penyiksaan.
