Tag: kosmetik

  • Produk Perawatan Tubuh Berbahan Alami Makin Diminati

    Produk Perawatan Tubuh Berbahan Alami Makin Diminati

    7cloud.asia – Minat masyarakat terhadap produk yang menggunakan bahan alami, termasuk produk kosmetik dan perawatan tubuh berbahan alami terus meningkat

    Produk-produk perawatan kulit dari bahan alami yang proses pembuatannya melibatkan bioteknologi diprediksi populer selama tahun 2025.

    Pilihan ke produk berbahan alami ini karena dianggap lebih aman dan mampu memberikan manfaat optimal.

    Dwi Hastuti selaku Kepala Bidang Riset dan Inovasi PT Kosmetika Global Indonesia, unit manufaktur produk perawatan kulit dan kosmetik J99 Corp., menyampaikan bahwa penggunaan bahan seperti peptide, exosome, dan stem cell diperkirakan makin populer tahun depan.

    Baca: Deretan bahan alami untuk usir tikus

    “Bahan-bahan ini memiliki tingkat kemurnian yang tinggi sehingga lebih efektif dalam merawat kesehatan kulit. Dengan teknologi bioteknologi, manfaat bahan alami dapat dimaksimalkan,” katanya sebagaimana dikutip dalam siaran pers perusahaan di Jakarta, Rabu (1/1/2025).

    Penggunaan bahan alami dan bioteknologi dalam pembuatan produk perawatan kulit menjadi tren seiring dengan meningkatnya kesadaran konsumen mengenai pentingnya efektivitas dan keamanan produk yang mereka gunakan.

    Dwi mengemukakan pentingnya para pelaku usaha kecantikan memahami konsep produk mereka agar bisa mengembangkan formula produk yang berkualitas dan aman.

    “Pemahaman yang baik memungkinkan pengembangan produk dengan formula aman dan berkualitas,” katanya.

    Baca: Mengusir nyamuk dengan cara ramah lingkungan

    Sementara itu, CEO J99 Corp. Ganesya Widya menggarisbawahi pentingnya teknologi dalam proses produksi.

    “Penggunaan Internet of Things (IoT) dalam manufaktur kami memastikan produk lebih higienis dan aman. Inovasi ini membuka peluang bagi produk lokal untuk bersaing di pasar global,” katanya.

    J99 Corp. punya pabrik di Surabaya, Malang, dan Cikarang. Perusahaan ini telah memproduksi lebih dari lima juta produk dan mendukung lebih dari 280 merek lokal maupun internasional.

  • BPOM Cabut Izin Edar 11 Produk Kosmetik, Simak Daftarnya di Sini

    BPOM Cabut Izin Edar 11 Produk Kosmetik, Simak Daftarnya di Sini

    7cloud.asia – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mencabut izin edar 11 kosmetik yang mengandung bahan berbahaya dan/atau dilarang, serta menghentikan sementara kegiatan, termasuk penghentian produksi, distribusi, dan impor kosmetik terkait.

    Kepala BPOM Taruna Ikrar mengatakan bahwa produk-produk tersebut ditemukan dari hasil pengawasan pada triwulan I 2026.

    Dalam keterangannya pada Kamis (7/5/2026) dari total temuan, 4 merek merupakan kosmetik hasil kontrak produksi, 2 merek kosmetik lokal, 2 merek kosmetik impor, serta 3 merek kosmetik tanpa izin edar (TIE).

    Seluruh produk tersebut telah melalui pengujian laboratorium BPOM dan dinyatakan tidak memenuhi persyaratan keamanan.

    “BPOM menemukan sejumlah bahan berbahaya dan dilarang dalam produk-produk tersebut, antara lain asam retinoat, deksametason, hidrokinon, merkuri, pewarna merah K10, serta senyawa 1,4-dioksan,” katanya.

    Temuan kosmetik mengandung bahan-bahan ini berpotensi menimbulkan risiko dan dampak serius bagi kesehatan masyarakat.

    Adapun produk-produk tersebut sebagai berikut:
    BYOUT SKINCARE Brightening Spot Cream (NA18240110213)
    BRASOV Nail Polish No.125 (NA11211500008)
    LT BEAUTY SKIN WSC 2 in 1 (NA18230102345)
    MADAME GIE Madame Take5 01 (NA11221201155)
    SELSUN 7 Herbal (NA18231001535)
    SELSUN 7 Flowers (NA18241001830)
    TZUYU SKIN CARE Day Cream Protection (NA18210111731)
    TZUYU SKIN CARE Glow Expert Night Cream (NA18210111732)
    BEAUTYWISE Rejuvenating Facial Toner
    MONESIA APOTHECARY Melano Glow Duo Night Cream
    MONESIA APOTHECARY Night Melano Cream
    Taruna menjelaskan bahwa asam retinoat dapat menyebabkan iritasi kulit hingga bersifat teratogenik bagi janin. Deksametason berisiko memicu dermatitis, jerawat, hingga gangguan hormonal. Sementara itu, hidrokinon dan merkuri dapat menyebabkan perubahan warna kulit permanen dan iritasi.

    “Merkuri bahkan dapat mengakibatkan kerusakan organ seperti ginjal. Kemudian, senyawa 1,4-dioksan dan pewarna merah K10 berpotensi memicu kanker. Selain itu, pewarna merah K10 juga dapat mengganggu fungsi hati,” katanya.

    Melalui unit pelaksana teknis di seluruh Indonesia, BPOM juga melakukan penertiban terhadap fasilitas produksi dan sarana peredaran, termasuk retail, serta melakukan penelusuran rantai produksi dan distribusi.

    Peredaran kosmetik yang mengandung bahan berbahaya dan/atau dilarang merupakan pelanggaran terhadap Pasal 435 ayat (1) jo. Pasal 138 ayat (2) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.

    Pasal tersebut, katanya, menyatakan bahwa pelaku pelanggaran dapat dikenai pidana penjara paling lama 12 tahun atau denda paling banyak Rp5 miliar.

    Pasal pelanggaran ini dikenakan bagi setiap orang yang memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi yang tidak memenuhi standar dan/atau persyaratan keamanan, kemanfaatan, dan mutu.

    “Produk kosmetik yang beredar wajib memenuhi standar keamanan, kemanfaatan, dan mutu. Tidak ada toleransi bagi penggunaan bahan berbahaya yang dapat membahayakan kesehatan masyarakat,” ujarnya.

    Dia kembali menegaskan bahwa pelanggaran terhadap ketentuan keamanan kosmetik merupakan tindakan serius yang dapat dikenakan sanksi tegas.

    Selain penindakan terhadap pelaku usaha, BPOM juga mengajak masyarakat untuk lebih waspada dalam memilih produk kosmetik.

    Konsumen diimbau untuk tidak mudah tergiur dengan klaim instan tanpa jaminan keamanan serta selalu memastikan produk yang digunakan telah memiliki izin edar resmi.

    BPOM menegaskan bahwa perlindungan konsumen merupakan tanggung jawab bersama. Kesadaran pelaku usaha untuk mematuhi regulasi dan kehati-hatian masyarakat dalam memilih produk menjadi kunci dalam memutus rantai peredaran kosmetik berbahaya serta menciptakan ekosistem produk yang aman di Indonesia.