7cloud.asia – Pemerintah Kota Tangerang, Banten mengerahkan seluruh OPD untuk bergerak guna meningkatkan kesiagaan menanggulangi bencana hidrometeorologi basah.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang Ubaidillah Anshar mengatakan, salah satu upaya yang dilakukan adalah normalisasi seluruh drainase yang ada di Kota Tangerang.
Selain itu pihaknya juga memastikan seluruh rumah pompa berfungsi dengan baik, sehingga ketika timbul genangan bisa segera teratasi.
Di tingkat masyarakat, diimbau untuk mengaktifkan kerja bakti, memperbanyak biopori, tidak membuang sampah sembarangan hingga memastikan barang-barang berharga ditempatkan dengan aman.
”Semua pihak melakukan langkah antisipasi, insyaallah semua dampaknya bisa kita minimalkan,” kata Ubaidilillah dikutip antaranews.com, Rabu (12/2/2025)
Baca: Cuaca ekstrem picu bencana hidrometeorologi di sejumlah daerah
Sebelumnya, Penjabat Wali Kota Tangerang Nurdin mengatakan dari pemetaan masalah banjir di Kota Tangerang beberapa waktu lalu, masyarakat diimbau untuk memperbanyak lubang biopori hingga pemukiman padat penduduk.
Sehingga jalur-jalur aliran air di pemukiman semakin banyak dan potensi banjir dapat diminimalkan.
Sedangkan di tingkat Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang, usai Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) tergenang banjir, telah dilakukan koordinasi dan bersurat resmi ke BNPB untuk melakukan intervensi terkait normalisasi Kali Perancis
Status siaga darurat bencana Hidrometeorologi diperpanjang hingga 11 Maret 2025 karena informasi dari BMKG memprakirakan periode dasarian 1 Februari 2025 berpotensi terjadi hujan lebat.
Perpanjangan Status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi, seluruh pemangku kepentingan hingga elemen masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan.
Baca: Pemanasan global picu bencana akan lebih sering terjadi
Informasi terkait perpanjangan status siaga darurat bencana Hidrometeorologi telah ditandatangani Penjabat Wali Kota Tangerang Nurdin dan telah disebarluaskan ke seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dan elemen masyarakat.
Harapannya, semua pihak bisa meningkatkan kewaspadaan terkait potensi hujan lebat yang berdampak pada bencana banjir di wilayah yang sebelumnya pernah terjadi.
“Kepada semua pihak agar meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca, iklim atau kebencanaan. Status siaga hidrometeorologi yang sebelumnya berakhir 11 Februari, diperpanjang hingga 11 Maret 2025,” kata Ubaidillah.
Sementara itu BMKG melalui surat tertanggal 31 Januari 2025 perihal Peringatan Dini Cuaca dan Iklim Provinsi Banten Periode Dasarian I Februari 2025.
Selain itu BMKG menginformasikan pada Dasarian II Februari hingga Dasarian I Maret, Kota Tangerang diprediksi berada pada curah hujan harian kategori rendah hingga menengah.
Beberapa kecamatan di Kota Tangerang pun masuk dalam potensi banjir kategori menengah.