Tag: kota tua

  • Kawasan Kota Tua Akan Diitegrasikan dengan Kawasan Pecinan di Pancoran/Glodok

    Kawasan Kota Tua Akan Diitegrasikan dengan Kawasan Pecinan di Pancoran/Glodok

    7cloud.asia – Pemerintah kota (Pemkot) Jakarta Barat menyiapkan integrasi Kawasan Pancoran, Glodok, Taman Sari atau Chinatown dengan Kota Tua.

    Kepala Suku Badan Perencanaan Pembangunan Kota Jakarta Barat, Achmad Ichsan Tasik mengatakan, persiapan integrasi tersebut menyusul pembangunan Moda Raya Terpadu (MRT) di depan gerbang Chinatown.

    Pembangunan Moda Raya Terpadu (MRT) di depan gerbang Chinatown ini akan diikuti pembangunan trotoar menuju Kota Tua

    “Nah, nanti kan dengan pembangunan MRT akan dibangun juga trotoar yang di depannya, jadi bisa menyatu sama kota tua. Itu makanya Glodok (Chinatown) disiapkan,” katanya Selasa (27/2/2024) dikutip Antaranews.com

    Baca: Kota Tua menjadi salah satu kawasan rendah emisi di Jakarta

    Achmad mengatakan bahwa persiapan tersebut dilakukan dengan menata sejumlah titik di kawasan Chinatown.

    Kawasan Glodok mulai ditata tahun 2022 sampai 2024 dengan pengerukan saluran tengah, trotoar sekitarnya, saluran Jalan Gloria perbaiki.

    Selain itu jalan ke arah parkiran Gloria yang menampung kendaraan pengunjung Kota Tua juga akan ditata dan ​​​​​diperkeras.

    “Kemudian, UMKM-nya itu, pedagang-pedagang itu kita geser ke kanan supaya bisa masuk parkirannya,” kata Achmad.

    Baca: Penataan Kota Lama Semarang yang humanis

    Menurut Achmad, parkiran di bagian belakang Jalan Gloria akan dibangun parkiran bertingkat oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Perhubungan DKI Jakarta.

    “Sudah mempunyai desainnya. Tinggal menggelontorkan anggarannya. Nah itu perlu pembahasan lagi nanti. Apakah pakai APBD atau CSR,” kata Achmad.

    Untuk pembangunan parkiran tersebut, kata Achmad, sempat digelontorkan dana sekitar Rp5 miliar, namun dibatalkan karena alasan efisiensi.

    “Kemarin itu sempat sudah digelontorkan anggarannya kurang lebih lima miliar rupiah. Nah, itu kemarin kena efisiensi. Jadi, itu mati,” katanya.

    Baca: Merawat Gereja Immanuel

    Kelanjutannya mungkin ​​​​​​​akan dicarikan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) atau lainnya. “Tapi jelas itu akan dibangun (parkiran bertingkat),” kata Achmad.

    Menurut Achmad, penataan di Chinatown juga berupa pengadaan lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) beserta tiang-tiangnya, lampu-lampu tematik.

    juga akan dilakukan pemagaran saluran tengah, penambahan kantong parkir, perbaikan jembatan penyeberangan dan lainnya.

    “Jadi, kalau orang mau ke tempat wisata Kota Tua, salah satunya ada Glodok-Pancoran atau Chinatown. Dan itu langsung, karena kan satu jalur, menyatu nanti,” kata Achmad.

    Baca: Stasiun Tanjung Priuk yang legendaris

  • Free Walking Tour: Serunya Menjelajahi Kawasan Kota Tua Jakarta

    Free Walking Tour: Serunya Menjelajahi Kawasan Kota Tua Jakarta

    7cloud.asia – Kawasan Kota Tua sebagai cikal bakal kota Jakarta menyimpan kisah yang menarik untuk diulas dan digali.

    Buat kamu yang tertarik menyelami kisah Kota Tua yang awalnya bernama Jayakarta ini bisa mengikuti kegiatan Free Walking Tour yang digelar UPK Kota Tua. Dengan tur ini kita bisa berkeliling dan mendalami sejarah kawasan Kota Tua.

    Peserta Free Walking Tour dapat menikmati tur yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mendidik. Tidak hanya mengenal bangunan-bangunan bersejarah, tetapi juga memahami bagaimana Kota Tua berperan penting dalam perkembangan Jakarta dan Indonesia.

    Dan, di bulan Ramadan tahun ini, kegiatan Free Walking Tour digelar mulai 14-28 Maret 2025 yang bertujuan untuk memperkenalkan sejarah dan budaya Kota Tua Jakarta kepada wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.

    Ada tiga rute utama tur Free Walking Tour, yaitu Oud Batavia en Omstreken yang mengajak peserta untuk mengenal sejarah bangunan-bangunan di Kota Tua,

    Lantas, Explore Arabian Village of Pekojan yang menggali budaya dan kuliner Arab di kawasan Pekojan, Jakarta Barat, serta The Secret of Chinatown yang lebih fokus pada kuliner dan tempat-tempat religi di kawasan pecinan.

    Setiap sesi berlangsung sekitar satu hingga dua jam, dengan satu sesi per hari selama bulan Ramadan dan semua diselenggarakan tanpa dipungut biaya.

    Baca: Kawasan Kota Tua akan diintegrasikan dengan Kawasan Pecinan Glodok

    Dilansir Antaranews.com, tema Oud Batavia en Omstreken yang fokus pada kawasan Kota Tua dimulai dengan penjelasan asal-usul nama Kota Tua.

    “Awalnya, nama kawasan ini adalah Sunda Kelapa, yang lebih tepat disebut kawasan daripada kota,” ungkap Arief yang memandu tur ini pada Jumat (14/3/2025).

    Ia menjelaskan bahwa nama Sunda Kelapa berasal dari banyaknya orang Sunda yang tinggal di kawasan tersebut, serta keberadaan pohon kelapa yang banyak tumbuh di sekitar pelabuhan.

    Seiring dengan berjalannya waktu, kawasan ini beralih nama menjadi Jayakarta, kemudian Batavia setelah Belanda menguasai wilayah ini pada abad ke-17.

    Kota Batavia, yang merupakan pusat perdagangan Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC), menjadi pusat ekonomi dan pemerintahan yang berkembang pesat.

    Lebih lanjut, Arief juga menjelaskan tentang asal-usul Jakarta, yang mulai berkembang dengan pendirian VOC pada tahun 1602, dan bertahan hingga VOC mengalami kebangkrutan pada tahun 1799.

    Baca: Kawasan Kota Tua akan dijadikan kawasan rendah emisi

    “VOC bukan hanya pusat dagang, tapi juga pemerintahan yang membangun kota ini,” kata Arief, seraya mengungkapkan bahwa Batavia memiliki tembok kota yang membatasi wilayah pusat kota dari daerah sekitarnya.

    Tur dilanjutkan dengan penjelasan mengenai sejumlah bangunan bersejarah yang ada di kawasan Kota Tua, yang saat ini difungsikan menjadi Museum Keramik dan Seni Rupa.

    Di masa lalu, kedua bangunan ini awalnya berfungsi sebagai kantor pengadilan, yang dikenal dengan nama Raad Van Justisie.

    “Bangunan ini dibangun pada abad ke-18 dan kemudian beralih fungsi seiring dengan perubahan pemerintahan,” tambah Arief.

    Pada masa penjajahan Jepang, bangunan tersebut digunakan sebagai kantor logistik, sebelum akhirnya menjadi museum hingga saat ini.

    Kegiatan tur pun berlanjut ke Gedung Kantor Pos, yang meskipun bukan kantor pos pertama di Batavia, memiliki sejarah yang sangat menarik.

    Baca: Gereja Imanuel salah satu gereja tertua di Jakarta

    “Kantor pos pertama ada di dekat pelabuhan, namun kantor pos besar yang kita lihat sekarang dibangun pada abad ke-19,” ujar Arief.

    Dari tempat ini, terungkap sistem pengiriman surat yang mengukur tarif berdasarkan jarak, dari Jakarta menuju berbagai daerah sekitar.

    Tur terus berlanjut ke beberapa tempat menarik lainnya, termasuk Museum Sejarah Jakarta, yang merupakan balai kota pertama Batavia yang dibangun pada tahun 1627, serta tempat eksekusi yang terletak di depan kantor pemerintahan VOC.

    “Panggung ini digunakan untuk eksekusi hukuman mati yang sering disaksikan banyak orang, bahkan di abad ke-19,” ungkap Arief.

    Peserta tur lalu diajak mengunjungi dan mendengar legenda Meriam Si Jagur yang berasal dari Portugis, serta Monumen Trem yang menjadi simbol sejarah transportasi di Indonesia.

    Rute tur kemudian bergerak ke arah Kali Besar, yang pada masa lalu merupakan jalan utama dan sentral bisnis di masa pemerintahan Belanda.

    “Jadi di sini dikenal dengan namanya Central Bussiness District. Makanya banyak bank-bank luar negeri yang berdiri di sini,” jelas Arief.

    Baca: Belajar sejarah Indonesia di Monas

    Sambil memandangi bangunan putih dan Toko Merah di antaranya, Arief bercerita panjang tentang asal usul penamaannya dengan peristiwa Geger Pecinan 1740.

    Tidak hanya lanskap bangunan, di atas Kali Besar terdapat Jembatan Budaya dan Monumen Penurunan Air Tanah yang mengungkapkan betapa cepatnya penurunan permukaan tanah di Jakarta.

    Mendekati akhir tur, peserta dibawa mengenal kawasan Bank Indonesia yang merupakan bekas rumah sakit dan kemudian menjadi kantor perbankan.

    Perjalanan pun ditutup dengan singgah di kawasan seberang Stasiun Jakarta Kota, yang dulunya dikenal sebagai Stasiun BEOS (Bataviasche Ooster Spoorweg Maatschappij).

    Konon, nama Beos diambil dari nama perusahaan Belanda yang mengelola stasiun tersebut di masa lalu. Adapun saat ini, Stasiun Jakarta Kota atau Stasiun Beos hanya melayani KRL Commuter Line Jabodetabek dengan 12 jalur kereta.

    Di akhir tur, Arief menjelaskan Free Walking Tour sendiri diharapkan memberikan pengalaman berharga bagi para peserta tur untuk menggali sejarah Jakarta yang kaya akan budaya dan peristiwa penting.

    Ia menambahkan, meski banyak wisatawan asing yang datang pada musim liburan, wisatawan domestik pun tak sedikit yang tertarik untuk mengikuti tur ini, terutama untuk mengenal lebih dalam tentang sejarah Jakarta.

     

  • Revitalisasi Kawasan Kota Tua Jakarta: Jadi Ruang Hidup untuk Warga, Seniman, dan Pelaku Ekonomi Kreatif

    Revitalisasi Kawasan Kota Tua Jakarta: Jadi Ruang Hidup untuk Warga, Seniman, dan Pelaku Ekonomi Kreatif

    7cloud.asia – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pemerintah Pusat sepakat untuk mempercepat revitalisasi Kawasan Kota Tua agar menjadi tujuan wisata unggulan di Jakarta.

    Revitalisasi Kota Tua akan dilakukan secara bertahap dan ditargetkan rampung pada tahun 2029. Pasca revitalisasi, wisata Kota Tua nantinya akan menggabungkan nilai sejarah, budaya, dan ekonomi kreatif.

    Revitalisasi Kawasan Kota Tua dikawal langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani.

    Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani menyatakan revitalisasi Kota Tua adalah kerja kolektif. Pemerintah pusat akan berkoordinasi dengan BUMN untuk memastikan proses berjalan sesuai perlindungan cagar budaya.

    Ia menegaskan, revitalisasi harus menjaga nilai sejarah kawasan sekaligus menciptakan peluang baru bagi dunia usaha, akademisi, dan pelaku industri kreatif di Jakarta.

    Baca: Serunya menjelajahi Kawasan Kota Tua Jakarta

    Melalui program revitalisasi ini, Kota Tua Jakarta diharapkan tidak hanya menjadi kawasan wisata, tetapi juga ruang hidup bagi warga, seniman, dan pelaku ekonomi kreatif.

    Revitalisasi Kota Tua Jakarta akan dilakukan secara berkelanjutan melalui pembentukan task force lintas sektor yang melibatkan unsur pemerintah pusat, Pemprov DKI, BUMN, dan pihak swasta.

    Pada tahap awal 2026, Pemprov DKI akan memprioritaskan perbaikan infrastruktur dasar seperti jalan, sungai, dan jalur pedestrian di sekitar kawasan Kota Tua.

    Pembangunan infrastruktur dasar ini menjadi pondasi penting untuk menapaki fase lanjutan seperti revitalisasi gedung, penataan ruang, dan pengembangan ekonomi kreatif di Kota Tua.

    Pramono menegaskan, Kota Tua bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan simbol identitas sejarah Kota Jakarta yang harus dihidupkan kembali dengan cara modern dan inklusif.

     

    Baca: Kawasan Kota Tua akan diintegrasikan dengan Kawasan Pecinan di Glodok

    Ia ingin kawasan ini berkembang sebagai ruang publik yang menggabungkan fungsi seni, budaya, pendidikan, dan ekonomi kreatif tanpa menghilangkan nilai sejarahnya.

    “Kota Tua harus naik kelas. Kami ingin menjadikannya pusat budaya dan kreativitas yang bisa menarik wisatawan domestik maupun mancanegara,” kata Pramono di sela-sela kunjungan ke Kota Tua, Senin (20/10/2025).

    Sebelumnya, Pramono Anung juga mengungkapkan rencana pemindahan Institut Kesenian Jakarta (IKJ) yang saat ini berada di Cikini ke kawasan tersebut.

    Usulan ini bertujuan menjadikan Kota Tua sebagai pusat kegiatan seni dan budaya, sekaligus memperkuat atmosfer kreatif di kawasan bersejarah tersebut.

    “Kami akan mengusulkan kepada pemerintah pusat untuk memindahkan IKJ ke tempat ini (Kota Tua),” ujar Pramono Anung, Sabtu (18/10/2025).

    Baca: Kawasan Kota Tua akan dijadikan kawasan rendah emisi

    Pramono menjelaskan, langkah itu diambil agar Kota Tua tidak hanya berfungsi sebagai kawasan wisata sejarah, tetapi juga menjadi ruang hidup bagi para seniman untuk berkarya.

    Ia menilai, keberadaan mahasiswa dan seniman dari IKJ akan menghidupkan kembali suasana kawasan Kota Tua yang tengah direvitalisasi.

    “Ini memerlukan banyak talent-talent seniman yang secara langsung bisa berpanggung di sini, dan saya yakin, ruang kreativitasnya menjadi lebih baik, lebih lebar, lebih luas,” kata Pramono.

    Menurutnya, kehadiran lembaga seni itu akan memperkuat karakter Kota Tua sebagai pusat ekspresi seni dan budaya urban. Namun, pemindahan IKJ baru akan dilakukan setelah infrastruktur pendukung dan jalur MRT Fase II (Bundaran HI–Kota) selesai.

    Tahap pembangunan di atas tanah akan diselesaikan pada 2027, bertepatan dengan perayaan 500 Tahun Jakarta, sementara konstruksi bawah tanah dan konektivitas MRT ditargetkan selesai dua tahun kemudian.

    “Dengan rampungnya MRT ke Kota Tua, kawasan ini akan menjadi hub baru Jakarta yang menghubungkan masa lalu dan masa depan kota,” pungkas Pramono.

    Reporter: Kemal Maulana

  • Revitalisasi Kawasan Kota Tua Ditargetkan Rampung 2029

    Revitalisasi Kawasan Kota Tua Ditargetkan Rampung 2029

    7cloud.asia – Wakil Gubernur Rano Karno menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menata kawasan Kota Tua. Ditargetkan, pekerjaan penataan selesai seiring dengan rampungnya pembangunan Stasiun MRT, pada 2029 mendatang.

    “Jangan sampai MRT selesai Kota Tua baru dibenahi, itu sudah sangat terlambat,” tegas Rano, saat meninjau kawasan Kota Tua, Rabu (17/12/2025).

    Rano mengatakan, dari infomasi yang diterimanya Stasiun Kereta Api Beos yang ada di Kawasan Kota setiap harinya diakses 1,3 juta orang.

    Sementara dari sarana transportasi MRT diproyeksikan bakal ada 500 ribu penumpang setiap harinya yang menuju Kawasan Kota Tua.

    Baca: Kawasan Kota Tua bakal direvitalisasi

    Jika ditambah dengan pengguna Transjakarta, diperkirakan ada sekitar 2,5 juta orang yang beraktivitas di kawasan Kota Tua setiap hari.

    “Jumlah itu merupakan potensi yang akan berdampak terhadap perekonomian bila dikelola dengan baik. Karena itu, penataan kawasan Kota Tua harus terukur dan terintegrasi,” tukas Rano.

    Diutarakan Rano, penataan Kawasan Kota Tua juga meliputi revitalisasi sungai di kawasan tersebut.

    Tidak hanya penataan fisik, Pemprov DKI Jakarta juga akan mempersiapkan pembentukan lembaga yang secara teknis akan bertanggungjawab memastikan proses penataan Kota Tua berlangsung sesuai rencana.

    Baca: Kawasan Kota Tua akan diitegrasikan dengan kawasan Pecinan di Pancoran/Glodok

    Selain melakukan perencanaan revitalisasi dan operasional, jelas Rano, nantinya lembaga tersebut juga akan berperan melakukan pembagian tanggung jawab pekerjaan penataan.

    “Ini menandakan bahwa kami serius. Pak Gubernur telah memerintahkan saya untuk serius merevitalisasi kota tua ini,” tandasnya.

    Kota Tua Jakarta, juga dikenal dengan sebutan Batavia Lama (Oud Batavia), adalah sebuah wilayah seluas 1,3 kilometer persegi melintasi Jakarta Utara dan Jakarta Barat (Pinangsia, Taman Sari dan Roa Malaka).

    Kawasan Kota Tua merupakan cikal bakal Kota Jakarta. Sebagai Batavia, Kota Tua pernah dijuluki sebagai “Permata Asia” dan “Ratu dari Timur” pada abad ke-16 oleh pelayar Eropa

    Jakarta Lama dianggap sebagai pusat perdagangan untuk benua Asia karena lokasinya yang strategis dan sumber daya melimpah.

    Baca: Kawasan Kota Tua akan menjadi salah satu kawasan rendah emisi

  • Ada Bangunan Kuno di Kawasan Kota Tua Terbengkalai, Begini Penjelasan UPK Kota Tua

    Ada Bangunan Kuno di Kawasan Kota Tua Terbengkalai, Begini Penjelasan UPK Kota Tua

    7cloud.asia – Kondisi sejumlah bangunan yang dinilai terbengkalai di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat menjadi sorotan publik. Apalagi pada saat bersamaan, Pemprov DKI Jakarta sedang mengampanyekan revitalisasi Kota Tua menyambut 500 tahun Kota Jakarta.

    Artikel di sebuah media, dengan memuat pernyataan narasumber, menyebut bahwa bangunan yang terbengkalai berada di bawah pengawasan Unit Pengelola Kawasan Kota Tua. Namun, institusi ini tidak memiliki kewenangan penuh karena fungsi pariwisata dan kebudayaan terpisah.

    Kepala Unit Pengelola Kawasan Kota Tua, Denny Aputra, menegaskan, kondisi bangunan yang disorot bukan merupakan bentuk pembiaran dari pemerintah.

    Dia mengatakan, status lahan dan aset pada lokasi terkait saat ini terikat pada proses hukum yang telah berkekuatan hukum tetap (inkracht).

    Dasar hukum yang dimaksud Putusan Mahkamah Agung Nomor 2583 K/Pdt/2013 antara Negara Republik Indonesia, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melawan PT Tunas Dipta Persada.

    Denny menambahkan, Putusan Mahkamah Agung tersebut berkaitan dengan sengketa pemutusan kontrak sepihak mengenai pemanfaatan lahan yang dikuasai pemerintah.

    Baca: Revitalisasi kawasan Kota Tua Jakarta ditargetkan rampung pada 2029

    “Sengketa ini berdampak langsung pada status penguasaan dan pengelolaan aset, termasuk bangunan bersejarah yang berada di kawasan Kota Tua,” ujarnya dalam keterangan tertulis kepada media, Jumat (16/1/2026)

    Menurut Denny, kondisi fisik bangunan saat ini tidak dapat dilepaskan dari proses pengambilalihan dan penataan kembali aset pasca-sengketa tersebut.

    Denny menyampaikan, kewenangan UPK Kota Tua dalam melakukan penataan fisik maupun pemanfaatan bangunan menjadi sangat terbatas selama tahapan hukum dan administrasi pengelolaan aset daerah masih berjalan.

    “Bangunan-bangunan tersebut tidak dapat dilakukan intervensi fisik atau pemanfaatan lebih lanjut hingga proses hukum dan seluruh tahapan administrasi pengelolaan aset selesai,” ujarnya.

    Ia menyebut, hal ini dilakukan untuk memastikan seluruh langkah pemerintah tetap sesuai dengan ketentuan hukum dan regulasi pengelolaan aset daerah yang berlaku.

    Denny menambahkan, penataan dan pemanfaatan kawasan Kota Tua ke depan akan menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mewujudkan Jakarta sebagai Kota Global dan Berbudaya.

    Baca: Kawasan Kota Tua bakal diitegrasikan dengan Pecinan di Pancoran/Glodok

    “Kondisi bangunan yang saat ini terlihat belum tertangani bukan merupakan bentuk pembiaran, melainkan konsekuensi dari proses hukum yang harus dihormati dan dijalankan hingga tuntas,” tandasnya.

    Saat ini Pemprov DKI Jakarta sedang menata kawasan Kota Tua Jakarta atau yang dikenal dengan Oud Batavia. Penataan ditargetkan rampung pada 2029 seiring pembangunan MRT JakartavFase 2.

    Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno mengatakan, tidak hanya penataan fisik, Pemprov DKI Jakarta juga akan mempersiapkan pembentukan lembaga yang secara teknis akan bertanggungjawab memastikan proses penataan Kota Tua berlangsung sesuai rencana.

    Selain melakukan perencanaan revitalisasi dan operasional, jelas Rano, nantinya lembaga tersebut juga akan berperan melakukan pembagian tanggung jawab pekerjaan penataan.

    “Ini menandakan bahwa kami serius. Pak Gubernur telah memerintahkan saya untuk serius merevitalisasi kota tua ini,” ujarnya beberapa waktu lalu. 

    Kota Tua Jakarta, juga dikenal dengan sebutan Batavia Lama (Oud Batavia), adalah sebuah wilayah seluas 1,3 kilometer persegi melintasi Jakarta Utara dan Jakarta Barat (Pinangsia, Taman Sari dan Roa Malaka).

    Kawasan Kota Tua merupakan cikal bakal Kota Jakarta. Sebagai Batavia, Kota Tua pernah dijuluki sebagai “Permata Asia” dan “Ratu dari Timur” pada abad ke-16 oleh pelayar Eropa

    Foto:BBCIndonesia

  • Kawasan Kota Tua Bakal Jadi Tujuan Wisata Utama di Jakarta, Seperti Ini Rencana Penataannya

    Kawasan Kota Tua Bakal Jadi Tujuan Wisata Utama di Jakarta, Seperti Ini Rencana Penataannya

    7cloud.asia – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta saat ini sedang merevitalisasi kawasan Kota Tua, usai revitalisasi diharapkan Kota Tua bakal menjadi salah satu destinasi utama wisata Jakarta.

    Usai menghadiri acara “Intimate Dialogue: Kota Tua Update”, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menjelaskan, perubahan utama dalam revitalisasi kawasan Kota Tua yakni hadirnya MRT Jakarta yang ditargetkan rampung pada 2029.

    MRT Jakarta dibangun untuk mendukung mobilitas warga Jakarta, sekaligus meningkatkan aksesibilitas masyarakat dan wisatawan menuju Kota Tua.

    Karena itu, dalam menata kawasan Kota Tua, Pemprov DKI telah menyiapkan pembangunan dengan mengusung konsep Transit Oriented Development (TOD).

    “Kota Tua game changer-nya adalah MRT. Begitu MRT selesai sampai Kota Tua di tahun 2029, pasti Kota Tua akan menjadi sangat berbeda,” ujar Pramono, di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (9/4/2026).

    Selain MRT, Pemprov DKI bekerja sama dengan PT KAI akan menghidupkan kembali lintasan kereta non-listrik menjadi KRL sepanjang 16 hingga 28 kilometer di kawasan tersebut.
    Menurut Pramono, rute ini akan menghubungkan Kota Tua menuju Tanjung Priok melalui kawasan JIS (Jakarta International Stadium).

    Baca: Revitalisasi kawasan Kota Tua ditargetkan rampung 2029

    Ia meyakini, hadirnya rute baru ini akan menambah moda transportasi dan mempermudah mobilitas masyarakat di wilayah Jakarta Utara.

    “Mudah-mudahan tahun ini sudah bisa selesai, kurang lebih lintasan lama tapi dibuat listrik, yang dulu tidak pernah termanfaatkan lewat Kota Tua, kemudian ke Tanjung Priok dan sebagainya, lewat JIS dan sebagainya,” jelas dia.

    Pramono juga menargetkan layanan KRL menuju JIS akan rampung pada Mei mendatang, sebagai kado HUT Jakarta. Hadirnya layanan baru ini diharapkan bisa mempermudah aksesibilitas masyarakat yang akan berkunjung ke JIS.

    “Dan yang juga tidak kalah pentingnya adalah pada bulan Mei ini, bulan depan, mudah-mudahan KRL untuk JIS juga sudah selesai,” kata dia.

    Pramono menyebut, Kota Tua dan Kepulauan Seribu akan menjadi daya tarik pariwisata Jakarta pada tahun-tahun mendatang. Tercatat, saat ini durasi kunjungan wisatawan mancanegara di Jakarta telah meningkat dari 1,5 hari menjadi hampir 2,8 hari.

    Selain itu, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Jakarta pun juga meningkat. Hal ini terlihat dari jumlah penerbangan ke Jakarta yang juga mengalami kenaikan signifikan.

    Baca: Kawasan Kota Tua akan diitegrasikan dengan kawasan Pecinan di Pancoran/Glodok

    Pramono ingin revitalisasi di kawasan Kota Tua dilakukan secara terencana dan bertahap. Revitalisasi Kota Tua ini diproyeksikan sebagai tempat wisata untuk kalangan masyarakat menengah yang dapat memanfaatkan akses transportasi menggunakan KRL ataupun MRT.

    Sementara Wakil Gubernur Rano Karno menjelaskan, rencana revitalisasi Kota Tua untuk mengembalikan identitas Jakarta sekaligus memperkuat posisinya sebagai kota global yang berakar pada sejarah dan budaya.

    Ia mengungkapkan, Kota Tua dibagi menjadi tiga zona, yakni zona inti, zona pengembangan, dan zona penunjang. Pada tahap awal, revitalisasi akan difokuskan pada zona inti yang mencakup alun-alun Fatahillah hingga Museum Bahari.

    “Yang akan kita fokus adalah di zona intinya dulu. Ini luasnya kira-kira kalau dari total Kota Tua itu hampir 363 hektare, tapi kalau zona inti kira-kira cuma 80. Tapi zona inti ini juga termasuk yang namanya Museum Bahari itu,” jelasnya.

    Selain itu, Pemprov DKI juga akan memprioritaskan penyediaan fasilitas bagi para UMKM dan pedagang kaki lima serta pembangunan area parkir.

    Untuk memastikan revitalisasi berjalan lancar, Rano mengungkapkan rencana tim revitalisasi yang akan mulai berkantor di Kota Tua dalam waktu dekat.

    “Keseriusan ini adalah kita sudah mempunyai tim revitalisasi Kota Tua dan Insya Allah di saat waktunya tepat, saya sendiri sebagai penanggung jawab akan berkantor di Kota Tua,” tandas Wagub Rano.

    Baca: Kawasan Kota Tua diproyeksikan jadi kawasan rendah emisi

  • Kawasan Kota Tua Jadi Zona Rendah Emisi, Pengunjung Diimbau Gunakan Transportasi Publik

    Kawasan Kota Tua Jadi Zona Rendah Emisi, Pengunjung Diimbau Gunakan Transportasi Publik

    7cloud.asia – Pengelola Kawasan Kota Tua Jakarta mendorong wisatawan menggunakan transportasi publik saat berkunjung ke kawasan wisata bersejarah tersebut. Hal ini sejalan dengan rencana pengembangan kawasan tersebut menjadi zona rendah emisi.

    Kepala Unit Pengelola Kawasan Kota Tua Jakarta Denny Aputra dikutip Antaranews.com, Minggu (14/6/2026) mengatakan Kota Tua selama ini menjadi salah satu tujuan wisata favorit yang mudah diakses menggunakan transportasi publik.

    Saat ini Kawasan Kota Tua Jakarta dapat diakses dengan menggunakan kereta rel listrik (KRL) ataupun TransJakarta.

    Denny mengatakan integrasi transportasi publik di kawasan tersebut akan terus diperkuat seiring program revitalisasi Kota Tua yang ditargetkan rampung pada 2029.

    “2029 Transjakarta dan MRT itu akan terkoneksi melalui Stasiun Kota. Stasiun terkoneksi, MRT terkoneksi, Transjakarta terkoneksi,” terang Denny.

    Sementara wisatawan yang datang ke Kawasan Kota Tua tak hanya berasal dari Jakarta, tetapi juga datang dari daerah penyangga hingga luar kota.

    Baca: Kawasan Kota Tua Bakal Jadi Tujuan Wisata Utama di Jakarta

    “Wisatawan dari Serang, Banten, menjadi salah satu kelompok yang kerap memanfaatkan kereta untuk berkunjung ke Kota Tua,” kata dia.

    Selain penguatan konektivitas transportasi publik, pengelola Kawasan Kota Tua juga menyiapkan sejumlah peningkatan fasilitas, seperti program pemilahan sampah perbaikan akses jalan, peningkatan keamanan kawasan, serta penguatan layanan informasi bagi pengunjung.

    Selain kemudahan akses, kawasan Kota Tua juga menghadirkan suasana yang berbeda bagi pengunjung. Wisatawan dapat menikmati bangunan bersejarah dan ruang terbuka yang menjadi daya tarik tersendiri.

    Denny berharap kemudahan akses transportasi publik dan daya tarik yang ada dapat mendorong semakin banyak wisatawan datang ke Kota Tua.

    Dan, terintegrasinya transportasi publik diharapkan akan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi sehingga kawasan wisata tersebut menjadi lebih nyaman dan ramah lingkungan.

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan pengelola Kawasan Kota Tua menyiapkan sejumlah konsep pengembangan antara lain dengan menghadirkan jalur trem listrik dan penerapan kawasan rendah emisi atau Low Emission Zone (LEZ).

    Baca: Jakarta Akan Terus Perluas Kawasan Rendah Emisi

    “Salah satunya kita akan membangun juga LEZ atau Low Emission Zone. Jadi kita akan membatasi kendaraan nanti ketika sudah jadi semuanya,” kata Denny.

    Konsep tersebut, menurut Denny, menjadi bagian dari upaya menjadikan Kota Tua sebagai tujuan wisata berkelas global sekaligus memperkuat identitas sejarah kawasan.

    Selain itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga berencana menghidupkan kembali moda transportasi trem yang pernah beroperasi di kawasan tersebut. Namun, trem yang direncanakan nantinya akan menggunakan tenaga listrik.

    Menurut Denny, jalur trem direncanakan melintasi kawasan wisata Kota Tua dan terhubung dengan sejumlah titik strategis, termasuk area dekat Sunda Kelapa. Meski demikian, detail jalur masih dalam pembahasan.

    Denny menambahkan revitalisasi dilakukan untuk menghidupkan kembali nilai sejarah kawasan sekaligus meningkatkan kenyamanan wisatawan.

    “Pak Gubernur melihat bahwa itu menjadi moda transportasi awal, membangun sejarahnya kembali, dan memastikan revitalisasi Kota Tua di 2029 ini menjadi destinasi Jakarta, kota global,” katanya.