Tag: kurang tidur

  • Kenali Penyebab Kurang Tidur dan Gangguan Kualitas Tidur

    Kenali Penyebab Kurang Tidur dan Gangguan Kualitas Tidur

    7cloud.asia –  Kurang tidur dan rendahnya kualitas tidur dapat berdampak pada kesehatan fisik dan mental.

    Kurang tidur dan rendahnya kualitas tidur dapat mengganggu fokus dalam bekerja, memperburuk suasana hati dan gangguan lainnya.

    Bahkan hasil penelitian mengungkap kurang tidur dan rendahnya kualitas tidur meningkatkan risiko penyakit alzheimer.

    Nah, buat kamu yang mengalami masalah dengan kualitas tidur ini mulai kenali apa faktor penyebabnya.

    Baca: Ini jadinya jika tidur tidak berkualitas

    Dilansir laman resmi Kemenkes, rendahnya kualitas tidur yang baik dapat disebabkan oleh beberapa hal, antara lain sepert:

    1. Memiliki kebiasaan tidur yang buruk

    Jadwal tidur yang tidak teratur maupun mengonsumsi minuman berkafein atau beralkohol berlebihan dapat menurunkan kualitas tidur.

    Rutinitas yang dilakukan pada pagi hari membuat tubuh memiliki alarm yang secara otomatis terbangun pada waktu biasanya tanpa mempedulikan jam berapa ia tidur.

    Pola tidur yang tidak teratur dan kebiasaan buruk sebelum tidur yang kurang bermanfaat dapat membuat kualitas tidur yang dimiliki semakin menurun yang berdampak pada kurang tidur

    Baca: Mengapa obat tidur sebaiknya dihindari

    2. Stress dan kecemasan yang berkepanjangan

    Memiliki kondisi kesehatan psikologis yang tidak stabil, seperti mengalami stres berat yang berkepanjangan, gangguan kecemasan maupun depresi dapat membuat kualitas tidur menjadi buruk.

    Ketika seseorang mengalami ketidaknyamanan psikologis yang sulit teratasi, ia akan merasakan kesulitan untuk mengontrol dirinya secara penuh dan sadar.

    Ketegangan psikis yang dirasakan membuat seseorang menjadi tidak stabil dan bahkan terus terbawa perasaan dan pikirannya saat tidur sekali pun.

    Kondisi ini membuatnya dapat memiliki gangguan tidur, baik berupa pola tidur yang tidak teratur dan insomnia yang dapat memperparah kondisi ini.

    Bila tidak tertangani dan terus menerus dialami hal ini dapat menjadi ‘lingkaran setan’.

    Baca: Kurangi stres dan kecemasan dengan meditasi

    3. Masalah kesehatan yang kronis 

    Kondisi masalah kesehatan yang kronis tertentu berhubungan dengan pola tidur yang buruk dan secara keseluruhan membuat individu kurang memiliki waktu tidur yang cukup.

    Masalah kesehatan yang dapat mengganggu kualitas tidur penderitanya ini seperti penyakit paru-paru kronis, asma, asam lambung berlebihan, penyakit ginjal, kanker, dan nyeri kronis.

    Sayangnya, sama seperti kondisi stres dan kecemasan, kualitas tidur yang buruk dapat memperburuk gejala dan ketidaknyamanan yang dirasakan oleh penderitanya.

    Baca: Manfaat tidur siang untuk kesehatan otak

    4. Memiliki gangguan tidur atau apnea

    Gangguan tidur apnea adalah suatu kondisi yang ditandai ketidaknormalan ritme dan proses bernafas pada saat tidur.

    Seseorang dengan gangguan sleep apnea ini mengalami gangguan pernapasan sementara selama tidur, yang mengakibatkan suara terengah-engah, terhenti sejenak, tersedak, dan mendengkur.

    Saat mengalami gejala apnea, asupan oksigen akan menjadi tidak beratur yang membuat kinerja organ dan otak menjadi kurang optimal dan mengganggu kenyaman tidur.

    Rasa mengantuk yang besar dan kurang berenergi adalah dua keluhan paling umum dari seseorang yang mengidap gangguan sleep apnea ini.

    Memperoleh kualitas tidur yang baik dan sehat dikala kondisi kita sedang tidak stabil memerlukan beberapa penyesuaian dan penerimaan terhadap perubahan yang akan dilakukan.

  • Awas! Kurang Tidur Dapat Tingkatkan Risiko Obesitas

    Awas! Kurang Tidur Dapat Tingkatkan Risiko Obesitas

    7cloud.asia – Kurang tidur ternyata tak hanya berdampak pada kelelahan, tetapi juga dapat memicu peningkatan nafsu makan yang berpotensi meningkatkan risiko obesitas.

    Hal ini diungkapkan Dokter spesialis neurologi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (FKUI RSCM) Astri Budikayanti dalam diskusi kesehatan di Jakarta, Senin (16/3/2026).

    Dalam diskusi yang digelar secara daring ini, Astri menjelaskan kurang tidur dapat memengaruhi hormon yang mengatur rasa lapar sehingga seseorang cenderung lebih sering merasa ingin makan.

    “Ketika kita kurang tidur, tubuh membutuhkan energi lebih. Akibatnya hormon yang memicu rasa lapar meningkat, sehingga kita jadi ingin makan terus,” katanya.

    Baca: Kurang tidur dapat memicu kerusakan otak dan gangguan jantung

    Ia menambahkan bahwa kondisi tersebut dapat menjadi salah satu faktor yang membuat berat badan meningkat apabila terjadi dalam jangka waktu lama.

    Karena itu, menjaga pola tidur yang cukup juga menjadi salah satu bagian penting dalam upaya menjaga berat badan.

    Menurut Astri, orang dewasa umumnya membutuhkan waktu tidur minimal enam jam setiap malam, sementara durasi ideal berkisar tujuh hingga delapan jam.

    Ia juga menjelaskan bahwa kualitas tidur sangat dipengaruhi oleh fase-fase tidur yang terjadi sepanjang malam.

    Baca: Main ponsel sebelum tidur bisa memicu insomnia

    Pada paruh pertama malam, tubuh biasanya memasuki fase tidur dalam yang berfungsi memulihkan otak setelah aktivitas sepanjang hari.

    Sementara pada paruh kedua malam, tubuh lebih banyak memasuki fase Rapid Eye Movement atau REM yang berperan dalam proses pemulihan memori dan fungsi kognitif.

    “Kalau fase tidur ini terganggu, seseorang bisa bangun dalam keadaan tidak segar atau bahkan merasa seperti belum tidur,” ujarnya.

    Ia menambahkan gangguan kualitas tidur juga dapat berdampak pada kemampuan berpikir dan mengingat.

    Karena itu, Astri mengimbau masyarakat untuk menjaga pola tidur yang konsisten serta menghindari kebiasaan yang dapat mengganggu kualitas tidur, seperti begadang atau penggunaan perangkat elektronik secara berlebihan sebelum tidur.