Tag: kurikulum hijau

  • Wujudkan Sekolah dan Kurikulum Hijau, UNESCO Luncurkan Pedoman Menghijaukan Sekolah

    Wujudkan Sekolah dan Kurikulum Hijau, UNESCO Luncurkan Pedoman Menghijaukan Sekolah

    7cloud.asia – Menghijaukan sekolah dan kurikulum hijau adalah cara terbaik mengatasi perubahan iklim dalam jangka panjang. Karena itu perlu pedoman untuk melakukannya.

    Hal ini diungkapkan oleh Direktur Jenderal Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO), Audrey Azoulay.

    UNESCO meluncurkan pedoman menghijaukan sekolah dan kurikulum hijau dengan menekankan pentingnya pemberdayaan pemuda berperan mengatasi perubahan iklim.

    Melansir Antaranews, peluncuran ini dilakukan tepat pada Hari Lingkungan Hidup Sedunia tanggal 5 Juni lalu.

    Baca: Pembangunan ekonomi hijau di Jawa Barat

    Menurut Azoulay, dengan “menghijaukan pendidikan” berarti mengintegrasikan prinsip-prinsip lingkungan yang berkelangsungan ke dalam semua aspek pendidikan, mulai dari materi mengajar hingga kegiatan sekolah.

    “Sudah saatnya pendidikan lingkungan diintegrasikan dalam semua mata pelajaran sekolah, di seluruh jenjang pendidikan dengan pendekatan yang berorientasi pada tindakan, sehingga dapat membantu pemuda memahami bahwa mereka memiliki kekuatan untuk membuat perubahan,” jelas Azoulay.

    Hasil analisis UNESCO terhadap 100 kerangka kurikulum nasional pada tahun 2021 mengungkapkan hampir setengah (47 persen) dari kurikulum tersebut tidak menyinggung perubahan iklim.

    Hanya 23 persen guru merasa mampu menangani isu iklim secara memadai di kelas dan 70 persen dari pemuda yang di survei tidak dapat menjelaskan isu perubahan iklim.

    Mereka juga menyatakan kekhawatiran tentang cara pengajaran mengenai iklim saat ini. 

    Baca: Dampak krisis iklim pada anak

    UNESCO juga menemukan fakta bahwa pendidikan formal terlalu fokus pada penyampaian pengetahuan tentang isu lingkungan, bukan pada tindakan.

    Sehingga pendidikan formal dianggap gagal menunjukkan peran yang dapat dilakukan siswa dalam mengatasi krisis iklim.

    UNESCO akan menjadikan pendidikan lingkungan sebagai prioritas bagi organisasi untuk memberikan dukungan terhadap negara-negara anggotanya.

    UNESCO mempromosikan dua pedoman konkret bagi negara anggota dan komunitas pendidikan di seluruh dunia.

    Pertama, pedoman Kurikulum Hijau dari UNESCO. Suatu pedoman yang menyediakan pemahaman umum tentang apa yang seharusnya ada di dalam pendidikan mengenai iklim.

    Baca: Dampak positif program kampung iklim

    Dalam pedoman tersebut juga dijelaskan bagaimana negara dapat mengintegrasikan topik lingkungan dalam kurikulum pendidikan, dengan capaian pembelajaran yang terperinci menurut kelompok usia masing-masing, dari usia 5 tahun hingga 18 tahun ke atas.

    Panduan tersebut fokus pada pentingnya mempromosikan pembelajaran aktif dan merancang berbagai kegiatan praktikal.

    Kedua, standar Kualitas Sekolah Hijau dari UNESCO. Merupakan pedoman yang dikembangkan melalui kerja sama dengan badan PBB lainnya, masyarakat sipil, dan badan negara.

    Pedoman ini menetapkan persyaratan mínimum tentang cara menciptakan ‘sekolah hijau’ dengan mempromosikan pendekatan yang berorientasi pada tindakan.

    Seluruh sekolah perlu membentuk komite tata kelola lingkungan yang mencakup siswa, guru, dan orang tua untuk mengawasi pengelolaan yang berkelanjutan.

    Baca: Revitalisasi pendidikan untuk penuhi kebutuhan green jobs

    Selain itu, UNESCO mendorong pelatihan guru, melakukan audit energi, air, makanan, dan limbah. sekaligus menyerukan hubungan yang lebih kuat dengan masyarakat luas untuk membantu siswa mengatasi masalah lingkungan di tingkat lokal.

    UNESCO telah memimpin ‘Kemitraan Pendidikan Hijau’, yang kini telah memiliki lebih dari 80 negara anggota.

    ‘Kemitraan Pendidikan Hijau’ ini juga memungkinkan kolaborasi lebih dari 1300 organisasi, termasuk badan-badan PBB, masyarakat sipil, organisasi pemuda, serta sektor swasta.

    Komunitas ini menyediakan berbagai alat penting bagi negara-negara untuk memperkuat peran pendidikan dalam mengatasi gangguan iklim.