7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan semua pihak agar mewaspadai kondisi kerawanan tsunami di Jalan Underpass Lintas Selatan Kulonprogo, Yogyakarta pada periode perjalanan libur Lebaran Idul Fitri 2025.
“Titik risiko yang perlu diwaspadai salah satunya, ya, jalan underpas lintas selatan Bandara Yogyakarta di Kulonprogo, underpas di situ adalah zona rawan tsunami,” ungkap Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati seperti yang dilansir Antaranews.
Karena itu, Dwikorita berharap kementerian teknis dapat menerapkan skema buka tutup lalu lintas pada ruas masuk ke jalan underpas yang berupa terowongan pada periode perjalanan libur lebaran tahun ini.
Baca: Mengenal megathrust yang dapat memicu tsunami
Dengan skema ini, lanjut Dwikorita, kepadatan volume kendaraan yang melintas dalam terowongan dapat berkurang serta membantu sebagai bentuk mitigasi bila kerawanan tsunami di laut pantai selatan sewaktu-waktu terjadi.
“Jadi mohon Kementerian PU, Polri buka tutup jangan sampai macet, nanti mobil justru akan terjebak saat evakuasi bila terjadi tsunami,” harapnya.
Dwikorita menegaskan bahwa BMKG menjamin keandalan distribusi informasi terkait peringatan dini tsunami-deteksi gempa bumi termasuk peringatan dini cuaca ekstrem dengan mengaktifkan seluru sumber daya meterologi, klimatologi dan geofisika yang ada.
Baca: Empat cara yang dapat dilakukan dalam menanggulangi dan mitigasi tsunami
Sebelumnya, Kemeterian Perhubungan memperkirakan jumlah pelaku perjalanan periode libur lebaran tahun ini meningkat dibanding tahun sebelumnya.
Jumlah pelaku perjalanan diprediksi menjadi sebanyak 146,48 juta orang atau sekitar 52 persen dari jumlah total penduduk Indonesia.
Pergerakan di Pulau Jawa diperkirakan menjadi yang terbesar pada puncak arus mudik yang mulai berlangsung sekitar 21 Maret dan arus balik 11 April 2025.
