Tag: lemak

  • Meski Berlemak Tinggi, tapi Makanan Ini Menyehatkan Lho!

    Meski Berlemak Tinggi, tapi Makanan Ini Menyehatkan Lho!

    7cloud.asia – Banyak yang beranggapan makan berlemak tinggi akan berdampak buruk bagi kesehatan. Padahal ada pula makanan berlemak tinggi yang justru menyehatkan. Salah satunya telur.

    Lemak adalah salah satu nutrisi yang penting bagi tubuh. Tubuh memerlukan sejumlah lemak dari makanan sebagai sumber energi dan membantu proses penyerapan nutrisi lain, seperti vitamin yang larut dalam lemak.

    Meski diperlukan tubuh, tetapi harus tetap bijak dalam mengonsumsi makanan berlemak tinggi, karena tidak semua makanan berlemak memiliki jenis lemak yang sehat.

    Diikutip dari Alodokter, makanan berlemak yang tidak sehat adalah makanan yang mengandung banyak lemak jahat, seperti lemak jenuh, kolesterol, dan lemak trans.

    Jenis lemak ini terdapat pada makanan seperti daging merah, kulit ayam, susu full cream, hingga makanan cepat saji atau makanan olahan seperti kentang goreng, es krim, dan biskuit.

    Baca: Bahaya makan gorengan

    Sementara makanan yang mengandung lemak sehat dan baik untuk kesehatan adalah sebagai berikut:

    1. Ikan
    Ikan termasuk makanan berlemak tinggi dan baik untuk kesehatan karena mengandung lemak tak jenuh ganda dan asam lemak omega-3.

    Jenis lemak ini baik dikonsumsi untuk menjaga kesehatan jantung dan otak serta memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak.

    Berdasarkan hasil penelitian, orang yang rutin menjalani pola makan sehat, termasuk memperbanyak asupan asam lemak omega-3, memiliki risiko lebih rendah terkena beberapa penyakit seperti penyakit jantung dan Alzheimer.

    Ada beberapa jenis ikan yang banyak mengandung lemak sehat, di antaranya ikan sarden, tongkol, kakap, salmon, dan tuna.

    2. Telur
    Sebagian orang enggan mengonsumsi telur karena kuning telur mengandung lemak jenuh dan tinggi kolesterol.

    Baca: Tumpukkan lemak di perut picu alzheimer

    Tetapi beberapa studi telah membuktikan bahwa konsumsi telur tidak menimbulkan bahaya bagi kesehatan, asalkan jumlah telur yang dikonsumsi tidak berlebihan.

    Memang tak dapat dipungkiri kuning telur mengandung lemak jenuh, namun juga mengandung lemak sehat omega-3 dan protein serta mineral yang tinggi.

    Kandungan nutrisi pada telur menjadikan makanan ini sehat untuk dikonsumsi. Dengan mengkonsumsi telur secara teratur, kesehatan jantung, otak, dan mata dapat terjaga.

    3. Alpukat
    Alpukat mengandung banyak oleic acid atau lemak tak jenuh tunggal yang baik untuk kesehatan jantung.

    Sebuah penelitian menunjukkan bahwa lemak tak jenuh tunggal yang terkandung dalam alpukat mampu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL), jika dikonsumsi dalam jumlah yang cukup.

    Selain itu, alpukat juga mengandung nutrisi lain seperti serat, kalium, folat, zat besi, vitamin A, dan vitamin E.

    Baca: Kanker pankreas intai usia muda

    4. Kacang
    Kacang kaya akan kandungan lemak, vitamin E, vitamin B, magnesium, serat, dan protein.
    Jenis lemak yang terkandung pada kacang-kacangan adalah lemak sehat.

    Sebagai contoh, kacang kenari mengandung asam lemak omega 6 atau asam linoleat yang baik untuk kesehatan jantung.

    Penelitian menyebutkan bahwa orang yang mengonsumsi kacang cenderung memiliki risiko lebih rendah menderita obesitas, penyakit jantung, dan diabetes tipe 2.

    Tak hanya kacang kenari, kacang lain yang berlemak tinggi serta menyehatkan adalah kacang almond, kacang hazelnut, kacang kedelai, kacang tanah, dan kacang mete.

    Agar lebih sehat, kacang dapat diolah tanpa banyak tambahan garam, gula, dan minyak.

    Baca: Waspada penyakit kulit di musim hujan

    5. Coklat hitam
    Coklat hitam merupakan salah satu jenis makanan berlemak tinggi. Selain lemak, coklat hitam juga mengandung serat dan berbagai mineral seperti zat besi, magnesium, mangan, dan tembaga serta kaya akan antioksidan.

    Berbagai studi telah membuktikan bahwa konsumsi coklat hitam murni (tanpa pemanis) secara rutin dapat mengurangi risiko penyakit jantung.

    Coklat hitam juga dapat memelihara kesehatan dan fungsi otak serta menjaga kesehatan kulit.

    Saat hendak mengonsumsi coklat hitam, pilihlah coklat yang tidak mengandung pemanis atau gula tambahan.

    6. Minyak zaitun murni
    Minyak zaitun murni kerap digunakan untuk memasak atau sebagai campuran salad.

    Kandungan lemak yang terdapat pada minyak zaitun murni adalah minyak tak jenuh tunggal yang baik bagi kesehatan.

    Baca: Pilih jamu yang benar

    Konsumsi minyak zaitun murni dalam kadar yang tepat dapat menurunkan risiko penyakit jantung.

    Selain itu, kandungan lemak pada minyak zaitun juga dapat mengurangi risiko pembentukan plak di pembuluh darah akibat kolesterol jahat (LDL) dalam tubuh.

    Ketika Anda mengonsumsi makanan berlemak tinggi, maka harus diimbangi dengan mengonsumsi makanan berserat.

    Sebab, serat akan membantu tubuh mencerna makanan berlemak tinggi dan membantu mengatasi sembelit.

    Mengonsumsi makanan berlemak tinggi dari golongan lemak sehat merupakan salah satu cara untuk menjaga kesehatan tubuh dengan baik.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Diabetes dan Hipertensi Terus Meningkat: Butuh Regulasi Pembatasan Gula-Garam-Lemak Tinggi dalam Jajanan

    Diabetes dan Hipertensi Terus Meningkat: Butuh Regulasi Pembatasan Gula-Garam-Lemak Tinggi dalam Jajanan

    7cloud.asia – Jumlah pengidap penyakit tidak menular akibat konsumsi makanan dengan kandungan kadar gula, garam dan lemak GGL berlebih, terus meningkat dari tahun ke tahun.

    Menurut Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 dan studi kohor penyakit tidak menular (PTM) 2011-2021, hipertensi menjadi faktor risiko tertinggi penyebab kematian keempat dengan persentase 10,2 persen.

    Data SKI 2023 menunjukkan bahwa 59,1 persen penyebab disabilitas (melihat, mendengar, berjalan) pada penduduk berusia 15 tahun ke atas adalah penyakit yang didapat, di mana 53,5 persen penyakit tersebut adalah PTM, terutama hipertensi yakni 22,2 persen).

    Sementara Data Riskesdas 2018 menunjukkan, prevalensi diabetes sebesar 8,5 persen, meningkat dibandingkan Riskesdas 2013 yaitu sebesar 6,9 persen.

    Baca: Separuh populasi dunia kekurangan mikronutrien

    Menyikapi hal ini, Wakil Ketua Komisi IX DPR, Charles Honoris, memandang perlunya regulasi pembatasan peredaran produk pangan olahan dan pangan siap saji dengan kandungan kadar gula, garam dan lemak (GGL) cukup tinggi.

    Pasalnya, gula, garam dan lemak adalah penyebab utama terjadinya penyakit katastropik seperti kanker, jantung, stroke dan penyakit diabetes dan dari tahun ke tahun pengidapnya terus bertambah.

    ”Semakin hari semakin tinggi sehingga harus kita batasi. Secara umum kita mendorong adanya regulasi yang lebih spesifik,” ungkap Charles usai memimpin Kunjungan Kerja Spesifik Panja GGL di Denpasar, Bali, Kamis (12/9/2024).

    Sementara, data Dinas Kesehatan Provinsi Bali menunjukkan bahwa penyandang PTM (Penyakit Tidak Menular) karena konsumsi makanan tinggi gula, garam dan lemak, selalu meningkat setiap tahunnya.

    Baca: Kasus diabetes pada anak terus meningkat karena faktor jajanan tak sehat

    Pada tahun 2024 (hingga bulan Agustus) terdapat 43.622 kasus hipertensi, 13.590 kasus Diabetes Melitus, 5.070 kasus penyakit jantung, serta 573 kasus stroke.

    Charles juga mendorong edukasi dan sosialisasi untuk mengatasi permasalahan ini, bukan hanya kepada masyarakat secara umum, namun juga kepada pelaku usaha khususnya di tingkat UMKM agar lebih memperhatikan penggunaan GGL pada produk makanan yang dijualnya.

    Edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat juga harus ditingkatkan bahkan bukan saja kepada masyarakat tetapi juga kepada pelaku usaha ya khususnya di tingkat UMKM.

    ”Agar teman-teman pelaku usaha ketika memproduksi pangan olahan juga bisa ikut mulai membatasi penggunaan garam, gula dan lemak yang berlebihan,” tutupnya.