Tag: lembaga adat

  • Pembentukan Lembaga Adat Betawi untuk Jaga Identitas Kota Jakarta

    Pembentukan Lembaga Adat Betawi untuk Jaga Identitas Kota Jakarta

    7cloud.asia – Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta, Farah Savira mendukung pembentukan Lembaga Adat Masyarakat Betawi untuk menjaga identitas kota Jakarta.

    Pembentukan lembaga adat ini tengah digodok melalui Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) di Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DKI Jakarta.

    “Kami sangat mendukung, karena untuk pelestarian dan perlindungan cagar budaya khususnya di Jakarta memang perlu ada lembaga khusus yang menaunginya,” ujar Farah, Senin (22/9/2025).

    Farah menilai, keberadaan lembaga adat ini diharapkan tidak hanya membuat pelestarian budaya bertumpu pada Dinas Kebudayaan (Disbud) DKI Jakarta, tetapi juga membuka ruang bagi pemangku kepentingan lainnya.

    Baca: 10 Hotel bintang lima di Jakarta wajib tampilkan budaya Betawi

    “Yang penting lembaga adat ini efektif dan bisa memberi peluang bagi stakeholder lain yang fokus pada pelestarian budaya untuk ikut serta,” jelasnya seperti dikutip jakarta.go.id

    Ia juga berharap lembaga tersebut dapat mengantarkan budaya Betawi terlibat dalam forum internasional, termasuk ikut serta dalam pertemuan badan kebudayaan PBB, UNESCO.

    “Kita butuh stakeholder seperti NGO baik profit maupun non-profit agar bisa masuk di situ. Itu peluang dari Raperda,” imbuhnya.

    Selain itu, Farah menyambut baik rencana pembentukan Pamong Budaya Betawi yang dikonsep seperti pecalang di Bali, guna memperkuat persatuan sekaligus menjaga ketertiban masyarakat.

    Baca: 8 Karya budaya Betawi diajukan jadi warisan budaya takbenda Indonesia

    “Sejauh ini kami menyetujui, tapi implementasinya harus benar-benar dikawal,” tandasnya.

    Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno menegaskan bahwa Raperda Lembaga Masyarakat Adat Betawi merupakan amanat Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 tentang Provinsi Daerah Khusus Jakarta.

    Dalam Raperda tersebut, Rano menggagas kehadiran Pamong Budaya yang bertugas meredam potensi kericuhan, termasuk mencegah perusakan fasilitas umum saat aksi unjuk rasa.

    “Budaya punya keunggulan, karena mampu menjahit perbedaan apapun menjadi persatuan di Jakarta,” ujar pria yang akrab disapa Bang Doel itu.