7cloud.asia – Ketika saya tiba di lokasi pada Minggu (16/7/2023) sore, acara mingguan Literasi Bintaro baru saja dimulai.
Belasan anak telah memenuhi taman lingkungan Cluster Jalak Bali Perumahan Graha Bintaro, Tangerang Selatan yang menjadi lokasi kegiatan Literasi Bintaro ini.
Mereka datang dari beragam usia, dari 3 tahun hingga 11 tahun. Beragam kegiatan yang dilakukan anak-anak anggota Literasi Bintaro ini.
Baca: Cara warga Lampung meningkatkan minat membaca pada anak
Ada yang asyik membaca buku bacaan yang ada, ada yang bermain puzle. Ada juga yang asyik mewarnai gambar yang disediakan pengelola Literasi Bintaro.
Menurut pendiri Literasi Bintaro, Anggie Widowati, kegiatan membaca bersama ini sempat terhenti selama pandemi Covid-19.
“Dengan kegiatan hari ini, total kami baru empat kali menyelenggarakan kegiatan Literasi Bintaro ini,” ujarnya kepada 7cloud.asia.
Baca: Cara mudah meningkatkan minat membaca pada anak
Anggie menambahkan, Literasi Bintaro ini lahir pada 2017 sebagai ikhtiarnya untuk meningkatkan minat baca anak.
Awalnya Literasi Bintaro digelar di carport rumah Anggie. Bukunya dari koleksi anak-anak Anggie yang saat ini sudah mulai menginjak usia remaja. Kegiatan yang dilakukan adalah membaca, mendongeng dan deklamasi.
Seiring dengan berjalannya waktu, koleksi buku Literasi Bintaro terus bertambah sehingga lokasi kegiatan dipindah ke taman di lingkungan perumahan tersebut.
“Kami banyak menerima donasi buku dari teman-teman dan warga setempat,” imbuh Anggie menceritakan perkembangan Literasi Bintaro ini.
Baca: Homeschool ini tak hanya tanamkan budaya membaca pada anak, tapi juga mengajak menulis
Kegiatan membaca bersama di Literasi Bintaro ini biasa dilakukan di akhir pekan, hari Sabtu atau Minggu. Dalam menjalankan kegiatan ini, Anggie dibantu putrinya, Baby dan dua warga setempat yakni Dian dan Shellyn.
Anggie mengaku beruntung, meski Literasi Bintaro ini lahir dari idenya tapi ia mendapat dukungan penuh dari warga setempat.
Ia berharap, ke depan Literasi Bintaro yang saat ini masih terbatas di cluster Jalak Bali Graha Bintaro yang berpenghuni 250 kepala keluarga ini bisa menjangkau masyarakat yang lebih luas.
Baca: Jalan-jalan ke Monas untuk belajar sejarah Indonesia
Bagi warga, keberadaan Literasi Bintaro ini juga sangat dirasakan manfaatnya. Tak heran banyak orang tua yang mengantarkan sendiri anak-anaknya untuk membaca di sini.
Salah satunya Fian, seorang ibu muda yang sore itu mengantar putranya Akhar yang masih duduk di TK-A
Kepada 7cloud.asia, Fian mengatakan, dengan adanya Literasi Bintaro ini setidaknya bisa mengalihkan perhatian Akhar dari gadget.
“Di Literasi Bintaro ini, Akhar juga bisa bertemu dengan teman-teman sebayanya,” ujar Fian.
Baca: Membaca pemikiran Kartini lewat surat-suratnya
Ia menambahkan, keberadaan di Literasi Bintaro ini juga menamabah pilihan buku bacaan untuk Akhar. Fian berharap, keberadaan taman bacaan maca Literasi Bintaro ini diperbanyak.
Ia mencontohkan apa yang dialaminya saat masa remaja, di mana banyak kios yang menyewakan buku bacaan sehingga untuk bisa membaca banyak buku tidak perlu keluar banyak uang.
“Karena kadang anak itu cepat bosan, sehingga dengan adanya taman bacaan yang bukunya bisa disewa, setelah bosan bisa dikembalikan untuk menyewa buku lainnya,” katanya memberi alasan.
Baca: Mengapa pendidikan montessori makin diminati
