Tag: lokananta

  • Tur Museum Lokananta: Dari Gamelan hingga Musik Kekinian

    7cloud.asia – Tur museum Lokananta yang diikuti Ketua DPR Puan Maharani pada sabtu (10/6/2023) siang lalu dipandu oleh Seniman Anggit Wicaksono. Anggit adalah pengasuh Lokananta.

    Museum Lokananta didirikan pada tahun 1956 dan mendapatkan namanya dari studio rekaman Lokananta yang terletak di gedung yang sama. Lokananta kini berada di bawah asuhan Perum Percetakan Negara Republik Indonesia.

    Museum Lokananta adalah perusahaan musik pertama dan satu-satunya milik negara yang memiliki banyak koleksi musik legendaris berformat piringan hitam maupun kaset pita.

    Tak hanya itu, Lokananta juga memiliki studio rekaman yang masih bisa digunakan hingga sekarang. 

    Studio rekaman di Lokananta masih tetap mempertahankan produksi analog untuk musik-musiknya, yaitu dengan memproduksi musik dalam format kaset pita.

    Baca: Lima museum batik yang wajib kamu kunjungi

    Puan berharap, Lokananta bisa berjaya lagi setelah diaktifkan kembali usai direvitalisasi oleh Pemerintah.

    “Museum ini, sebagai rumah bagi rekaman musik tertua di Indonesia, adalah monumen untuk keberagaman dan kreativitas yang mencengangkan dari bangsa kita,” ujarnya. 

    Lokananta kini sudah berusia hampir 70 tahun, sebuah rentang waktu panjang untuk sebuah label musik. 

    Setelah sempat mati suri, Lokananta saat ini sudah direnovasi dan tak lagi hanya menjadi sebuah museum.

    Lokananta akan dijadikan ekosistem musik bagi para seniman dengan melibatkan komunitas, mengembalikan jenama Lokananta sebagai pusat musik, termasuk rekaman dan produksi piringan hitam. 

    Puan Maharani berharap, Lokananta yang kini bangkit dari mati surinya bisa menjadi tempat berkumpul anak-anak muda agar prestasi musik Tanah Air bisa semakin gemilang.

    Baca: Mengenal budaya Betawi Pesisir di Museum Si Pitung

    Dalam tur musem siang itu, tujuan pertama Puan adalah sebuah ruangan yang menampilkan linimasa perjalanan Lokananta sejak berdiri pada tahun 1956 hingga sekarang.

    Di ruangan itu juga terdapat display set gamelan Lokananta Kyai Sri Kuncoro Mulyo. 

    Gamelan ini konon telah ada sejak jaman Pangeran Diponegoro dan diboyong ke Solo pada 1937.

    Tak jauh dari set gamelan ini ada diskografi yang merupakan koleksi piringan hitam kuno musik-musik lokal bersejarah. Tak terkecuali, diorama sejarah karya Gesang dan gramofon pertama era rilis Bengawan Solo.

    Puan terlihat sangat senang apalagi saat diputar lagu Bengawan Solo sehingga suasana semakin syahdu.

    Baca: Makna sumbu filosofi dalam tata kota Yogyakarta

    Setelahnya, Puan mengunjungi ruang pamer instalasi seni yang merupalan galeri temporer Lokananta Remastered.

    Ia menyempatkan mampir di instalasi buatan Bottlesmoker dengan set JBL era Bung Karno lalu memencet tombol yang memainkan sebuah lagu lama.

    Mengunjungi Lokananta terasa tidak lengkap jika tak melihat studio rekaman legendaris milik museum tersebut. Studio ini merupakan studio rekaman terbesar se-Indonesia. 

    Puan bahkan sempat foto di depan dapur rekaman yang terlihat dari balik kaca. Selain itu, ia juga mengunjungi kios UMKM lokal Matalokal di kompleks Lokananta, lalu ber-photobox bersama pengunjung.

    “Dengan mengunjungi tempat ini, saya berharap dapat mempertegas kembali komitmen kami dalam melindungi dan mempromosikan warisan budaya kita,” ujar Puan.

    Baca: Kota Kupang, yang pernah jadi rebutan Belanda dan Portugis

    Puan berharap Lokananta yang sudah direnovasi bisa menjadi tempat berkumpul anak-anak muda dan jadi simbol kebangkitan industri rekaman Indonesia.

    “Pemerintah harus melengkapi fasilitas agar Lokananta semakin menarik bagi anak-anak muda,” tutur Puan. 

    Puan menekankan pentingnya melestarikan warisan budaya Indonesia. Termasuk, kata Puan, studio rekaman di Lokananta yang sangat penting dalam sejarah musik Indonesia karena telah merekam banyak karya musik, baik musik tradisional hingga kontemporer.

    Seni dan budaya adalah bagian integral dari identitas nasional kita. Mereka mengingatkan kita dari mana kita berasal dan memberikan pandangan tentang di mana kita mungkin pergi.

    “Museum Lokananta merupakan warisan budaya kita yang sangat berharga. Lokananta adalah simbol sejarah dan peradaban musik kita, yang telah memberikan kontribusi besar bagi perjalanan seni dan budaya di Indonesia,” kata Puan.

    Baca: Carut marut pengelolaan museum di Indonesia