Tag: lrt jakarta

  • LRT Jakarta Targetkan Angkut Lebih Sejuta Penumpang pada 2024

    LRT Jakarta Targetkan Angkut Lebih Sejuta Penumpang pada 2024

    7cloud.asia – Manajemen LRT Jakarta menargetkan mengangkut 2.808 penumpang setiap harinya atau lebih dari satu juta penumpang sepanjang 2024.

    “Target kita tahun ini 2.808 penumpang per hari,” kata Head of Corporate Secretary Division LRT Jakarta Sheila Indira Maharshi saat dihubungi di Jakarta, Jumat(12/1/2024) seperti dikutip Antaranews.com.

    Jalur LRT Jakarta yang telah beroperasi sejak 2019 ini, terdiri atas satu lintas pelayanan, yaitu Lin/Koridor 1, dengan panjang 5,8 kilometer.

    Jalur LRT Jakarta ini menghubungkan Stasiun Pegangsaan Dua di daerah Kelapa Gading dengan Stasiun Velodrome di Pulo Gadung dan melayani 6 stasiun.

    Stasiun Pegangsaan Dua selain menjadi terminus jalur LRT Jakarta sekaligus menjadi depo penyimpanan rangkaian LRV.

    Baca: Pembangunan LRT Jakarta fase 1B

    Sheila menuturkan optimisme ini diraih berkaca pada sebanyak 1.037.162 jumlah penumpang sepanjang 2023 lalu. Angka tersebut merupakan total dari rata-rata 2.842 penumpang setiap harinya.

    “Mayoritas penumpang naik dan turun di Stasiun Velodrome sebagai tempat tujuan selama menggunakan LRT Jakarta,” katanya.

    Manajemen berterima kasih kepada seluruh tim LRT Jakarta sekaligus pengguna moda telah memanfaatkan layanan publik dengan baik.

    Pencapaian target tersebut didukung fasilitas dan perawatan dari LRT Jakarta agar penumpang semakin nyaman menggunakan transportasi umum untuk menghindari kemacetan di jalan raya.

    Baca: LRT Jabodebek mulai berlakukan tarif normal

    Karena itu, diharapkan sebanyak 750 penumpang LRT Jakarta bisa tertampung dalam sekali perjalanan.

    Rekor penumpang terbanyak PT LRT Jakarta tercatat pada malam Tahun Baru 2024, yakni mengangkut sebanyak 3.545 penumpang.

    Kenaikan jumlah penumpang ini juga dipengaruhi adanya perpanjangan jam operasional mulai pukul 05.30 hingga 02.00 dengan “headway” atau selang waktu antarkereta 10 menit.

    Dalam upaya meningkatkan pelayanan transportasi publik kepada masyarakat, LRT Jakarta sedang membangun rute baru, yakni Fase 1B Velodrome-Manggarai dengan panjang trase 6,4 kilometer dan lima stasiun baru.

    Baca: Integrasi moda transportasi umum di Jakarta

    Dengan demikian, secara total, LRT Jakarta nantinya memiliki panjang trase 12,2 kilometer dan 11 stasiun.

    Sebelumnya, PT LRT Jakarta memastikan standar kompetensi masinis dalam pengoperasian kereta api demi keamanan dan kelancaran perjalanan.

    “Seorang masinis perlu memiliki beberapa standar kompetensi dan tanda kecakapan,” kata Supervisor Departemen Awak Sarana Perkeretaapian (ASP) PT LRT Jakarta Rizal Echo saat ditemui di Stasiun LRT Pegangsaan Dua, Jakarta Utara.

     

  • Pembangunan LRT Jakarta: Kawasan Manggarai Didorong Jadi Pusat Integrasi Antarmoda

    Pembangunan LRT Jakarta: Kawasan Manggarai Didorong Jadi Pusat Integrasi Antarmoda

    7cloud.asia – Kawasan Manggarai, Jakarta Selatan bakal dikembangkan menjadi pusat integrasi antarmoda strategis. Ini dilakukan untuk meningkatkan aksesibilitas, konektivitas, serta nilai ekonomi masyarakat sekitar.

    Komitmen tersebut diwujudkan melalui pembangunan Stasiun Manggarai LRT Jakarta Fase 1B (Velodrome–Manggarai) yang akan terhubung dengan Statsiun Manggarai

    Pembangunan stasiun ini merupakan bagian dari dukungan PT Jakarta Propertindo (Perseroda) atau Jakpro terhadap upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mengembangkan Manggarai sebagai simpul transportasi terpadu yang memudahkan mobilitas masyarakat.

    Stasiun Manggarai LRT Jakarta dirancang terintegrasi dengan berbagai moda transportasi utama, seperti KRL Commuter Line, KA Bandara, dan Transjakarta, sehingga menciptakan kemudahan perpindahan antarmoda yang lebih efisien dan nyaman.

    Direktur Teknik dan Pengembangan Jakpro, Dian Takdir mengatakan, pengembangan kawasan Manggarai tidak hanya berfokus pada penyediaan infrastruktur transportasi, tetapi juga pada pengembangan kawasan berbasis Transit Oriented Development (TOD)

    Baca: Pembangunan LRT Jakarta Fase 1B 

    TOD Manggarai bakal dikembangkan secara terintegrasi, inklusif, dan berorientasi pada peningkatan aktivitas serta nilai ekonomi masyarakat.

    Ia menilai, kehadiran Stasiun Manggarai LRT Jakarta dapat memberikan dampak langsung bagi masyarakat sekitar.

    “Melalui integrasi antarmoda ini, kami berharap mobilitas masyarakat semakin mudah dan pada saat yang sama mampu mendorong peningkatan aktivitas serta nilai ekonomi warga Manggarai dan sekitarnya,” ujarnya, Senin (9/2/2026).

    Dian menyampaikan, Jakpro telah menjajaki kerja sama dengan PT Pasaraya Tosersajaya pada Desember 2025 sebagai salah satu langkah dalam pengembangan kawasan berbasis TOD tersebut.

    Saat ini, kerjsama tersebut masih berada pada tahap awal, yang meliputi inventarisasi potensi, penyusunan kajian, serta perumusan skema kerja sama yang optimal.

    Baca: Metamorfosa Jakarta lewat penataan transportasi publik

    “Sejalan dengan kebijakan pembangunan di bawah kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, pengembangan Stasiun Manggarai LRT Jakarta merupakan bagian dari upaya mewujudkan Jakarta sebagai kota global yang terkoneksi, berkelanjutan, dan inklusif, serta mendukung pemerataan manfaat pembangunan bagi masyarakat,” jelasnya.

    Diharapkan, integrasi antarmoda tersebut mampu mendorong pergerakan aktivitas masyarakat dan ekonomi lokal secara lebih optimal.

    Pembangunan LRT Jakarta Fase 1B telah mencapai 89,22 persen hingga akhir Desember 2025. Sejumlah struktur utama di koridor Jalan Pemuda, Jalan Pramuka, Jalan Tambak, dan Jalan Sultan Agung telah tersambung.

    Selain mendukung mobilitas perkotaan, pembangunan LRT Jakarta yang beroperasi menggunakan tenaga listrik juga berkontribusi terhadap agenda dekarbonisasi perkotaan.

    Secara kumulatif, pengoperasian LRT Jakarta Fase 1A dan 1B diproyeksikan mampu mengurangi emisi hingga 2.927.250 ton CO2e, melalui penurunan emisi karbon per penumpang per kilometer dibandingkan penggunaan kendaraan pribadi.

  • Pemprov DKI Jakarta Buka Peluang Pengembangan LRT Jakarta hingga ke Pluit

    Pemprov DKI Jakarta Buka Peluang Pengembangan LRT Jakarta hingga ke Pluit

    7cloud.asia – Pemprov DKI Jakarta membuka peluang pengembangan jalur LRT Jakarta hingga kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2 dan terhubung langsung dengan Bandara Soekarno-Hatta (Soetta).

    “Tadi saya bisik-bisik kepada CEO Agung Sedayu, mungkin sudah waktunya untuk dibuka LRT dari Velodrome sampai dengan tempat ini (PIK 2),” kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat meresmikan area klenteng Tian Fu Gong di PIK, Jakarta Utara, Minggu (17/5/2026).

    Rencana pengembangan LRT Jakarta hingga wilayah utara Jakarta dan PIK 2 diperkirakan menjadi salah satu proyek strategis jangka panjang Pemprov DKI Jakarta dalam mewujudkan sistem transportasi modern dan terintegrasi di kawasan metropolitan.

    Rencana tersebut disebut menjadi bagian penting untuk menyempurnakan konektivitas transportasi massal di Jakarta melalui sistem loop atau jalur terintegrasi.

    Pramono menjelaskan, secara trase atau jalur, pengembangan LRT Jakarta saat ini sebenarnya telah memperoleh izin dari pemerintah pusat hingga kawasan Ancol.

    Baca: LRT Jakarta Velodrome-Manggarai Ditarget Beroperasi Agustus 2026

    Menurutnya, pengembangan jaringan transportasi di wilayah utara Jakarta menjadi langkah strategis agar konektivitas antarkawasan semakin baik.

    “Untuk LRT, secara trase sebenarnya sudah mendapatkan izin dari pemerintah pusat sampai dengan Ancol,” ujar Pramono.

    Dia mengatakan, proyek LRT Jakarta yang saat ini tengah berjalan adalah penyambungan jalur dari Velodrome menuju Manggarai.

    Jalur tersebut memiliki panjang sekitar 12,2 kilometer dengan 11 titik stasiun dan nilai investasi mencapai Rp11,5 triliun.

    Pramono optimistis proyek sambungan Velodrome-Manggarai dapat diresmikan pada Agustus mendatang. Kehadiran jalur tersebut diyakini akan memperkuat integrasi transportasi publik di ibu kota.

    Baca: Kawasan Manggarai Didorong Jadi Pusat Integrasi Antarmoda

    Menurutnya, pengembangan selanjutnya dapat diteruskan menuju Jakarta Utara. Jalur LRT nantinya direncanakan melintasi Tanjung Priok, Jakarta International Stadium (JIS), hingga Ancol.

    Pramono memaparkan, kalau kemudian LRT Jakarta dilanjutkan dari Velodrome ke Jakarta Utara, Tanjung Priok, dari Tanjung Priok kemudian ke JIS, dari JIS ke Ancol.

    “Maka lajur lanjutan yang masih perlu dipersiapkan adalah sambungan dari Ancol menuju PIK 2 hingga terkoneksi ke Bandara Soekarno-Hatta,” paparnya.

    Bila seluruh jaringan tersebut berhasil diwujudkan, maka sistem transportasi Jakarta akan tersambung secara menyeluruh.

    Selain itu, kata Pramono, saat ini konektivitas transportasi massal Jakarta baru mencapai sekitar 93 persen.

    Baca: Metamorfosa Jakarta lewat Penataan Transportasi Publik

    Oleh karena itu, Pemprov DKI Jakarta berupaya menyelesaikan jalur loop yang belum terhubung agar mobilitas masyarakat semakin mudah dan efisien.

    “Kalau itu sudah bisa disambungkan, maka loop Jakarta ini transportasinya sudah tersambung ke keseluruhan. Sampai hari ini baru 93 persen,” kata dia.

    Pramono berharap proyek pengembangan tersebut dapat menjadi tonggak baru penguatan transportasi publik di Jakarta, sekaligus mendukung konektivitas kawasan penyangga hingga akses menuju bandara.

    Selain mengurangi kemacetan, integrasi antarmoda juga dinilai akan meningkatkan minat masyarakat menggunakan transportasi publik.

  • Jalur LRT Jakarta Akan Diperpanjang Hingga Dukuh Atas

    Jalur LRT Jakarta Akan Diperpanjang Hingga Dukuh Atas

    7cloud.asia – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memutuskan pembangunan LRT Jakarta dengan memperpanjang rute dari semula Velodrome-Manggarai hingga Dukuh Atas dengan total panjang 14,2 kilometer (km)

    Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menjelaskan panjang rute tersebut akan bertambah dua kilometer dengan penambahan rute Manggarai-Dukuh Atas, dari yang sebelumnya hanya 12,2 km dengan rute Velodrome-Manggarai.

    Pramono mengatakan, keputusan ini diambil setelah mendapatkan masukan, saran, pertimbangan, dan juga kemampuan fiskal Pemerintah DKI Jakarta.

    ”Kemarin saya sudah memutuskan dalam rapat setelah mendapatkan masukan, saran, untuk untuk LRT yang diputuskan adalah extention dari Manggarai sampai dengan Dukuh Atas menuntaskan satu jalur mulai dari Velodrome sampai dengan Dukuh Atas,” ujar Pramono kepada media, Rabu (20/5/2026).

    Pramono menambahkan, dengan keputusan ini maka anggaran atau investasi untuk pembangunan LRT Veledrome–Dukuh Atas akan ditambah menjadi Rp2,7 triliun.

    Menurut Pramono, keputusan tersebut dibuat agar rute tersebut benar-benar dapat terselesaikan hingga tuntas.

    Setelah rute tersebut selesai, pembangunan akan dilanjutkan dengan rute Veledrome menuju Jakarta International Stadium (JIS), Ancol, hingga PIK 2 sampai dengan Bandara Soekarno Hatta.

    “Sedangkan dari Velodrome, JIS, Ancol, kemudian nanti akan diteruskan sampai PIK 2 dan sampai dengan Soekarno-Hatta, rutenya diselesaikan kemudian. Sekarang baru selesai sampai dengan Ancol,” ungkap Pramono.

    Sebelumnya, Pramono sempat mengungkapkan soal peluang pengembangan jalur LRT Jakarta hingga kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2 dan terhubung langsung dengan Bandara Soekarno-Hatta (Soetta).

    Rencana tersebut disebut menjadi bagian penting untuk menyempurnakan konektivitas transportasi massal di Jakarta melalui sistem loop atau jalur terintegrasi.

    Pramono menjelaskan secara trase atau jalur, pengembangan LRT Jakarta saat ini sebenarnya telah memperoleh izin dari pemerintah pusat hingga kawasan Ancol.

    Menurutnya, pengembangan jaringan transportasi di wilayah utara Jakarta menjadi langkah strategis agar konektivitas antarkawasan semakin baik.

    “Untuk LRT, secara trase sebenarnya sudah mendapatkan izin dari pemerintah pusat sampai dengan Ancol,” ujar Pramono.

  • Pembangunan LRT Jakarta Koridor Pegangsaan Dua–Manggarai Hampir Rampung, Ditargetkan Beroperasi Agustus

    Pembangunan LRT Jakarta Koridor Pegangsaan Dua–Manggarai Hampir Rampung, Ditargetkan Beroperasi Agustus

    7cloud.asia – Pembangunan LRT Jakarta koridor Pegangsaan Dua–Manggarai telah mencapai 95 persen dan ditargetkan siap diresmikan pada Agustus 2026 mendatang.

    Koridor LRT Jakarta ini memiliki panjang 12,2 kilometer ini dilayani 11 stasiun yang akan memperkuat konektivitas transportasi publik dari kawasan utara menuju pusat Jakarta.

    Lima stasiun baru yang dibangun meliputi Rawamangun, Pramuka, Kayu Manis, Matraman, dan Manggarai. Seluruh stasiun dirancang terintegrasi dengan layanan Transjakarta.

    Khusus di Stasiun Manggarai, penumpang juga dapat melanjutkan perjalanan menggunakan KRL Commuter Line dan Kereta Api Bandara.

    Koridor LRT Jakarta Pegangsaan Dua–Manggarai direncanakan memiliki waktu tempuh sekitar 28 menit. Koridor LRT Jakarta Pegangsaan Dua–Manggarai diproyeksikan melayani 60.000–80.000 penumpang per hari secara bertahap. Setiap rangkaian kereta memiliki kapasitas maksimal 275 penumpang.

    Total investasi pembangunan koridor LRT Jakarta Pegangsaan Dua–Manggarai mencapai Rp12,5 triliun. Investasi tersebut mencakup pembangunan prasarana, stasiun, jalur rel, serta berbagai fasilitas penunjang dalam satu jaringan.

    Baca: Stasiun LRT Manggarai Didorong Jadi Pusat Integrasi Antarmoda

    Berbeda dengan MRT Jakarta, LRT Jakarta ini sepenuhnya dikelola oleh Pemprov DKI Jakarta melalui PT Jakpro yang memiliki anak perusahaan, yaitu PT LRT Jakarta.

    ”Saat ini progresnya sudah sekitar 95 persen,” kata Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, seusai meninjau kesiapan sekaligus mengikuti uji coba operasional LRT Jakarta bersama Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro), Iwan Takwin, di Stasiun LRT Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (14/7/2026).

    Pramono Anung menyebut seluruh pekerjaan pengangkatan girder telah rampung 100 persen, termasuk pemasangan girder terakhir di atas jalur Double-Double Track Manggarai.

    Saat ini, pekerjaan difokuskan pada penyelesaian jalur rel dari Matraman hingga Manggarai yang ditargetkan selesai pada akhir Juli 2026.

    Pengujian berkala telah dilakukan dari Stasiun Velodrome hingga Stasiun Kayu Manis sepanjang 3,6 kilometer.

    Adapun untuk pengujian menyeluruh pada koridor Pegangsaan Dua–Manggarai, PT Jakpro tengah berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan.

    Baca: Pemprov DKI Jakarta Buka Peluang Pengembangan LRT Jakarta hingga ke Pluit

    “Ini akan menjadi milestone yang mengubah wajah Jakarta karena memperkuat konektivitas transportasi publik,” imbuh Pramono.

    Selama ini perjalanan dari wilayah utara menuju pusat kota sering menghadapi kemacetan yang luar biasa. Dengan hadirnya LRT Jakarta, konektivitas akan semakin baik dan masyarakat memiliki pilihan transportasi publik yang lebih nyaman.

    Pembiayaan kreatif
    Untuk mendukung keberlanjutan operasional, Pemprov DKI Jakarta membuka peluang pembiayaan kreatif, termasuk melalui pemanfaatan hak penamaan (naming rights) stasiun.

    Selain itu, pengembangan kawasan berorientasi transit (Transit Oriented Development/TOD) akan dilakukan melalui kolaborasi antara Pemprov DKI Jakarta, PT Jakpro, dan PT LRT Jakarta.

    “Tiketnya tentu harus tetap terjangkau oleh masyarakat. Tarif akan dikelola secara profesional dengan tetap mempertimbangkan kemampuan masyarakat dan keberlanjutan layanan,” jelasnya.

    Baca: Jalur LRT Jakarta Akan Diperpanjang Hingga Dukuh Atas

    Pemprov DKI Jakarta juga menyiapkan pengembangan jalur dari Manggarai hingga Dukuh Atas sepanjang sekitar dua kilometer.

    Pembangunan ditargetkan dimulai pada awal 2027 dan selesai pada 2028 dengan estimasi anggaran sekitar Rp2,7 triliun yang bersumber dari APBD DKI Jakarta.

    Pramono mengatakan, jika LRT Jakarta ini nanti tersambung sampai Dukuh Atas, seluruh jaringan akan benar-benar terintegrasi.

    “Ini akan menjadi wajah baru transportasi Jakarta sekaligus memperkuat konektivitas dengan MRT, KRL, Transjakarta, hingga Kereta Cepat Whoosh pada tahap pengembangan berikutnya,” tandas Pramono

    Ia menambahkan, pembangunan LRT Jakarta dikerjakan oleh tenaga kerja dalam negeri. Ia berharap koridor tersebut menjadi contoh pengembangan transportasi publik yang terintegrasi serta memberikan manfaat nyata bagi mobilitas masyarakat.