Tag: luar negeri

  • Pemilu 2024: KPU Rampungkan Rekapitulasi Suara Luar Negeri

    Pemilu 2024: KPU Rampungkan Rekapitulasi Suara Luar Negeri

     

    7cloud.asia – Pemilihan Umum (KPU) pada Senin (4/3/2024) telah merampungkan rekapitulasi penghitungan tingkat nasional Pemilu 2024 untuk suara pemilih dari luar negeri.

    Dari 128 panitia pemilihan luar negeri (PPLN), hanya satu yang belum dilakukan rekapitulasi suara, yakni Kuala Lumpur karena harus melakukan pemungutan suara ulang (PSU).

    Taipei menjadi PPLN terakhir yang suaranya direkapitulasi tingkat nasional pada Senin (4/3/2024). Proses rekapitulasi suara tingkat nasional sendiri sudah dimulai sejak Rabu (28/2/2024) lalu.

    Dilansir mediaindonesia.com, Ketua KPU Hasyim Asy’ari mengatakan, urutan rekapitulasi suara dimulai dari PPLN yang hadir terlebih dahulu di Kantor KPU Pusat di Jakarta.

    “Untuk mempercepat proses kita buat dua panel, panel A dan panel B. Dan hari ini, Senin 4 Maret 2024 adalah kesempatan terakhir rekap untuk PPLN. Dan memang dijadwalkan rekap untuk PPLN, jadwal terakhirnya hari ini,” kata Hasyim.

    Baca: Pasangan Ganjar-Mahfud dan AMIN tunggu hasil penghitungan suara resmi KPU

    “Jadi alhamdulillah rekapitulasi dengan teman-teman PPLN bisa kita selesaikan sesuai dengan jadwal,” sambungnya.

    Hasyim mengatakan suara pemilih yang mencoblos di PPLN Kuala Lumpur belum direkapitulasi.

    Sebab, KPU memutuskan untuk menggelar PSU bagi pemilih yang sebelumnya memilih lewat metode pos dan kotak suara keliling (KSK) dan tempat pemungutan suara luar negeri (TPSLN).

    Rencananya, PSU di Kua Lumpur bakal digelar pada Sabtu dan Minggu (9-10/3/2024) mendatang.

    Adapun KPU hanya menggelar PSU di Kuala Lumpur dengan metode KSK dan pemungutan suara langsung di tempat pemungutan suara (TPS) dan pemungutan suara langsung di TPSLN.

    Baca: Timnas AMIN temukan 9 jenis kecurangan di Pilpres 2024

    Hasyim menargetkan proses penghitungan atau rekapitulasi suara PSU PPLN Kuala Lumpur berakhir pada Senin (11/3/2024).

    “Paling lambat 15 Maret 2024 harus sudah sampai ke tingkat nasional,” tandas Hasyim.

    Rekapitulasi suara pemilih di PPLN Taipei sendiri menunjukkan bahwa Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka mendapatkan 51.706 suara.

    Sementara Ganjar Pranowo-Mahfud Md dan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar masing-masing memperoleh 9.510 dan 3.880 suara.

    Dari rekapitulasi suara sementara pasangan calon nomor urut 2 Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka berada di posisi pertama dengan kemenangan di sejumlah wilayah.

    Baca: Pemungutan suara ulang di Kuala Lumpur 

    Berdasarkan rekapitulasi hingga dini hari, pasangan nomor urut 1 Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar (AMIN) unggul di Riyadh Arab Saudi dengan perolehan 3.751 suara disusul Prabowo-Gibran 3.424 dan Paslon Ganjar-Mahfud 891.

    Anies juga meraih kemenangan di Kota Tripoli, Libya dengan nilai 159, dilanjutkan dengan Paslon 02 dan 03.

    Sementara itu, Pasangan nomor urut 3 Ganjar dan Mahfud juga menang di 8 wilayah. Ganjar rajai tiga kota di Amerika Serikat, yakni Chicago, Washington DC, dan New York.

     

  • Peluang Kerja di Luar Negeri yang Aman, Tertib, dan Teratur, Simak Infonya di Sini

    Peluang Kerja di Luar Negeri yang Aman, Tertib, dan Teratur, Simak Infonya di Sini

    7cloud.asia – Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengoptimalkan potensi bonus demografi adalah dengan meningkatkan akses ke dunia kerja, di antaranya membuka peluang kesempatan kerja di luar negeri.

    Pemanfaatan kesempatan atau peluang kerja di luar negeri sudah dilakukan oleh pemerintah sejak lama.

    Hal ini terlihat dari sejarah panjang penempatan pekerja migran Indonesia ke luar negeri, terutama ke negara-negara di Asia (Malaysia, Hongkong, Taiwan, dan Singapura) serta Timur Tengah (utamanya Arab Saudi).

    Ketersediaan peluang kerja di luar negeri ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-sebaiknya apabila informasi mengenai kebutuhan tenaga kerja di luar negeri dapat diketahui dengan pasti.

    Hal tersebut meliputi jumlah, jenis pekerjaan, persyaratan yang dibutuhkan, perlindungan yang diberikan kepada setiap warga negara Indonesia, serta negara tujuan yang membutuhkan.

    Baca: Kenali prioritas kerja Gen Z

    Namun sampai saat ini masih banyak pencari kerja yang belum dapat mengakses informasi mengenai ketersediaan peluang kerja di luar negeri sesuai dengan minat dan kompetensi yang dimilikinya.

    Masih ada sangat banyak kompleksitas permasalahan yang dialami pekerja migran Indonesia di luar negeri.

    Untuk mendiskusikan peluang tersebut dan meningkatkan perlindungan terhadap mereka, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyelenggarakan webinar “Peluang Kerja Luar Negeri serta Migrasi yang Aman, Tertib, dan Teratur” pada Selasa (30/7/2024).

    Kepala Pusat Riset Kependudukan (PRK) BRIN, Nawawi mengungkapkan, webinar ini diharapkan bisa memberi solusi penempatan dan perlindungan terhadap pekerja migran Indonesia di luar negeri, terutama di Arab Saudi dan Taiwan.

    “Upaya ini akan membantu pemerintah dalam menyediakan tenaga kerja yang siap untuk ditempatkan di luar negeri. Selain itu, pemerintah perlu meningkatkan perlindungan dan bekerja sama dengan negara penempatan agar migrasi tenaga kerja tersebut dapat berlangsung aman, tertib, dan teratur,” urainya.

    Baca: Ada 10 juta Gen Z yang menganggur

    Seminar tersebut menghadirkan tiga pembicara yaitu Haning Romdiati, Periset PRK BRIN yang mengupas situasi dan tantangan yang dihadapi pekerja migran Indonesia di luar negeri.

    Peluang untuk bekerja di luar negeri, menurutnya sangat terbuka karena dua faktor yaitu ekonomi negara tujuan yang berkembang pesat dan faktor demografi.

    Haning juga akan mengemukakan tantangan di tiap tahap migrasi mulai dari pra migrasi, saat migrasi, dan paska migrasi.

    Pembicara lainnya yakni Suseno Hadi selaku Atase Tenaga Kerja KBRI di Riyadh, Kerajaan Arab Saudi yang menyampaikan peluang kesempatan kerja, program penempatan, dan pelindungan pekerja migran Indonesia di Timur Tengah, khususnya Kerajaan Arab Saudi.

    Ia mempresentasikan lima sektor jabatan potensial yang dapat dimanfaatkan oleh tenaga kerja dari Indonesia di Arab Saudi tahun 2025-2030, yaitu pariwisata, layanan umum, kesehatan, transportasi, dan sektor lainnya.

    Sementara Purwanti Uta Djara selaku Kepala Bidang Tenaga Kerja KDEI Taipei menyampaikan peluang kerja yang sangat besar untuk pekerja migran Indonesia di Taiwan.

    Baca: Lulusan SMK penyumbang terbesar Gen Z yang menganggur

    Dia memaparkan bahwa Taiwan mempunyai program Employement and Placement Service Act yang dikhususkan untuk orang asing untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja di Taiwan.

    Dalam memberikan perlindungan terhadap pekerja migran Indonesia, pemerintah telah menetapkan beberapa peraturan mengenai tata kelola migrasi pekerja migran Indonesia di tingkat nasional maupun daerah.

    Pada tahun 2017, Indonesia telah mengesahkan Undang-Undang Nomor 18 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (UU PPMI).

    Indonesia juga telah menyepakati Global Compact for Safe, Orderly, and Regular Migration (GCM) yang diadopsi oleh PBB pada 2018.

    GCM ditujukan sebagai upaya mendorong migrasi yang aman, tertib, dan teratur, serta menekankan perlunya tata kelola dan pelindungan migrasi tenaga kerja yang komprehensif.

    Meskipun demikian, Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia masih banyak menerima pengaduan dari pekerja migran terkait berbagai masalah, seperti kekerasan, upah yang tidak dibayar, jam kerja panjang, dan lain sebagainya.

    Sumber: brin.go.id