Tag: lukisan

  • Lukisan Karya Michael Jackson akan Dilelang Total Seharga 1 Juta Dolar

    Lukisan Karya Michael Jackson akan Dilelang Total Seharga 1 Juta Dolar

    7cloud.asia – Sebanyak 78 lukisan karya bintang pop Michael Jackson akan dilelang di Los Angeles, Amerika Serikat, pada 3 Agustus 2024.

    Sebagaimana dikutip oleh The Hollywood Reporter pada Senin (22/7/2024) waktu setempat, King’s Auction menyampaikan bahwa setiap lukisan yang dilelang ditandatangani langsung oleh Michael Jackson.

    Lelang lukisan karya penyanyi berjuluk “King of Pop” itu rencananya dilaksanakan di Los Angeles, tetapi perincian lokasinya belum disampaikan oleh penyelenggara lelang.

    Michael Jackson, yang meninggal pada usia 50 tahun pada 2009, memiliki minat pada seni rupa dan senang melukis sejak usia muda.

    Baca Juga: Mengenal Sosok Mia Khalifa yang Dipecat Playboy Karena Bela Palestina

    Michael Jackson yang dikenal sebagai King of Pop ini sering mengisi waktu dengan melukis di sela tur konser dan kemudian menjadi hobi melukis.

    Dalam melukis, Michael Jackson terpengaruh oleh banyak genre seni, mulai dari seni klasik dan arsitektur hingga seni pop dan bahkan potret formal.

    “Dia juga memiliki kecintaan yang besar pada London dan adat istiadat Inggris,” kata King’s Auctions dalam siaran persnya.

    Cara lelang yang diterapkan pada lukisan-lukisan Michael Jackson cukup unik. Pada penawaran pertama, ke-78 lukisan seluruhnya akan ditawarkan seharga satu juta dolar AS.

    Baca Juga: Sneakers Vokalis Coldplay Ini Dibuat dari 70 Sepatu Tua

    Jika ada pembeli yang mau membeli semua lukisan dengan tawaran harga itu, maka dia berhak atas semua lukisan dan lelang langsung diakhiri.

    Namun, apabila tidak ada pembeli yang memborong semua lukisan dengan harga penawaran pertama maka lelang akan dilanjutkan dengan protokol standar, masing-masing lukisan ditawarkan secara individual.

  • Yos Suprapto Batalkan Pameran di Galeri Nasional

    Yos Suprapto Batalkan Pameran di Galeri Nasional

    7cloud.asia – Pelukis Yos Suprapto akhirnya memutuskan untuk menurunkan 37 lukisan karyanya yang seharusnya dipamerkan di Galeri Nasional dalam pameran tunggal bertajuk “Kebangkitan: Tanah Untuk Kedaulatan Pangan”

    Lukisan-lukisan Yos Suprapto secara bertahap diturunkan mulai Senin (23/12/2024) kemarin.

    Keputusan tersebut diambil Yos Suprapto setelah negosiasi panjang antara seniman, pihak galeri, dan mantan kurator gagal mencapai kesepahaman.

    “Semua akan turun. Tapi karena mobil box kecil, hanya sebagian yang bisa diangkut hari ini. Sisanya akan kami bawa besok dengan kemasan yang sama seperti saat tiba, supaya aman,” kata Yos Suprapto kepada media di Galeri Nasional Indonesia Jakarta, Senin (23/12/2024).

    Pembatalan pameran lukisan ini dilatarbelakangi ketidaksepakatan antara Yos, pihak Galeri Nasional dan kurator terkait narasi yang diusung.

    Meski dihentikan, beberapa karya Yos Suprapto telah menarik perhatian kolektor, dan tiga lukisan dikabarkan telah terjual. Sementara karya lainnya akan segera dipindahkan ke Yogyakarta dan direncanakan untuk dipamerkan di tempat lain.

    Baca: Sarat Kritik, pameran lukisan tunggal Yos Suprapto dibredel

    Yos Suprapto menegaskan bahwa lukisan karyanya mengusung misi penting untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya kedaulatan pangan di Indonesia.

    “Sebagai bangsa yang berdaulat, kita harus memilih kedaulatan pangan,” ungkapnya.

    Yos Suprapto menyebut rencana pameran berikutnya masih dalam tahap perencanaan tanpa memberikan detail lebih lanjut.

    Pameran Yos yang mengangkat tema “Kebangkitan: Tanah Untuk Kedaulatan Pangan” itu bertujuan untuk menyoroti bagaimana tanah pertanian petani semakin dimarjinalkan.

    Semestinya pameran yang menampilkan sebanyak 30 lukisan tersebut digelar dan dibuka untuk umum pada 20 Desember lalu hingga 19 Januari Mendatang di Gedung A, Galeri Nasional Indonesia di Gambir, Jakarta Pusat.

    Sementara, Penanggung Jawab Unit Galeri Nasional Indonesia Jarot Mahendra menampik tudingan pembatalan atau pembredelan pameran tunggal Yos Suprapto.

    Baca: Pembungkaman juga dialami Butet Kartarejasa

    Usai pembatalan pameran Yos Suprapto viral di media sosial, pihak Galeri Nasional merilis pernyataan resmi yang menyebutkan hanya terjadi penundaan hingga tercapai kesepahaman antara semua pihak terkait.

    “Yang perlu diluruskan adalah tidak ada pembatalan pameran, apalagi pembedelan seperti yang berkembang di luar. Ini murni penundaan, karena kami masih menunggu kesepahaman dan kesepakatan antara seniman dan kurator,” ungkap Jarot dalam keterangan resmi tersebut.

    Menurutnya, keputusan tersebut diambil melalui dialog langsung yang melibatkan pihak galeri, seniman Yos Suprapto, dan kurator.

    Yos Suprapto dikabarkan mengundurkan diri secara resmi dari pameran tersebut. Pengunduran diri ini, menurut pihak galeri, adalah keputusan pribadi seniman tanpa tekanan dari pihak manapun.

    “Pak Yos mengundurkan diri dari pemerahan ini. Dan beliau menyatakan, tanpa ada tekanan dari manapun,” ujar Jarot.

    Lukisan-lukisan dan instalasi yang rencananya akan dipamerkan itu menyoroti isu kerusakan tanah dan pentingnya metode pertanian berkelanjutan.

     

  • Tujuh Pelukis Gelar Pameran Lukisan Cat Air Bertajuk Renjana

    Tujuh Pelukis Gelar Pameran Lukisan Cat Air Bertajuk Renjana

    7cloud.asia – Tujuh pelukis cat air akan menggelar pameran bersama bertajuk “Renjana” di Balai Budaya, Jakarta. Pameran ini menghadirkan ragam ekspresi visual yang mengeksplorasi makna renjana sebagai kekuatan batin dalam proses berkarya.

    Pameran lukisan cat air ini akan berlangsung selama tujuh hari dan turut menghadirkan kegiatan seni luar ruang pada Jumat, 6 Desember 2025 mendatang.

    Pameran tersebut menampilkan karya Michellina Triwardhany, Dian Fitrasari, Niken Vijayanti, Aviliani, Baskoro Sardadi, Erika Enda Ginting, dan Dumasi Marisina Magdalena Samosir.

    Mereka tergabung dalam Agus Budiyanto Aquarelle Studio (ABAS), sebuah komunitas seni yang beranggotakan pelukis dari beragam latar belakang.

    Menurut pengamat seni Bambang Asrini, tema “Renjana” merujuk pada istilah Sanskerta “Ranjana” yang bermakna ruang kegembiraan dan dorongan emosional kuat dalam proses kreatif.

    “Bahasa Sanskerta mengartikan ‘Ranjana’ sebagai rasa yang muncul dari kesadaran berlandas hati, selain perjuangan dan pencarian bahasa visual tak henti,” ujar Bambang dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (28/11/2025)

    Bambang Asrini mengatakan pameran ini merupakan bentuk pergumulan kreatif para pelukis dalam mengeksplorasi tema secara personal.

    “Pameran Renjana adalah totalitas tujuh pelukis yang bertemu dengan pengalaman nalar-rasa kehidupan, baik dari sisi pencipta maupun apresian,” ujarnya.

    Sementara itu, General Manager Bentara Budaya Jakarta Ilham Khoiri dalam pengantar katalog pameran menyebut tradisi seni cat air memiliki jejak panjang dalam sejarah seni rupa Indonesia.

    Ia menyinggung pelukis istana, Lee Man Fong, yang dikenal menggunakan medium cat air dan dekat dengan Presiden Soekarno.

    “Bung Karno sendiri juga membuktikan seorang pelukis cakap saat dibuang ke Ende,” kata Ilham.

    Ia menambahkan bahwa praktik seni cat air tidak hanya digeluti pelukis profesional atau lulusan akademi seni rupa, tetapi juga oleh mereka yang belajar secara otodidak melalui komunitas.

    “ABAS memiliki anggota dari berbagai profesi, mulai dari arsitek hingga bankir,” ujarnya.

    Selain menampilkan karya, panitia juga menyiapkan acara melukis di luar ruang pada 6 Desember 2025. Kegiatan tersebut terbuka bagi komunitas cat air dan publik yang ingin berpartisipasi, dengan penyediaan sejumlah fasilitas bagi peserta.

    Pameran “Renjana” diharapkan menjadi ruang apresiasi serta dialog kreatif antara seniman dan masyarakat, sekaligus memperlihatkan keragaman pendekatan visual dalam seni cat air Indonesia.