7cloud.asia – Sebagian besar orang sering menganggap lumut sebagai tumbuhan kecil yang tumbuh begitu saja.
Namun, tahukah Anda, lumut (Bryophytina) adalah salah satu kelompok tumbuhan tertua di Bumi dengan lebih dari 20.000 spesies yang masih eksis hingga saat ini?
Ketahanan lumut yang luar biasa membuat mereka bisa tumbuh di mana saja di Bumi ini. Tumbuhan lumut bisa dijumpai di tempat-tempat lembab.
Dilansir dari laman resmi LHK, tumbuhan lumut terdiri dari sekumpulan tumbuhan kecil. Tumbuhan ini menjadi pelopor sebelum akhirnya ada tumbuhan lain yang tumbuh di tempat tersebut.
Walaupun ukurannya kecil, tumbuhan lumut mampu membuat koloni dan mampu tumbuh menjangkau area yang sangat luas.
Lumut juga memiliki peranan penting dalam ekosistem, yakni menyediakan oksigen untuk tumbuhan lain, mengingat tumbuhan lumut memiliki sifat sel yang menyerupai spons untuk menyerap air.
Tumbuhan ini selalu menjadi perintis untuk tumbuh di tempat yang tidak disukai tanaman pada umumnya.
Baca: IUCN ingatkan sekitar 46.300 spesies terancam punah
Manfaat Tumbuhan Lumut untuk Fungsi Ekologis
Tumbuhan ini memegang peranan penting dalam ekosisitem. Sifat perintisnya menjadi pembuka ruang untuk ditumbuhi tanaman-tanaman lainnya.
Tumbuhan lumut yang lebat di alas-alas dan pohon-pohon di hutan sangat bermanfaat bagi kehidupan makhluk sekitar. Tidak hanya untuk tumbuhan lain, namun juga untuk manusia. Berikut manfaat lumut bagi lingkungan:
1. Menahan erosi tanah
Pengikisan tanah juga bisa dicegah dengan kehadiran lumut. Sifat penyerap air dengan baik yang dimiliki lumut membantu tanah terjaga kepadatannya dan tidak mudah mengalami erosi.
2. Mengurangi bahaya banjir
Lumut juga berperan dalam mencegah bencana banjir, karena air hujan yang turun diserap dengan baik oleh tumbuhan lumut.
3. Meningkatkan sumber air
Manfaat tumbuhan lumut juga dirasakan saat musim kemarau datang. Musim yang berpotensi mendatang kekeringan ini memberikan ancaman minimnya ketersediaan air bagi manusia.
Baca: Keong Darat, spesies penting yang terlupakan
Lumut membantu mengatasinya, karena lumut mempercepat proses penyerapan air saat kemarau sehingga mampu menjaga ketersediaan air tanah atau air sumur.
4. Mensuplai oksigen
Lumut juga bagian dari tumbuhan yang memiliki zat hijau. Layaknya tumbuhan lain, lumut juga melakukan fotosintesis. Hasil dari fotosintesis ini salah satunya adalah menghasilakan manfaat oksigen bagi manusia.
Dalam tulisannya di The Conversation, Peneliti Ali Muda BRIN, Eka Aditya Putri Iskandar menyebut keberadaan lumut di Gunung Gede menjadi bukti adaptasi dan daya tahan mereka terhadap perubahan lingkungan.
Lumut, termasuk yang tumbuh di Gunung Gede, ujarnya membantu para ilmuwan memahami evolusi kehidupan.
Lebih dari itu, peran lumut sangat penting dalam menopang ekosistem. Mereka menjadi indikator kualitas lingkungan dan menyediakan habitat bagi organisme kecil.
Jadi, lain kali ketika melihat lumut, mungkin ada baiknya kita berpikir dua kali sebelum menyapu mereka dari halaman.
Sebaliknya, luangkan waktu sejenak untuk mempertimbangkan keindahan alami dari sulur-sulur hijau yang lembut dan sejarah mereka sebagai salah satu jenis penjelajah tertangguh yang telah bertahan dalam sejarah panjang Bumi kita.
