Tag: magnesium

  • Redakan Kecemasan dengan Mengonsumsi Makanan Kaya Magnesium

    Redakan Kecemasan dengan Mengonsumsi Makanan Kaya Magnesium

    7cloud.asia – Mengonsumsi makanan yang kaya magnesium disarankan bagi mereka yang memiliki masalah dengan kesehatan mental khususnya kecemasan.

    Penelitian mengungkap cukup mengonsumsi suplemen magnesium dapat meredakan kecemasan dan memberikan dampak positif pada kesehatan mental.

    Adapun sumber magnesium alami dapat ditemukan pada cokelat hitam, pisang, tahu/tempe, kacang-kacangan, gandum utuh, sayuran hijau, ikan ataupun alpukat.

    Ditulis laman Hindustan Times, Senin (15/7/2024), ahli saraf Rumah Sakit Wockhardt, Mumbai Central, Dr. Sheetal Goyal mengatakan magnesium dapat memberikan efek positif terhadap kecemasan karena ada proses biokimia.

    “Magnesium dianggap membantu mengurangi kecemasan karena perannya dalam berbagai proses biokimia dan regulasi neurotransmitter di otak,” katanya.

    Baca: 4 langkah sederhana merawat kesehatan mental

    Magnesium membantu mengatur neurotransmitter seperti serotonin, yang memengaruhi suasana hati. Kadar magnesium yang cukup dapat mendukung sintesis dan fungsi serotonin, sehingga berpotensi mengurangi kecemasan.

    Goyal menambahkan, magnesium juga dapat meningkatkan aktivitas asam gamma-aminobutyric (GABA), suatu neurotransmitter dengan efek menenangkan pada otak.

    GABA membantu mengurangi rangsangan saraf, meningkatkan relaksasi, dan mengurangi kecemasan.

    Magnesium juga berperan dalam aksis hipotalamus-hipofisis-adrenal (HPA), yang mengendalikan respons stres.

    Kadar magnesium yang cukup dapat mengurangi dampak hormon stres seperti kortisol, sehingga dapat meredakan gejala kecemasan secara efektif.

    Baca: Tidur cukup bagus untuk kesehatan fisik dan mental

    Saat kita stres, seringkali otot menjadi tegang dan sakit kepala hingga akhirnya mengganggu kualitas tidur.

    Dengan mengonsumsi suplemen magnesium dalam jumlah yang cukup, dapat membantu meringankan gejala kecemasan seperti kram otot dan sakit kepala yang tegang.

    Kualitas tidur juga bisa membaik karena magnesium mengatur melatonin, hormon yang mengendalikan siklus tidur-bangun, sehingga meredakan stress dan mengurangi kecemasan.

    Goyal juga mengatakan, magnesium baik untuk mendukung kesehatan kardiovaskular dan kadar yang memadai dapat menurunkan risiko jantung berdebar-debar dan gejala fisik lainnya yang menyerupai kecemasan dan kondisi kesehatan mental lainnya.

    “Memastikan asupan magnesium yang cukup melalui makanan atau suplemen dapat meningkatkan kesejahteraan secara keseluruhan – hal ini selanjutnya dapat membantu mengelola kecemasan,” katanya.

    Sumber:Antaranews.com

  • Konsumsi Magnesium Disarankan untuk Atasi Insomnia, Tetapi Ada Waktu Terbaik

    Konsumsi Magnesium Disarankan untuk Atasi Insomnia, Tetapi Ada Waktu Terbaik

    7cloud.asia – Cukup mengonsumsi magnesium menjadi salah satu cara untuk mengatasi insomnia atau gangguan susah tidur. Magnesium adalah mineral alami yang ditemukan dalam makanan seperti sayuran hijau, kacang-kacangan, dan biji-bijian,

    Profesor dari New York Tech, Maria Pino, Ph.D., mengatakan magnesium disarankan untuk mengatasi insomnia dengan mengembalikan keseimbangan neurotransmiter, terutama dengan memblokir glutamat dan meningkatkan GABA (asam gamma-aminobutirat).

    Adapun GABA adalah neurotransmiter kunci yang membantu menenangkan sistem saraf dan meningkatkan relaksasi. Dengan meningkatkan aktivitas GABA, magnesium dapat mendukung keadaan yang lebih rileks, sehingga lebih mudah untuk tertidur dan tetap tidur.

    Selain efeknya pada sistem saraf dan otot, magnesium juga dapat memengaruhi siklus tidur-bangun alami tubuh.

    “Pada individu yang sehat, magnesium dapat meningkatkan kadar melatonin, membantu menjaga jam biologis normal,” ujar Maria Pino dalam siaran Eating Well, Sabtu (18/4/2026) waktu setempat.

    Maria Pino menambahkan, ada waktu terbaik untuk konsumsi magnesium agar tidur dapat lebih nyenyak.​​​​​​

    Baca: Cara Sederhana Atasi Gangguan Susah Tidur

    Dalam hal suplemen makanan, waktu dapat memengaruhi seberapa baik suplemen tersebut mendukung tujuan spesifik anda. Jika anda mengonsumsi magnesium untuk meningkatkan kualitas tidur, pendekatan yang paling umum direkomendasikan adalah mengonsumsinya sesaat sebelum tidur.

    Ahli gizi Whitney Stuart, M.S., RDN menambahkan bahwa mengonsumsi magnesium 30 hingga 60 menit sebelum tidur dianggap optimal untuk membantu tubuh bersiap untuk tidur.

    “Rentang waktu ini memungkinkan tubuh anda untuk menyerap dan memanfaatkan magnesium sebagai bagian dari proses relaksasi,” ujar Stuart.

    Sementara menurut Ahli gizi Whitney Stuart, M.S., RDN magnesium untuk tidur paling sering diberikan sekali sehari, seringkali di malam hari atau 30 hingga 60 menit sebelum tidur, dan digunakan secara konsisten selama berminggu-minggu.

    Namun, ia memberikan catatan, meskipun penelitian menunjukkan peningkatan yang moderat dalam tertidur dan kualitas tidur secara keseluruhan terutama pada orang dengan insomnia atau kadar magnesium rendah, tidak ada penelitian yang secara langsung mengonfirmasi bahwa waktu malam hari lebih efektif daripada waktu lain dalam sehari.

    Di sisi lain, Stuart juga membeberkan bahwa terdapat keuntungan mengonsumsi magnesium sebelum tidur.

    Baca: Menggunakan Ponsel Sebelum Tidur Bisa Memicu Insomnia

    “Mengonsumsi magnesium pada waktu yang sama setiap malam memperkuat isyarat perilaku bahwa sudah waktunya tidur, sehingga meningkatkan manfaat fisiologisnya,” kata Stuart.

    Dengan menggabungkan asupan magnesium anda dengan aktivitas relaksasi lainnya, seperti membaca buku, meredupkan lampu, atau melakukan peregangan ringan, ini semakin mendukung transisi yang lebih lancar menuju tidur.

    Bagi mereka yang mengonsumsi magnesium dalam bentuk suplemen terkonsentrasi, diingatkan untuk berhati-hati.

    Secara umum, suplemen magnesium aman untuk sebagian besar orang dewasa yang sehat, tetapi dapat berinteraksi dengan obat-obatan dan kondisi medis tertentu.

    Karena magnesium secara alami merelaksasi pembuluh darah, magnesium dapat memengaruhi fungsi kardiovaskular.

    “Magnesium dapat menurunkan tekanan darah, yang harus dipantau pada pasien yang sudah menggunakan obat antihipertensi,” kata Pino.

    Baca: Kenali Jenis Insomnia Agar Tepat Menanganinya

    Jika digabungkan, efek-efek ini dapat menyebabkan tekanan darah turun terlalu rendah, yang mengakibatkan gejala seperti pusing atau kepala terasa ringan.

    Magnesium juga dapat mengganggu penyerapan obat-obatan tertentu dengan mengikatnya di saluran pencernaan.

    “Magnesium mengurangi efektivitas antibiotik tertentu (tetrasiklin dan fluoroquinolon) dan penggantian hormon tiroid,” tambah Pino.

    Untuk meminimalkan interaksi ini, biasanya disarankan untuk memberi jarak beberapa jam antara konsumsi magnesium dan obat-obatan tersebut.

    Pino menyarankan untuk berkonsultasi dengan penyedia layanan kesehatan atau apoteker sebelum memulai suplemen magnesium.

    Hal ini untuk menentukan apakah suplemen tersebut sesuai untuk anda dan bagaimana cara mengonsumsinya dengan aman bersamaan dengan obat-obatan lain.