Tag: malam

  • Kiat Menghabiskan Malam Ala Slow Living: Buang Pikiran untuk Selalu Produktif

    Kiat Menghabiskan Malam Ala Slow Living: Buang Pikiran untuk Selalu Produktif

    7cloud.asia – Tinggal di kota besar yang sibuk dan tak pernah tidur sering menggoda kita untuk begadang di malam hari. Kondisi ini merupakan salah satu gangguan untuk menerapkan slow living.

    Tanpa sadar kita sering menghabiskan malam dengan menyibukkan diri dalam grup chat, sekadar membaca email atau bahkan nongkrong bersama teman kerja saat seharusnya beristirahat dan menikmati momen slow living.

    Jadi mulai sekarang, saat sudah selesai bekerja, nikmati malammu ala slow living. Singkirkan pikiran yang mengganggu bahwa kamu harus produktif setiap saat.

    Mungkin kamu merasa sangat lelah di malam hari, sehingga yang ingin kamu lakukan hanyalah menonton serial TV sepanjang malam atau berlama-lama menelusuri ponsel.

    Baca: 10 Prinsip slow living, kamu bisa berproses bersamanya

    Tinggalkan semua itu. Karena pelarian tersebut justru akan membuatmu tidak cukup istirahat. Lewati saja kelelahan awal itu dan habiskan setengah jam untuk melakukan sesuatu yang benar-benar kamu sukai.

    Cobalah memanfaatkan malam ala slow living dengan membaca buku atau membuat jurnal. Bisa juga dengan melakukan refleksi atas apa yang sudah kita lakukan sepanjang hari ini.

    Dan, kamu akan terkejut dengan dampak positifnya.

    “Betapa menyegarkannya buku bagus atau membuat jurnal di malam hari,” tulis vanillapapers.net. 

    Baca: Cara sederhana memulai slow living

    Ini akan membuat kamu lebih istirahat dibandingkan menonton serial TV atau media sosial.

    Berjam-jam menelusuri media sosial tanpa berpikir panjang menyebabkan depresi dan kecemasan.

    Jadi jika kamu ingin malam yang lebih tenang, kurangi waktu pemakaian gadget kamu.

    Sesekali luangkan satu malam untuk sekadar menikmati keheningan tanpa hiburan dan konten yang tiada habisnya. Habiskan waktu tanpa TV, podcast, dan musik yang selalu menjadi latar belakang kehidupan kamu.

    Baca: Mungkinkan menerapkan slow living di kota yang sibuk?

    Dengarkan kicauan burung di luar atau nikmati angin malam yang berhenmbus perlahan.

    Berbincanglah dengan orang yang dikasihi, atau menikmati makan malam dalam keheningan dan menikmati setiap gigitan yang kamu buat.

    Percayalah semua ini akan lebih berarti, dan tanpa sadar kamu telah menerapkan momen slow living dalam keseharian kamu. Selamat mencoba.

  • Jangan Lupa, Fenomena Langka Strawberry Moon Dapat Disaksikan Nanti Malam

    Jangan Lupa, Fenomena Langka Strawberry Moon Dapat Disaksikan Nanti Malam

    7cloud.asia – Fenomena langka,Strawberry Moon atau Bulan Purnama penuh di bulan Juni akan menghiasi langit Indonesia pada Sabtu (22/06/2024) malam.

    Tidak seperti biasanya, bulan purnama ini terlihat sangat besar berwarna oranye kemerahan. Fenomena langka ini terjadi setiap 19 atau 20 tahun sekali setelah titik balik Matahari musim panas, hari terpanjang dalam setahun.

    Dari laporan Space, umumnya Bulan Purnama terjadi ketika Bulan berada di seberang Matahari dengan Bumi berada di antara keduanya.

    Di sisi malam Bumi, saat itulah Bulan dapat terlihat yang sepenuhnya bercahaya. Pada dasarnya, waktu terjadinya Bulan Purnama adalah sama di seluruh dunia. Perbedaan terjadi terkait zona waktu.

    Baca: Dua gerhana terjadi pada Ramadhan tahun ini

    Dibeberapa negara fenomena Strawberry Moon dapat disaksikan pada 21 Juni kemarin. Namun untuk wilayah Asia Tenggara, termasuk Indonesia fenomena ini dapat disaksikan pada Sabtu malam.

    Meski stroberi berwarna merah, nama Strawberry Moon tidak ada hubungannya dengan penampilan ataupun rona dari Bulan Purnama itu.

    Melansir laman resmi Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA),Strawberry Moon diambil berdasarkan kalender Petani Maine pada tahun 1930-an.

    Nama tersebut diambil dari Bulan Purnama Juni oleh Suku Algonquin, yang menjelaskan musim panen stroberi relatif singkat di wilayah tersebut.

    Baca: Fenomena solstis bikin siang jadi panjang

    Para petani memberikan nama-nama Bulan Purnama atau Bulan Baru untuk memprediksi pergantian musim. Nama musim lainnya adalah Bulan Bunga, Bulan Panas, Bulan Cangkul, dan Bulan Tanam.

    Pada bulan Juni, biasanya merupakan Bulan Purnama terakhir di musim semi atau Bulan Purnama pertama di musim panas, yang secara tradisional disebut sebagai Strawberry Moon atau Bulan Stroberi.

    Sementara itu menurut Ontario Native Literacy Coalition, Anishinaabe (Ojibwe) juga menyebut Strawberry Moon sebagai Ode’miin Giizis. Atau waktu untuk menyambut orang pulang dan perjamuan tahunan.

    Penulis: Nurakhmayani/berbagai sumber