Tag: matahari

  • Hari Ozon Sedunia, KLHK Ajak Masyarakat Bijak Gunakan Barang Perusak Ozon

    Hari Ozon Sedunia, KLHK Ajak Masyarakat Bijak Gunakan Barang Perusak Ozon

    7cloud.asia – Lapisan ozon semakin menipis. Karena itu Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengajak warga bijak menggunakan produk yang menggunakan bahan-bahan perusak ozon.

    “Bahan perusak ozon harus kita kurangi dan harus kita hilangkan. Jadi, tidak ada lagi AC refrigerant yang menggunakan bahan-bahan perusak ozon,” kata Direktur Mitigasi Perubahan Iklim KLHK, Yulia Suryati.

    Dilansir Antaranews dalam acara puncak peringatan Hari Ozon Sedunia pada Minggu (24/09/2023), Yulia menjelaskan berbagai produk perusak ozon diantaranya pendingin udara, kulkas, spray pengharum ruangan.

    Kedua barang ini mengandung hidrofluorokarbon atau HFC yang dapat merusak ozon.

    Baca: Mungkinkah dunia wujudkan nol emisi pada 2050

    Lapisan Ozon merupakan suatu lapisan gas alami yang berada di lapisan Stratosfer yang berada antara 15-30 km di atas Bumi.

    Lapisan ini berada di dalam Stratosfer menjadi sangat penting bagi bumi karena berfungsi menjadi gas pelindung yang memiliki “efek rumah kaca” yang melindungi permukaan bumi sinar radiasi Ultraviolet B (UV-B) matahari.

    Radiasi UV-B ini dapat membahayakan manusia dan kehidupan lain, sekaligus mengontrol suhu bumi karena menyerap sebagian panas dari matahari untuk menjaga kestabilan iklim.

    Rusaknya lapisan ozon berpotensi menyebabkan meningkatnya kasus katarak mata, menurunnya kekebalan tubuh maanusia, kanker kulit dan menghambat pertumbuhan tanaman akibat radiasi sinar UV-B yang “tidak tertapis” oleh lapisan ozon.

    Baca: Perdagangan karbon untuk tekan emisi

    Studi Ilmiah yang telah dilakukan sepanjang tahun 1980-1986 menunjukkan adanya penipisan pada lapisan ozon hingga 50 persen, sehingga terbentuk lubang ozon.

    Penipisan ini, merupakan satu bentuk kerusakan lapisan ozon yang dapat membahayakan Bumi karena efek berbahaya sinar Ultraviolet (UV-B) yang masuk ke bumi menjadi langsung tanpa tertapis di lapisan ozon.

    Selain itu, rusaknya lapisan ozon menimbulkan perubahan iklim ekstrem karena panas matahari tidak dapat lagi terserap oleh unsur ozon.

    Pemerintah Indonesia sudah meratifikasi Amendemen Kigali yang ditujukan untuk melindungi lapisan ozon.

    Peraturan Presiden Nomor 129 Tahun 2022 tentang Pengesahan Amendment to the Montreal Protocol on Substances that Deplete the Ozone Layer, Kigali, 2016, telah diberlakukan.

    Baca: Perdagangan karbon untuk maksimalkan pemasukan negara

    Ketentuan tersebut mencakup pengaturan penggunaan refrigerant ramah iklim dan penghematan energi dalam upaya melindungi lapisan ozon.

    Yulia menyampaikan bahwa HFC dapat mempercepat terjadinya perubahan iklim sehingga pemakaian senyawa organik buatan yang biasa digunakan pada pendingin ruangan tersebut harus dihentikan.

    “Kita mulai menghubungkan perlindungan lapisan ozon dengan perubahan iklim karena Amandemen Kigali yang mengatur konsumsi atau mengatur penggunaan konsumsi HFC khususnya yang punya potensi (menyebabkan) pemanasan global,” jelasnya.

    Pemerintah mulai 1 Januari 2024 akan membatasi penggunaan HFC guna membantu mengekang pemanasan global dan melindungi lapisan ozon.

    Repoter: Nurakhmayani

  • Cuaca Terasa Panas Terik di Siang Hari, Ini Penjelasan BMKG

    Cuaca Terasa Panas Terik di Siang Hari, Ini Penjelasan BMKG

    7cloud.asia – Sepekan terakhir di bulan September terutama pada siang hari cuaca panas terik sangat terasa. Hal ini terjadi akibat pengaruh dinamika atmosfer.

    Deputi Bidang Meteorologi pada Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Guswanto dalam keterangannya Sabtu (30/09/2023) menjelaskan hasil pengamatan BMKG, suhu maksimum di beberapa wilayah cukup tinggi.

    Selama periode tanggal 22 – 29 September 2023 suhu berkisar antara 35 – 38 °C pada siang hari.

    Suhu maksimum tertinggi, 38 °C terukur di Kantor Stasiun Klimatologi Semarang – Jawa Tengah pada tanggal 25 dan 29 September 2023.

    Selain itu, Kantor Stasiun Meteorologi Kertajati, Majalengka – Jawa Barat pada tanggal 28 September 2023 juga memantau suhu maksimum..

    Sedangkan di wilayah Jabodetabek suhu berada pada kisaran 35.0 – 37.5 °C, dimana suhu maksimum hingga 37.5 °C terukur di wilayah Tangerang Selatan pada tanggal 29 September 2023.

    “Secara umum, fenomena suhu panas terik tersebut terjadi karena dipicu oleh beberapa kondisi dinamika atmosfer,” ujar Guswanto.

    Selanjutnya Guswanto memaparkan saat ini kondisi cuaca di sebagian besar wilayah Indonesia terutama di Jawa hingga Nusa Tenggara (termasuk Jabodetabek) didominasi oleh kondisi cuaca yang cerah.

    Pada kondisi tersebut pertumbuhan awan sangat minim, terutama pada siang hari.

    Sehingga penyinaran matahari pada siang hari ke permukaan bumi tidak mengalami hambatan signifikan oleh awan di atmosfer.Akibatnya suhu pada siang hari di luar ruangan terasa sangat terik.

    Saat ini sebagian besar wilayah Indonesia terutama di selatan ekuator masih mengalami musim kemarau.

    Sementara sebagian lainnya akan mulai memasuki periode peralihan musim pada periode Oktober-November ini. Sehingga kondisi cuaca cerah masih cukup mendominasi pada siang hari.

    Pada akhir September posisi semu matahari menunjukkan pergerakan ke arah selatan ekuator.

    Hal ini berdampak pada sebagian wilayah Indonesia di selatan ekuator termasuk wilayah Jawa hingga Nusa Tenggara mendapatkan penyinaran matahari yang relatif lebih intens dibandingkan wilayah lainnya.

    Di wilayah tersebut, pemanasan sinar matahari cukup optimal terjadi pada pagi menjelang siang dan pada siang hari.

    Lebih jauh Guswanto menjelaskan ada beberapa faktor lain yang menyebabkan peningkatan suhu udara secara drastis atau ekstrem di permukaan bumi.

    Kecepatan angin, tutupan awan, dan tingkat kelembapan udara merupakan faktor yang memiliki dampak lebih besar juga terhadap kondisi suhu terik di suatu wilayah seperti yang terjadi saat ini di beberapa wilayah Indonesia.

    “Kondisi fenomena panas terik ini diprediksikan masih dapat berlangsung dalam periode Oktober ini, mengingat kondisi cuaca cerah masih cukup mendominasi pada siang hari, sehingga BMKG menghimbau kepada masyarakat untuk senantiasa menjaga kondisi stamina tubuh dan kecukupan cairan tubuh terutama bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan pada siang hari supaya tidak terjadi dehidrasi, kelelahan dan dampak buruk lainnya,” urainya.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Hari Ozon Sedunia: Luas Lubang Ozon Capai 10 Juta Kilometer Persegi

    Hari Ozon Sedunia: Luas Lubang Ozon Capai 10 Juta Kilometer Persegi

    7cloud.asia – Lapisan ozon terus menipis sejak 2020 terutama di Kutub Selatan dan Antartika, kata seorang ilmuwan Turki.

    “Total level ozon terus menurun, dan karena kita sekarang berada di bulan September, area yang terkena dampak semakin meluas,” kata Prof. Mete Tayanc dari Universitas Marmara di Istanbul.

    “Hingga 9 September 2024, luas lubang ozon telah mencapai lebih dari 10 juta kilometer persegi,” kata dia menyambut Hari Ozon Sedunia.

    PBB menetapkan 16 September sebagai Hari Internasional Pelestarian Lapisan Ozon.

    Tayanc mengatakan bahwa lapisan ozon seperti perisai yang menghalangi sinar ultraviolet (UV) yang berbahaya bagi kehidupan makhluk di bumi.

    Baca: Lubang ozon dan dampaknya pada lingkungan global

    Tetapi lapisan ozon meneruskan cahaya matahari yang bisa kita lihat dan penting bagi kehidupan di Bumi.

    Tayanc mengatakan jika tidak ada lapisan ozon, manusia akan mengalami dampak negatif seperti penuaan kulit dini, berbagai macam kanker, gangguan sistem kekebalan tubuh, dan katarak dini.

    Tanpa adanya lapisan ozon, proses fotosintesis pada tumbuhan juga akan terganggu.

    Menurut dia, ada tiga faktor utama yang menyebabkan penipisan lapisan ozon: klorofluorokarbon (CFC), partikel halus, dan sinar matahari.

    Tayanc memperingatkan bahwa Protokol Montreal tentang Zat Perusak Lapisan Ozon telah mendasari upaya untuk menghapus secara bertahap berbagai zat yang merusak lapisan ozon.

    Baca: Dampak yang dirasakan Indonesia akibat lubang ozon

    Protokol itu, yang diadopsi pada 16 September 1987 dan mulai berlaku pada 1 Januari 1989, adalah perjanjian internasional yang bertujuan melindungi lapisan ozon dengan menghilangkan zat-zat perusak ozon secara bertahap.

    “Ketika Protokol Montreal pertama kali disusun, bahan kimia perusak ozon diperkirakan akan berkurang hingga 50 persen pada 1999. Namun, target ini kemudian direvisi,” kata Tayanc.

    Amandemen London, yang ditandatangani pada 1990, menetapkan target baru pelarangan semua gas perusak ozon pada 2000.

    “Meskipun emisi zat-zat tersebut telah berkurang secara signifikan, beberapa di antaranya masih digunakan dalam jumlah kecil hingga saat ini,” katanya.

    ​​Sumber: Antaranews.com/Aadolu

  • Badai Matahari Menerjang Indonesia, Ini Dampaknya Bagi Manusia

    Badai Matahari Menerjang Indonesia, Ini Dampaknya Bagi Manusia

    7cloud.asia – Cuaca panas melanda beberapa Kota di Indonesia, tidak hanya akibat adanya peralihan musim dari kemarau ke musim hujan. Namun juga adanya badai matahari atau solar storm.

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi fenomena badai kuat Matahari melanda wilayah Indonesia hingga 13 Oktober karena itu semua pihak diminta mewaspadai dampak yang menyertainya.

    Melansir Antaranews, Ketua Tim Bidang Geofisika Potensial BMKG, Syrojudin menjelaskan badai kuat Matahari tersebut berada pada indeks ekstrem (G4) dan telah mencapai puncaknya pada Jumat (11/10/2024).

    Baca: Siang akan lebih panjang, ini penyebabnya

    Sebelumnya Lembaga Kelautan dan Atmosfer Amerika (NOAA) menyebut bahwa ledakan Matahari pada Senin (7/10/2024) lalu mengakibatkan badai magnet berat skala G4 di Bumi.

    Ledakan tersebut adalah letusan besar radiasi elektromagnetik dari matahari yang berlangsung selama beberapa menit hingga jam.
     
    Berdasarkan analisis tim geofisika BMKG menunjukkan selama tiga hari ke depan Indonesia akan merasakan dampak dari badai matahari.

    Baca: Fakta yang menarik saat gerhana matahari total

    Selain cuaca terasa lebih panas, juga terjadi gangguan yang cukup signifikan pada jaringan internet, termasuk yang menggunakan sistem satelit seperti Starlink.

    Karena itu Syrojudin mengimbau masyarakat untuk berhati-hati saat berkegiatan atau transaksi menggunakan jaringan internet, komunikasi berbasis radio selama periode badai matahari tersebut.

    Kemudian bagi para pilot drone di seluruh Indonesia disarankan BMKG untuk tidak mengoperasikan pesawat tanpa awaknya karena berpotensi hilang kendali, dan akurasi posisi berbasis satelit seperti GPS juga akan menurun.

    Baca: Mengenal ozon dan kaitannya dengan pemanasan global

    Mengutip dari buku Matahari oleh Viyanti (2023:18), badai matahari adalah kejadian saat aktivitas matahari berinteraksi dengan medan magnetik bumi.

    Terjadinya fenomena alam ini berkaitan langsung dengan peristiwa ledakan matahari (solar flare) dan pelontaran material korona (CME – Cornal Mass Ejection).

    Ketika matahari dalam siklus keaktifan maksimumnya, Angin matahari akan lebih kencang dan partikel yang dikeluarkan lebih energik. Kemudian, peristiwa solar flare dan CME juga terjadi.

    Jika partikel yang dilontarkan sangat besar maka pada matahari akan terjadi. Tentunya peristiwa alam ini mampu memberikan dampak bagi kehidupan manusia.

     

  • BMKG: Badai Geomagnetik Global Berdampak Terbatas di Indonesia

    BMKG: Badai Geomagnetik Global Berdampak Terbatas di Indonesia

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan badai geomagnetik kuat yang terjadi pada 20–21 Januari 2026 berdampak terbatas di wilayah Indonesia

    Badai geomagnetik merupakan fenomena gangguan pada medan magnet Bumi yang disebabkan oleh aliran partikel bermuatan berenergi tinggi dari Matahari.

    Secara global, dampak badai geomagnetik ini mencapai tingkat G4 atau masuk kategori berat.

    Ketua Tim Kerja Geofisika Potensial BMKG Syirojudin dilansir Antaranews.com, Selasa (20/1/2026) mengatakan bahwa badai geomagnetik tersebut dipicu aktivitas Matahari yang tinggi berupa suar Matahari (solar flare) kelas X1.9 pada 18 Januari 2026.

    Fenomena ini kemudian diikuti lontaran massa korona atau coronal mass ejection (CME) ke arah Bumi.

    “Secara global, peringatan badai geomagnetik mencapai level G4. Namun dampak fisik di wilayah Indonesia relatif lebih rendah karena posisi geografis Indonesia berada di lintang rendah,” kata dia.

    Baca: Mengenal fenomena aphelion saat matahari berada di titik terjauh

    Ia menjelaskan, pemantauan BMKG melalui jaringan observatorium magnet Bumi, salah satunya di Tondano, Sulawesi Utara, menunjukkan adanya gangguan magnetik lokal yang sejalan dengan peristiwa global, meskipun intensitasnya teredam oleh kondisi geomagnetik ekuator.

    Berdasarkan pengamatan, indeks K lokal di wilayah Tondano tercatat berada pada kisaran K=8 hingga K=9 yang mengindikasikan terjadinya badai magnet Bumi besar hingga ekstrem, dengan puncak gangguan terekam sejak dini hari 20 Januari 2026 waktu Indonesia barat.

    Indeks K dan Indeks A merupakan parameter ilmiah yang digunakan untuk mengukur tingkat gangguan medan magnet Bumi akibat aktivitas Matahari (cuaca antariksa) yang keduanya lazim dipakai oleh BMKG, NOAA, dan lembaga geofisika dunia.

    Syirojudin mengatakan, Indonesia relatif terlindungi dari dampak terburuk badai geomagnetik karena adanya fenomena equatorial electrojet yang berperan sebagai perisai alami terhadap partikel bermuatan energi tinggi dari aktivitas Matahari.

    Meski demikian, BMKG mencatat potensi dampak sementara yang dapat dirasakan di Indonesia, antara lain penurunan akurasi navigasi satelit global positioning system (GPS), gangguan komunikasi radio frekuensi tinggi (HF).

    Baca: Badai Matahari dan dampaknya pada manusia

    Selain itu juga terjadi fluktuasi pada layanan internet berbasis satelit di sejumlah titik.

    Ia menegaskan bahwa badai geomagnetik tersebut tidak berdampak langsung pada kesehatan manusia dan tidak menimbulkan risiko fatal terhadap infrastruktur kelistrikan nasional.

    “PLN dan sistem kelistrikan nasional dinilai aman dari risiko fatal akibat badai geomagnetik ini,” ujarnya.

    BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan meminta operator telekomunikasi serta navigasi untuk memantau kualitas sinyal satelit selama periode gangguan berlangsung.

    Selain itu, Syrojudin juga mengingatkan masyarakat dan pemangku kepentingan untuk terus mengikuti informasi resmi terkait aktivitas geomagnetik melalui kanal pemantauan yang disediakan BMKG.

    Baca: Mengenal fenomena titik balik Matahari