Tag: meletus

  • Gunung Ili Lewotolok Meletus  

    Gunung Ili Lewotolok Meletus  

    7cloud.asia – Gunung Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur, meletus pada Kamis (5/10/2023) pukul 10.32 WITA

    Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Ili Lewotolok Fajaruddin M. Balido yang disiarkan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) tinggi kolom letusan kurang lebih 700 meter di atas puncak atau 2.123 meter di atas permukaan laut.

    Erupsi Ili Lewotolok terekam di seismograf memiliki amplitudo maksimum 27.8 mm dan durasi 52 detik.

    Gunung api itu teramati melontarkan abu berwarna kelabu dengan intensitas sedang ke arah barat.

    Ili Lewotolok sering mengalami erupsi sepanjang 1 Januari sampai 5 Oktober 2023. Selama kurun itu, Ili Lewotolok tercatat 66 kali mengalami erupsi.

    Tingkat aktivitas Gunung Ili Lewotolok berada di Level II (Waspada).

    Pada tingkat aktivitas Level II, warga di sekitar gunung api serta pendaki dan wisatawan diminta tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di area dalam radius dua kilometer dari pusat aktivitas Gunung Ili Lewotolok.

    Warga Desa Lamawolo, Lamatokan, dan Jontona diimbau mewaspadai ancaman bahaya dari guguran atau longsoran lava dan awan panas dari bagian timur kawah Ili Lewotolok.

    Penduduk yang bermukim di sekitar lembah atau aliran sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Ili Lewotolok diminta mewaspadai ancaman bahaya lahar pada musim penghujan.

    Selain itu, warga di sekitar Ili Lewotolok ​​​​​​​dianjurkan untuk memakai masker serta pelindung mata dan kulit guna menghindari masalah kesehatan ketika terjadi hujan abu.

    Sumber: antaranews

  • Sabtu Pagi, Gunung Ili Lewotolok Dua Kali Meletus

    Sabtu Pagi, Gunung Ili Lewotolok Dua Kali Meletus

    7cloud.asia – Gunung Ili Lewotolok di Pulau Lembata, Nusa Tenggara Timur pada Sabtu (11/11/2023) pagi meletus 2 kali. Letusan pertama terjadi pada 04.51 WITA dan kedua pada 05.32 WITA.

    Petugas Pos Pengamatan Gunung Ili Lewotolok, Stanislaus Ara Kian mengatakan erupsi berupa semburan abu vulkanik mengarah ke barat laut.

    “Masyarakat yang bermukim di sekitar lembah atau aliran sungai-sungai yang berhulu di puncak gunung Ili Lewotolok agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya lahar yang dapat terjadi terutama di saat musim hujan,” jelasnya.

    Baca: Lagi gunung ili lewotolok meletus 2 kali

    Melansir Antaranews, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) merekam erupsi pertama melontarkan abu vulkanik setinggi lebih kurang 350 meter di atas puncak Gunung Ili Lewotolok.

    Erupsi Gunung Ili Lewotolok itu terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 24,9 milimeter dan durasi 37 detik.

    Kemudian, letusan dengan tinggi kolom abu teramati lebih kurang 400 meter. Amplitudo maksimum erupsi tersebut sebesar 21,1 milimeter dengan durasi selama 119 detik.

    Baca: Gunung ililewotolok meletus

    Gunung Ili Lewotolok merupakan gunung api paling sering erupsi. Sejak 1 Januari sampai 11 November 2023, tercatat sebanyak 88 kali letusan.

    Gunung Ili Lewotolok adalah gunung berapi stratovolcano yang terletak di bagian utara Pulau Lembata, Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

    Gunung api itu memiliki ketinggian 1.423 meter atau 4.669 kaki di atas permukaan laut.

    Puncak gunung memiliki kawah besar menyerupai kaldera berbentuk bulan sabit yang Metong Lamataro oleh penduduk setempat.

    Baca: Jalan-jalan ke kawah Ijen

    Adanya letusan ini, PVMBG mengimbau masyarakat untuk tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah radius dua kilometer dari pusat aktivitas vulkanik.

    Sementara bagi masyarakat yang berada di Desa Lamawolo, Desa Lamatokan, dan Desa Jontona agar selalu meningkatkan kewaspadaan.

    Potensi ancaman bahaya dari guguran maupun longsoran lava dan awan panas mengarah ke bagian timur kawah Gunung Ili Lewotolok.

    Reporter: Nurakhmayani

     

  • Kamis Siang Gunung Dukono Meletus, Warga Diimbau Waspada

    Kamis Siang Gunung Dukono Meletus, Warga Diimbau Waspada

     

    7cloud.asia – Gunung Dukono yang terletak di utara Pulau Halmahera, Maluku Utara meletus dengan mengeluarkan abu vulkanik setinggi 1,2 kilometer pada hari ini, Kamis (16/11/2023) siang pukul 12.01 WIT.

    “Kolom abu teramati berwarna putih, kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal ke arah timur,” ujar Bambang seperti dikutip Antaranews.

    Karena itu, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengimbau masyarakat mengenakan masker untuk menghindari abu vulkanik pada sistem pernafasan.

    Sebab, abu vulkanik secara periodik terjadi dan sebaran abu mengikuti arah serta kecepatan angin yang membuat area yang dilanda abu vulkanik berubah-ubah.

    Gunung Dukono saat ini berada pada status level II atau waspada. Permukiman terdekat berada pada jarak 11 kilometer dari puncak gunung api tersebut.

    baca: sabtu pagi gunung ili lewotolok dua kali meletus

    BPBD Halmahera Utara melaporkan peningkatan debu vulkanik yang keluar dari kawah Gunung api tersebut telah menyebabkan peningkatan penderita infeksi saluran pernapasan di RSUD sekitar 15 persen.

    Pada 14 November 2023, PVMBG bersama BPBD Halmahera Utara telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk memitigasi dampak dari peningkatan letusan Gunung Dukono.

    Gunung Dukono (1087 m dpl.) dengan kawah aktif Malupang-Warirang merupakan salah satu gunung api aktif dan sering meletus sampai saat ini.

    Gunung api ini merupakan yang paling muda dan masih aktif di antara gunung api lainnya yang sudah tidak aktif yang tumbuh dalam suatu zona depresi vulkanik.

    baca: gunung merapi kembali muntahkan lava 18 kali

    Dari data geologi yang tercermin dari batuan penyusun Kompleks Gunung Dukono-Warirang dan sejarah erupsi Gunung Dukono sejak 1550 sampai saat ini.

    Karakteristik erupsi gunung api ini bersifat eksplosif dan efusif yang menghasilkan abu, lontaran batu pijar, aliran piroklastika, dan aliran lava.

    Dengan memperhatikan jenis, volume, dan pelamparan produk erupsi di masa lalu maupun sampai sekarang, erupsi Gunung Dukono dapat diklasifikasikan ke dalam erupsi eksplosif dan efusif bertipe Stromboli – Vulkano berskala kecil sampai menengah.

    Potensi bahaya primer erupsi Gunung Dukono terdiri atas aliran piroklastika (awan panas), jatuhan piroklastika (lontaran batu dan abu vulkanik), gas beracun, dan aliran lava.

    baca: gunung ili lewotolok meletus

    Sedangkan jenis bahaya sekunder adalah aliran lahar. Dari potensi bahaya erupsi Gunung Dukono teridentifikasi tiga kawasan rawan bencana gunung api, yaitu Kawasan Rawan Bencana III, II, dan I.

    Sebelumnya pada Rabu (8/11/2023).PVMBG mencatat Gunung Dukono telah mengalami 36 kali letusan. Abu vulkanik ini melanda hingga ke Kota Tobelo yang berjarak 22 kilometer dari kawah gunung api tersebut.

    Selain melanda Kota Tobelo, abu vulkanik juga melanda delapan desa yang berada di dekat dengan Gunung Dukono.

    Kedelapan desa itu adalah Made, Popilo, Gorua, Wari Ino-Weri, Buwaele, Gura, Kampung Cina, dan Gamsungi. Desa Made hanya berjarak 15 kilometer dari Gunung Dukono.

    Reporter: Nurakhmayani

     

     

  • Gunung Dukono Meletus, Warga Diminta Waspada

    Gunung Dukono Meletus, Warga Diminta Waspada

    7cloud.asia – Gunung Dukono kembali melatus pada Senin (20/11/2023) pagi pukul 05.59 WIT. Kali ini gunung yang terletaki di utara Pulau Halmahera, Maluku Utara melontarkan abu vulkanik setinggi 2.300 meter dari atas puncak gunung.

    “Erupsi terjadi pukul 05.59 WIT. Tinggi kolom letusan teramati lebih kurang 2.300 meter,” ujar Petugas Pos Pengamatan Gunung Dukono, Sarjan Roboke seperti yang dilansir Antaranews.

    Sarjan mengatakan kolom abu vulkanik itu tampak berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal mengarah ke timur.

    Dengan aktivitas gunung yang tinggi ini, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengimbau masyarakat agar waspada.

    baca: lagi gunung ili lewotolok meletus dua kali

    Masyarakat yang berada di sekitar Gunung Dukono diimbau untuk tidak beraktivitas, mendaki, dan mendekati Kawah Malupang Warirang di dalam radius dua kilometer.

    Selain itu, PVMBG juga mengajak masyarakat untuk mengenakan masker demi menghindari ancaman bahaya abu vulkanik pada sistem pernafasan.

    Kepala PVMBG, Hendra Gunawan mengungkapkan aktivitas kegempaan Gunung Dukono sudah mulai menurun, namun energi letusan yang terpantau dari kolom abu bertambah tinggi.

    Sepanjang 19 November 2023, pada periode pukul 00.00 hingga 24.00 WIT, PVMBG merekam kemunculan asap kawah utama berwarna putih, kelabu, dan hitam dengan intensitas tebal setinggi 100 sampai 2.600 meter dari puncak.

    baca: kamis siang gunung dukono meletus warga diimbau waspada 

    Empat kecamatan terdampak hujan abu vulkanik akibat letusan tersebut, yakni Kecamatan Tobelo Utara, Tobelo, Tobelo Tengah dan Tobelo Selatan.

    Selain itu, terdapat 16 kali gempa letusan dengan amplitudo 7 hingga 34 milimeter dan lama gempa 41,34 hingga 74,95 detik. Kemudian, ada 1 kali gempa tremor menerus dengan amplitudo 0,5 sampai 4 milimeter.

    Gunung Dukono yang memiliki ketinggian 1.335 meter saat ini berada pada status level II atau waspada. Pemukiman terdekat berada pada jarak 11 kilometer dari puncak gunung api tersebut.

    Gunung Dukono berada sekitar 14 kilometer di sebelah barat daya Kota Tobelo yang merupakan wilayah dengan pemukiman paling padat di Halmahera Utara. Aktivitas letusan Gunung Dukono adalah hal yang biasa bagi penduduk setempat mengingat sejarah panjang letusan menerus gunung api tersebut.

    baca: gunung merapi kembali muntahkan lava 18 kali

    Karakteristik erupsi gunung api itu bersifat eksplosif dan efusif yang menghasilkan abu, lontaran batu pijar, aliran piroklastika, dan aliran lava.

    Sepanjang 1 Januari hingga 20 November 2023, PVMBG mencatat jumlah letusan yang terjadi di Gunung Dukono ada sebanyak 26 kali letusan.

     Reporter: Nurakhmayani

  • Senin Pagi, Gunung Anak Krakatau Meletus Hingga 8 Kali

    Senin Pagi, Gunung Anak Krakatau Meletus Hingga 8 Kali

    7cloud.asia – Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, meletus hingga 8 kali pada Senin (04/12/2023). Letusan tertinggi mencapai 1000 meter dari puncak gunung terjadi sekitar pukul 02.42 WIB.  Masyarakat dilarang mendekat.

    Berdasarkan data dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) amplitudo maksimum 70 milimeter dan durasi lebih kurang 2 menit 16 detik.

    Melansir Antaranews, Kepala Pos Pantau Gunung Anak Krakatau Andi Suardi, kolom abu teramati berwarna hitam dengan intensitas tebal condong ke arah barat laut.

     Baca: Sehari tiga kali erupsi Gunung Anak Krakatau dalam status siaga

    Gunung Anak Krakatau kini berada pada level III atau siaga. Pada level ini masyarakat diimbau menjauh hingga radius 5 kilometer dari kawah aktif gunung.

    “Saat ini Gunung Anak Krakatau berada pada level III, siaga, dengan rekomendasi masyarakat, nelayan, pendaki gunung, tidak mendekati gunung dengan radius lima kilometer,” jelas Andi.

    Ia mengatakan pemukiman terdekat dari Gunung Anak Krakatau terdapat di Pulau Sebesi yang berjarak 16,5 kilometer.

    Sebelumnya, pada Minggu (03/12/2023) malam sekitar pukul 19.12 WIB Gunung Anak Krakatau terpantau erupsi dengan melontarkan abu vulkanik setinggi kurang lebih 600 dan 757 meter dari atas puncak.

    Baca: Lagi gunung ili lewotolok meletus 2 kali

    Erupsi itu terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 60 milimeter dan durasi lebih kurang 29 detik.

    Kolom abu teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal condong ke arah barat laut.

    Sejak kelahiran Gunung Anak Krakatau pada Juni 1927 hingga saat ini, erupsi berulang kali terjadi, sehingga Gunung Anak Krakatau tumbuh semakin besar dan tinggi.

    Karakter letusan Gunung Anak Krakatau berupa erupsi eksplosif dan erupsi efusif dengan waktu istirahat letusan nya berkisar antara satu sampai enam tahun.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Gunung Marapi Meletus, 11 Orang Tewas

    Gunung Marapi Meletus, 11 Orang Tewas

    7cloud.asia – Gunung Marapi, Sumatera Barat beberapa kali meletus pada Senin (04/12/2023). Letusan ini menyusul letusan besar yang terjadi pada Minggu (03/12/2023). Sebanyak 11 orang pendaki ditemukan tewas.

    “Pencarian hingga pukul 07.10 WIB tim gabungan berhasil menemukan tiga orang dalam keadaan selamat dan 11 orang meninggal dunia,” ungkap Kepala Kantor SAR Kota Padang, Abdul Malik seperti yang dikutip Tempo, Senin (04/12/2023).

    Selanjutnya Abdul menjelaskan jumlah survivor yang berhasil didata tim gabungan sebanyak 75 orang dengan 49 orang di antaranya berhasil dievakuasi dengan kondisi selamat.

    Baca: Sehari tiga kali erupsi Gunung Anak Krakatau dalam status siaga

    Para pendaki tersebut sebagian dibawa ke rumah sakit di Kota Bukittinggi dan Kota Padang Panjang untuk mendapatkan perawatan intensif. Sisanya elah kembali ke rumah masing-masing.

    “Saat ini tim masih dalam proses evakuasi dari puncak Gunung Marapi ke bawah,” ujarnya.

    Sementara itu, Kepala Seksi Operasi Kantor SAR Padang, Hendri Septa menjelaskan hingga Senin siang sebanyak 49 orang berhasil dievakuasi.

    Jumlah pendaki yang terdata oleh SAR Kota Padang ada 75 orang. “Kami sedang melakukan pencarian dan proses evakuasi terhadap korban terjebak,” ujar Hendri.

    Lebih jauh Hendri menjelaskan saat ini masih ada 26 orang pendaki yang terjebak di kawasan Gunung Marapi 3 di antaranya masih belum diketahui kondisinya.

    aca: Lagi Gunung Ili Lewotolok meletus 2 kali

    “Kami sudah dapatkan lokasi 23 orang yang masih terjebak dan sedang diusahakan proses evakuasi ke bawah,” katanya.

    Menurutnya kondisi pendaki yang terjebak mengalami hipotermia dan luka bakar “Kami agak kesulitan untuk menjangkau korban-korban yang terjebak. Sebab erupsi terus terjadi,” ujarnya.

    Erupsi yang terus terjadi serta mengeluarkan abu vulkanik menyulitkan tim SAR untuk mengevakuasi para pendaki.

    Gunung Marapi sejak 3 Agustus 2011berada dalam status Waspada atau Level II. PVMBG belum menaikkan status aktivitas gunung tersebut pasca erupsi hari Minggu kemarin.

    Reporter: Nurakhmayani

     

  • Aktivitas Meningkat, Status Gunung Lewotobi Laki-laki Naik Menjadi Awas

    Aktivitas Meningkat, Status Gunung Lewotobi Laki-laki Naik Menjadi Awas

    7cloud.asia – Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur, pada Rabu pukul 07.34 WITA mengalami erupsi. status gunung naik menjadi level IV atau awas.

    Pada erupsi kali ini Gunung Lewotobi Laki-laki tampak melontarkan abu vulkanik setinggi kurang lebih 2.000 meter dari kawahnya.

    “Kolom abu teramati berwarna kelabu hingga coklat dengan intensitas tebal condong ke arah utara dan timur laut,” ujar Petugas Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki Herman Yosef S Mboro dalam laporannya.

    Menurut Herman, erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki pada Rabu pagi terekam di seismograf memiliki amplitudo maksimum 47 milimeter dan durasi sementara lebih kurang 16 menit 40 detik.

    Sebelumnya, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menetapkan status level IV atau awas yang mulai berlaku sejak 9 Januari 2024 pukul 23.00 WITA.

    Level IV merupakan status tertinggi gunung api yang mengindikasikan erupsi atau letusan dapat mengancam permukiman di sekitar gunung api tersebut.

    Sebelumnya status Gunung Lewotobi Laki-laki berada pada level III atau siaga. Namun, status kini naik menjadi level IV seiring dengan adanya peningkatan aktivitas gunung.

    Baca: Gunung Lewotobi Laki-laki erupsi

    “Tremor menerus cenderung mengalami peningkatan amplitudo yang menunjukkan terjadinya peningkatan energi erupsi,” jelas Kepala PVMBG Hendra Gunawan seperti yag dikutip Antaranews.

    Berdasarkan catatan PVMBG, sejak 1 hingga 9 Januari 2024, terjadi peningkatan tinggi kolom erupsi maksimum 1.500 meter dari pusat erupsi yang berada pada area sebelah barat laut-utara kawah Gunung Lewotobi Laki-laki.

    Selama kurun waktu sembilan hari tersebut, tercatat gempa letusan sebanyak 3 kali, gempa guguran 1 kali, gempa hembusan 90 kali, gempa frekuensi rendah 1 kali.

    Selain itu juga terjadi gempa vulkanik dangkal 45 kali, gempa vulkanik dalam 150 kali, gempa tektonik lokal 4 kali, gempa tektonik jauh 14 kali, dan gempa tremor menerus 5 kali.

    PVMBG juga mencatat tampak sinar api dan lontaran material pijar di bagian puncak serta aliran lava di bagian rekahan mengarah barat laut hingga utara dari puncak juga terlihat dari pos pengamatan.

    Baca: Ahli geologi imbau masyarakat patuh aturan di kawasan rawan bencana

    “Erupsi menerus Gunung Lewotobi Laki-laki menandakan aktivitas masih tinggi,” katanya.

    Dengan kenaikan status ini, ia meminta masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius 4 kilometer dari pusat erupsi dan perluasan sektor 5 kilometer pada arah barat laut hingga utara.

    Masyarakat juga harus mewaspadai banjir lahar dingin pada sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-laki di saat intensitas hujan tinggi.

    Selain itu, ia mengimbau masyarakat mengenakan masker untuk menghindari gangguan pernafasan akibat abu vulkanik.

    “Masyarakat yang terdampak hujan abu agar memakai masker untuk menghindari bahaya abu vulkanik pada sistem pernafasan,” katanya.

    Baca: Gunung Marapi meletus

    Gunung Lewotobi yang memiliki ketinggian 1.584 meter di atas permukaan laut tersebut adalah gunung berapi kembar yang terletak di bagian tenggara Pulau Flores.

    Gunung itu terdiri dari dua puncak, yaitu Gunung Lewotobi Laki-laki dan Gunung Lewotobi Perempuan.

    PVMBG memantau secara visual dan instrumental dari pos pengamatan yang berlokasi di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur. 

    Sementara itu Tim SAR Gabungan Pos SAR Bencana Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki mengevakuasi 11 warga Desa Dulipali yang masih bertahan setelah kenaikan status gunung menjadi Level IV atau Awas.

    Baca: Gunung Anak Krakatau meletus hingga 8 kali

    “Kami evakuasi malam hari, ada orang tua dan usia rentan kurang lebih enam orang, lalu bapak-bapak ibu sekitar empat orang, anak satu orang,” ujar Koordinator Operasi Basarnas Gunung Lewotobi Laki-laki, Yudha Pradana Putra pada Rabu (10/01/2024) dini hari.

    Tim SAR Gabungan melakukan proses evakuasi setelah koordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki.

    Pos pengamatan memberi rekomendasi agar desa tersebut harus dikosongkan karena menjadi desa paling terdampak erupsi magmatik pada Rabu dini hari.

    Secara umum, menurut Yudha warga desa itu telah melakukan evakuasi mandiri karena melihat dampak dari erupsi yang terjadi terus menerus. Namun, masih ada 11 warga yang memilih bertahan di sana.

    Yudha menyebut proses evakuasi 10 warga Desa Dulipali dapat berjalan dengan lancar, sedangkan satu warga rentan yang merupakan tuan tanah tidak bersedia meninggalkan rumah yang ia tempati.

    Baca: Gunung Dukono meletus

    Oleh karena itu, upaya untuk mengevakuasi orang tua lanjut usia (lansia) itu dilakukan sebanyak dua kali.

    Pada upaya kedua, Tim SAR Gabungan melakukan pendekatan humanis melalui seorang anggota yang juga warga lokal.

    Setelah upaya negosiasi berjalan 10 menit, pria lansia itu mau dibawa ke posko pengungsian di Kecamatan Wulanggitang.

    “Semua proses evakuasi dilakukan bersama seluruh Tim SAR Gabungan yakni Basarnas, PMI Sikka, Brimob Polda NTT, Polairud Polda NTT, dan potensi SAR lainnya,” terangnya.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Jelang Kamis Siang, Gunung Semeru 10 Kali Meletus

    Jelang Kamis Siang, Gunung Semeru 10 Kali Meletus

    7cloud.asia – Gunung Semeru, Jawa Timur (Jatim) pada Kamis (13/06/2024) meletus sebanyak 10 kali hingga pukul 10.45 waktu Indonesia barat (WIB).

    Gunung yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dengan Malang, Jatim ini pertama kali meletus pukul 6.30 WIB, 6.38 WIB, 06.43 WIB, 06.48 WIB, 06.51WIB dan pukul 07.22 WIB, 08.05 WIB dengan ketinggian letusan yang berbeda.

    Letusan tertinggi terjadi pada pukul 07.42 WIB dengan melontarkan abu vulkanik setinggi 900 meter di atas puncak.

    “Kolom abu vulkanik teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah utara,” ujar Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto di Lumajang seperti yang dikutip Antaranews.

    Baca: Gunung Semeru erupsi, lontarkan abu vulkanik 800 meter

    Sebelumnya gunung yang memiliki tinggi 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu juga erupsi pada pukul 07.41 WIB.

    Saat itu letusan setinggi 700 meter di atas puncak dan kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah utara.

    Meski erupsi Gunung Semeru terjadi setiap haribeberapa hari, namun hal ini tidak mengganggu aktivitas warga yang berada di lereng gunung tertinggi di Pulau Jawa itu.

    Sebelumnya Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Muhammad Wafid mengatakan awan panas dan guguran lava pijar masih terjadi di Gunung Semeru.

    Namun secara visual jarang teramati karena terkendala dengan cuaca yang berkabut.

    Baca: Gunung Semeru alami 19 kali letusan

    “Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi, maka tingkat aktivitas Gunung Semeru tetap pada Level III atau Siaga dengan rekomendasi yang disesuaikan dengan potensi ancaman bahaya terkini,” jelas Wafid.

    Dengan status siaga ini, Wafid merekomendasikan agar masyarakat tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak (pusat erupsi).

    Selain itu, dia juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) pada sepanjang Besuk Kobokan.

    Baca: Erupsi lagi, status Gunung Semeru siaga

    Sebab jika terjadi guguran awan panas maka wilayah ini berpotensi terkena awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.

    Pihaknya juga melarang warga beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah/puncak Gunung Api Semeru, karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).

    Masyarakat harus mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar, di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru.

    Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.