Tag: menangis

  • Menangis Itu Lumrah, Baik pada Perempuan Maupun Laki-laki

    Menangis Itu Lumrah, Baik pada Perempuan Maupun Laki-laki

    7cloud.asia – Menangis untuk meluapkan emosi yang sudah tidak tertahankan, bukanlah hal yang memalukan. Bahkan, menangis adalah hal yang baik dari untuk kesehatan mental dan membuat tubuh rileks.

    Menangis adalah respons alami tubuh terhadap emosi yang kuat, seperti sedih, bahagia, atau haru, dan juga bisa menjadi cara untuk melepaskan stres.

    Menangis dapat memberikan manfaat emosional dan fisik, seperti memperbaiki suasana hati, melindungi mata, dan membantu melegakan perasaan.

    Meskipun terkadang disalahpahami sebagai tanda kelemahan, menangis sebenarnya bisa menjadi bentuk komunikasi dan cara untuk terhubung dengan orang lain melalui empati.

    Psikoterapis dan pendiri pusat konseling ICCT.sg, Serene Lee mengatakan menangis seperti membersihkan lemari emosi. Kalau dipendam terus, emosi akan menumpuk dan terasa berat. Membiarkan diri menangis sesekali membantumu merasa seimbang dan manusiawi.

    ”Setelah seminggu yang penuh tekanan, seseorang mungkin menangis sambil menonton film yang menyentuh hati dan setelahnya merasa ‘segar’, siap menghadapi hari baru,” kata Serene Lee, dikutip laman Channel News Asia, Jumat (24/10/2025)

    Baca: Beban kerja sering memicu stres dan keinginan bunuh diri

    Lee mengatakan secara fisik, menangis memungkinkan seseorang melepaskan hormon stres seperti kortisol dan prolaktin melalui air mata.

    Seperti panci presto, ujarnya,”menangis dapat berfungsi sebagai katup tekanan untuk melepaskan perasaan tertekan seperti kesedihan, frustrasi, atau bahkan kebahagiaan.

    Menangis juga berfungsi sebagai cara untuk mengungkapkan rasa syukur, kelegaan, atau ikatan batin yang mendalam.

    Perempuan memang lebih mudah menangis dibanding laki-laki. Namun, hal ini bukan disebabkan oleh perbedaan biologis seperti hormon prolaktin pemicu tangisan emosional yang lebih tinggi pada perempuan.

    Perbedaan frekuensi ini lebih mencerminkan norma ekspresifitas, ujar Dr. Alla Demutska, Direktur Klinis Psikoterapi dan Konseling di Sekolah Psikologi Positif, mengutip sebuah studi yang mengamati lebih dari 7.000 individu dari 37 negara.

    “Perempuan, terutama di lingkungan profesional, mungkin khawatir dianggap ‘terlalu emosional’ atau ‘tidak profesional’, sehingga mereka menginternalisasi keyakinan bahwa menangis harus disembunyikan,” kata Demutska.

    Baca: Cara mengatasi kelelahan di tempat kerja 

    Sementara banyak pria, tambahnya, juga diajari bahwa menangis sama dengan kelemahan. Mereka menekan emosi untuk mempertahankan rasa kendali atau maskulinitas. Menangis sebenarnya adalah respons alami manusia, dan itu bukan tanda kelemahan, katanya.

    Namun, Demutska mengingatkan ada juga menangis menjadi tidak sehat. Yakni, jika frekuensi atau intensitas menangis mengganggu aktivitas sehari-hari, memengaruhi hubungan, dan/atau disertai pikiran untuk menyakiti diri sendiri.

    Merasa ingin menangis terus-menerus merupakan tanda lain bahwa seseorang membutuhkan bantuan profesional. Menangis tanpa ada penyelesaian dapat mengindikasikan depresi, gangguan duka berkepanjangan, atau respons trauma, imbuh Demutska.

    “Menangis tanpa mengetahui alasannya, berulang kali, dapat mengindikasikan kesulitan memahami emosi atau proses disosiatif,” kata Demutska.

    Sementara tidak pernah menangis sama sekali, bahkan saat menghadapi berita atau situasi yang menyedihkan, juga mengkhawatirkan karena dapat mengindikasikan mati rasa atau penghindaran emosional, pungkasnya.

    Baca: Pamitan pada warga Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menangis