Tag: menlu

  • Menlu RI: Israel Bunuh Ribuan Warga Sipil di Gaza Bukan untuk Membela Diri

    Menlu RI: Israel Bunuh Ribuan Warga Sipil di Gaza Bukan untuk Membela Diri

    7cloud.asia – Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi menegaskan bahwa tindakan militer Israel yang membunuh ribuan warga sipil di Gaza, bukanlah bentuk untuk membela diri atau self defence.

    Tidak hanya membunuh warga sipil yang banyak di antaranya adalah perempuan dan anak-anak, bahkan bayi.

    Tentara Israel juga disebut Retno telah merusak rumah sakit, tempat ibadah, kamp pengungsi, serta memberangus hak-hak dasar Palestina.

    “Tindakan ini tidak dapat dibenarkan dan jelas melanggar hukum humaniter internasional,” kata Retno dalam diskusi mengenai masa depan HAM serta perdamaian dan keamanan, di Kantor PBB di Jenewa, Swiss, pada Selasa (12/12/2023).

    Baca: AS veto seruan sekjen PBB soal gencatan senjata

    Untuk itu, dalam pertemuan tersebut dia mengajak mengajak negara-negara anggota PBB untuk memperbarui komitmen bersama terkait pemajuan HAM.

    Retno menegaskan bahwa siapa pun yang berkomitmen menjadi pembela HAM tidak boleh diam dan tidak boleh berhenti untuk terus memperjuangkan keadilan dan kemanusiaan bagi Palestina.

    “Saya juga sampaikan bahwa Indonesia sangat menyesali kegagalan Dewan Keamanan PBB untuk mengesahkan resolusi humanitarian ceasefire. Hal ini mencerminkan gagalnya sistem multilateral yang sudah ketinggalan zaman,” ujar Retno.

    Dia mengajak negara-negara untuk menolak penerapan standar ganda dalam penegakan HAM— yang adalah masalah terbesar dalam penerapan HAM.

    Baca: Israel bombardir Gaza Selatan
    Dalam hal ini, dia merujuk pada negara-negara Barat pendukung Israel yang dinilai sangat vokal menyuarakan penegakan HAM, tetapi seperti sengaja menutup mata dan telinga terhadap pelanggaran HAM yang jelas-jelas dilakukan Israel di Gaza.

    “Pihak-pihak yang sering mendikte kita mengenai HAM, justru menjadi pihak yang kini membiarkan Israel melanggar HAM,” kata Retno.

    Maka dari itu, dia menegaskan agar berbagai pelanggaran HAM tersebut dapat segera dihentikan.

    “Proses perdamaian yang sesungguhnya agar segera dimulai khususnya menuju solusi dua negara, dan akar masalah isu Palestina harus diatasi secara menyeluruh,” katanya.

    Diskusi panel “The Human Rights 75 Initiative Roundtable on Future of Human Rights & Peace & Security” diselenggarakan untuk memperingati 75 Tahun Deklarasi Universal HAM PBB.

    Selain Menlu RI, turut menjadi panelis dalam diskusi yang dipimpin oleh Wakil Presiden Kolombia tersebut yaitu Presiden Polandia, Presiden Senegal, dan Menlu Palestina.

    Sumber: Antaranews

  • Menlu Laporkan Konsistensi Sikap Indonesia dalam Mendukung Kemerdekaan Palestina kepada Wapres, Ada Apa dengan Jokowi?

    Menlu Laporkan Konsistensi Sikap Indonesia dalam Mendukung Kemerdekaan Palestina kepada Wapres, Ada Apa dengan Jokowi?

    7cloud.asia – Menteri Luar Negeri Retno L.P. Marsudi menemui Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin di Istana Wapres, Jakarta, Rabu (17/4/2024) melaporkan mengenai konsistensi Indonesia dalam mendukung kemerdekaan Palestina.

    Dalam pertemuan itu, Menlu menampik secara tegas adanya pemberitaan bahwa Indonesia akan melakukan normalisasi hubungan diplomatik dengan Israel.

    Juru Bicara (Jubir) Wapres Masduki Baidlowi melalui keterangan resmi membantah berita yang menyatakan bahwa sudah ada kemungkinan pembukaan hubungan diplomatik antara Israel dengan Indonesia.

    “Jadi, Bu Menlu melaporkan kepada Bapak Wapres bahwa Indonesia tetap konsisten berada di jalur itu dan akan terus konsisten dalam pemerintahan ini,” katanya.

    Kemudian, kata Masduki, Wapres mendukung sepenuhnya langkah Indonesia tersebut, termasuk dalam upaya meredakan konflik Israel-Palestina melalui kesepakatan two state solution.

    “Itu didukung sepenuhnya oleh Bapak Wapres untuk terus konsisten (menerapkan) two state solution adalah final, tidak akan berubah. Itu saya kira yang menjadi prinsip, yang menjadi perintah juga dari Wapres untuk terus diperjuangkan,” kata Masduki.

    Selain itu, Menlu juga melaporkan situasi terkini terkait konflik Iran-Israel yang baru-baru ini mengemuka dan peran Indonesia dalam upaya meredam konflik tersebut.

    “Bu Menlu melaporkan progres apa yang dikerjakan oleh Bu Menlu terkait dengan kegiatan melakukan lobi pemerintah Indonesia terhadap berbagai negara, bagaimana termasuk pada Iran yang menjadi fokus agar tidak terjadi perang agar tidak terjadi pembalasan dari pihak Israel,” ucapnya.

    Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri telah menepis isu Indonesia akan menormalisasi hubungan diplomatik dengan Israel agar bisa diterima sebagai anggota Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD).

    “Saya tegaskan bahwa hingga saat ini, tidak ada rencana untuk membuka hubungan diplomatik dengan Israel, terlebih di tengah situasi kekejaman Israel di Gaza saat ini,” kata Juru Bicara Kemlu Lalu Muhamad Iqbal dalam keterangannya pada Kamis (11/4) malam.

    Dia menegaskan bahwa posisi Indonesia tidak berubah dan tetap kokoh mendukung kemerdekaan Palestina dalam kerangka solusi dua negara.

    “Indonesia akan selalu konsisten, berada di garis terdepan membela hak-hak bangsa Palestina,” tuturnya.

    Sumber: Antaranews.com

  • Menlu Retno Ingatkan OKI Berutang Membebaskan Palestina Dari Pendudukan Israel

    Menlu Retno Ingatkan OKI Berutang Membebaskan Palestina Dari Pendudukan Israel

    7cloud.asia – Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi menegaskan bahwa Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) masih memiliki utang untuk memerdekakan bangsa Palestina.

    Hal ini ditegaskan Menlu Retno, saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi OKI di ibu kota Banjul, Gambia, pada 4-5 Mei. Salah satu isu yang dibahas dalam konferensi adalah situasi di Gaza dan Palestina.

    “Saya ingatkan kembali bahwa dalam Arab Peace Initiative dan berbagai keputusan OKI, disebutkan bahwa perdamaian dengan Israel hanya akan dilakukan jika Israel menghentikan pendudukannya terhadap Palestina,” ujar Retno.

    Sikap tersebut, lanjutnya, menjadi pesan yang sangat kuat bahwa tanpa kemerdekaan Palestina, maka tidak akan ada hubungan diplomatik dengan Israel.

    “Dengan tegas, saya ingatkan bahwa keputusan dan pesan tersebut sudah seharusnya dipertahankan secara konsisten,” imbuhnya.

    Baca: Indonesia-kembali-desakkan-keanggotaan-penuh-Palestina-di-PBB

    Lebih lanjut Retno menuturkan dalam tujuh bulan terakhir dunia menyaksikan kekejaman terburuk sepanjang sejarah modern manusia, yaitu sudah lebih dari 34.000 warga Palestina di Jalur Gaza dibunuh oleh pasukan Israel.

    Menlu Retno menyebut apa yang terjadi di Gaza, Palestina itu sebagai genosida (pembantaian etnis).

    Selain itu, Israel terus menghambat masuknya bantuan kemanusiaan ke Gaza. Israel juga mengancam akan menginvasi Rafah, wilayah di selatan Gaza dan keanggotaan penuh Palestina di Periserikatan Bangsa-Bangsa terus diganjal.

    Retno menyerukan negara-negara OKI harus bersatu dalam membela keadilan dan kemanusiaan bagi bangsa Palestina.

     

    Baca: Arab Saudi-tak-akan-akui-Israel-jika-tak-ada-pengakuan-terhadap-Palestina

    Caranya pertama, jangan sampai perhatian kita terbelah. Perhatian OKI harus tetap utuh, yaitu membantu Palestina.

    “OKI harus terus memberikan bantuan kemanusiaan dan mendukung kerja UNRWA. Dan, kedua, OKI perlu mendorong terus dilakukannya gencatan senjata permanen,” katanya.

    UNRWA adalah badan PBB yang menangani pengungsi Palestina.

    Menurut Retno, terwujudnya gencatan senjata di Gaza sangat penting untuk bisa menghentikan jatuhnya korban dan penderitaan warga Gaza.

    Baca: Uni Eropa-sebut-pengakuan-terhadap-negara-Palestina-kunci-keamanan-Israel

    Gencatan senjata itu dapat menciptakan situasi kondusif bagi berlangsungnya perundingan menuju solusi dua negara.

    Retno menegaskan penting bagi OKI untuk menurunkan ketegangan. Karena itu OKI harus fokus mengatasi bencana kemanusiaan di Palestina dan semua pihak harus menahan diri dari kemungkinan terjadinya konflik terbuka.

    OKi memiliki tanggung jawab dalam menjaga stabilitas dan perdamaian di kawasan dan dunia.

    Sumber: VOA Indonesia

  • Kondisi Palestina Terus Memburuk, Menlu RI Pertanyakan Kepemimpinan Dewan Keamanan PBB

    Kondisi Palestina Terus Memburuk, Menlu RI Pertanyakan Kepemimpinan Dewan Keamanan PBB

    7cloud.asia – Indonesia mempertanyakan bagaimana kepemimpinan Dewan Keamanan (DK) PBB dalam menciptakan perdamaian ketika kondisi di Palestina terus memburuk.

    Pernyataan tegas tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi saat berpidato di hadapan forum Debat Terbuka Tingkat Tinggi DK PBB di Markas Besar PBB New York, Rabu (25/9).

    “Kita semua di sini membicarakan tentang kepemimpinan dalam isu perdamaian. Namun, damai itu tidak pernah dirasakan oleh Bangsa Palestina,” ujar Menlu.

    Baca: Gaza dan Ukraina jadi pembahasan di sidang umum PBB

    Dengan kondisi mengkhawatirkan di Palestina di mana 41.000 orang telah kehilangan nyawa dan jutaan orang lainnya mengungsi, serta akses terhadap bantuan diputus, menurut Retno, “Kita layak mempertanyakan rasa kemanusiaan dunia”.

    “Jika kita tidak bisa melaksanakan hal yang dimandatkan DK PBB untuk menciptakan perdamaian, apa lagi yang tersisa dari kepemimpinan DK dalam isu perdamaian?” Retno mempertanyakan.

    Karena itu, Indonesia menawarkan cara-cara untuk mengembalikan kredibilitas dan kepercayaan atas DK PBB dengan mengupayakan kepemimpinan yang lebih demokratis serta mengikutsertakan lebih banyak pihak.

    Baca: Dunia gagal melindungi warga sipil di Gaza yang tak bersalah

    “Indonesia menyerukan mekanisme yang lebih demokratis untuk pengambilan keputusan yang efektif supaya tidak ada kelambanan dalam menghadapi ancaman besar terhadap kedamaian dan keamanan internasional,” ucap Menlu.

    Retno menutup pidatonya dengan satu penegasan bahwa dunia tidak perlu repot-repot mencari cara untuk menciptakan perdamaian di masa depan, karena langkah-langkah itu harus dimulai sejak saat ini juga.

    Sumber: Antaranews