Tag: mesir

  • Setahun Perang di Gaza: ini Dampak Ekonomi dan Politik yang Dirasakan Mesir

    Setahun Perang di Gaza: ini Dampak Ekonomi dan Politik yang Dirasakan Mesir

    7cloud.asia – Perang yang dilancarkan Israel setelah serangan yang dipimpin Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober 2023, tidak hanya menghancurkan rakyat Gaza tetapi juga berdampak buruk pada negara tetangganya, Mesir.

    Perang di Gaza membuat pejabat pemerintah Mesir sibuk dan membebani ekonominya, meski juga membawa sejumlah manfaat ekonomi.

    Rakyat Mesir sudah terpuruk. Pemerintah telah menaikkan harga minyak bumi dan gas alam dua kali tahun ini, masing-masing sebanyak 15 persen.

    Tingkat inflasi Mesir secara keseluruhan telah mencapai 25 persen, dengan para analis menyalahkan lonjakan tersebut sebagian besar pada perang di Gaza.

    Pendapatan pariwisata juga turun karena konflik Gaza. Beberapa negara Barat telah memperingatkan warganya untuk tidak bepergian ke Mesir atau negara-negara Timur Tengah lainnya.

    Baca: Mesir tolak kehadiran militer Israel di perbatasannya dengan Gaza

    Konflik Gaza juga telah memicu aktivitas diplomatik selama berjam-jam dan daftar panjang kunjungan utusan dari beberapa negara.

    Upaya mediasi tidak berhasil, tetapi konflik tersebut telah membuat para diplomat sibuk, dengan pertemuan Liga Arab yang berpusat di Kairo dan konsultasi yang melibatkan di antaranya Mesir, Qatar, dan Amerika Serikat.

    Said Sadek, profesor studi perdamaian dan hak asasi manusia di Universitas Mesir-Jepang di Alexandria, mengatakan kepada VOA bahwa Mesir telah menjadi salah satu pemain kunci dalam upaya mediasi antara Israel dan Hamas. Ia mengatakan upayanya terkadang berhasil dan terkadang tidak berhasil.

    “Secara politis (konflik) menyoroti peran Mesir sebagai kekuatan moderat di Timur Tengah,” katanya.

    “Dalam semua negosiasi yang terjadi kemudian antara Hamas dan Israel, mereka selalu membutuhkan mediator, dan itu adalah Mesir, Qatar, dan Amerika Serikat. Dan mereka semua memainkan peran dalam hal itu dan terkadang mereka berhasil dan terkadang mereka gagal.”

    Baca: Perundingan gencatan senjata di Gaza berlangsung alot

    Kepala intelijen Mesir, Abbas Kamel, menghabiskan waktu berjam-jam untuk memediasi antara Israel dan Hamas, seperti yang dilakukan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken dan menteri luar negeri Qatar, Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim al Thani.

    Secara ekonomi, konflik Gaza telah menyebabkan kerusakan serius pada ekonomi Mesir, tetapi juga membawa manfaat, seperti yang ditunjukkan oleh analis Timur Tengah yang berkantor di Washington, Paul Sullivan.

    “Mesir sedang terhimpit di antara banyak batu dan banyak tempat yang sulit, dengan beberapa hal positif,” katanya.

    “Hal positif tersebut termasuk aliran uang dari GCC (Dewan Kerja Sama Teluk), IMF (Dana Moneter Internasional), Bank Dunia, dan lainnya, untuk memastikan bahwa Mesir menjadi sedikit lebih stabil secara ekonomi.”

    Baik Sadek maupun Sullivan setuju bahwa efek samping dari konflik Gaza mengakibatkan perekonomian Mesir mengalami kemunduran. Hal tersebut termasuk penurunan besar dalam pendapatan dari Terusan Suez, salah satu sumber pendapatan utama pemerintah Mesir.

    Baca: Israel hanya sisakan 9,5 persen zona aman di Gaza

    “(Houthi) di Yaman memblokir navigasi yang aman di Laut Merah dan itu memengaruhi Terusan Suez yang dulunya menghasilkan sekitar $10 miliar bagi Mesir,” kata Sadek.

    “Sekarang kita hanya mendapatkan $3 miliar, jadi ada kerugian besar sebesar 70 persen.”

    Mesir tidak hanya menderita kerugian akibat berkurangnya pendapatan dari Terusan Suez karena kapal-kapal berlayar di sekitar Tanduk Afrika untuk mencapai tujuan mereka.

    Sullivan mengatakan Mesir juga terancam kekurangan gas alam “jika Israel menghentikan ekspor gasnya ke Mesir.”

    Hal itu akan membuat pemerintah Mesir terpaksa mengimpor gas alam dengan harga yang jauh lebih tinggi.

    Sumber: VOA Indonesia

  • Mesir Kembangkan Rencana Pembangunan Kembali Gaza Tuk Tangkal Rencana Donald Trump

    Mesir Kembangkan Rencana Pembangunan Kembali Gaza Tuk Tangkal Rencana Donald Trump

    7cloud.asia – Pemerintah Mesir tengah mengembangkan rencana pembangunan kembali Gaza tanpa menggusur penduduk daerah kantong Palestina tersebut.

    Langkah ini diambil untuk memberikan alternatif yang layak terhadap usulan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk “mengambil alih” Gaza dan menggusur warga Palestina di sana.

    Surat kabar milik pemerintah Al-Ahram melaporkan pada Senin (17/2/2025), Menteri Luar Negeri Mesir Badr Abdelatty mengatakan, Kairo “secara aktif mengembangkan rencana komprehensif dan multi-fase untuk pemulihan dan rekonstruksi awal Gaza.

    Dikutip AlJazeera, surat kabar itu menambahkan bahwa Mesir berharap dapat menyelesaikan rencana pembangunan kembali Gaza tersebut “pada minggu depan”.

    Sementara tahap pertama pembangunan kembali Gaza akan dimulai “setelah pertemuan puncak darurat Arab di Kairo,” yang saat ini dijadwalkan pada tanggal 27 Februari 2025.

    Baca: Negara-negara Arab tolak usulan Trump agar AS ambil alih Gaza

    Sebelum itu, Arab Saudi akan menjamu pejabat dari Mesir, Qatar, Uni Emirat Arab, dan Yordania pada hari Kamis, sebagai bagian dari pertemuan lima pihak Arab di ibu kota Riyadh untuk membahas rencana rekonstruksi Kairo.

    Trump telah berulang kali mengisyaratkan keinginannya untuk “mengambil alih dan memiliki Gaza” di bawah kendali negaranya.

    Trump berencana memukimkan kembali secara permanen penduduk Palestina yang berjumlah lebih dari 2 juta orang ke negara lain dan membangun kembali daerah kantong tersebut menjadi tujuan wisata internasional.

    Trump telah menekan Mesir dan Yordania untuk mengambil bagian dalam penduduk Gaza sebagai bagian dari rencana tersebut, dalam sebuah proposal yang ditolak keras oleh kedua negara.

    Rencana Trump ini dinyatakan sebagai “pembersihan etnis” oleh kelompok-kelompok hak asasi manusia.

    Baca: China dan Hamas tolak rencana Trump agar AS ambil alih Gaza

    Bagian dari rencana Kairo adalah membangun “daerah aman” di Gaza tempat warga Palestina dapat tinggal sementara puluhan perusahaan konstruksi Mesir dan internasional membongkar dan merehabilitasi infrastruktur di Gaza yang hancur akibat perang.

    Proses rekonstruksi yang diusulkan akan memiliki tiga fase yang akan memakan waktu hingga lima tahun, kata dua pejabat Mesir kepada kantor berita Associated Press (AP), yang berbicara dengan syarat anonim.

    Sementara, Kelompok Hamas dikabarkan telah menyetujui untuk menyerahkan pemerintahan di Jalur Gaza kepada Otoritas Palestina (PA).

    Keputusan ini disebut-sebut diambil di bawah tekanan dari Mesir, yang bertindak sebagai mediator dalam kesepakatan gencatan senjata antara Hamas dan Israel. Namun, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dengan tegas menolak kemungkinan ini.

    Melansir Times of Israel (TOI) pada Senin, (17/2/2025), laporan dari media Arab menyatakan bahwa Hamas bersedia mengalihkan kendali Gaza kepada PA yang berbasis di Tepi Barat.

    Baca: Menakar kemungkinan perpanjangan gencatan senjata di Gaza

  • Mesir dan Negara-negara Arab Janji Bantu Pembangunan Kembali Gaza

    Mesir dan Negara-negara Arab Janji Bantu Pembangunan Kembali Gaza

    7cloud.asia – Mesir dan negara-negara Arab lainnya mampu membantu menyelesaikan rekonstruksi atau pembangunan kembali Gaza yang hancur akibat agresi Israel selama 15 bulan terakhir.

    Perdana Menteri Mesir Mostafa Madbouly mengatakan tahap awal pembangunan kembali Gaza diperkirakan membutuhkan waktu setidaknya tiga tahun.

    “Periode rekonstruksi Jalur Gaza bisa memakan waktu tiga tahun. Mesir dan negara-negara Arab mampu menyelesaikan hal tersebut hanya dalam tiga tahun,” ucap Madbouly dalam konferensi pers rutin Pemerintah Mesir, Rabu (19/2/2025).

    Mesir sebelumnya menyatakan akan segera menyampaikan gagasannya kepada publik terkait pembangunan kembali Gaza yang dapat memastikan wilayah kantong tersebut tetap dikuasai rakyat Palestina.

    Baca: Pembangunan kembali Gaza butuh dana 53 miliar dolar

    Menteri Luar Negeri Mesir, Badr Abdelatty mengatakan pihaknya telah mengembangkan rencana yang komprehensif dan rumit terkait pembangunan kembali Gaza.

    Gencatan senjata di Jalur Gaza yang berlaku sejak 19 Januari 2025 memastikan dilakukannya pembangunan kembali Gaza yang mayoritas wilayahnya hancur.

    Gencatan senjata juga memungkinkan adanya pertukaran sandera Israel di Gaza dengan tahanan-tahanan Palestina dari penjara Israel.

    Kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas tercapai melalui mediasi Qatar, Mesir, dan Amerika Serikat pada 15 Januari 2025.

    Baca: Ada lebih dari 42 juta ton puing bangunan di Gaza

    Enam kali pertukaran tahanan telah berlangsung dalam tahap pertama gencatan senjata yang mensyaratkan pertukaran 33 sandera Israel dengan sekitar 1.500 tahanan Palestina dalam 42 hari.

    Selain itu, jumlah bantuan kemanusiaan yang memasuki Jalur Gaza terus bertambah hingga 600 truk per hari, termasuk 50 truk pembawa bahan bakar, sejak hari pertama gencatan senjata.

    Gencatan senjata tersebut juga mengizinkan warga Gaza yang mengungsi di Gaza selatan untuk kembali ke wilayah Gaza utara.

    Sumber: Antaranews.com/Sputnik