Tag: migran

  • Pantai Cemara: Kawasan Ekosistem Esensial yang Menjadi Persinggahan Burung Air Migran Antarbenua

    Pantai Cemara: Kawasan Ekosistem Esensial yang Menjadi Persinggahan Burung Air Migran Antarbenua

    7cloud.asia – Pantai Timur Jambi menjadi lokasi persinggahan bagi ribuan jenis burung air yang bermigrasi antarbenua dari wilayah Asia Timur menuju Australia pada kurun waktu Agustus hingga April.

    Total populasi burung air migran yang singgah di Pantai Cemara diperkirakan mencapai belasan ribu hingga puluhan ribu ekor dalam satu musim migrasi.

    Salah satu titik yang menjadi persinggahan burung air migran adalah Pantai Cemara yang terletak di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi

    Kawasan seluas 450 hektare ini merupakan Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) berfungsi sebagai habitat penting bagi vegetasi mangrove, dataran lumpur (mudflat), dan cemara laut.

    Pantai Cemara juga merupakan bagian dari Berbak Ramsar Site sejak 1992, dan ditetapkan oleh Gubernur Jambi sebagai kawasan perlindungan burung air migran pada melalui SK Gubernur Jambi No.456 tahun 1996.

    Kajian terbaru Pantai Cemara dipaparkan Koordinator Coastal Wetland SCS-SAP Project Pusat Kajian Sumber daya Pesisir dan Laut (PKSPL) IPB University Eko Budi Priyanto melalui keterangan tertulis di Jambi, Jumat (26/6/2026)

    Baca: Hari Burung Migrasi Sedunia: Memperkuat Kepedulian Warga terhadap Peran Burung Migran

    Dia mengungkapkan hasil penelitian Tim Kelompok Kerja (Pokja) Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) pada 2025 terpantau lebih dari 1.000 burung dari 24 jenis burung pantai bermigrasi di lokasi ini pada satu waktu.

    “Kami juga mencatat ada tiga jenis burung pantai bermigrasi yang berstatus terancam atau Endangered (EN) berdasarkan kriteria daftar merah International Union for Conservation of Nature (IUCN),” ungkapnya dilansir Antaranews.com.

    Eko menjelaskan KEE atau yang saat ini disebut area preservasi Pantai Cemara merupakan kawasan yang memiliki nilai ekologis yang sangat penting.

    Kawasan ini tidak hanya sebagai habitat mangrove dan dataran lumpur, tetapi juga sebagai lokasi persinggahan dan habitat makan bagi burung air migran yang melintasi jalur terbang Asia Timur-Australasian (East Asian-Australasian Flyway/EAAF).

    Setiap musim migrasi pada rentang waktu Agustus hingga April, Pantai Cemara Jambi menjadi tempat untuk mencari makan (foraging) dan istirahat (roosting) bagi ribuan individu burung pantai bermigrasi.

    Sebut saja Trinil nordmann (Tringa guttifer), Gajahan Timur (Numenius madagascariensis), dan Kedidi Besar (Calidris tenuirostris).

    Baca: Degradasi Lingkungan dan Perubahan Habitat Mengancam Keberadaan Burung Gereja

    Lokasi penting tersebut tidak saja dilindungi untuk keanekaragaman hayati, lanjutnya, namun memiliki peran strategis dalam mendukung keberlanjutan mata pencaharian masyarakat pesisir.

    Selain itu, kawasan ini juga menjadi penyangga kehidupan, menjaga pasokan air, mencegah bencana alam, mengurangi dampak bencana alam serta mengurangi dampak perubahan iklim.

    Hal ini sangat penting dalam menjaga fungsi ekologis kawasan penyangga Taman Nasional Berbak Sembilang.

    “Karena nilai penting inilah, maka Pembentukan Forum Kolaborasi Pengelola Ekosistem Esensial Pantai Cemara ditetapkan melalui SK Gubernur Jambi Nomor: 398/Kep.Gub/Dishut-3.3/2019 tanggal 18 Maret 2019 untuk pengelolaan di masa depan,” ucap Eko.

    Untuk mengidentifikasi capaian, pembelajaran, dan tantangan dalam implementasi pengelolaan, pihaknya telah melaksanakan kegiatan penilaian Management Effectiveness Tracking Tool (METT) pada Selasa 23 Juni 2026 di Jambi.

    Baca: Pembangunan Kota Mengancam Kelestarian Burung Migran