Tag: modifikasi cuaca

  • Pemerintah Lakukan Modifikasi Cuaca di Sejumlah daerah yang Rawan Terjadi Karhutla

    Pemerintah Lakukan Modifikasi Cuaca di Sejumlah daerah yang Rawan Terjadi Karhutla

    7cloud.asia – Pemerintah telah melakukan modifikasi cuaca untuk mengantisipasi dan mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akibat terdampak fenomena El Nino.

    BNPB setidaknya telah melakukan teknologi modifikasi cuaca sebanyak 244 kali dengan jumlah garam yang disebar mencapai 341.580 kilogram.

    Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto mengatakan, selama dua bulan terakhir BNPB terus melaksanakan Teknologi modifikasi cuaca di sejumlah provinsi rawan karhutla.

    Teknologi modifikasi cuaca antara lain dilakukan di Riau, Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Timur, Jawa Barat, Jambi, DKI Jakarta, Kalimantan Selatan, dan Sumatra Selatan.

    Baca: Setidaknya 267 ribu hektare lahan terbakar sebagai imbas El Nino

    Menteri  LHK (Lingkungan Hidup dan Kehutanan) Siti Nurbaya memaparkan teknik modifikasi cuaca (TMC) di sejumlah provinsi merupakan salah satu langkah yang dilakukan untuk atasi Karhutla selain pemadaman. 

    Usai mengikuti ratas soal Karhutla Selasa (3/10/2023) di Komplek Istana Kepresidenan Jakarta, Menteri LHK memastikan, hingga saat ini tidak ada pencemaran asap lintas batas atau transboundary haze ke negara tetangga akibat karhutla di Indonesia.

    “Sejauh ini tidak ada transboundary haze ke Malaysia. Jadi kalau dibilang bahwa di Malaysia tidak ada hot spot, kalau lihat datanya citra satelitnya di sana juga ada,” ujarnya. 

    “Kita sekarang ini sejak tanggal 28 September sedang berjibaku di Sumatra Selatan, di Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, sambil juga memonitor yang di Riau, Jambi dan lain-lain,” imbuhnya.

    Baca: BRIN perkirakan El Nino akan berlangsung hingga Mei 2024

    Siti menjelaskan, berdasarkan data per 2 Oktober 2023, terdapat 6.659 titik panas (hot spot) dengan peluang 80 persen menjadi titik api atau fire spot.

    “Areal yang terbakar sudah terekam 267 ribu hektare dan perkiraan saya dengan situasi bulan September kemarin dan Oktober, kelihatannya masih akan bertambah,” ujarnya.

     

    Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan dukungan pelaksanaan operasi darat maupun udara dalam mengatasi karhutla.

    Untuk operasi udara, pihaknya mengerahkan 35 helikopter yang terdiri atas 13 helikopter patroli dan 22 helikopter water bombing, utamanya di daerah-daerah yang menjadi prioritas penanganan karhutla.

    Baca: El Nino percepat lelehnya salju abadi di Puncak Jaya

    “Jadi ada enam provinsi prioritas yaitu Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Sumatra Selatan, Riau, dan Jambi. Itu menjadi enam provinsi prioritas kebakaran hutan dan lahan,” ujar Suharyanto.

    Selain itu, BNPB juga telah melakukan teknologi modifikasi cuaca sebanyak 244 kali dengan jumlah garam yang disebar mencapai 341.580 kilogram.

    Suharyanto mengatakan, selama dua bulan terakhir BNPB terus melaksanakan TMC di sejumlah provinsi antara lain Riau, Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Timur, Jawa Barat, Jambi, DKI Jakarta, Kalimantan Selatan, dan Sumatra Selatan.

    Sementara itu, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati menyampaikan bahwa puncak El Nino masih akan bertahan hingga akhir Oktober.

    Baca: Kemarau panjang imbas El Nino picu puluhan kasus kebakaran lahan

    Lantas, pada November diperkirakan mulai terjadi transisi dari kemarau ke musim hujan.

    Menurutnya, El Nino diprediksi moderat hingga akhir tahun, melemah di Februari-Maret, dan berakhir di bulan Maret.

    Namun, lanjutnya, alhamdulillah karena adanya angin monsun dari arah Asia sudah masuk ini mulai November, jadi kita akan insyaallah mulai turun hujan di bulan November.

    “Artinya pengaruh El Nino akan mulai tersapu oleh hujan sehingga diharapkan kemarau kering itu insyaallah berakhir secara bertahap, ada yang sebelum November tapi sebagian besar mulai November, ada yang lebih mundur lagi,” kata Dwikorita.

    Sumber: Setkab

     

  • Atasi Banjir di Sejumlah Wilayah di Jawa Tengah, BNPB Lakukan Modifikasi Cuaca

    Atasi Banjir di Sejumlah Wilayah di Jawa Tengah, BNPB Lakukan Modifikasi Cuaca

    7cloud.asia – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggelar operasi modifikasi cuaca selama lima hari ke depan atau mulai Sabtu hingga Rabu (17-20/3/2024).

    Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari di Jakarta, mengatakan, modifikasi cuaca ini dilakukan untuk mengurangi intensitas hujan yang pemicu banjir yang melanda sejumlah daerah di Jawa Tengah.

    Wilayah sasaran operasi modifikasi cuaca atau TMC itu meliputi kawasan Jawa Tengah Bagian Tengah, termasuk Pantura dan Kabupaten Grobogan dan sekitarnya.

    “Operasi modifikasi cuaca yang sudah di mulai hari ini dilakukan dengan cara penyemaian garam (Natrium Clorida/NaCl) menggunakan pesawat ke gumpalan awan di langit wilayah sasaran,” kata dia dikutip Antaranews.com.

    Baca: BMKG ingatkan potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah di Jawa

    Ia menjelaskan, pada operasi hari pertama ini telah dilakukan sebanyak tiga kali sortie menghabiskan tiga ton NaCl.

    Operasi modifikasi cuaca ini menggunakan penerbangan pesawat jenis Cesna Grand Carravan berlogo BNPB dengan nomor lambung PK-SNG dari Lanud Ahmad Yani Semarang.

    Adapun sortie pertama dan kedua, pesawat yang dipiloti oleh Kapten Eggy itu mengudara dan menyemaikan bahan NaCl di atas langit perairan utara Jawa Tengah pada ketinggian jelajah 8.000 – 12.000 kaki.

    Kemudian sortie ketiga, pesawat melakukan penyemaian di atas langit Kabupaten Tegal, Kabupaten Pemalang dan Kabupaten Pekalongan pada ketinggian jelajah 8.000-12.000 kaki.

    Baca: Pemantauan BRIN ungkap cuaca ekstrem makin sering terjadi

    Hal ini dilakukan dengan harapan bisa mengurangi intensitas hujan dan mempercepat penanganan banjir yang selama beberapa hari ini melanda kawasan pantura bagian selatan termasuk Grobogan, sejak Rabu (13/3/2024).

    Menurut Abdul, ​​​​operasi modifikasi cuaca tersebut diselenggarakan berkat dukungan kerjasama antara BNPB dengan BMKG, BRIN, TNI, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah ​​​​dan unsur terkait lainnya.

    ​​​​​Semua upaya ini dilakukan tidak lepas dari laporan hasil analisa Stasiun Meteorologi Kelas II BMKG Ahmad Yani Semarang yang menyebut, hujan dengan intensitas sedang-lebat masih berpotensi terjadi di wilayah Grobogan dan sekitarnya.

    Bahkan, BMKG memperingatkan cuaca ekstrem juga masih berpotensi terjadi di wilayah Jawa Tengah hingga Senin (18/3/2024).

    Baca: BRIN usulkan dibentuk tim khusus untuk tangani bencana hidrometeorologi akibat cuaca ekstrem

    Masyarakat diharapkan apat bersinergi dengan pemerintah daerah setempat sehingga dapat mengurangi dampak risiko bencana hidro-meteorologi basah ini.

    BNPB mengimbau warga waspada jika terjadi hujan dengan intensitas lebat hingga lebih dari satu jam dengan jarak pandang kurang dari 100 meter.

    Jika ini terjadi, maka masyarakat yang tinggal di lereng tebing maupun bantaran tanggul atau sungai agar mengevakuasi diri sementara ke tempat yang lebih aman, dan tetap dalam pengawasan pemerintah daerah setempat.

    Sumber: Antaranews.com

  • BMKG Bersiap Lakukan Modifikasi Cuaca saat Mudik Lebaran

    BMKG Bersiap Lakukan Modifikasi Cuaca saat Mudik Lebaran

    7cloud.asia – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dalam rapat koordinasi bersama Kemenko PMK memprediksi potensi pergerakan masyarakat yang akan melaksanakan mudik Lebaran tahun ini mencapai 193,6 juta orang atau sebesar 71,7 persen dari jumlah penduduk.

    Jumlah pergerakan pemudik tersebut meningkat jika dibandingkan dengan mudik Lebaran tahun 2023 lalu yang hanya 123,8 juta orang.

    Adapun masa puncak arus mudik Lebaran diperkirakan terjadi pada 5-8 April 2024. Sedangkan puncak arus balik akan terjadi pada 13-16 April 2024.

    Karena itu Kemenhub menilai informasi dan upaya kesiapsiagaan penanganan cuaca dan iklim menjadi penting, sehingga masyarakat atau penyedia jasa transportasi bisa mengantisipasi dan memperkecil dampak selama mudik Lebaran.

    Baca: Cuaca ekstrem membayangi mudik Lebaran 2024

    Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan selama arus mudik Lebaran sejumlah daerah berpotensi mengalami cuaca ekstrem dan gelombang tinggi.

    Karena itu BMKG siap menerapkan teknologi modifikasi cuaca berbasis siaga atau standby on call sebagai bentuk upaya mitigasi cuaca ekstrem, sekaligus mengamankan arus perjalanan mudik Lebaran 2024.

    Daerah manapun yang mengalami cuaca memburuk saat mudik Lebaran, maka di situlah yang akan dilakukan modifikasi cuaca. 

    ” Bila ada status tanggap darurat maka TMC pasti akan dilakukan,” kata Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto dalam siniar bertajuk “Lebaran Aman, Mudik Ceria Penuh Makna” di Jakarta, Senin (1/4/2024).

    Baca: Kiat mudik Labaran yang ramah lingkungan

    Kebijakan itu, lanjutnya, diambil berdasarkan rapat koordinasi lintas sektoral yang dipimpin Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, yang menilai penerapan TMC standby on call itu menjadi salah satu upaya pemerintah untuk mengamankan arus mudik Lebaran.

    Pemerintah mengharapkan melalui penerapan modifikasi cuaca maka kondisi cuaca ekstrem saat mudik Lebaran dapat dikurangi sehingga mencgah hal-hal yang tidak diinginkan.

    “Wilayah yang prioritas misalnya Sumatera bagian selatan, Pulau Jawa (Jawa Barat), Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, dan Papua,” ujarnya.

    BMKG memprakirakan pada fase pertama sepekan sebelum Lebaran (3-9 April 2024), bakal terjadi hujan intensitas sedang-lebat (150 mm – 200 mm). Cuaca ekstrem juga berpotensi meningkatkan gelombang laut mulai dari 1,25 meter -2,5 meter.

    Baca: Makna di balik mudik Lebaran

    BMKG memprakirakan kondisi ini akan terjadi di Samudera Hindia selatan, berimplikasi pada penyeberangan laut di Pelabuhan Merak dan Bakauheni, kemudian Pelabuhan Gilimanuk yang berpotensi banjir rob.

    Karena itu pihaknya berharap pemerintah daerah (pemda) dapat berkomunikasi secara aktif mengenai kebutuhan di daerah menyangkut keamanan cuaca untuk mengamankan arus mudik Lebaran tahun ini.

    Hal ini juga berlaku bila memang daerah membutuhkan modifikasi cuaca.

    “Para pemudik atau penyedia jasa angkutan juga diminta untuk secara aktif melihat informasi dan kondisi cuaca terlebih dahulu sebelum melakukan perjalanan,” ujarnya.

    Sumber: Antaranews.com

     

  • Modifikasi Cuaca di Sumbar untuk Cegah Banjir Bandang Susulan

    Modifikasi Cuaca di Sumbar untuk Cegah Banjir Bandang Susulan

    7cloud.asia – Berbagai cara dilakukan pemerintah untuk menanggulangi dampak bencana yang terjadi di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar). Salah satunya melakukan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC).

    Modifikasi cuaca ini dilakukan untuk cegah hujan yang dikhawatirkan bisa memicu banjir bandang susulan.

    Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari menjelaskan TMC yang dilakukan dengan menebar 3 ton Natrium Klorida (NaCl) di langit Kota Padang.

    “Operasi teknologi modifikasi cuaca kali ini dilaksanakan sebanyak tiga sortie dengan durasi penerbangan lebih kurang enam jam dan 11 menit,” ungkap Abdul Muhari seperti dilansir Antaranews pada Minggu (19/05/2024).

    Baca: Korban tewas akibat banjir bandang di Sumatera Barat bertambah

    Selanjutnya dia menjelaskan penyemaian NaCl tersebut difokuskan pada wilayah-wilayah di sekitar daerah aliran sungai pada lereng Gunung Marapi yang berada di Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar.

    Jumlah NaCl yang disemai sebanyak 3 ton atau 3 ribu kilogram. Setiap sortie disemai sebanyak 1.000 kilogram.

    Sortie pertama dilakukan pada pukul 10.21 WIB dengan target penyemaian di sekitar wilayah tenggara hingga timur Kota Padang yakni Kabupaten Sijunjung dan Solok bagian selatan.

    Sortie pertama ini dilakukan dengan ketinggian 11.000 kaki,” katanya.

    Baca: Banjir di Tanah Datar, tanggap darurat 14 hari

    Kemudian sortie kedua menyasar wilayah di sekitar Kabupaten Pesisir Selatan atau bagian selatan dari Kota Padang.

    Penyemaian tersebut dilakukan pada ketinggian 12.500 hingga 13.000 kaki. Sementara sortie ketiga menyasar wilayah timur laut hingga bagian timur Kota Padang.

    Penyemaian tersebut sengaja dilakukan pada pagi jelang siang hari hingga sore hari.

    Sebab berdasarkan prakiraan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) hujan terjadi pada siang hari.

    Baca: Walhi menilai pemerintah lalai

    Wilayah yang diperkirakan terdampak hujan yaitu Kota Pariaman, Padang, Bukittinggi, Batu Sangkar, dan Padang Panjang.

    “Daerah-daerah tersebut diprediksi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat sebesar 6,3 sampai 16,6 milimeter per hari,” katanya.

    Operasi TMC ini merupakan oprasi gabungan BNPB bersama BMKG serta instansi lainnya untuk dalam penanggulangan dan percepatan masa transisi darurat ke pemulihan bencana banjir lahar hujan dan tanah longsor di wilayah Sumbar.

    Reporter: Nurakhmayani

  • BMKG Lanjutkan Modifikasi Cuaca di Sekitar Gunung Marapi

    BMKG Lanjutkan Modifikasi Cuaca di Sekitar Gunung Marapi

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melanjutkan kegiatan modifikasi cuaca untuk mengendalikan dampak bencana di wilayah Gunung Marapi, Sumatera Barat (Sumbar)

    Dilansir Antaranewscom, BMKG menargetkan sebanyak 30 ton garam ditabur ke langit sekitar wilayah Gunung Marapi ini.

    “Ya, 30 ton penaburan garam karena modifikasi cuaca diteruskan dengan prioritas pada wilayah sekitar Gunung Marapi,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Modifikasi Cuaca BMKG Tri Handoko Seto di Jakarta, Jumat (24/5/2024).

    Dari 30 ton garam tersebut, kata dia, sebanyak 15 ton telah lebih dulu ditaburkan dalam beberapa kali sortie penerbangan pesawat selama lebih dari sepekan lalu sejak tanggal 15 Mei 2024.

    Baca: Tanggulangi bencana, BNPB tebar 10 ton garam modifikasi cuaca di Sumbar

    Kemudian sebanyak 15 ton garam lainnya, lanjut Seto, ditabur ke wilayah sasaran yang sama pada masa operasi modifikasi cuaca sampai tanggal 29 Mei 2024.

    Hal ini sesuai kesepakatan bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar.

    “Semua sudah disiapkan untuk terus dilakukan sampai tanggal 29 Mei ini,” kata Seto.

    Ia berharap upaya modifikasi cuaca tersebut bisa berjalan dengan baik dan dapat mengurangi curah hujan di Sumbar, khususnya daerah di sekitar Gunung Marapi yang jadi prioritas.

    Baca: Masa tanggap darurat di Tanah Datar diperpanjang

    Sebelumnya berdasarkan analisa tim meteorologi BMKG diketahui hujan berintensitas sedang hingga lebat masih berpotensi melanda daerah tersebut dalam beberapa waktu ke depan antara bulan Mei – awal Juni.

    Sementara pada saat yang bersamaan peninjauan lapangan yang tim Pusat Penelitian dan Pengembangan BMKG mendapati sebagian besar aliran sungai di Sumbar berhulu dari Gunung Marapi, yang masih menyisakan endapan material vulkanik sekitar satu juta meter kubik.

    Oleh karena itu BMKG menilai pengendalian curah hujan di sekitar Gunung Marapi menjadi yang paling diprioritaskan dalam operasi modifikasi cuaca ini.

    Hal ini guna mencegah atau mengurangi dampak terjadinya bencana banjir lahar dingin dan longsor susulan.

    Baca: Jumlah korban meninggal akibat bencana di Sumbar

    Sebelumnya, tepatnya pada 11 Mei 2024 banjir lahar dingin dan longsor itu menimbulkan korban jiwa dan dampak kerusakan dengan jumlah yang cukup besar di Kabupaten Tanah Datar, Agam, Padang Panjang.

     

  • Antisipasi Kekeringan BMKG Lakukan Modifikasi Cuaca

    Antisipasi Kekeringan BMKG Lakukan Modifikasi Cuaca

     

    7cloud.asia – Berbagai upaya dilakukan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) untuk mengantisipasi kekeringan di musim kemarau. Diantaranya melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

    Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati menjelaskan Operasi modifikasi cuaca ini perlu dilakukan untuk mengoptimalkan pertumbuhan awan hujan pada periode transisi sebelum memasuki puncak kemarau.

    Dengan demikian, daerah yang berpotensi mengalami kekeringan dapat mengisi tampungan air atau waduk.

    Karena itu, lanjut Dwikorita, pihaknya bekerjasama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) dan TNI Angkatan Udara untuk Operasi Modifikasi Cuaca ini.

    Baca: BRIN sebut perlu tim khusus tangani cuaca ekstrem

    “Adanya unit kerja baru Deputi Bidang Modifikasi Cuaca di BMKG menjadikan BMKG akan semakin aktif menjalankan tugas aksi dini mitigasi potensi bencana hidrometeorologi termasuk kekeringan yang bisa berdampak pada berkurangnya ketersediaan air untuk kebutuhan pertanian dan air baku melalui operasi modifikasi cuaca”, jelas Dwikorita dalam rilisnya.

    Perempuan yang akrab disapa Rita ini menjelaskan OMC akan dilakukan serempak di Pulau Jawa untuk mengisi air di 35 waduk agar pasokan air terutama pada jaringan irigasi pertanian dapat mencukupi selama musim kemarau.

    Kegiatan modifikasi cuaca tersebut telah dilakukan pada 30 Mei 2024 hingga 10 Juni 2024 dengan 4 posko yang berlokasi di Jakarta, Bandung, Solo, dan Surabaya.

    Baca: Tahun 2024 El Nino belum berakhir

    Dalam pelaksanaannya, sebanyak 4 pesawat jenis CASA 212 milik TNI AU dari Lanud Abd. Rahman Saleh Malang dikerahkan.

    Setiap posko akan bertanggungjawab untuk mengisi waduk/bendungan yang masuk dalam area jangkauan posko tersebut.

    “Posko Bandung akan ditempatkan di Lanud Husein Sastranegara dan bertanggungjawab untuk pengisian waduk di wilayah Jawa Barat. Posko Jakarta akan ditempatkan di Lanud Halim Perdana Kusuma dan bertanggungjawab terhadap pengisian waduk di Sebagian wilayah Jawa Barat dan Banten,” urainya.

    Posko Solo akan ditempatkan di Lanud Adi Sumarmo dan bertanggungjawab terhadap pengisian waduk di wilayah Jawa Tengah.

    “Posko Surabaya akan ditempatkan di Lanud Muljono dan bertanggungjawab untuk pengisian waduk di wilayah Jawa Timur,” tambahnya.

    Baca: Imbas kekeringan, petani di Bogor dapat Rp 6 juta

    Rita menjelaskan pelaksanaan OMC ini sesuai dengan arahan dari Menteri PUPR, Basuki Hadimuljo kemudian selanjutnya akan dijadikan sebagai Pilot Project untuk pelaksanaan operasi modifikasi cuaca lain di seluruh waduk-waduk yang ada Indonesia.

    Selain untuk mengantisipasi kekeringan, waduk-waduk ini juga untuk mendukung program ketahanan pangan dari pemerintah.

    sementara itu, Plt. Deputi Modifiaksi Cuaca BMKG Tri Handoko Seto menjelaskan operasi modifikasi cuaca di pulau Jawa dilakukan serempak.

    Hal ini dengan mempertimbangkan sempitnya window of opportunity (peluang) pertumbuhan awan yang masih memungkinkan untuk disemai agar menjadi hujan.

  • Cegah Kebakaran Lahan, BMKG Gelar Operasi Modifikasi Cuaca di 4 Provinsi

    Cegah Kebakaran Lahan, BMKG Gelar Operasi Modifikasi Cuaca di 4 Provinsi

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menggelar operasi modifikasi cuaca secara serentak di lima provinsi untuk mengatasi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

    Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam keterangan di Jakarta, Rabu (19/6/2024) mengatakan bahwa operasi modifikasi cuaca berlaku aktif mulai pada 14 Juni – 15 Juli 2024.

    Ia menyebutkan, pembasahan lahan gambut dan lahan mineral menjadi fokus utama dalam operasi modifikasi cuaca tersebut.

    Modifikasi cuaca ini sebagai langkah antisipasi/ mitigasi potensi bencana kebakaran lahan menjelang musim kemarau. Dari pemantauan BMKG, ada sejumlah titik panas di sejumlah kawasan di Indonesia.

    Baca: Sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi hujan

    Adapun modifikasi cuaca dilakukan di Provinsi Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah.

    Sementara jadwal pelaksanaan operasi modifikasi cuaca di Riau (dilaksanakan pada 14 Juni-3 Juli 2024), dan Jambi (20 Juni-1 Juli 2024).

    Selanjutnya untuk Sumatera Selatan (3 Juli-12 Juli 2024), Kalimantan Barat (25 Juni-5 Juli 2024), dan Kalimantan Tengah ( 5 Juli-15 Juli 2024).

    Berdasarkan laporan analisa tim meteorologi BMKG sebelumnya telah memprakirakan musim kemarau akan melanda sebagian besar wilayah Indonesia dasarian II Juni – September 2024.

    Baca: Sejumlah wilayah di Indonesia bersiap hadapi La Nina

    “Termasuk provinsi yang menjadi target rawan terjadi karhutla. Jangan sampai lahan gambut di sana kering dan terbakar,” ujarnya.

    Oleh karena modifikasi cuaca dilakukan untuk mengurangi risiko dampak yang dapat mengganggu kehidupan masyarakat itu.

    Secara teknis Pelaksana tugas (Plt.) Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG Tri Handoko Seto menjelaskan, hingga Rabu operasi modifikasi cuaca di Riau sudah melakukan lima sorti penyemaian awan.

    Adapun total jam terbang 11 jam 35 menit menggunakan bahan semai zat NaCI (garam) sebanyak empat ton.

    Baca: Sejumlah titik panas terpantau di Riau

    Menurut dia, operasi modifikasi cuaca tersebut penting sehingga lahan-lahan gambut yang mulai kering bisa menjadi basah sebelum wilayah-wilayah tersebut memasuki puncak musim kemarau yang akan lebih kering.

    Terlebih berdasarkan sistem pantauan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) secara kumulatif dalam dua hari terakhir sudah mulai terdeteksi titik panas sebanyak 2-3 titik per hari.

    “Demikian seterusnya, operasi ini diharapkan bisa menekan potensi lonjakan hotspot dan potensi luasan area gambut yang terbakar jangan sampai berdampak pada masyarakat dan lingkungan,” ujarnya.

    Sumber:Antaranews.com

  • Atasi Kualitas Udara Buruk Jelang JAKIM 2024, BPBD DKI Jakarta Lakukan Modifikasi Cuaca Jakarta

    Atasi Kualitas Udara Buruk Jelang JAKIM 2024, BPBD DKI Jakarta Lakukan Modifikasi Cuaca Jakarta

    7cloud.asia – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan modifikasi cuaca Jakarta.

    Modifikasi cuaca di Jakarta ini dilakukan seiring dengan kualitas udara Jakarta yang memburuk dan masuk kategori tidak sehat beberapa waktu terakhir.

    Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Isnawa Adji mengatakan, modifikasi cuaca Jakarta juga pernah dilakukan untuk mengatasi kondisi cuaca ekstrem dan polusi udara.

    “Seperti pada akhir tahun 2022, BPBD berkoordinasi dengan tim gabungan TMC yang terdiri dari BMKG, BRIN, BNPB dan TNI AU untuk melakukan penyemaian garam di kawasan Jakarta untuk penanggulangan potensi cuaca ekstrem yang terjadi,” kata dia Sabtu (22/6/2024).

    Baca: Jelang gelaran JAKIM 2024 kualitas udara Jakarta masuk kategori tidak sehat

    Kemudian pada pertengahan tahun 2023 juga pernah dilakukan TMC untuk mengatasi pencemaran udara di Jakarta pada saat musim kemarau dengan kolaborasi dari tim gabungan.

    “Tujuannya memastikan polusi udara Jakarta dapat terkendali dan tidak memberikan dampak lanjutan yang serius bagi masyarakat Jakarta,” katanya.

    Saat ini BPBD DKI kembali berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait untuk kembali melakukan TMC. Salah satunya adalah BMKG.

    “BMKG telah membentuk kedeputian yang khusus bekerja melakukan operasi modifikasi cuaca, yang nantinya dapat membantu Jakarta untuk membahas lebih teknis mengenai pelaksanaan operasional TMC ke depan,” kata Isnawa.

    Baca: Pantau sumber polusi udara inivyang dilakukan DLH DKI Jakarta

    Kualitas udara di Jakarta saat HUT Ke-497 pada Sabtu pagi masuk kategori tidak sehat dan menduduki peringkat kedua sebagai kota dengan udara terburuk di dunia.

    Menurut situs pemantau kualitas udara IQ Air yang dipantau pada Kamis pukul 06.26 WIB, kualitas udara di DKI Jakarta masuk kategori tidak sehat dengan angka 182 mengacu kepada penilaian PM2,5 dengan nilai konsentrasi 99,5 mikrogram per meter kubik.

    Konsentrasi sebanyak itu setara 19,9 kali nilai panduan kualitas udara tahunan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). PM 2,5 adalah partikel udara yang berukuran kecil dari 2,5 mikron (mikrometer).

    Adapun kategori tidak sehat, yakni kualitas udaranya yang bersifat merugikan pada manusia ataupun kelompok hewan yang sensitif atau bisa menimbulkan kerusakan pada tumbuhan ataupun nilai estetika.

    Baca: WFH dan pembatasan kendaraan bermotor diusulkan untuk atasi polusi udara Jakarta

    Terkait kualitas udara di Jakarta ini, masyarakat disarankan menghindari aktivitas di luar ruangan. Jika berada di luar ruangan gunakanlah masker, kemudian menutup jendela untuk menghindari udara luar yang kotor.

  • BMKG Akan Menggelar Modifikasi Cuaca untuk Amankan Lahan Gambut dari Ancaman Kebakaran

    BMKG Akan Menggelar Modifikasi Cuaca untuk Amankan Lahan Gambut dari Ancaman Kebakaran

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) akan menggelar modifikasi cuaca sebagai upaya menjaga 2,8 juta hektare lahan gambut di Kalimantan Barat (Kalbar) dari ancaman kebakaran

    Musim kemarau yang mulai melanda dengan sifat hujan di bawah normal membuat sebagian besar lahan gambut di Kalimantan Barat tersebut sudah mengering sehingga rawan terbakar.

    Kerawanan didapatkan berdasarkan data SIPALAGA Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM), yang menunjukkan saat ini kandungan air tanah pada lahan gambut Kalimantan Barat sudah sangat rendah berada di bawah 40 centimeter.

    Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam keterangannya di Jakarta Sabtu, menilai kondisi tersebut telah mendesak pihaknya untuk segera melaksanakan operasi modifikasi cuaca.

    Baca Juga: Cegah Kebakaran Lahan, BMKG Gelar Operasi Modifikasi Cuaca di 4 Provinsi

    Modifikasi cuaca ini diharapkan dapat meningkatkan potensi hujan dan membasahi kembali jutaan hektare lahan gambut Kalimantan Barat sehingga menurunkan kerawanan terbakar.

    Dalam perencanaan operasi modifikasi cuaca BMKG tersebut berlangsung setidaknya selama 11 hari atau berakhir hingga 5 Juli 2024, dan dapat diperpanjang bila masih diperlukan.

    Wilayah gambut yang tersebar di enam kabupaten meliputi Kubu Raya, Ketapang, Sambas, Sintang, Sekadau, dan Kabupaten Sanggau menjadi target sasaran operasi modifikasi cuaca itu.

    Selain Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), BRGM, dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.

    Baca Juga: Titik Panas di Kalimantan Timur Meningkat Jadi 169 Titik

    Kegiatan modifikasi cuaca BMKG ini juga didukung oleh Skadron 4 Lanud Abdurachman Saleh, Malang, Jawa Timur yang menyiagakan armada CASA 212-200 untuk menyemai sebanyak 13 ton garam (Natrium klorida/NaCl) ke langit Kalimantan Barat.

    Tim penyemaian diharapkan bisa maksimal memanfaatkan waktu yang ada tersebut.

    Bila merujuk analisa tim meteorologi BMKG pada dasarian terakhir bulan Juni – dasarian pertama Juli itu masih ada sebaran awan yang berpotensi untuk menurunkan hujan,

    Sebelum memasuki pertengahan bulan Juli-September yang menjadi puncak musim kemarau tahun ini.

    Sumber:Antaranews.com

  • Modifikasi Cuaca Diintesifkan untuk Optimalkan Pembangunan Bandara IKN

    Modifikasi Cuaca Diintesifkan untuk Optimalkan Pembangunan Bandara IKN

    7cloud.asia – Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan bahwa modifikasi cuaca akan ditingkatkan untuk memastikan pembangunan infrastruktur di Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur dapat berjalan optimal.

    “Kami menginstruksikan modifikasi cuaca untuk terus ditingkatkan dalam beberapa bulan ke depan, agar pembangunan bandara IKN menjadi optimal,” kata Menhub dalam keterangan di Jakarta, Sabtu (13/7/2024).

    Menhub kembali melakukan peninjauan langsung progres pembangunan Bandara IKN pada Jumat (12/7/2024).

    Dalam kunjungannya ke proyek pembangunan Bandara IKN, Menhub meninjau beberapa titik, salah satunya gedung terminal bandara. Menurutnya, progres pembangunan di lokasi ini secara umum sudah baik dan bisa terus dimaksimalkan.

    “Jalan akses menuju bandara sudah bisa dilalui. Pekerjaan lain yang saat ini juga tengah dilaksanakan meliputi pemasangan plafon hingga mekanikal elektrikal,” jelas Menhub.

    Baca: Kritik atas Perpres Percepatan Pembangunan IKN

    Menhub juga menerangkan, pembangunan landasan pacu fungsional Bandara IKN untuk menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia diupayakan hingga 2.200 meter.

    Adapun pengerjaan landasan pacu oleh Kementerian PUPR ini dilakukan dengan sangat baik, sesuai prosedur, dan dipastikan telah memenuhi keamanan berstandar internasional.

    “Saya mengapresiasi Pak Menteri PUPR beserta jajaran dan para pekerja yang telah bekerja keras untuk menyelesaikan proyek bandara ini. Kontribusi ini amat sangat berarti bagi kemajuan negeri,” ungkap Menhub.

    Budi menyatakan bahwa salah satu tantangan terbesar pembangunan Bandara IKN adalah hujan yang terjadi terus-menerus di wilayah Kalimantan Timur.

    Ia mengungkapkan, dari pembicaraan saat rapat dan pengalaman yang dialami Menhub selama di lapangan, tantangan terbesar dalam pembangunan infrastruktur di IKN adalah faktor cuaca.

     

    Baca: Solusi paling realistis untuk IKN

    Dijelaskan Menhub, dari total 30 hari, terhitung hanya 8 hari yang cerah di kawasan IKN. Jika kondisi ini terus terjadi, lanjut dia, target pembangunan sejumlah fasilitas Bandara IKN berpotensi mundur dari rencana awal.

    “Oleh karena itu modifikasi cuaca menjadi keharusan,” ujar Menhub.

    Menurutnya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah melakukan upaya modifikasi cuaca dan umumnya berhasil mengurangi intensitas hujan.

    “Saya minta modifikasi cuaca di wilayah Kalimantan Timur dapat ditingkatkan bekerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan,” tuturnya.

    Menhub berharap langkah itu dapat menunjang percepatan pembangunan infrastruktur di kawasan IKN secara keseluruhan.

    Baca: Peringatan Hari Kemerdekaan akan dilakukan di Jakarta dan IKN

    Terkait curah hujan yang tinggi di kawasan IKN, Menhub mendapatkan penjelasan lengkap dari Kepala BMKG Dwikorita Karnawati melalui video conference yang dilakukan dari rumah dinasnya di IKN.

    Diungkapkan Dwikorita, sejak tanggal 1 Juni 2024 sampai 12 Juni 2024 di kala Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) belum diterapkan, kejadian hujan terus terjadi di IKN.

    Kemudian setelah ada penerapan TMC, tanggal 14 Juni 2024 sampai tanggal 16 Juni 2024 praktis tidak ada hujan.

    Akan tetapi, pada tanggal 7 Juli 2024, sebenarnya sudah ada peringatan dini tentang fenomena Madden Julian Oscillation, yakni semacam anomali cuaca yang notabene sudah terprediksi beberapa hari sebelumnya.

    “Memang tampaknya dengan anomali yang sangat kuat, ini (hujan) tidak bisa ditanggulangi,” kata Dwikorita.