7cloud.asia – Jumlah kasus cacar monyet atau monkeypox di Indonesia terus bertambah. Hingga kini terkonfirmasi positif 14 kasus. Jumlah ini diperkirakan akan terus meningkat, bahkan hingga tembus 3600 kasus sampai akhir tahun.
Hal ini diungkapkan Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, Maxi Rein Rondonuwu berdasarkan perkiraan epidemiolog atau ahli dalam bidang investigasi pola dan penyebaran suatu penyakit.
“Prediksi kita, setelah undang para epidemiolog, mereka lihat rate yang terjadi di Inggris lalu memperkirakan kasus kita dengan jumlah populasi kunci, itu bisa 3.600 orang kalau tidak dilakukan preventif dengan baik,” jelas Maxi seperti yang dilansir CNBC Indonesia.
Memang, lanjut Maxi, saat ini sudah ada vaksin cacar monyet. Tetapi yang paling utama adalah melakukan tindakan preventif untuk mencegah penyebaran kasus yang lebih luas.
baca juga:kasus cacar monyet meningkat pengawasan kesehatan bandara soetta diperketat
Saat ini Kemenkes tengah melakukan berbagai upaya. Salah satunya memperkuat edukasi kepada kelompok berisiko.
“Yang pasti harus menerapkan perilaku hidup sehat, jangan melakukan hubungan seks kalau ada gejala, dan lakukan hubungan seks yang aman dengan memakai kondom,” urainya.
Kasus cacar monyet merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus monkeypox. Penyakit ini pada tahun 2022 lalu menjadi kekhawatiran dunia.
Bahkan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada tahun lalu menetapkan status darurat untuk penyakit cacar monyet. Tetapi saat itu Indonesia hanya mengonfirmasi satu kasus positif.
baca juga: kasus cacar monyet di jakarta bertambah dinkes dki imbau masyarakat waspada
Menurut WHO, tanda dan gejala penyakit cacar monyet umumnya muncul dalam waktu tujuh hari, tetapi dapat muncul mulai satu sampai 21 hari setelah terpapar.
“Biasanya gejala berlangsung selama dua hingga empat minggu, tetapi bisa berlangsung lebih lama pada seseorang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah,” sebut WHO.
Berikut gejala umum penyakit cacar monyet.
- Ruam
- Demam
- Sakit tenggorokan
- Sakit kepala
- Nyeri otot
- Nyeri punggung
- Lemas
- Pembengkakan kelenjar getah bening
Biasanya, ruam dimulai sebagai luka yang kemudian melepuh dan berisi cairan. Luka melepuh berisi cairan itu akan terasa gatal atau menyakitkan. Setelah ruam sembuh, lesi akan mengering, membentuk kerak, dan hilang.
Lesi kulit bisa muncul di telapak tangan atau telapak kaki, wajah, mulut, tenggorokan, selangkangan, area genital, dan anus.
baca juga: status darurat pendemi covid 19 dicabut apakah masih harus mengenakan masker
“Beberapa orang juga dapat mengalami pembengkakan yang menyakitkan di sekitar rektum atau rasa sakit dan kesulitan saat buang air kecil,” papar WHO.
Karena itu, beberapa tindakan pencegahan yang dianjurkan agar terhindari dari penyakit cacar monyet, yaitu:
- Tidak berganti-ganti pasangan seks
- Tidak melakukan seks oral, anal, dan vagina atau menyentuh alat kelamin atau anus orang yang terkena cacar monyet
- Tidak memeluk, memijat, mencium, atau berbicara dari jarak sangat dekat
- Tidak menyentuh kain dan benda saat berhubungan seks yang digunakan oleh penderita cacar monyet, seperti tempat tidur, handuk, dan mainan seks.
Reporter: Nurakhmayani
