7cloud.asia – Mantan Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus suap setelah terbukti terlibat dalam pengaturan pekerjaan untuk menantunya di sebuah maskapai penerbangan.
Tuduhan suap ini karena Moon Jae-In yang menjadi presiden Korea Selatan periode 2017-2022, memfasilitasi pengangkatan menantunya sebagai imbalan atas penempatan pejabat penting di pemerintahan.
Investigasi yang dipimpin oleh Divisi Kriminal 3 Kantor Kejaksaan Distrik Jeonju mengungkap detail dugaan keterlibatan Moon Jae-In melalui surat perintah penggeledahan yang dilakukan pada 30 Agustus 2024 di rumah putrinya, Moon Da-hye.
Kasus suap ini berawal dari pengaduan pada 2020 atau empat tahun lalu terkait perekrutan menantu Moon, yang hanya diidentifikasi dengan nama belakangnya, Seo, di maskapai Thai Eastar Jet.
Investigasi kemudian mengungkap bahwa Seo dan Moon Da-hye (putri Moon Jae In) telah bercerai.
Penyelidikan difokuskan pada hubungan antara pekerjaan Seo dan pengangkatan Lee Sang-jik, mantan anggota parlemen, sebagai kepala Badan UKM dan Perusahaan Rintisan Korea (Kosme).
Partai Kekuatan Rakyat (PPP) dan kelompok sipil Justice People mengajukan empat pengaduan antara September 2020 dan April 2021, menuduh adanya hubungan timbal balik dalam pengangkatan Seo di maskapai penerbangan tersebut.
PPP, yang saat itu menjadi partai oposisi utama, menuduh adanya korupsi dalam pengangkatan Seo sebagai direktur eksekutif Thai Eastar Jet, sebuah maskapai berbiaya rendah yang didirikan oleh Lee Sang-jik.
Kurangnya Pengalaman Seo dan Dugaan Keterlibatan Moon
Pengangkatan Seo di Thai Eastar Jet memicu kecurigaan karena kurangnya pengalaman Seo di industri penerbangan serta masalah keuangan yang dihadapi perusahaan.
Jaksa menduga pengangkatan Lee sebagai kepala Kosme telah diputuskan dalam pertemuan informal yang melibatkan sekretaris presiden pada akhir tahun 2017.
Baca Juga: Mantan Wakil Ketua KPK : RUU Perampasan Aset Bisa Jadi Program 100 Hari Presiden Terpilih
Jaksa juga menuduh bahwa Moon dan istrinya menghentikan dukungan finansial kepada putri mereka setelah Seo dipekerjakan oleh Thai Eastar Jet.
Penuntut umum memperkirakan Seo menerima total 223 juta won (sekitar Rp 2,6 miliar) dalam bentuk gaji dan biaya relokasi selama bekerja di Thailand, yang diduga sebagai bentuk suap kepada Moon.
Seo telah diperiksa tiga kali pada tahun 2024 sebagai saksi dan terus menggunakan haknya untuk tetap diam.
Sebelum terpilih menjadi Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in dikenal sebagai pengacara dan aktivis hak-hak sipil.
Baca Juga: KKN Kembali Marak, PDI Perjuangan Dorong Revisi UU KPK
Sebagai mahasiswa di Universitas Kyung Hee, Seoul, pada 1972, Moon aktif dalam gerakan mahasiswa melawan rezim otoriter Presiden Park Chung-hee, yang membuatnya sempat dipenjara.
Setelah menyelesaikan wajib militernya pada 1978, ia mendapatkan gelar sarjana hukum dan mendirikan lembaga bantuan hukum di Busan bersama calon presiden Korea Selatan, Roh Moo-hyun.
Moon terlibat dalam berbagai kasus hak asasi manusia dan menjadi tokoh publik yang disegani.
Pada 9 Mei 2017, Moon memenangkan pemilihan presiden Korea Selatan ke-19, di mana ia berupaya mengurangi ketegangan dengan Korea Utara selama masa jabatannya dari 2017 hingga 2022.
Sumber:CNNIndonesia
