7cloud.asia – Bagi banyak orang atau perusahaan multitasking menjadi satu tuntutan atau bahkan kebanggaan. Tapi jika kamu ingin menjalani konsep slow living, multitasking layak ditinggalkan.
Mengapa? Karena, belakangan pengamat produktivitas menemukan, multitasking tidak berfungsi baik dalam hidup terutama jika kamu ingin menjalani slow living.
Multitasking membuat konsentrasi kita tersebar dan menjadi tidak fokus, yang ii sangat bertentangan dengan konsep slow living.
Baca: Cara menerapkan konsep slow living di dunia kerja yang sibuk
Multitasking bisa membuat pekerjaan kita berantakan, dan ini nggak selaras dengan konsep slow living. Kita butuh waktu lebih lama untuk menyelesaikan tugas-tugas sederhana.
Dan, tak jarang kesalahan konyol menjadi tak terhindarkan akibat tuntutan multitasking.
Jadi, sekali lagi tinggalkan multitasking jika memang kamu serius ingin menjalani konsep slow living.
Baca: Memulai hari ala slow living
Jika masih ragu dengan pernyataan di atas, coba renungkan hal ini. Pernahkah kamu mengalami hari yang super sibuk di tempat kerja yang membuatmu merasa sangat lelah tapi sangat sedikit kemajuan yang kamu capai?
Bisa jadi ini karena tuntutan multitasking. Dan Kamu tahu besarnya dampak yang ditimbulkan dari kerja yang tidak fokus.
Lantas, bagaimana kita bisa lebih fokus saat pekerjaan menuntut kamu bergerak ke sana ke mari dan percakapan/koordinasi terus mengalir tiada henti?
Baca: Temukan ketenangan di tengah kota yang sibuk dengan konsep slow living
Apakah mungkin dalam kondisi seperti ini, kita bisa menjalankan konsep slow living yang menuntut konsentrasi atau dalam istilah lain kita sebut sebagai monotasking.
Berikut beberapa tips monotasking yang menjadi kebalikan kata multitasking sebagaimana dikutip dari vanillapapers.net:
Jika terus-menerus merasa tidak produktif, coba bicarakan secara jujur dengan atasan kamu. Jelaskan padanya, bagaimana kamu ingin meningkatkan produktivitas dengan cara kamu.
Baca: Salah kaprah tentang slow living
Tekankan bagaimana idemu pada akhirnya akan menghasilkan output yang lebih berkualitas dan lebih baik.
Ide itu bisa saja berarti satu hari bekerja dari rumah atau beberapa jam setiap pagi di tempat yang lebih tenang tanpa gangguan.
Jika kamu terjebak dalam rantai panjang bolak-balik email tanpa hasil yang terlihat nyata, coba berbicara lewat telepon atau hampiri atau datangi orang yang kamu kirimi email.
“Seringkali percakapan cepat, jauh lebih efektif daripada rangkaian email yang panjang,” tulis vanillapapers.net.
Baca: Manfaat yang bakal kamu rasakan dengan jalani konsep slow living
Mengecek email arau pesan WA juga bisa merusak fokus kamu. Karena itu coba
matikan notifikasi email dan tahan keinginan untuk memeriksa kotak masuk Anda setiap lima menit.
Setel pengatur waktu dan lakukan pekerjaan terfokus selama satu jam, lalu balas email baru setelah pekerjaa itu selesai.
Lebih baik lagi, jadwalkan dua atau tiga kali sehari untuk memeriksa dan membalas semua email/WA secara teratur.
Sumber: vanillapapers.net
