Tag: Neo Orba

  • Kawan Ganjar Mahfud 98 Ajak Masyarakat Lawan Neo Orba

    Kawan Ganjar Mahfud 98 Ajak Masyarakat Lawan Neo Orba

    7cloud.asia – Ratusan massa yang tergabung dalam Kawan Ganjar Mahfud 98 mengajak seluruh elemen masyarakat untuk melawan neo orde baru (Neo Orba).

    Sebab tanda-tanda kebangkitan Neo Orba itu telah tampak jelas dan di depan mata.

    Dalam orasi dan doa bersama di halaman TKRPP (Tim Koordinasi Relawan Pemenangan Pilpres), di Jakarta pada Rabu (22/11/2023) ini mereka menyebut sejumlah indikasi bangkitnya Neo Orba

    Salah satunya adalah Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Anwar Usman yang meloloskan judicial review tentang batas umur capres dan cawapres 2024.

    baca: aktivis 98 deklarasikan dukungan untuk ganjar pranowo di pilpres 2024

    “Rakyat melihat bahwa putusan Ketua MK adalah bentuk penyalahgunaan kekuasaan seorang hakim, penyelundupan hukum dan praktik nepotisme yang justru berlawanan dengan tujuan Reformasi 98,” jelas koordinator lapangan, Sardo.

    Sardo menegaskan bahwa Reformasi 1998 adalah gerakan anak muda yang menentang dan menantang rezim otoriter Orde Baru.

    Menurut alumni FISIP Universitas Indonesia (UI) ini, adanya reformasi 1998, menunjukkan bahwa rakyat anti korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN).

    “Rakyat anti dwifungsi ABRI, rakyat anti pemilu yang curang dan tidak adil, rakyat anti penguasa yang menyelewengkan kekuasaanya,” paparnya.

    Baca: Dianggap cacat hukum tiga aktivis 1998 gugat pencalonan Gibran sebagai cawapres

    Indikasi Neo Orba yang sedang tumbuh saat ini adalah pemerintah  tampak menutup rapat-rapat kasus pelanggaran HAM.

    Karena itu, Kawan Ganjar Mahfud 98 mengajak generasi muda untuk mempelajari sejarah, mengenal tokoh-tokoh politik dan mengetahui rekam jejak masa lalunya.

    “Jangan biarkan penjahat HAM dan perusak konstitusi memimpin negeri ini. Reformasi 98 terlalu mahal untuk digadaikan kepada penjahat HAM,” katanya.

    Dalam acara ini mereka mendesak pemerintah mengusut tuntas kejahatan HAM Orde Baru.

    Selain itu mereka mendesak agar pemerintah meninjau ulang Undang-undang no.20/2023 yang memberikan peluang bagi TNI/Polri masuk ke ranah sipil.

    Baca: Ganjar Pranowo demokrasi Indonesia sedang tidak baik baik saja

    Mereka juga menuntut pemerintahan sekarang dapat melaksanakan pemilihan umum 2024 secara jujur dan adil.

    “Saatnya kita mengukuhkan tekad dan harapan untuk terus menentang dan melawan setiap upaya rezim Neo Orba dalam berbagai bentuknya di negeri ini,” paparnya dalam orasi.

    Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama  kembali mengawal demokrasi agar tidak dibajak dan dimanipulasi untuk kepentingan kelompok atau keluarga.

    Selain menggelar orasi, acara tersebut juga diisi oleh pembacaan puisi serta doa bersama antar lintas agama yang dipimpin oleh Gus Soleh MZ, Ketut Guna Artha dan Pendeta Albert Timothy.

    Hadir pula Koneksi Band dan Threee Genix untuk membakar semangat para penonton.

    Reporter: Nurakhmayani  

  • Berita Terpopuler Pekan Ini: Politik Dinasti Jokowi Dinilai Membangkitkan Neo Orba

    Berita Terpopuler Pekan Ini: Politik Dinasti Jokowi Dinilai Membangkitkan Neo Orba

    7cloud.asia – Politik dinasti yang sedang dilakukan Presiden Jokowi menjadi sorotan publik dan menjadi berita terpopuler pekan ini di 7cloud.asia.

    Sejumlah berita terkait politik dinasti Jokowi yang dinilai membangkitkan Neo Orba menjaid berita yang paling banyak dibaca atau berita terpopuler pekan ini. 

    Kritik terkait politik dinasti karena menggunakan cara Neo Orba ini menempatkan 4 berita di daftar berita terpopuler pekan ini.

    Berikut daftar 5 berita terpopuler pekan ini di 7cloud.asia: 

    1. 8 Kota pilihan untuk menghabiskan masa pensiun

    Menghabiskan masa pensiun dengan nyaman di kota yang tenang menjadi impian banyak orang.

    Mereka yang usianya mendekati 55 tahun mungkin sudah saatnya mempersiapkan diri menghadapi masa pensiun. Apakah tetap tinggal di kota lamanya atau mencari tempat baru yang lebih tenang.

    Buat kamu yang kini sedang mencari kota untuk tinggal di masa pensiun atau usia lanjut, baik untuk diri sendiri maupun orang tua/mertua ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan kala mencari kota yang nyaman untuk tinggal di masa pensiun.

    Baca berita selengkapnya di sini

    2. Kawan Ganjar Mahfud ajak warga lawan bangkitnya Neo Orba

    Ratusan orang yang tergabung dalam Kawan Ganjar-Mahfud 98 mengajak seluruh elemen masyarakat untuk melawan neo orde baru (Neo Orba).

    Sebab tanda-tanda kebangkitan Neo Orba itu telah tampak jelas dan di depan mata.

    Dalam orasi dan doa bersama di halaman TKRPP (Tim Koordinasi Relawan Pemenangan Pilpres), di Jakarta pada Rabu (22/11/2023) ini mereka menyebut sejumlah indikasi bangkitnya Neo Orba

    Baca berita selengkapnya di sini

    3. Politik dinasti lahirkan pemerintahan yang korup

    Efek elektoral majunya Gibran Rakabuming Raka  belum besar karena umumnya masyarakat tidak tahu politik dinasti yang sedang dilakukan Jokowi.

    “Belum cukup pengetahuan di tingkat publik tentang apa itu politik dinasti dan apakah presiden Jokowi sedang membangun politik dinasti,” ujar pendiri SMRC, Saiful Mujani saat memaparkan hasil survei sebagaimana dipantai dari akun YouTube SMRC.

    Padahal politik dinasti ini cukup berbahaya karena akan melahirkan pemerintahan yang penuh nepotisme dan korup. 

    Baca berita selengkapnya di sini

    4. Mengupas politik dinasti Jokowi: mengapa harus Gibran?

    Politik dinasti akan sangat berpotensi memicu terjadinya penyalahgunaan kekuasaan ini akan semakin besar.

    Potensi ini juga sangat mungkin terjadi dalam pengajuan anak sulung Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka menjaid cawapres di Pemilu 2024.

    Pertanyaan mendasar dalam pengajuan Gibran ini, adalah mengapa harus Gibran? Kalau alasannya adalah untuk keberlanjutan pembangunan, ada banyak anak muda selain Gibran yang memiliki kemampuan untuk itu.

    Baca berita selengkapnya di sini

    5. Koalisi melawan lupa desak agar Prabowo diadili

    Koalisi Masyarakat Sipil Melawan Lupa mendesak Prabowo Subianto diadili untuk mengklarifikasi keterlibatannya dalam kasus penculikan aktivis.

    Hal ini untuk membuktikan sekaligus menanggapi pernyataan Hashim Djojohadikusumo bahwa tidak ada keterlibatan kakaknya, Prabowo Subianto dalam kasus penculikan aktivis.

    Dalam rilis yang diterima 7cloud.asia, pernyataan Hashim soal Prabowo Subianto tersebut dinilai sangat melukai rasa keadilan masyarakat.

    Baca berita selengkapnya di sini