7cloud.asia – Video rekaman wawancara Grace dengan putra tunggal Ganjar Pranowo, Alam Ganjar yang membahas soal peran pemuda beredar di media sosial
Dalam video sepanjang 30 menit itu, Alam Ganjar diajak membincangkan banyak hal, termasuk tentang kesempatan berkarir di bidang politik bagi anak muda.
Keputusan MK untuk menurunkan batas usia minimal capres dan cawapres turut dibahas dalam perbincangan dengan Alam Ganjar tersebut.
Alam Ganjar pun tak menolak keputusan MK, bahkan secara bercanda dia mengatakan harusnya batas usianya diturunkannya sekalian dua digit.
Baca: Ganjar Pranowo ajak anak muda berproses dari bawah dan tak alergi politik
“Jangan tanggung-tanggunglah kalau bisa diturunkan menjadi 21,” ujarnya sambail sedikit tertawa.
Alam Ganjar kembali serius ketika memaparkan alasan agar anak muda diberi kesempatan dalam pengambilan keputusan. Mengingat jumlah anak muda akan menjadi bagian terbesar dalam populasi Indonesia.
Jadi, ujarnya, pemangku kebijakan dan pengambil kebijakan harus punya relevansi yang sama, melibatkan anak muda atau setidaknya yang mengerti keinginan dan harapan anak muda.
Soal keputusan MK, Alam Ganjar melihat ada aspek tertentu yang mencederai suatu proses ‘menjadi’ yang sebaiknya dialami anak muda.
Baca: Dari AHY hingga Kaesang menyoroti dinasti politik di Indonesia
“Kalau saya sendiri, akan mencapai kenikmatan absolut ketika benar-benar menikmati prosesnya. Dan tidak melakukan short cut ataupun meng-abuse apa yang saya punya,” ujarnya.
Alam Ganjar menekankan, proses menjadi hal yang snagat pentng. Ketika proses dilaknasanakan dan kita menikmati, ujarnya, maka orang yang menjalankan proses itu akan berjalan dengan baik.
Di awal wawancara, Alam Ganjar diajak membahas soal nepo baby, atau previlese yang dimiliki seseorang karena nama orang tuanya.
Ia melihat nepo baby bisa dalam hal positif dan negatif. Ia mengakui banyak keuntungan yang dirasakannya terlahir sebagai anak seorang Ganjar Pranowo.
Baca: Dinasti politik Jokowi disoal karena ada potensi penyalahgunaan kekuasaan
Karena dengan itu ia punya kesempatan untuk membaca lebih banyak buku, berdiskusi tentang pengalaman Ganjar sebagai politisi dan pejabat pemerintahan.
“Yang itu tidak dimiliki oleh banyak anak lain,” ujar Alam Ganjar.
Namun, ia juga merasa ada beban terlahir sebagai anak Ganjar Pranowo. Orang akan punya ekspetasi lebih kepada dirinya, apalagi ketika Ganjar sedang berkontestasi di pemilihan seperti saat ini.
Apapun yang kita lakukan, ujarnya, akan menjadi sorotan publik. Sehingga apa yang dia lakukan sekarang adalah berusaha untuk tidak menambah masalah bagi orang tuanya.
Baca: Mengapa ganti pemerintahan harus ganti kurikulum
Alam Ganjar menekankan, sepanjang 21 tahun usianya ia merasakan betapa kerasnya nepo baby saat kalau daftar sekolah. Banyak anak yang menggunakan nama orang tuanya untuk mendapatkan kursi di sekolah favorit.
Alam Ganjar menjelaskan bahwa ia mendaftar sekolah berdasarkan nilai yang dimilikinya. Tak hanya itu, sebagai bukti tidak melakukan nepotisme, Alam Ganjar mengaku pernah ditolak oleh beberapa universitas.
“Kalau misalkan beberapa orang sebelumnya, kalau saya apply ke beberapa university,” ungkapnya.
“Ada yang gak diterima juga kok,” pungkas anak muda yang kini sedang menuntut ilmu di Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada ini.
