“Komitmen Indonesia untuk capai net zero emission masih tetap saja sesuai dengan apa yang sudah kita rencanakan, tetapi seperti apa, kita coba (upayakan) penurunan itu, nanti akan kita evaluasi. Tapi, komitmennya itu tidak berubah,” ujar Wapres dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta.
Sebelumnya firma akuntasi internasional PricewaterhouseCoopers (PwC) memprediksi negara-negara G20 akan kesulitan mencapai target dekarbonisasi atau net zero emission karena perlambatan ekonomi global.
Wapres memaparkan Indonesia telah memiliki cetak biru yang mendukung kebijakan penurunan emisi karbon secara bertahap sehingga tercapai net zero emission pada 2060.
“Ada capaian-capaian sendiri tanpa bantuan asing dan ada (capaian) dengan bantuan asing ya, karena itu ada komitmen dari negara-negara maju untuk memberikan semacam imbalan terhadap masalah penurunan karbon sehingga tercapai net zero emission,” jelasnya.
Dalam peta jalan pengurangan emisi karbon menuju net zero emission , Indonesia berkomitmen untuk mengurangi emisi karbon sebesar 29 persen dengan kemampuan sendiri
Dan 41 persen dengan bantuan asing pada 2030.
Untuk memenuhi target net zero emission pada 2060 tersebut sejumlah kebijakan telah ditempuh seperti transisi ke energi terbarukan serta pengembangan mobil listrik ataupun pengembangan energi hidrogen.
Namun sejumlah kalangan menilai pemerintah masih kurang serius untuk memenuhi target net zero emission pada 2060 ini.
