7cloud.asia – Berbagai cara dapat dilakukan untuk mencegah neuropati perifer, salah satunya adalah dengan pengendalian berat badan terutama penderita diabetes yang rentan mengalami hal ini.
Hal ini diungkapkan oleh Kepala Departemen Endokrinologi Rumah Sakit DMH Pune India Dr. Vaishali Deshmukh dalam forum bincang media oleh P&G Health dalam rangka Hari Diabetes Sedunia 2023.
“Kita harus lebih fokus pada pencegahan daripada pengobatannya karena begitu penyakit ini muncul maka sudah tidak bisa disembuhkan lagi,” ujar Dr. Vaishali Deshmukh seperti yang dikutip Antaranews.
Neuropati perifer adalah gangguan pada saraf tepi yang menimbulkan sensasi kebas, kesemutan, rasa seperti tertusuk, dan sensasi panas pada bagian ujung tubuh, misalnya tangan dan kaki.
baca: apakah penderita diabetes sama sekali nggak boleh konsumsi gula
Kerusakan saraf tepi bisa mengenai sistem saraf sensorik atau perasa, sistem saraf motorik, sistem saraf otonom, atau kombinasi dari ketiga sistem saraf tersebut.
Karena itu, lanjut Vaishali, ada tiga cara untuk mencegah neuropati adalah pengendalian berat badan, pengendalian glikemik (peningkatan gula darah dari karbohidrat pangan), dan pemenuhan vitamin.
Selain itu, mencegah kecanduan juga dapat mengurangi dampak neuropati pada pengidapnya.
Menurutnya ketiga strategi ini amat mudah dijalankan untuk mencegah penyakit neuropati perifer.
Selanjutnya Vaishali menjelaskan langkah-langkah ini penting diperkenalkan bagi masyarakat karena di India khususnya, 74,2 juta penduduknya mengidap diabetes dan setengah dari mereka berisiko tinggi mengalami neuropati.
https://www.rubaca: kenali gejala dan penanganan diabetes melitus pada anak
Sementara itu, ahli farmasi dan Asisten Wakil Direktur, Akademik dan Riset dari Lyceum of the Philippines University Davao, Dr. Kenny James Merin mengatakan ahli farmasi juga bisa berperan menangani neuropati perifer sesuai dengan kejuruannya.
“Pertama, tanyakan pertanyaan yang tepat pada pasien, lalu lakukan tes sederhana supaya kita tahu apakah pasien itu menderita penyakit neuropati yang melemahkan mereka,” jelas Merin.
Selain itu, ahli farmasi juga dapat memberi suplemen vitamin B kompleks, yang terdiri dari B1, B6, dan B12, serta merujuk pasien supaya dapat diperiksa oleh dokter, ucap Merin.
Senada dengan Vaishali, untuk mencegah penyakit saraf tersebut, Merin juga mengatakan perlu mengendalikan berat badan serta tingkat gula, hipertensi, dan trigliserida dalam tubuh.
“Kemungkinan pengidap diabetes mengalami neuropati perifer kemudian hari akan tinggi jika nilai abnormal pada tubuh kita yang diketahui lewat tes laboratorium tidak kunjung dikendalikan,” ujarnya.
Sementara itu, endokrinologis dan peneliti diabetes dari Universitas Stellenbosch Afrika Selatan Dr. Ankia Coetzee berkata bahwa praktisi kesehatan hendaknya memahami pasien dengan penuh kesabaran.
Sebab, tidak semua dari mereka mengeluhkan sakit pada tubuh meskipun bisa jadi merupakan gejala neuropati. “Jadi, pahami apa yang pasien tidak keluhkan, apalagi hal-hal yang mereka keluhkan,” katanya.
Reporter: Nurakhmayani
