Tag: obat tidur

  • Mengapa Obat Tidur Sebaiknya Dihindari

    Mengapa Obat Tidur Sebaiknya Dihindari

    7cloud.asia – Kita telah mengetahui sejak lama bahwa obat tidur atau biasa disebut juga hipnotik tidak baik untuk dikonsumsi lebih dari satu hingga tiga minggu.

    Hal ini karena mengonsumsi obat tidur dapat membentuk kebiasaan dan meningkatkan risiko kecelakaan.

    Dan, belakangan semakin banyak bukti yang menunjukkan bahwa obat tidur  tersebut dapat meningkatkan risiko kematian dini.

    Obat tidur yang bersifat hipnotik adalah obat yang diresepkan secara khusus untuk membantu orang yang menderita insomnia agar dapat tidur nyenyak.

    Obat tidur juga diresepkan untuk orang yang mengalami kesulitan tidur serta mereka yang kesulitan untuk tetap tidur.

    Baca: Kurangi stres dan kecemasan dengan meditasi

    Kelas hipnotik yang paling banyak diresepkan adalah benzodiazepin atau obat yang sangat erat kaitannya. Dalam kelas benzodiazapin ini terdapat temazepam (Normison, Temaze), flunitrazepam (Hypnodorm), dan nitrazepam (Mogadon).

    Meskipun obat-obatan ini biasanya diresepkan untuk orang yang menderita insomnia, beberapa benzodiazepin terkenal lainnya seperti diazepam (Valium), oxazepam (Serepax), dan alprazolam (Xanax) juga diresepkan untuk mengatasi kecemasan.

    Kelompok “Z” dari obat-obatan hipnotik yang lebih baru seperti zolpidem (Stilnox) dan zopiclone (Imovane, Imrest), sangat mirip dengan benzodiazepin dalam mekanisme kerjanya dan memiliki masalah yang sama.

    Sejumlah penelitian juga menyebut obat tidur menambah masalah. Meskipun ada klaim yang menyatakan sebaliknya, tidak ada hipnotis yang memberikan tidur dengan kualitas yang sama dengan tidur alami.

    Baca: Ini yang terjadi jika kita tak cukup tidur

    Dan ada sejumlah pilihan pengobatan non-obat yang terbukti untuk insomnia, seperti teknik relaksasi sederhana yang pasti lebih baik dalam jangka panjang.

    Obat hipnotik, di sisi lain, membentuk kebiasaan, menumpulkan kemampuan kognitif, meningkatkan risiko patah tulang pinggul akibat jatuh.

    Obat tidur juga memicu sejumlah kecelakaan lain lebih mungkin terjadi, terutama bila dikombinasikan dengan alkohol.

    Obat tidur atau hipnotik juga menyebabkan reaksi putus zat yang serius ketika penggunaan kronis dihentikan secara tiba-tiba.

    Reaksi tersebut termasuk kejang (dengan risiko patah tulang), tetapi yang lebih umum, insomnia yang lebih buruk (dan sering kali kecemasan) berlanjut selama berminggu-minggu setelah berhenti minum obat.

    Baca: Manfaat tidur siang untuk kesehatan otak

    Namun terlepas dari masalah-masalah ini, sebagian besar dan cukup statis dari populasi (sekitar 6% hingga 10% orang dewasa) terus menggunakan obat-obatan ini dalam jangka waktu yang lama.

    Dan angka ini meningkat di antara orang yang lebih tua, terutama perempuan.

    Obat tidur berdampak signifikan pada tubuh dan kesehatan. Baru-baru ini ada laporan yang mengkhawatirkan yang menghubungkan semua hipnotik atau obat tidur dengan kematian dini dan kanker.

    Sebuah penelitian terhadap lebih dari 10.000 orang dengan usia rata-rata 54 tahun yang diberi resep obat hipnotik menemukan bahwa mereka mengalami peningkatan risiko kematian tiga kali lipat atau lebih dibandingkan mereka yang tidak menggunakan obat tersebut.

    Para peneliti memperkirakan antara 300.000 hingga 500.000 kematian berlebih setiap tahun di Amerika Serikat saja yang terkait dengan penggunaan hipnotik.

    Baca: Kenali gejala dan pemicu bipolar

    Tidak masalah obat tidur atau hipnotik mana yang diperiksa, dan ini termasuk obat “Z” yang bekerja lebih pendek seperti zolpidem (Stilnox).

    Penelitian yang dilakukan dengan baik ini menambah lebih dari 20 penelitian lain yang mengaitkan obat-obatan ini dengan kematian dini dan diagnosis kanker.

    Kritik terhadap riset dampak negatif obat tidur
    Kritik yang jelas terhadap penelitian ini adalah bahwa orang yang menggunakan obat tidur atau hipnotik sudah menderita kanker atau kesehatan yang buruk.

    Dan, itu adalah bagian dari alasan mereka mengalami masalah tidur dan diberi resep obat sejak awal.

    Memang, cukup adil untuk menerima kemungkinan hasil penelitian ini dikacaukan atau didistorsi oleh beberapa kondisi medis yang tidak terdeteksi pada sebagian besar kelompok yang diberi resep hipnotik.

    Baca: Manfaat meditasi untuk kesehatan mental

    Hal ini selalu menjadi perhatian dan kemungkinan dalam studi observasional.

    Idealnya adalah melakukan penelitian terkontrol selama dua setengah tahun dan secara acak mengalokasikan individu yang mengalami gangguan tidur ke obat hipnotik atau plasebo yang cocok dan melihat apakah hasilnya bertahan.

    Namun, meskipun penelitian yang ideal ini kemungkinan besar akan menghilangkan bias yang substansial, penelitian ini tidak etis.

    Praktik terbaik untuk pengobatan insomnia adalah tidak meresepkan obat-obatan ini lebih dari beberapa minggu dan mengandalkan metode yang telah terbukti tidak melibatkan obat-obatan sama sekali.

    Jadi, kita tidak mungkin memiliki bukti yang lebih baik bahwa ada risiko kematian dan kanker yang lebih besar di antara orang-orang yang menggunakan hipnotik.

    Sumber: The Conversation ditulis Rahma Sekar Andini dari Universitas Negeri Malang menerjemahkan artikel ini dari bahasa Inggris.

  • Mencari Alternatif Aman untuk Gantikan Obat Tidur

    Mencari Alternatif Aman untuk Gantikan Obat Tidur

    7cloud.asia – Dalam tulisan sebelumnya dipaparkan berbagai gangguan kesehatan yang mengancam di balik penggunaan obar tidur atau yang biasa disebut hipnotik. 

    Penggunaan obat tidur atau hipnotik dapat membentuk kebiasaan atau ketergantungan dan meningkatkan risiko kecelakaan.

    Dan, belakangan semakin banyak bukti yang menunjukkan bahwa penggunaan obat tidur dapat meningkatkan risiko kematian dini.

    Mekanisme yang mungkin untuk efek yang tampaknya substansial ini (kematian dini) masih sulit dipahami, tetapi ada sejumlah alasan yang mungkin.

    Kita tahu bahwa kombinasi obat tidur atau hipnotik dan alkohol meningkatkan risiko depresi fungsi otak yang dapat menyebabkan perlambatan pernapasan.

    Hal ini dapat mematikan, terutama bagi orang yang memiliki penyakit jantung atau paru-paru kronis.

    Baca: Mengapa obat tidur tidak disarankan

    Dan orang yang mengonsumsi obat tidur hipnotik lebih mungkin mengalami kecelakaan mobil dan kecelakaan lainnya karena efek mabuk keesokan harinya.

    Obat-obatan ini juga meningkatkan tingkat depresi dan oleh karena itu meningkatkan risiko bunuh diri.

    Lantas, apakah ada alternatif yang aman untuk menggantikan obat tidur bagi mereka yang kesulian tidur?

    Dilansir hallosehat.com, ada cara yang bisa diterapkan untuk menghindari obat tidur yakni dengan menerapkan pola tidur sehat. 

    Pola tidur sehat itu bisa dilakukan dengan tidur lebih awal dan bangun pagi secara rutin, menghindari minum kopi atau makan malam menjelang jam tidur, menahan diri untuk tidak bermain ponsel di kamar tidur dan menerapkan terapi relaksasi sebelum tidur.

    Baca: Ini yang terjadi kala seseorang nggak cukup tidur

    Dilansir hallosehat.com ada beberapa herbal yang  bisa dijadikan sebagai obat tidur alami.

    1. Akar valerian

    Akar valerian sejak lama sering digunakan sebagai pengobatan alami untuk mengatasi gejala gangguan kecemasan, depresi, menopause, hingga sulit tidur.

    Menurut beberapa penelitian, konsumsi 300–900 mg suplemen akar valerian sebelum tidur dapat memicu rasa kantuk lebih cepat. Herbal ini diketahui juga dapat meningkatkan kualitas tidur.

    Semua hasil penelitian tersebut dilihat berdasarkan pengukuran yang dilakukan selama tidur. Pengukuran dilakukan terhadap gelombang otak dan denyut jantung.

    Penelitian dalam American Journal of Medicine menyatakan, konsumsinya dalam jangka pendek terbilang aman. Namun, ibu hamil dan menyusui sebaiknya menghindari obat tidur herbal ini.

    Baca: Manfaat tidur siang untuk kesehatan otak

    2. Teh chamomile
    Teh chamomile merupakan minuman yang memiliki efek menenangkan. Efek tersebut bisa membuat tubuh dan pikiran menjadi lebih rileks sehingga Anda lebih mudah beristirahat.

    Selain itu, teh chamomile berbeda dengan teh pada umumnya yang biasa mengandung kafein. Teh dengan kandungan kafein dapat memperparah insomnia pada orang yang sensitif.

    Menurut studi pada Journal of Advanced Nursing, teh chamomile dapat mengurangi masalah tidur pada ibu yang baru melahirkan. Konsumsinya membuat mereka dapat tidur lebih mudah.

    Teh ini dibuat dari daun, bunga, dan batang chamomile kering. Agar terasa lebih nikmat saat diminum, Anda bisa menyeduhnya dengan tambahan madu dan perasan jeruk lemon.

    Tidur adalah kebutuhan setiap orang. Ya, bisa tidur nyenyak pada malam hari setelah aktivitas yang melelahkan seharian penuh memang menyenangkan.

    Namun, Anda mungkin akan sulit tidur saat pikiran tidak bisa tenang. Hal tersebut biasanya terjadi karena stres atau banyak masalah yang sedang melanda. Nah, Anda tak perlu cemas, karena ada beberapa cara yang bisa Anda

    Baca; Kurangi stres dn kecemasan dengan meditasi

    3. Lavender
    Obat tidur alami tidak selalu dalam bentuk makanan atau ekstrak yang dikonsumsi. Obat tidur herbal juga tersedia dalam bentuk minyak aromaterapi, salah satunya lavender.

    Kemampuan lavender untuk meningkatkan kualitas tidur tidak lepas dari kandungan linalool di dalamnya. Komponen ini berinteraksi dengan zat kimia GABA untuk merelaksasi otak.

    Ketika otak rileks, kecemasan dan stres yang menjadi penyebab susah tidur serta terbangun di malam hari akan berkurang.

    Hasilnya, Anda bisa beristirahat lebih mudah saat menghirup minyak esensial untuk stres yang satu ini.

    4. Ginseng merah
    Sejumlah penelitian menyebutkan ginseng merah dapat menjadi obat insomnia alami. Konsumsinya diketahui mengurangi stres dalam tubuh yang bisa menjadi penyebab susah tidur.

    Selain itu, berbagai kandungan yang terdapat dalam ginseng merah juga dapat membantu Anda tidur lebih nyenyak serta mengurangi potensi Anda terjaga di malam hari.

    Baca: Manfaat meditasi untuk kesehatan mental

    5. Passion flower

    Studi berbasis hewan menunjukkan bahwa komponen aktif dalam passion flower dapat mendorong terjadinya slow wave sleep (tidur gelombang lambat) atau tidur nyenyak.

    Selain itu, obat tidur herbal ini juga menghambat terjadinya fase tidur rapid eye movement (REM). Pada fase tidur ini, terjadi peningkatan tekanan darah, gerakan mata yang cepat dan gelisah, serta mimpi.

    6. Makanan mengandung glisin
    Glisin merupakan asam amino yang memainkan peran penting dalam kerja sistem saraf tubuh. Zat ini dapat mengembalikan ritme sirkadian.

    Cara kerjanya yaitu dengan mengaktifkan reseptor NMDA pada bagian otak yang mengendalikan ritme sirkadian. Dengan begitu, fungsi ritme sirkadian dapat berjalan seperti seharusnya.

    Ritme sirkadian sendiri merupakan jam biologis tubuh yang mengatur waktu untuk bangun dan tidur. Anda bisa mendapatkan glisin dari berbagai makanan, seperti: ikan, daging sapi, kacang kedelai, dan daging ayam.

    Baca: Ragam meditasi terpandu untuk menenangkan pikiran

    7. Makanan dengan kandungan melatonin
    Melatonin merupakan hormon yang bertugas untuk mendukung kinerja ritme sirkadian. Dengan adanya melatonin, Anda dapat tidur dengan baik.

    Terganggunya produksi melatonin dalam tubuh dapat membuat Anda susah tidur. Selain diproduksi secara alami dari tubuh, hormon ini bisa diperoleh dari makanan seperti: jamur, buah ceri, susu, kacang almon, dan kacang kenari.

    8. Makanan kaya magnesium
    Kekurangan magnesium meningkatkan risiko Anda untuk mengalami insomnia. Maka dari itu, Anda harus memastikan asupan mineral ini terpenuhi dengan baik dalam tubuh.