Tag: overthinking

  • Cara Sederhana Agar Tidak Selalu Overthinking

    Cara Sederhana Agar Tidak Selalu Overthinking

    7cloud.asia – Sebagai seorang psikolog klinis, saya sering menemui klien yang mengeluhkan mengalami overthinking

    Mereka bermasalah dengan pikiran-pikiran yang “terus berputar tanpa henti” di kepala mereka, yang sulit mereka atasi.

    Rumination (merenung) dan overthinking (berpikir berlebihan) sering kali dianggap sama. Keduanya memang saling terkait tapi sedikit berbeda. Rumination adalah memikirkan hal yang berulang-ulang di benak kita.

    Hal ini dapat menyebabkan overthinking–menganalisis pemikiran tersebut tanpa menemukan solusi atau memecahkan masalah.

    Ini seperti piringan hitam yang memutar bagian lagu yang sama berulang-ulang karena adanya goresan. Sementara alasan kita terlalu banyak berpikir sedikit lebih rumit.

    Otak kita terprogram untuk berjaga-jaga terhadap ancaman, membuat rencana untuk mengatasi ancaman tersebut dan menjaga kita tetap aman.

    Persepsi ancaman tersebut mungkin didasarkan pada pengalaman masa lalu, atau “kemungkinan” yang kita bayangkan bisa terjadi di masa depan.

    Kemungkinan-kemungkinan ini biasanya merupakan hasil yang negatif dari pola pikir “Gimana kalau?”.

    Inilah yang kami sebut “hot thoughts”–hal ini memunculkan banyak emosi (terutama kesedihan, kekhawatiran atau kemarahan), yang berarti kita dapat dengan mudah terjebak pada pikiran-pikiran tersebut dan terus memikirkannya.

    Karena ini tentang hal-hal yang telah terjadi atau mungkin terjadi di masa depan (tetapi tidak terjadi sekarang), kita tidak dapat menyelesaikan masalahnya dan membuat kita terus memikirkan hal yang sama.

    Baca Juga: Kenali Gejala Depresi Terselubung pada Lansia

    Siapa yang terlalu banyak berpikir?
    Kebanyakan orang pada suatu waktu menemukan diri mereka dalam situasi terlalu banyak berpikir.

    Beberapa orang mungkin lebih sering merenung. Orang-orang yang pernah menghadapi tantangan atau mengalami trauma mungkin lebih waspada dan berjaga-jaga terhadap ancaman dibandingkan orang yang tidak pernah mengalami kesulitan.

    Pemikir mendalam, orang-orang yang rentan terhadap kecemasan atau suasana hati yang buruk, dan mereka yang sensitif atau merasakan emosi secara mendalam juga lebih cenderung merenung dan berpikir berlebihan.

    Selain itu, saat kita stres, emosi kita cenderung menjadi lebih kuat dan bertahan lebih lama. Pikiran kita menjadi kurang akurat, yang berarti kita bisa terjebak pada pikiran lebih dari biasanya.

    Menjadi lesu atau tidak sehat secara fisik juga bisa membuat pikiran kita lebih sulit diatasi dan dikelola.

    Akui perasaanmu
    Ketika pikiran terus berulang, ada gunanya menggunakan strategi yang berfokus pada emosi dan masalah.

    Berfokus pada emosi berarti mencari tahu bagaimana perasaan kita terhadap sesuatu dan mengatasi perasaan itu.

    Misalnya, kita mungkin merasa menyesal, marah atau sedih atas sesuatu yang telah terjadi. Atau, bisa saja kita khawatir terhadap sesuatu yang mungkin terjadi.

    Mengakui emosi tersebut, menggunakan teknik perawatan diri, dan mengakses dukungan sosial untuk membicarakan dan mengelola perasaanmu akan sangat membantu.

    Bagian kedua adalah berfokus pada masalah–apa yang akan kamu lakukan secara berbeda (jika pemikiran tersebut mengenai sesuatu dari masa lalumu) dan membuat rencana untuk menghadapi kemungkinan masa depan yang muncul dari pemikiranmu.

    Namun sulit untuk merencanakan semua kemungkinan, sehingga strategi ini memiliki kegunaan yang terbatas.

    Hal yang lebih bermanfaat adalah membuat rencana untuk satu atau dua kemungkinan yang lebih mungkin terjadi dan menerima bahwa bisa saja ada hal-hal yang tidak terpikirkan olehmu.

    Baca Juga: Cermati Gejala Stres Akibat Gangguan Kesehatan Mental di Tempat Kerja

    Pikirkan alasannya
    Perasaan dan pengalaman kita adalah informasi–penting untuk menanyakan apa yang disampaikan informasi ini kepadamu dan mengapa pemikiran ini muncul sekarang.

    Misalnya, universitas baru saja dimulai kembali. Orang tua dari lulusan sekolah menengah mungkin terbangun di malam hari (waktu ketika merenung dan berpikir berlebihan adalah hal biasa) mengkhawatirkan anak mereka.

    Mengetahui bagaimana kita akan menanggapi beberapa kemungkinan yang berpeluang terjadi, semisal anak kita mungkin membutuhkan uang, kesepian atau rindu kampung halaman, bisa membantu.

    Namun, terlalu banyak berpikir juga merupakan tanda adanya tahap baru dalam hidupmu, dan kamu perlu mengurangi kendali atas pilihan dan kehidupan anakmu, sambil menginginkan yang terbaik untuknya.

    Menyadari hal ini berarti kamu juga dapat membicarakan perasaan tersebut dengan orang lain.

    Biarkan pikiran itu pergi
    Cara bermanfaat untuk mengelola overthinking adalah ”ubah, terima, dan lepaskan“.

    Tantang dan ubah aspek pemikiranmu sebisa mungkin. Misalnya saja, kemungkinan anakmu akan kehabisan uang, tidak punya makanan, dan kelaparan (berpikir berlebihan cenderung membuat otakmu memunculkan akibat yang sangat buruk!) kecil kemungkinannya.

    Kamu dapat merencanakan untuk bertanya kepada anakmu secara teratur tentang bagaimana dia mengatasi masalah keuangan dan mendorongnya untuk mengakses dukungan penganggaran dari layanan universitas.

    Pikiranmu hanyalah ide. Hal-hal tersebut belum tentu benar atau akurat, namun jika kita terlalu memikirkannya dan mengulang-ulangnya, hal-hal tersebut akan mulai terasa benar karena sudah familiar.

    Memunculkan pemikiran yang lebih realistis dapat membantu menghentikan putaran pemikiran yang tidak perlu.

    Menerima emosi dan menemukan cara untuk mengelolanya seperti perawatan diri yang baik, dukungan sosial, atau komunikasi dengan orang-orang terdekat, juga akan membantu.

    Begitu pula dengan menerima bahwa hidup pasti tidak bisa dikendalikan – yang bisa kita kendalikan adalah reaksi dan perilaku kita.

    Baca Juga: Buang Stress dengan Meditasi 5 Menit Sehari

    Ingat bahwa kamu memiliki tingkat keberhasilan 100% dalam melewati tantangan hingga saat ini. Kamu mungkin ingin melakukan sesuatu secara berbeda (dan berencana melakukannya) tapi kamu sudah pernah berhasil.

    Jadi, bagian terakhir adalah melepaskan kebutuhan untuk mengetahui secara pasti bagaimana segala sesuatunya akan terjadi, dan percaya pada kemampuanmu (dan terkadang orang lain) untuk mengatasinya.

    Apa lagi yang bisa kamu lakukan?
    Otak yang stres dan lelah akan lebih mungkin berpikir berlebihan, sehingga menyebabkan lebih banyak stres dan menciptakan siklus yang dapat memengaruhi kebahagiaan atau wellbeing-mu.

    Jadi, penting untuk mengelola tingkat stresmu dengan makan dan tidur nyenyak, menggerakkan tubuh, melakukan hal-hal yang kamu sukai, bertemu orang-orang yang kamu sayangi, dan melakukan hal-hal yang memberi energi pada jiwa dan semangatmu.

    Distraksi–dengan melakukan aktivitas yang menyenangkan dan bertemu orang-orang yang membuatmu gembira–juga dapat membuat pikiranmu tidak berulang-ulang.

    Jika kamu merasa overthinking memengaruhi hidupmu, dan tingkat kecemasanmu meningkat atau suasana hatimu menurun–tidur, nafsu makan, dan kenikmatan hidup serta orang-orang terkena dampak negatif–mungkin inilah saatnya untuk berbicara dengan seseorang dan mencari tahu strategi mengelolanya.

    Ketika segala sesuatunya menjadi terlalu sulit untuk dikelola sendiri (atau dengan bantuan orang-orang terdekatmu), terapis dapat memberikan alat yang terbukti bermanfaat.

    Beberapa alat bermanfaat untuk mengelola kekhawatiran dan pikiranmu juga dapat ditemukan di sini.

    Ketika kamu mendapati dirimu overthinking, pikirkan mengapa kamu memiliki “pikiran panas”, akui perasaanmu, dan lakukan pemecahan masalah yang berfokus pada masa depan.

    Tetapi, terimalah juga bahwa hidup tidak dapat diprediksi dan fokuslah pada keyakinan dan kemampuanmu untuk mengatasinya.

    Artikel ini telah terbit di The Conversation, Penulis: Kirsty Ross (Associate Professor and Senior Clinical Psychologist, Massey University)

     

  • Minimalisme: Delapan Cara Orang Jepang Mengusir Overthinking

    Minimalisme: Delapan Cara Orang Jepang Mengusir Overthinking

    7cloud.asia – Terlalu banyak berpikir atau overthinking dapat menarik aliran pikiran dan terus-menerus menarik kehidupan kita menjauh dari kenyataan,

    Seperti dikatakan banyak pakar, overthinking berdampak tidak baik untuk kesehatan mental yang kemudian akan memengaruhi kesehatan fisik dan kehidupan Anda.

    Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah kita berlarut-laut tenggelam dalam siklus overthinking, salah satunya adalah metode zen yang berasal dari Jepang.

    Metode dari Jepang ini berfokus pada kesederhanaan, perhatian penuh, dan penerimaan terhadap ketidaksempurnaan hidup dengan cara mengatur ulang pikiran dan menemukan kejernihan di tengah kekacauan.

    Berikut delapan metode mengatur pikiran dari Jepang sebagaimana dilansir indiatimes.com:

    1. Ikigai: temukan tujuan hidup
    Ikigai adalah menemukan apa yang memberi makna pada hidup. Ini adalah konsep Jepang yang membantu mengidentifikasi apa yang Anda sukai, apa yang Anda kuasai, apa yang dibutuhkan dunia, dan untuk apa Anda dibayar.

    Ketika Anda menemukan tujuan hidup, siklus berpikir berlebihan akan mulai mereda. Anda akan merasa lebih damai dan jelas tentang apa yang harus difokuskan.

    Baca: Buang stress dengan meditasi 5 menit sehari

    2. Wabi-sabi: menerima ketidaksempurnaan
    Wabi-sabi adalah filosofi Jepang yang merayakan ketidaksempurnaan dan sifat kehidupan yang sementara.

    Filosofi ini mendorong kita untuk menerima hal-hal yang tidak lengkap, usang, atau bahkan rusak.

    Alih-alih mengejar kesempurnaan, filosofi ini mengajarkan manusia untuk menghargai alur alami kehidupan yang tidak dapat diprediksi dan selalu berubah. Ketidaksempurnaan inilah yang membuat hidup menjadi kaya dan bermakna.

    3. Shinrin-yoku: mandi di hutan
    Bukan sekadar berjalan-jalan di hutan, Shinrin-yoku atau mandi di hutan adalah upaya menyatu sepenuhnya dengan alam.

    Saat menelusuri setapak, tarik napas dalam-dalam, dan nikmati pemandangan, suara, dan aroma di sekitar Anda.

    Penelitian menunjukkan bahwa menghabiskan waktu di alam dapat mengurangi stres, meredakan kecemasan, dan menjernihkan pikiran. Melangkah keluar memberi pikiran istirahat yang sangat dibutuhkan.

    4. Zazen: seni meditasi duduk
    Zazen, suatu bentuk meditasi duduk, adalah landasan dari kesadaran Jepang. Zazen berfokus pada duduk diam, menarik napas dalam-dalam, dan membiarkan pikiran datang dan pergi tanpa menghakimi.

    Latihan ini mengajarkan cara mengamati pikiran Anda tanpa melekat padanya. Ketika Anda terlalu banyak berpikir, Anda akan mudah termakan oleh pikiran.

    Zazen memungkinkan Anda untuk menjauhkan diri dari pikiran Anda, menciptakan ruang mental di mana kedamaian dan kejernihan dapat muncul.

    Baca: Lima cara murah untuk membuang stress

    5. Kintsugi: seni memperbaiki
    Kintsugi adalah seni memperbaiki tembikar yang pecah dengan emas atau perak, menyoroti retakan dan bukan menyembunyikannya.

    Hal ini mengingatkan kita bahwa perjuangan dan kekurangan kita tidak mengurangi diri kita, tetapi justru membuat kita menjadi diri kita sendiri, unik dan tangguh.

    Ketika kesalahan di masa lalu muncul di benak kita, ingatlah bahwa seperti tembikar, ketidaksempurnaan kita menambah nilai dan keindahan dalam perjalanan kita.

    6. Kaizen: Melakukan perbaikan kecil setiap hari
    Kaizen adalah praktik melakukan perbaikan kecil dan bertahap setiap hari. Ini adalah filosofi yang mendorong kemajuan daripada kesempurnaan.

    Ketika overthinking menjebak Anda dalam siklus “apa selanjutnya?”, kaizen mengingatkan bahwa Anda tidak perlu memikirkan semuanya.

    Dengan berfokus pada perbaikan kecil daripada rencana besar, Anda dapat mengurangi kecemasan dan membuat kemajuan yang stabil, selangkah demi selangkah.

    7. Furo, atau pemandian air panas Jepang
    Ini bukan hanya tentang membersihkan tubuh, Furo merupakan ritual relaksasi yang sakral.

    Pengalaman berendam dalam air hangat memungkinkan untuk melepaskan diri dari dunia dan fokus pada saat ini.

    Entah itu kehangatannya yang lembut atau suasananya yang tenang, berendam air panas dapat menenangkan pikiran, mengurangi stres, dan menawarkan jeda sejenak dari pusaran pikiran yang dapat menyebabkan terlalu banyak berpikir.

    8. Hanami: menghargai keindahan hidup yang sekilas
    Hanami adalah tradisi Jepang untuk mengagumi bunga sakura yang sedang mekar. Bunga-bunga yang indah ini hanya bertahan dalam waktu singkat, mengingatkan kita akan sifat kehidupan yang fana.

    Terlalu banyak berpikir sering kali muncul dari rasa takut akan hal yang tidak diketahui atau mengkhawatirkan hal-hal yang tidak dapat kita kendalikan.

    Hanami mengajarkan kita untuk merangkul momen, menghargai keindahan hidup yang cepat berlalu, dan melepaskan kebutuhan untuk mengendalikan segalanya.

  • Tujuh Cara Sederhana Mengatasi Overthinking yang Menggunggu Kualitas Tidur

    Tujuh Cara Sederhana Mengatasi Overthinking yang Menggunggu Kualitas Tidur

    7cloud.asia – Overthinking atau kebanyakan mikir dapat memicu gangguan kesehatan mental dan kualitas tidur malam hari.

    Pikiran yang terus mengembara dapat menyebabkan kecemasan, stres, dan gangguan tidur yang menghambat proses istirahat yang optimal.

    Namun, ada beberapa cara efektif yang dapat membantu menenangkan pikiran akibat overthinking dan meningkatkan kualitas tidur.

    Dengan menerapkan teknik-teknik tersebut secara rutin, Anda bisa mendapatkan istirahat yang lebih nyenyak dan merasa lebih segar di pagi hari.

    Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi overthinking setiap malam sebelum tidur

    Baca: Kurang tidur dapat memicu gangguan kesehatan fisik dan mental

    1. Menulis jurnal sebelum tidur
    Menulis jurnal dapat membantu mengeluarkan kekhawatiran dari pikiran Anda. Cobalah menuliskan tiga hal yang mengganggu pikiran Anda dan tiga hal yang Anda syukuri.

    Hal ini dapat membantu menyeimbangkan emosi negatif dan positif, serta memberikan perspektif yang lebih jernih.

    2. Praktikkan teknik relaksasi dan meditasi
    Teknik pernapasan dalam atau meditasi mindfulness dapat membantu menenangkan pikiran.

    Cobalah teknik pernapasan 4-4-4: tarik napas selama 4 detik, tahan selama 4 detik, dan hembuskan perlahan selama 4 detik. Lakukan beberapa kali hingga merasa lebih tenang.

    3. Ciptakan rutinitas tidur yang menenangkan
    Membangun rutinitas sebelum tidur dapat memberi sinyal pada tubuh bahwa saatnya untuk bersantai. Misalnya, mandi air hangat, membaca buku, atau mendengarkan musik instrumental.

    Hindari penggunaan gadget setidaknya 30 menit sebelum tidur, karena cahaya biru dari layar dapat mengganggu produksi hormon melatonin.

    Baca: Tidur tak teratur berdampak buruk pada kesehatan fisik dan mental

    4. Atur kamar tidur yang nyaman
    Pastikan kamar tidur Anda nyaman dan kondusif untuk tidur. Gunakan earplug jika ada kebisingan, atau diffuser dengan aroma lavender yang menenangkan.

    Suhu ruangan yang sejuk dan tempat tidur yang rapi juga dapat membantu menciptakan suasana yang mendukung tidur yang nyenyak.

    5. Terapkan mindfulness
    Mindfulness adalah latihan kesadaran penuh terhadap momen saat ini tanpa menghakimi.

    Ketika pikiran mulai melayang ke masa lalu atau masa depan, bawa perhatian kembali ke pernapasan atau sensasi tubuh saat ini. Latihan ini dapat membantu mengurangi kecenderungan overthinking dan meningkatkan kesejahteraan mental.

    6. Hindari konsumsi kafein dan gula di malam hari
    Konsumsi kafein dan gula di sore atau malam hari bisa membuat tubuh tetap terjaga karena merangsang saraf dan memicu lonjakan energi.

    Untuk mengatasi overthinking dan tidur nyenyak, batasi kopi, teh, cokelat, serta makanan manis, dan pilihlah makanan menenangkan seperti pisang, kacang almond, atau susu hangat.

    Baca: Gunakan ponsel sebelum tidur bisa memicu insomnia

    7. Berbicara dengan orang terpercaya
    Mencurahkan perasaan kepada teman, keluarga, atau pasangan dapat membantu meredakan kecemasan.

    Berbicara dengan orang yang dipercaya memberikan dukungan emosional dan perspektif yang berbeda, sehingga membantu menenangkan pikiran yang gelisah.

    Dengan menerapkan langkah-langkah di atas secara konsisten, Anda dapat mengurangi overthinking di malam hari dan meningkatkan kualitas tidur.

    Jika gangguan tidur dan kecemasan berlanjut, pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan profesional kesehatan mental untuk mendapatkan dukungan lebih lanjut.